Transmigrasi: Aku Jadi Alpha Wanita

Transmigrasi: Aku Jadi Alpha Wanita
Vivian [Tidak Mungkin!]


__ADS_3

Vivian membuka matanya dengan perlahan, dan mencoba menyesuaikan pandangannya. Kepalanya linglung dan belakang lehernya terasa sakit. Tubuhnya juga terasa berat, entah bagaimana kasurnya terasa berbeda.


Tidak, tunggu!


Mata Vivian mencoba untuk melihat sekitar, warna dinding yang berbeda dan furniture yang berbeda juga, Vivian menoleh pada area pinggangnya dan menemukan ada tangan yang sedang memeluknya.


“Aaaaaa!!!”


Apa yang sudah terjadi padanya? tidak astaga, lehernya sakit dan punggungnya juga. Dia mengecek tubuhnya, lalu menghela napas tenang, masih lengkap.


Vivian hampir berpikir bahwa dia berada dalam situasi yang buruk seperti yang sering dia temukan dalam novel percintaan dengan bos arogan yang sombong, dimana protagonis terbangun tanpa busana, Kabur keluar negeri lalu lima tahun setelahnya kembali ke kota asal dengan satu atau dua anak jenius.


Teriakan Vivian membuat tidur Kendra terganggu, pemuda dominan itu lantas membuka matanya dan dia tiba-tiba tersenyum ketika mendapati mata bunga persik Vivian berada tepat di depannya.


Ini bangun pagi yang menyenangkan.


Kendra bertanya pada Vivian yang matanya melotot tidak percaya, “Apakah tidurmu nyenyak?”


“Kau...Kau...Kau...”


Kendra tersenyum senang, tangannya terangkat menyentuh dagu Vivian lalu mengangkatnya, dan menerkam Buah delima merah Vivian; “Mulai sekarang kau tunangan ku.”


Plak!


Apa-apaan ini! bagaimana dia bisa terbangun di pelukan protagonis pria? Vivian memikirkan kembali apa yang sudah terjadi kemarin malam, dia tidak minum alkohol, dia hanya makan banyak puding dan minum jus.


Saat ingin pulang, dia tiba-tiba ingin pergi ke toilet, setelah urusannya selesai Vivian berniat untuk pulang namun. dia melihat Kendra berdiri di dekat tangga dengan tampang yang jelek.


Vivian me dekat untuk mengucapkan selamat ulang tahun dan berpamitan pulang, tapi tangannya di tarik ke dalam pelukan Kendra, tubuh di putar oleh Kendra, lalu yang terakhir Vivian merasakan area belakang lehernya sakit.


Dia sudah di tandai!


Seorang Alpha wanita sudah di gigit oleh kelompoknya sendiri! Vivian kemudian melotot dengan sangat marah pada Kendra. Bagaimana bisa dengan seenak jidatnya mengukir tanda kepemilikan di lehernya?


“Bagaimana, sudah ingat?” Bibir Kendra melengkung bahagia ketika melihat Vivian sedang berpikir, Kendra tahu kalau Vivian pasti sedang memikirkan tentang semalam.


“Kurang ajar! Apa aku memberimu izin untuk menggigit leherku, kutu karpet!” Vivian berteriak pas di depan wajah Kendra.


“Kau milikku, sudah seharusnya aku menandai dirimu.”

__ADS_1


“Aku bukan milikmu! Aku tidak pernah berpikir untuk berakhir dengan Alpha!”


“Lalu, apa kau berpikir untuk bersama omega!”


“Itu bukan urusanmu! para omega itu lembut, dan baik. Menyenangkan jika bisa bersama dengan mereka.”


Kendra menyentuh kedua pundak Vivian dan memaksa Vivian untuk menatap wajahnya, “Aku tidak suka kau memuji mereka, apa lagi jika tepat di depanku!”


“Kenapa kau berteriak padaku! Aku yang seharusnya berteriak padamu! Kau sudah memperlakukan aku seperti Omega! aku alpha, sialan!”


Vivian marah, tidak suka dengan tindakan Kendra padanya. Penandaan tanpa persetujuan kedua pihak, sama saja mengejek harga dirinya. Normalnya penandaan pada seorang Alpha akan dilakukan setelah tanda kepemilikan di leher Omega terbentuk.


Dan ingat usia Vivian baru saja beranjak dewasa kemarin, penandaan terlalu awal dan tubuhnya belum siap menahan rasa sakit dari suntikan feromon, yang diberikan oleh pasangannya, belum lagi pasangannya juga sesama Alpha.


Vivian memang selalu mengelak jika ditanya ingin bersama dengan Alpha atau Omega, dia masih ingat dari mana dia berasal dan tahu apa tujuannya berada di dunia ini, sekalipun jantungnya sudah ikut maraton jika mendapatkan perlakuan manis dari Kendra.


Vivian mencoba untuk memungkirinya, restu saja belum didapatkan oleh si dominan ini dan dia sudah bertindak sendiri. Belum lagi Vivian menyadari bahwa selama Kendra menempel padanya, Kendra sama sekali tidak pernah mengatakan;


'Aku cinta kamu.'


'Maaf, aku terkena kelainan istimewa. Aku tertarik padamu sejak lama.'


Dengan begitu Vivian tidak akan terlalu merasa tidak di hargai karena penandaan sepihak dari Kendra, lagi pula sistem 001 adalah sistem yang bodoh, tidak cerdik dan fiturnya tidak lengkap karena tidak bisa menebak karakter Kendra.


Peluk! Kendra mencium area belakang leher Vivian, dan berkata; “Maaf, tapi aku tidak bisa menunggumu hingga berusia delapan belas tahun. Kemarin adalah waktu yang pas karena siklus liar ku yang memuncak.”


Mata Kendra terpejam dan dia menghirup aroma feromon Vivian. sekarang aroma feromon miliknya sudah ada di tubuh Vivian, meskipun penyalurannya kemarin tidak selesai sampai akhir, karena Vivian tidak sadarkan diri.


Hiks!


Mata Vivian mulai sembam, ”Aku Alpha, kau berkata bahwa kau hanya ingin memastikan apakah kau mengidap kelainan istimewa, kenapa kau sampai menandai aku?"


“Hei, apa kau menangis? Vivi, aku mohon jangan menangis. Ini salahku karena tidak bisa menahan taring ku yang gatal kemarin.”


Tahan apa! Aku tidak bisa mengatakan yang sebenarnya padamu kalau menggigit leher mu sudah ada dalam rencana ku semalam, hanya caranya saja yang tidak elegan.


Seharusnya kemarin malam adalah hari dimana Kendra mengutarakan perasaannya pada Vivan, dia yakin Vivian pasti akan menerimanya, akan tetapi siklus liar yang memuncak kemarin menghambat rencananya.


Dia tidak berpikir bahwa akan melakukan penandaan pada Vivian dengan sepihak, jadi melihat reaksi Vivian pagi ini, Kendra mewajarkan kalau Vivian sampai kesal dan marah padanya, itu itu salahnya.

__ADS_1


“Vi, Aku...”


“Lepas!” Suara Vivian sedikit meninggi, Kendra melepaskan pelukannya dan membaurkan Vivian beranjak dari kasur.


“Vivi, dengarkan aku dulu, sebenarnya Aku...”


“Tidak ada yang perlu kita bicarakan lagi, aku pergi.”


Vivian benar-benar pergi meninggalkan kediaman Kendra, dia membawa barang-barang miliknya lalu memesan taksi untuk langsung pulang ke apartemen. Tiba di apartemen, Vivian mengabaikan panggilan Mario dan Nila, lalu masuk ke dalam kamar dan mengunci pintu.


Bruk!


Vivian menjatuhkan dirinya di atas kasurnya yang dingin, karena tidak di tempati semalam. kemudian dia mulai berguling-guling ke sana kemari, dengan wajah memerah dan jantung yang berkoar-koar.


Kyaa! Aku sudah di klaim, leherku sudah di gigit oleh Kendra.


Berguling!


Whoa! Delima ku juga sudah dia panen.


Berguling!


Kendra menjadi pemilik first kiss ku.


Berguling!


Dia berkata aku adalah miliknya!


Guling-guling Vivian berhenti, matanya kemudian melotot menatap langit-langit kamarnya, tubuhnya seketika menjadi patung, setelah pikirannya mulai kembali jernih lagi.


Tidak mungkin!


Astaga, bagaimana dia kembali ke dunia aslinya jika Vivian sudah terlena oleh pesona protagonis pria! bagaimana plotnya kedepan? orang yang seharusnya di tandai adalah Kesya, kenapa justru menjadi dirinya? Kenapa karakter figuran seperti dia bisa berubah menjadi protagonis utama wanita?


Sementara Vivian yang tadinya sudah berguling-guling dengan pipi merah dan jantung yang tidak stabil, sekarang mulai mengutuk plot novel yang tiba-tiba berubah, Kendra di kamarnya masih setia dengan senyum bahagia secara sinar matahari.


Maaf nenek, sumpah di pernikahan kalian sudah menjadi alasan kenapa kami bertemu. jadi jangan memarahi aku dari alam lain, jika ingin marah temui saja kakek tua itu.


Nenek di alam lain; “...”

__ADS_1


__ADS_2