
Chihuahua keluar dari kolong kasur Vivian setelah dia berhasil mendeteksi Jiwa tuannya. Membutuhkan cukup banyak waktu untuk bisa menemukan jiwa Vivian yang hampir tercecer karena efek dari tubuh yang dia tempati ini.
Chihuahua menemukan jiwa Vivian. di sebuah dimensi lain yang mana itu masih ada hubungannya dengan tempat terkahir pemilik tubuh asli sebelum jiwanya menghilang.
[Tuan! Tuan! kau akhirnya bangun tuan! huwah.... kau sangat jahat, aku pikir kau akan mati dan aku akan tinggal selamanya di dunia novel ini]-Chihuahua mulai merajuk.
[Aku tidak akan mati semudah itu, hanya memang aku tidak bisa menahan diri dari siklus panas tubuh ini]- Vivian berkata lembut, dia ingat bahwa dia menjadi tidak terkendali Setelah dia melihat Kendra sedang bersama dengan gadis Omega lain.
Dan mereka terlihat sangat dekat.....
Vivian pikir situasi itu terjadi karena bawaan tubuh Vivian sendiri sebagai pasangan yang sudah terikat melalui tanda kepemilikan di belakang leher mereka.
Selain itu, Vivian juga mengakui kalau tidak mudah memiliki dua jenis kelamin, apa lagi jika kelamin lainnya memiliki siklus panas dimana mereka harus melakukan sesuatu bersama dengan pasangan mereka.
Itu cukup merepotka.....
Vivian tiba-tiba merindukan kehidupan normalnya, tapi dia tidak bisa kembali jika Kendra belum mati. Pusat sistem sudah mengaturnya, berdasarkan keputusan sepihak Vivian harus menemani Kendra, sebagai gantinya karena alur cerita yang sudah berjalan di luar novel aslinya.
.“Huh?” Vivian baru sadar jika ada seseorang di sebelahnya. Itu adalah gadis yang bersama dengan Kendra terakhir kali.
“Kakak!!!” Carol berteriak setelah tabung terbuka secara otomatis saat Vivian sudah bangun.
“Apa yang sudah terjadi....” Kendra tidak melanjutkan kalimatnya ketika dia menemukan bahwa sudah tidak ada penghalang lagi di bangsal Vivian.
Kendra berdiri dan langsung menuju ke sisi lain dari kasur Vivian, dia menunjukkan kepalanya dan mencium dahi Vivian, “Syujurlabh... Kucing liar kau sudah sadar... kau membuat aku sangat khawatir”
“Uhm... Air....” Suara Vivian masih berat karena sudah lama tidak minum.
__ADS_1
Carol dengan gesit mengambilkan segelas air untuk Vivian dan membantu Vivian untuk minum melalui sedotan. Alis Vivian mengernyit, dia masih sangat asing dengan Gadis omega di depannya ini.
Kendra yang sadar dengan situasi itupun langsung mengelus kepala Vivian, ”Ehm...Itu... Aku minta maaf atas apa yang sudah terjadi kemarin, aku akan jelaskan, kenalkan gadis ini adalah Caroline, dia adalah adik kandungku.”
“Saudara kandung...” kata Vivian, dari pengamatannya dia memang melihat sedikit kemiripan diantara keduanya.
“,Dia tumbuh diluar bersama dengan Ayahku.”
Dulu Caroline masih sangat kecil, dia tidak tahu apa-apa hanya memang sangat dekat dengan Ayah mereka. Setelah kematian ibu mereka, ayah memutuskan untuk meninggalkan kita yang penuh dengan kenangan ini dan tidak pernah kembali lagi.
Karena itu, Kendra sebagai pewaris keluarga tumbuh dibawah asuhan sang kakek, sampai menunggu usianya dewasa Tuan tua kembali mengambil alih perusahaan di kota itu, barulah setelah ketika Usia Kendra genap 17 tahun, dia mulai diberikan banyak tanggungjawsb disela-sela sekolahnya.
“Halo, Kakak Ipar....” Carol tersenyum masih sedikit tidak enak hati karena terseret oleh kakaknya.
“Hm, tidak apa... jangan takut, kejadian ini bukan salahmu. Aku memang kesulitan mengendalikannya saat ini...” Vivian mengangkat tangannya dan mengelus kepala Carol. Kemudian, matanya tertuju kepada teman-temannya yang lain yang juga turut ikut senang dengan tersadarnya Vivian.
Senyum lembut muncul di wajah Vivian, “Aku benar-benar tidak menyalakan dirimu... Carol adalah anak yang manis dan lembut.” Vivian menyentuh kepala Carol dan mengusapnya.
Vivian tidak marah, itu hanya karena dia sedang dalam Siklus panas, dia menjadi lebih legah setelah berkenalan dengan Carol. Vivi melihat, Carol belum memasuki usia dewasa, mungkin sekitar satu atau dua tahun lagi barulah gadis itu menjadi gadis dewasa.
Vivian kembali melihat teman-temannya, kali ini adalah Nila dan Keisya, kedua gadis itu mendekat ke bangsal Vivian lalu memeluknya, Vivian juga membalas tersebut. Matanya juga tidak lepas dari Stella, sepupunya.
“Kak, kemarilah. apa kau tidak senang aku bangun? kau tega sekali padaku...”
“Dasar anak ini, setelah membuat semua orang khawatir kau masih tidak merasa bersalah?” Stella berganti dengan Carol, dia duduk di samping Vivian.
”Maaf, tapi itu juga bukan sepenuhnya salahku. Aku tidak tahu kalau akan diluar kendali seperti itu.” Vivian menundukkan kepalanya ketika dia berbicara
__ADS_1
“Yasudah, baiklah. memang itu bukan sepenuhnya salahmu. Dulu saat aku masih Omega, juga aku pernah di posisi itu, kau sedikit berbeda karena hasil dibedakan.” Jelas Stella.
“Iya, aku rasa juga seperti itu...”
Kali ini Vivian melirik Liam dan Mario. Sedikit ingatan tentang hari itu muncul di kepala Vivian, dimana dia menyerang dan menghancurkan barang-barang sekitar apartemen mereka, Bau feromonnya yang kuat memenuhi ruangan sampai Nila yang seorang Beta berferom pun tidak kuat menahannya.
Mario yang mencoba menghentikannya pun juga mendapatkan serangan dari Vivian, “Rio, Nila Aku minta maaf... aku tidak bermaksud menyakiti kalian.”
“Jangan terus minta maaf, Vivi kau sudah menyebutkannya berapa kali tadi. Itu sudah tugas kami...” Mario berucap, luka yang dia dapat dari Vivian itu belumlah seberapa dengan Luka karena pelatihan di pusat penelitian dulu.
“Rio benar, ini sudah menjadi Tugas kami...” Nila juga ikut berbicara, Meskipun Aroma feromon Vivian.pada hari itu sangat kuat sampai dirinya tidak bisa mengimbanginya dan malah memberikan efek pada dirinya sendiri.
Nila juga merasa bahwa Itu masihlah belum seberapa dengan latihan yang dia terima dulu. Karena masalah Feromon, Nila sering di latih untuk mengendalikan Feromon, dan menahan aroma di sebuah ruangan yang kosong.
Keduanya mendapatkan pelatihan yang keras di pusat penelitian, bertarung dengan Alpa dominan yang sudah terlatih adalah keseharian Mario dulu, setelah bertarung dia juga masihnhsrus memasuki ruangan berferomon.
Tapi latihan feromon tidak ada hasilnya untuk Mario. semua feromon tidak ada yang bisa dia cium. jadi Mario berhenti di tengah jalan dan lebih fokus pada latihan bertarung dan bertahan dari lawannya.
“Apa kalian masih ngat aku ada disini?” Suara Kendra kemudian menyadarkan mereka.
“Tidak, kami kira kau sudah keluar....” Liam yang menjawab dengan sembarangan.
“Ck, sekarang kalian keluar dan biarkan kucing liarku istirahat...” Kendra akhirnya mengusir semua orang.
Dia adalah pasangan Vivian, tapi dia merasa kalau dia mulai di abaikan oleh pasangannya sendiri karena anak-abak itu terus saja mengajaknya bicara, Kendra tidak suka kalau Vivian tidak memperhatikan dirinya.
“Kedepannya aku pasti akan menjagamu dengan baik... Selamat ulang tahun Kucing Liarku...”
__ADS_1
.