Transmigrasi: Aku Jadi Alpha Wanita

Transmigrasi: Aku Jadi Alpha Wanita
Kendra [Keluarga Leonard]


__ADS_3

Kendra duduk di tempatnya, pandangan matanya kadang mengarah ke depan, tapi kadang mengarah ke Vivian. Seharian ini mereka belum bicara, Ah tidak. Lebih tepatnya meskipun Kendra mengajak Vivian untuk bicara, hanya kebisuan yang dia dapatkan.


Selama waktu istirahat tadi, Kendra menahan diri untuk tidak menarik gadis itu dari tempatnya. Selama 40 menit istirahat, Kendra habiskan dengan menonton Vivian dan Dean yang mengobrol.


Cukup aneh, memang untuknya padahal sebelum ini Vivian jelas-jelas selalu menghindari mereka. Tapi pada hari ini Vivian melakukan sebaliknya, Dia duduk berdampingan dengan Dean dan saling menawarkan makanan.


Kendra melirik Vivian yang sedang memperhatikan penjelasan. guru, Delima merahnya sesekali melengkung membentuk senyum, Kendra mengambil secarik kertas dan menuliskan sesuatu disana, lalu memberikannya pada Vivan.


“Huh?” Kendra melihat salah satu alis Vivian terangkat, lihat kan. Dari sejak pagi Kendra sudah berusaha untuk mengajak Vivian mengobrol, tapi yang dia dapatkan hanya respon berupa gumaman.


Aku serius, aku ingin bicara denganmu, tulis Kendra di bukunya lagi.


^^^Aku sibuk, lain kali saja, tulis Vivian membalas.^^^


Tidak bisa, kau sudah mengabaikan aku sejak pagi.


^^^Aku benar-benar tidak bisa, jangan menggangguku.^^^


Sebenernya ada apa? Kendra sama sekali tidak mengerti. Jika ini karena ulahnya kemarin, apakah harus sampai seperti ini? lagi pula dia tidak menerkam delima Vivian, delimanya hanya menempel pada kulit dahinya saja.


Apa karena delima ku menempel pada dahi mu kemarin? sehingga kau marah padaku? Kendra kembali menulis.


“Sialan, aku bilang jangan ganggu aku!” Vivian tidak sadar berteriak di kelas, sehingga semuanya menatap ke arahnya. Wajah Vivian berubah merah karena malu, matanya melotot tajam pada Kendra.


“Vivian Alisher! Kenapa berteriak?Fokus ke papan, atau keluar dari kelasku sekarang,” Suara Guru pengajar menyadarkan Vivian, membuatnya langsung meminta maaf dan kembali bersikap baik.


Satu jam setelahnya kelas selesai, Vivian langsung membenahi barangnya dan buru-buru untuk keluar kelas, “Rio, kau pulanglah bersama Nila. Aku masih ada urusan sebentar.”


"Urusan apa? Hei! jelaskan dulu padaku, jika kakek mencari mu, apa yang harus aku katakan!”


“Katakan saja aku sedang mencoba mendekati seorang Omega laki-laki, jika aku berhasil mendapatkannya akan aku kenalkan padanya.”


“Hei! Astaga...”


Baik, dia ingin kabur dari ku. Mari kita lihat, Kendra masih berdiri di pintu kelas melihat punggung Vivian yang semakin jauh, dan hilang. Liam menyentuh pundak Kendra dan berkata padanya; “Kau seharusnya berpikir sekali lagi untuk menentukan pasanganmu.”


“Apa maksudmu? kau pikir aku tidak bisa mengikat kucing liar itu?”


“Jangan bilang kau berpikir aku membicarakan seroang Alpha? Hei, aku membicarakan Omega laki-laki itu. Kau akan kesulitan karena harus bertarung dengan Alpha wanita.”

__ADS_1


Kendra dengan mata melotot tidak percaya menatap tajam Liam. Apakah dia berpikir bahwa aku sedang mengejar seorang laki-laki? Heh, enak saja, Omega itulah yang menjadi lawan ku.


“Kau tertarik pada Dean? Hei, hentikan saja, aku rasa Vivi menyukainya. Dia menghabiskan banyak coklat pemberiannya beberapa hari lalu.” .


“Kau pikir kemana semua gadis di dunia ini sehingga aku harus tertarik pada jenis ku sendiri?”


“Kalau kau lupa, dia Omega.”


“Kenapa bukan kau saja, hidungmu merespon feromon barunya."


"Uh, itu hanya sebuah kebetulan. Aku tidak harus tertarik padanya, aku yakin akan bertemu Omega Wanita.”


“Oh, benarkah? Mari kita lihat.”


Kendra meninggalkan Mario dan Liam, dia langsung pergi menuju mobilnya dan tidak tahu ingin kemana. Vivian sudah menghilang, dia yakin bahwa sekarang kucing liarnya sedang bersama dengan Omega berferomon Leci itu.


Ah, sial. Ketika Kendra tiba di rumahnya, Kendra langsung menuju ke kamar. Mengabaikan panggilan kakeknya, pikirannya agak tidak seimbang sekarang, sepertinya bersabar bukanlah hal yang tepat untuk digunakan pada Vivian.


Gadis itu tidak akan pernah melihatnya jika dia masih bersikap lembut, dia adalah dominan, Dia mutlak, dia Absolute, tidak ada yang bisa menyainginya, dia akan selalu menang.


Dia adalah Kendra Leonard


Dia tidak bisa percaya jika kali ini dia tidak mendapatkan Vivian. Meksipun dia tahu bahwa Vivian adalah mantan Omega wanita yang tiba-tiba dibedakan menjadi seorang Alpha wanita beberapa bulan yang lalu.


Wangi Kayu manis dan Citrus yang bercampur milik Vivian,masih terus melekat dalam penciumannya. Aroma masakan dan rasa makanan buatan Vivian juga, masih terus melekat di lidahnya. Buah delima merah milik Vivian juga masih terus tersimpan di ingatannya.


Ah, Kendra merasa kalau dia mungkin sudah kecanduan, meski dia sendiri tidak tahu alasan pastinya. Padahal diluar sana ada banyak Omega wanita, Stella juga selalu tumbuh bersamanya, tapi tidak pernah ada satu hal pun yang membuatnya bisa tertarik.


Ketukan pintu terdengar,


Tok...


Tok...


Tok...


Kendra menghentikan lamunannya, pada saat dia sudah mengizinkannya untuk membuka pintu, Kendra mendengar seorang Pelayan berkata; “Selamat siang, Tuan muda. Tuan tua memanggil anda.”


“Baik, Aku mengerti," Setelah berbicara Kendra mengganti pakaiannya dan langsung menghampiri Tuan tua Leonard.

__ADS_1


Pak tua Leonard duduk di dalam ruangannya sambil membaca beberapa dokumen yang entah apa isinya, tapi Kendra tahu pasti apa yang akan di bahas oleh Pak tua keluarganya, tidak jauh dari urusannya.


“Ada masalah apa sampai kakek mencari ku?” Kendra langsung bertanya ketika dia baru masuk kedalam ruang kerja.


Tuan tua Leonard memandangi cucunya dan diam-diam mendengus, membandingkan antara cucu perempuan dan cucu laki-lakinya, memang cucu perempuannya yang terbaik. Sayang sekali, dia ikut bersama Ayahnya ke luar negeri dari besar disana.


“Duduk, ada yang ingin kakek bicarakan denganmu.”


Kendra mengikuti perkataannya dan duduk, langsung bertanya kembali; “Ada apa?”


“Sebentar lagi ulang tahunmu, apakah kau sudah menemukan seorang Omega untuk kau tandai?”


“...”


“Jawab kakek, apakah kau sudah menemukan Omega mu!”


“...Sudah.”


“Maksudmu Seorang Omega yang sudah di dibedakan?”


"...Apa salahnya bersama dengan Alpha?”


PRAK!!!


“Kau tahu sendiri keluarga kita tidak menerima seorang Alpha sebagai menantu! Jangan menjadikan dirimu seperti pak tua Alisher itu.”


“Mengapa kau mengaitkan aku dengan Pak tua Alisher itu, Kakek tua!” Kendra menatap kakeknya, dia tidak pernah bisa mengerti apa yang di pikirkan oleh Pak tua keluarganya. Pemikirannya terlalu kolot dan penuh aturan.


“Kau berani berteriak didepan ku! Dasar keturunan membosankan.”


“Kakek yang terlalu jadul, mengapa masih menjaga aturan bahwa Alpha harus bersama Omega! Mengapa Alpha tidak bisa bersama dengan orang yang di cintai?"


Tuan tua melihat cucunya, bagaimana dia bisa menjelaskan semuanya pada Kendra, kalau keluarga ini juga memiliki sejarah yang panjang seperti keluarga Alisher yang terkenal. Sejarah itu adalah masa kelam yang sekarang hanya dia satu-satunya yang mengetahuinya.


...•••...


...**Maaf yah, saya lambat update. Sekarang aktivitas kuliah udah mulai jadi harus fokus juga ke penelitian akhir...


...Terima kasih atas dukungan kalian teman-teman**...

__ADS_1


... ...


__ADS_2