Transmigrasi: Aku Jadi Alpha Wanita

Transmigrasi: Aku Jadi Alpha Wanita
Tuan tua Alisher [2]


__ADS_3

“Kak, sekarang tidurlah. Kami akan menjagamu,” Vivian tersenyum sambil menyelimuti Stella.


Hari sudah malam, dan seperti dua hari sebelumnya Vivian menjaga Stella di rumah sakit. Ayah, Paman dan Tuan tua sudah Vivian minta untuk kembali ke rumah saja, Vivian tahu ketiganya butuh istirahat setelah lelah seharian bekerja.


Ayah dan pamannya terlalu sibuk bekerja, sehingga hanya menyempatkan waktu untuk mengunjungi Stella sebentar tadi. Hanya sebentar, lalu pergi lagi karena tidak ingin mengganggu tidur Stella, dan masih ada banyak pekerjaan yang menumpuk di rumah.


Tuan tua yang paling sering mengunjungi Stella, perubahan Stella menjadi Beta juga tidak seheboh saat perubahan Vivian, Awal-awal Tuan tua memang menginginkan penerus Alpha, namun setelah tahun-tahun terus berganti, Tuan tua menghilangkan impiannya.


Dia tidak ingin mengulang masa lalu yang buruk, pada zaman dia masih muda pasangan dipilih oleh keluarganya, Ibu dan ayahnya sendiri adalah tipe orang yang bisa di bilang terobsesi dengan Alpha.


Mereka ingin keluarga mereka dikenal luas karena dapat terus menghadirkan penerus yang kuat. Pada saat usia Tuan tua masih muda, selain bersaing dengan penerus keluarga Leonard dan membangun hubungan keluarga diantara keduanya, orang tua Tuan tua suka menjodohkan dia dengan beberapa alpha gadis.


Pada saat itu, ibunya bertanya; “Hei, usiamu sebentar lagi akan dewasa. Apakah kau masih belum menemukan Alpha wanita mu?”


Tuan tua hanya menggeleng, sebenarnya saat dia masih muda Tuan tua menyukai gadis Omega, tetapi orangtuanya melarang pada saat dia mengatakan; “Ayah, Ibu aku ingin mengejar seorang gadis Omega.”


“Tidak bisa! Omega adalah gadis yang lemah. tidak cocok bersanding dengan kita,” Ibunya menolak tepat di depan matanya.


“Ibumu benar, kita harus melestarikan pernikahan antar alpha,” secara otomatis ayahnya juga menyetujui perkataan Ibunya.


Pada saat memasuki universitas usia tuan tua baru akan menginjak 19 tahun, Tuan tua melewati siklus liarnya dengan aman, karena tidak ada omega yang datang di hari ulangtahunnya dan teman Alpha wanitanya juga rata-rata sudah memiliki pasangan sendiri.


Pada saat musim hujan, itu adalah hari pertama dimana dia bertemu dengan nenek Kendra, dibawah naungan gedung sekolah, mereka menunggu hujan redah. Nenek Kendra saat itu adalah bunga sekolah, sangat cantik dan lembut. Ada banyak Alpha yang mencoba mendekatinya tetapi tidak ada satupun yang berhasil mengaitnya.


Setelah berbulan-bulan perkenalan mereka, perasaan itupun mulai muncul diantara keduanya, mereka saling mencintai namun tidak bisa bersama. Tuan tua mengetahui bahwa gadis yang dia sukai sudah di cocokkan dengan rivalnya sendiri.


Orang tuanya mengetahui bahwa putranya masih ngotot untuk bersama dengan Omega, akhirnya melakukan pencocokan pada beberapa alpha kalangan tinggi, pada masa itu.

__ADS_1


“Tinggalkan gadis itu, kami sudah menemukan pasangan yang cocok denganmu, dia seorang gadis Alpha yang kuat dan cantik, berasal dari keluarga yang terhormat.”


“Aku tidak akan! aku menyukai omega, bukan Alpha!”


“Turuti perkataan kami, kita membutuhkan pewaris Alpha, bukan Omega. Jika kau masih menolak, jangan salahkan kami untuk sesuatu yang akan menimpah gadis itu.”


“Kalian!...”


Pad akhirnya, Tuan tua juga tidak memiliki pilihan lain. Dia mengajak Rivalnya untuk bertemu dan membicarakan masalah ini, Tuan tua hanya berkata bahwa dia menyerah dan membiarkan mereka bersama.


“Apa kau tidak mau berjuang? Dia masih terus menunggumu.”


“Tidak ada gunanya, Orangtuaku sudah melakukan pencocokan dengan beberapa wanita alpha, aku akan bertemu dengannya akhir pekan ini.”


Nenek Vivian berasal dari luar kota, perawakannya tinggi dan karakternya tegas, berpendidikan dan tentu saja dia mengalami kenaikan istimewa. Ketika mendengar bahwa dia sudah di cocokkan dengan anak dari teman kerja ayahnya, yang juga merupakan Alpha dominan, nenek Vivian jadi tidak sabar untuk bertemu.


Dan di dalam dokumen itulah Nenek Vivian mengetahui bahwa calon suaminya bukanlah seorang pengidap kelainan istimewa seperti yang dia pikirkan. Meski tidak memperlihatkan secara langsung, nenek Vivian diam-diam mengutuk dan mengganggu nenek Kendra.


Kedua nenek ini mulai tidak akur dan saling melawan, nenek Kendra tidak menyangkah bahwa Alpha yang dia cintai sudah menyerah dan akan menikah dengan seorang wanita Alpha.


“Aku tidak akan menyerah! kami saling mencintai, mengapa kami tidak bisa bersama!”


“Kau jangan gila! tahukah kau bahwa orang yang kau cintai berasal dari keluarga yang memang sejak dulu hanya menikahi Alpha, keluarganya tidak akan menerima mu!”


“Apa kau mau menjadi menantu yang di buang di keluarga? kau seharusnya bersyukur bisa bersama dengan pewaris keluarga Leonard, yang statusnya sama tinggi dengan Alisher.”


Keluarganya terus menuntut agar dirinya bersanding dengan tuan tua Leonard, di sisi lain dia selalu mendapatkan paket kurir dari seseorang. Isinya hanya sebuah foto atau video singkat, tentang tuan tua Alisher dan si alpha wanita yang terus saja mengganggunya.

__ADS_1


Karena hal ini, nenek Kendra pun memutuskan untuk menerima lamaran dari keluarga Leonard, pertemuan pertama antara kedua nenek tesebut Salah di gedung pernikahan. Keduanya terlibat pertikaian yang sengit untuk memperebutkan Aula pesta.


Penyelesaiannya keempat pihak keluarga yang ingin melaksanakan pernikahan memutuskan untuk melangsungkan pernikahan di waktu yang sama. Semua pengaturan diurus oleh keluarga, dua pasang calon pengantin hanya menunggu hasil jadi saja.


Nenek Vivian dan nenek Kendra kemudian terus terlibat pertikaian sampai hari pernikahan, nenek Kendra selalu berkata bahwa dia pasti tidak akan pernah hilang dari hati tuan tua Alisher, sementara nenek Vivian tersenyum dan mengejek nenek Kendra;


“Waktu akan membuktikan semuanya, kita lihat apakah rumah tangga kami akan bertahan atau kandas di tengah jalan.”


Menurut nenek vivian, nenek Kendra itu terlalu kekanakan. Dia muda marah dan suka berteriak tiba-tiba. Puncaknya setelah resepsi pernikahan mereka selesai, di belakang gedung pernikahan, kedua nenek itu saling berhadapan masih dengan pakaian pernikahan mereka.


...Hari ini pada detik ini juga di hari pernikahan kami bersumpah bahwa kelak keturunan kami tidak akan pernah saling terikat dalam hubungan percintaan....


Pada malam yang mulai semakin larut Tuan tua Alisher kembali dari lamunanya dan menyesap secangkir kopi susu hangat di atas meja. Di depannya ada tuan tua Leonard, mereka sedang berada di sebuah restoran dan sedang mengenang masa lalu.


“Bagaimana menurutmu dengan masalah sekarang?” Tuan tua Alisher bertanya.


“Aku rasa kita hentikan saja pertengkaran kita, usia kita juga sudah tidak muda lagi untuk terus terlibat pertikaian.”


,“Aku juga berpikir begitu, tapi yang aku tanyakan tentang hubungan dua bocah itu.”


“Biarkan saja mereka berdua yang mengurusnya, aku merasa anak nakal itu memang benar-benar menyukai cucumu, dan aku akui aku sudah masakannya yang enak, akan sangat bagus jika dia menjadi cucuku juga.”


“Kau!!! kau berencana merebut cucuku dari ku! sialan kau pak tua!"matanya menatap tajam pada sosok tua di depannya.


Apa yang dia dengar tadi itu seperti memiliki maksud untuk mengatakan biarkan Vivian menjadi menantuku dan aku akan makan enak setiap hari.


Si tua ini pasti punya rencana lain dan tujuannya pasti ingin menjauhkan dirinya dari cucu Alpha-nya yang bisa memasak makanan enak setiap harinya. Jika seperti itu makan tentu saja tuan tua tidak akan mengizinkan Vivian bersama dengan Kendra.

__ADS_1


__ADS_2