
Pada sore harinya kelompok Vivian duduk secara melingkar, karena hari ini semuanya di ambil alih oleh kelas omega, Kelas Beta dan Alpha memiliki banyak waktu untuk bersantai,, walau begitu mereka yang merasa bosan akan turun untuk membantu para Omega.
Omega pada dasarnya bersifat lembut dan keibuan tentu karena mereka di dominasi oleh anak perempuan, sementara anak laki-laki yang minoritas, pada saat mereka menikah dengan Alpha-nya dan memulai keluarga, tipe omega laki-laki ini akan menjadi Suami yang taat pada istri..
Kalau di dunia asli Vivian, mungkin saja akan di sebut sebagai Suami takut Istri, mereka akan bekerja lalu penghasilan bulanan mereka akan masuk ke dalam saku Istri. Di dunia ini tidak seperti itu, Omega laki-laki meskipun turut bekerja, dan mencari uang mereka pribadi, mereka tidak akan pernah bisa menang melawan istri.
Jika tidak, maka ancamannya adalah feromon yang merupakan kebutuhan para omega setiap bulannya, setelah tanda permanen terbentuk. Siklus panas yang mendatangi mereka akan lebih rutin ketika istri mereka mengandung, apa pun gejala yang di dapatkan oleh Alpha wanita saat mengandung semuanya akan diterima oleh Pasangannya.
Para omega kota jauh lebih di berikan kehormatan, dari pada omega di pedesaan, sama seperti kasus yang menimpah keluarga Mario, sebenarnya dia pribadi tidak ingin memikirkannya, tapi telinganya berulang kali mendengar hal yang sama dari beberapa warga yang suka bergosip.
Saudara tirinya, atau mungkin mantan saudaranya melakukan hal yang tidak terpuji, menghamili seorang Omega belia seusianya di waktu yang tidak tepat karena mabuk, omega yang menjadi korban itu akhirnya tidak bisa bertahan dan meninggal pada saat melahirkan putrinya.
Tidak ada sistem keadilan di pedesaan, masyarakat banyak yang menutup mata mereka dari masalah yang sedang dihadapi oleh keluarga Mario, Bahkan beberapa dari masyarakat juga sering membicarakan dirinya yang sudah mati tenggelam dan mayatnya tidak di temukan.
Tertawa apa,! Mario merasa begitu lucu beberapa hari ini, dia adalah produk yang gagal. Seorang Alpha yang tidak bisa mencium aroma feromon, Alpha yang tubuhnya bekerja seperti seorang Beta yang dibuang oleh ayah kandungnya sendiri dan di tinggalkan oleh ibu kandungnya.
Dia merasa bimbang karena harus kembali ke tempat ini, tidak bisa di bayangkan bagaimana dirinya jika dia tubuh di pedesaan. Ada rasa senang secara pribadi yang dia rasakan, di buang mungkin adalah keberuntungan untuknya, hidupnya enjadi lebih baik, bertemu dengan banyak orang dan teman-teman yang menganggapnya teman atau mungkin lebih.
Mario melirik pada Vivian yang sedang beradu mulut dengan Kendra, beradu mulut bukan berarti mereka berperang di depan umum, ini semua karena dia datang terlambat di tempat dan menemukan bahwa Pacarnya sedang tertawa dengan pemuda lain.
Mario lebih merasa beruntung, setidaknya dia mendapatkan seorang gadis seperti Nila, yang tidak suka bicara dan terkesan cuek, dia tidak harus seperti Kendra yang suka naik pitam.
__ADS_1
“Aku sudah bilang,! aku hanya membantu mereka tadi.”
“,Membantu! bagian mana kau membantu dengan di kelilingi oleh Mereka?”
,“Astaga,! Apa kau pikir aku Omega? atau Beta? Ingatlah aku Alpha, berapa kali aku harus bilang!” Vivian naik pitam.
”Kau tetap tidak bisa berdekatan dengan mereka, Jangan dekat dengan Alpha pria selain aku, jangan dekat dengan Beta mereka bisa saja punya kelainan istimewa, jangan dekat dengan Omega Pria yang suka tebar pesona, aku tidak suka!”
Alpha, Beta, dan Omega yang sedang di bicarakan; “Loh, apa salah kami?”
Vivian yang mendengar anjing gila sedang berulah mulai merasakan penyakit lamanya muncul, darah tinggi. Dasar Gila! Vivian merasa semakin dia akan berusia 18 tahun akhir tahun ini,, semakin dia merasa bahwa Kendra sudah berlebihan.
Vivian hanya menjelaskan sedikit dengan candaan bersama dengan Mario, tertawa untuk sekedar mengubah suasana dan mencari topik lain, tapi tiba-tiba anjing gila datang dan mengamuk, mengangkat dirinya seperti karung beras, memukul bokongnya karena melawan lalu Vivian berakhir dengan delima yang bengkak, dan tatto tambahan di lehernya yang hanya akan hilang setelah berlaku 3-4 hari lagi.. Tapi untung saja, Bunga sucinya masih aman..
"Kucing liar, kau dengar aku tidak!"
“Hmn....” Vivian malas untuk melanjutkan pembicaraan tidak berguna mereka, jadi dia menoleh dan membuang muka dari Kendra..
Kendra menghela napas melihat respon kucing liarnya, dia mengulurkan tangannya dan membawa Vivian kedalam pelukannya, lalu berbisik; “Maaf, aku kehilangan kontrol tadi. Jangan abaikan aku yah, tolong...”
Suara dan napas yang lembut terdengar di telinga Vivian, sehingga kupingnya tampak memerah dan wajahnya kembali menjadi panas. Dia menutup matanya dan menetralkan gejolak darah yang ingin meledak tadi, sedikit tenang, dan terasa nyaman.
__ADS_1
Vivian mendengar lagi, bisikan lembut dari Kendra: “Aku tidak ingin kau membuat orang lain mengalami hal yang sama denganku, kau terlalu menarik perhatian.”
Uhuk!
Apa itu tadi?,Diam-diam Vivian mengernyit dan kembali berpikir, kapan dia menarik perhatian orang? Vivian merasa tidak pernah melakukannya, dia sejak awal transmigrasi hanya melakukan apa yang sistem katakan, dimana dia salah bertindak? Hal ini sama saja mengatakan bahwa dirinya adalah penyebab kelainan istimewa pada Kendra, dan membuat Kesya yang seharusnya menjadi pasangan asli Kendra justru bersama dengan Liam, Antagonis cerita.
“Bagaimana aku bisa menarik perhatian yang lain, sementara tandamu sudah aku bawa kemana-mana? Siapa yang berani mengusik pasangan Alpha dominan dengan sifat seperti anjing gila yang gila?”
”Hei, jangan mengejek aku dasar kucing liar yang liar.”
Teman-teman kelompok mereka dan beberapa anal lain yang lewat tersentak heran melihat keduanya. Walaupun sudah sering mendengar panggilan binatang itu, ini agak sedikit membuat linglung, ras anjing dan kucing memang tidak pernah akur, keduanya akan selalu memiliki konflik yang panjang.
Namun apa bila sudah dalam keadaan yang mendesak dan buruk, kedua ras ini bisa saling damai Dan hubungan Kendra dan Vivian sepertinya adalah gambaran yang nyata, Kendra seperti anjing gila yang kesetanan apa bila sesuatu tidak berjalan dengan kehendaknya, dalam konteks ini adalah Vivian..
Sementara Vivian sendiri memang menggambarkan seekor kucing liar yang selalu mengangkat cakar kecilnya, apa bila merasa terancam dan ancaman tersebut tidak lain adalah Kendra sendiri. Selama tidak menggunakan Feromon, dan masih bisa bertahan dari feromon Vivian pasti masih bisa memberikan perlawan.
......•••......
...Maaf yah, Aku lagi sibuk banget penelitian jadi gak bisa sering up....
...Terima kasih sudah membaca...
__ADS_1