
Karena pengalamannya kemarin, Vivian merasa bahwa dia sudah lupa waktu. Keisha berkata bahwa dirinya tidak masuk selama satu Minggu, alasannya karena dia sakit. jadi harus banyak istirahat di rumah.
Mereka menjenguk dirinya yang sakit, teman sekelas datang dan membawakan Vivian buah. Vivian terbaring di kasurnya selama seminggu, padahal dirinya dibawa oleh sistem yang datang entah dari mana kedalam sebuah buku novel dengan ending sampah.
Di dunia itu Vivian ingat betul dia tinggal kurang lebih dua tahun bersama mereka dengan menggunakan identitas Vivian Alisher, sebagai Cucu Alpha Tuan Tua Alisher.
Menyelesaikan masa sekolah menengahnya dan akan segera mendaftar ke universitas. Sekarang setelah dia kembali ke dunianya, dia masih membutuhkan waktu kurang lebih setahun untuk bisa mendaftar ke perguruan tinggi.
Vivian harus mengulang lagi.
Setelah mengganti pakaian olahraganya, Vivian berjalan menuju lapangan sekolah. Dari kejauhan, Vivian dapat melihat teman sekelasnya.sudah berkumpul dan guru olahraga berdiri di depan mereka.
“Vivi, cepat kemari kau lama sekali..." Keisha melambaikan tangannya pada Vivian.
"Aku sedikit kesulitan membuka loker tadi, aku hampir lupa sandinya" Vivian menetralkan napasnya karena sudah berlari dari gedung sekolah lantai dua ke lapangan.
"Baiklah anak-anak,.hari ini kita pemanasan dulu dengan berlari keliling lapangan sebanyak lima kali putaran.” Guru olahraga berbicara setelah dia selesai meniup peluitnya.
"Guru kenapa tidak peregangan saja? Lari lima putaran akan membuat aku mati ditempat" Keluhan seorang remaja laki-laki dari barisan paling belakang terdengar.
“Lakukan saja, jangan banyak mengeluh. Apa kau tidak malu dengan anak perempuan? Lihat, mereka sama sekali tidak mengeluh.” Guru membandingkan dua genre manusia itu membuat beberapa anak laki-laki menatap pelaku keluhan.
“Ck, mempermalukan kaum kita saja...”
"Memangnya kenapa kalau laki-laki mengeluh? Kita juga manusia, ini namanya kesetaraan gender.
“Sudahlah, cepat lari, tidak lihat para gadis sudah mulai berlari? Jangan kalah dengan mereka.”
Vivian berlari berdampingan dengan Keisha, di belakang mereka ada beberapa anak laki-laki. Anak laki-laki yang mengeluh tadi sekarang lewat di sampingnya, sehingga mau tidak mau Vivian harus menoleh karena merasakan kecepatan pemuda itu menelan.
mata Vivian melotot, dan anak laki-laki itu tersenyum padanya, "Apa lari kalian memang selambat ini?"
"Orion, berhenti mengganggu kami! Hush, pergi sama,” Keisha dengan kesal mencoba mengusirnya tetapi anak itu tidak mau mendengarkan.
Vivian terdiam tidak ikut campur, ingatannya kembali mengingat seseorang. Omega laki-laki yang pernah mengejarnya saat masih berada di dalam.dunia novel.
Sial, wajah mereka benar-benar mirip!
Setelah lari lima putaran selesai, kelas mereka di beri istirahat sebentar sebelum melanjutkan materi hari ini tentang Basket, mereka akan pengambilan nilai setelah selesai berlatih memasukkan bola kedalam ring.
Vivian melakukan semuanya dengan baik, setelah pengambilan nilai selesai Keisha mengajaknya untuk pergi ke kantin. Disana mereka duduk di salah satu meja yang kosong dan memesan minuman dingin mereka.
__ADS_1
Kantin hari ini belum begitu ramai karena kebetulan pelajaran olahraga kelas Vivian adalah jam terakhir. Kantin.hanya di isi oleh beberapa orang saja, dan suasananya juga sangat tenang tidak ada yang saling mendahului untuk membeli makanan.
“Apa yang akan kau lakukan setelah pulang sekolah?” Keisha bertanya.
Vivian menatapnya, lalu menjawab; “Tidak ada, aku akan segera pulang dan tidur hingga pagi.”
“Ck, itu membosankan. Ayo temani aku ke perpustakaan kota, aku ingin mengembalikan buku yang ku pinjam kemarin dulu.”
“Em, baiklah tapi aku tidak bisa berlama-lama.,”
Setelah kelas Selesai, Vivian menemani Keisha mengembalikan buku ke perpustakaan kota. Kemudian dia di tarik paksa oleh gadis itu untuk berkeliling, membaca buku, kuliner dan berbelanja pernah pernik lainnya yang di jual di pinggir pertokoan.
Ya, itu tidak buruk juga. Hanya saja karena sudah lama tidak melakukan kegiatan seperti itu, Vivian merasa mudah lelah. ketika masih berada di alam buku, Vivian selalu menggunakan mobil dan juga ada sistem yang menemaninya.
Dia jadi merindukan Chihuahua...
Setelah kembali ke dunia aslinya, Vivian telah kehilangan kontak dengannya. Vivian jalan-jalan diluar hingga hari sudah hampir malam, barulah dia kembali ke rumahnya. Ibunya berkata pagi tadi bahwa dia akan pulang sedikit telat.
Tetapi entah ini hanya sebuah kebetulan atau ibunya ada perubahan rencana, sehingga ketika dia tiba di rumah, Vivian melihat ada mobil lain yang sedang terparkir di halaman rumahnya.
Siapa?
“Vivian, turunlah dan makan bersama sayang...” Suara Ibunya membuat Vivian langsung bergegas keluar kamar dan menuruni tangga.
“Aku datang Ibu,” Balas Vivian.
Vivi duduk di samping ibunya, sambil menatap kedua ayah dan anak yang duduk di seberang mereka. Vivian mengernyit dan berpikir ada apa ini? kemudian dia diam-diam melirik Ibunya dan merasa curiga.
“Ibu, kau tidak ada rencana untuk mencarikan ku Ayah baru kan?” Dia bertanya dengan alis mengernyit menantikan jawaban sang ibu.
Puk!
Pukulan lembut di dapatkan Vivian tepat di dahinya, "Bagaimana Ibu bisa melakukan itu? Dia adalah Alfredo Leonard, teman ayahmu di SMA dulu dan di sampingnya adalah Putra tunggal Kendra Leonard.”
Uhuk!
Uhuk!
Uhuk!
Mata Vivian melotot tajam, bagaimana wajahnya sama persis! itu jelas adalah wajah karakter Kendra di dalam novel, apa dia juga keluar dari dalam buku? Vivian jadi linglung memikirkan semua ini.
__ADS_1
“Sayang, hati-hati kenapa kau terkejut begitu? Nak Kendra berkata kalau kalian satu sekolah, apa tidak kenal?”
Vivian: "!!!"
Dia tidak pernah mengenal orang ini! dia pertama kali mendengar nama itu disebutkan oleh seorang gadis yang datang ke kelas untuk memarahinya, kurang lebih 10 hari yang lalu.
“Jadi, apa maksud semua ini Ibu?” Vivian bertanya setelah dia sudah cukup tenaga.
“Untuk memenuhi perjanjian diantara almarhum ayahmu dan Ayah Kendra, kalian secara resmi akan bertunangan Minggu depan, setelah lulus SMA akan melangsungkan resepsi pernikahan. Tidak ada penolakan, jika tidak ayahmu di alam sana akan tidak akan senang...."
Tidak mungkin!!!
Satu Minggu berikutnya pertunangan benar-benar terjadi, Vivian resmi menjadi tunangan Idola pria tertampan di sekolahnya. mereka mulai mengenal satu sama lain cinta kemudian kembali tumbuh di hati Vivian, setiap harinya.
Hingga akhirnya, kelulusan mereka tiba. Tiga hari setelah kelulusan, resepsi pernikahan di laksanakan di hotel bintang lima milik keluarga Kendra, Hari itu juga Vivian secara resmi menyandang gelar sebagai Nyonya Muda Leonard.
Malam pernikahan akhirnya didepan Mata Vivian, setelah membersihkan dirinya, dia berdiri di dekat jendela hotel dan menatap jauh ke depan melihat pemandangan malam...
Dia merasakan sebuah tangan memeluk pinggangnya yang lembut dan suara hembusan angin hangat di ceruk lehernya, kemudian Kendra berbisik; “Kucing liar, aku sangat senang di duniamu. Tidak perlu menunggu lama untuk bisa menjadikanmu milikku...”
Mata Vivian melotot dia berbalik dan menatap mata pria yang sudah resmi menjadi suaminya itu; "Kau! Kau! Kau!...”
Benar-benar dia! Si Anjing gila mesum!
“Kau harus di hukum, beraninya mengatai Suami sendiri mesum, yah aku memang mesum hanya padamu..”
Cup!
Uhmpt...
Vivian benar-benar menjalani kehidupannya yang normal tanpa gender kedua, kecuali Sikap anjing gila Kesayangannya, bedanya sekarang mereka tidak terikat oleh tanda di leher dan juga feromon.
Mereka menjalani kehidupan pernikahan mereka Dangan bahagia, menghasilkan tiga anak kembar yang mana dua di antaranya adalah Laki-laki dan yang paling bungsu adalah anak perempuan yang paling di sayangi oleh semuanya.
Mengurus dan membesarkan ketiga anak mereka sampai dewasa, menjadi wali untuk pernikahan mereka, merasakan perasaan yang sangat bahagia ketika cucu-cucu mereka memangil mereka kakek dan Nenek.
Kendra dan Vivian yang berasal dari dunia yang berbeda akhirnya memperoleh kebahagiaan mereka menjadi satu keluarga yang hidup bagaian sampai selama-lamanya.
sampai akhir hembusan nafas mereka, menuju tidur Abadi mereka dengan senyum lembut di wajah tua mereka dengan tangan berkulit keriput yang masih saling menggenggam tidak ingin melepaskan satu sama lain, bahkan sampai akhir hayat mereka akan selalu bersama selamanya.
...END...
__ADS_1