
Pada pagi harinya, Sekelompok pelajar sudah berkumpul dengan kelompok mereka masing-masing dan membentuk lingkaran, mulai membahas tentang beberapa hal penting. Vivian dan Nila juga sudah berada di kelompoknya.
Empat gadis duduk bersama dengan formasi A-B-O-B, lalu disusul dengan dua omega laki-laki, dan Beta laki-laki, dan terakhir adalah Alpha laki-laki, Mario duduk tepat di samping Vivian, dan di samping Vivian adalah Nila.
Nila berbisik pada Vivian; “Apa kau merasakan sesuatu yang salah dengan Rio? Aku rasa moodnya lebih buruk dari kemarin.”
“Tenang, nanti kita tanya dia jika urusan hari ini sudah selesai. Kita harus mencari makan.”
“Uhm...”
Untuk Vivian tugas seperti ini adalah hal yang muda, hanya saja dia tidak tahu apakah bisa mengambil sayuran dan buah dari kebun masyarakat setempat, belum lagi setelah Vivian perhatikan hanya ada beberapa sayuran yang sudah mau siap panen.
Jika tidak mengambil dari kebun sekitar maka mereka harus masuk kedalam hitam intuk mencari makanan. Itu hal yang menyenangkan tapi, Vivian tidak tahu apakah teman-temannya bisa melakukannya.
Terutama mereka memiliki tiga Omega yang lembut, meskipun dua di antaranya adalah Laki-laki, penggambaran karakter di dunia ini sangat berbeda. Omega laki-laki di gambarkan sebagai anak perempuan pada umumnya di dunia asli.
Mereka tidak bisa melakukan hal yang berat, dan tidak bisa bergerak terlalu lama. Tenaga mereka cepat terkuras dan mereka sangat manja apa bila sudah tidak memiliki keinginan untuk terus melakukan sesuatu.
“Jadi, bagaimana kita akan melalui hari ini?” Vivian membuka suaranya, dan menatap teman-temannya satu persatu, pada saat pandangan Vivian jatuh pada ketiga omega, Vivian mendengar suara batuk berulang kali.
“Uhuk, bisa hentikan matamu itu kucing liar,” nada suara milik Kendra agak besar, sehingga membuat kedua omega laki-laki saling bertatapan.
Vivian mendengus dan balik menatap tajam pada Kendra; “Apakah kau berpikir bahwa aku seperti Omega tanpa Alpha?”
“Hei, aku adalah alpha mu!”
“Tolong di ingat aku adalah Alpha wanita, dan kau masih dalam masa hukuman, kau tidak bisa menempel seperti perangko.”
“Kucing liar!”
“Hentikan kelakuanmu itu dan mari membahas bagaimana kita akan mendapatkan makanan hari ini,” Vivian membuang pandangannya dari Kendra dan menatap ketiga omega didalam kelompoknya.
__ADS_1
Menghela napas agar lebih tenang, kemudian Vivian bertanya; “Aku bisa memasak untuk kalian, tapi aku tidak tahu apakah kita diperbolehkan untuk mengambil beberapa sayuran yang belum siap panen itu.”
“Aku rasa tidak akan bisa, pagi tadi aku melihat beberapa warga menempelkan papan pemberitahuan si kebun sayur,” Fino, omega laki-laki.
“Kalau begitu jalan satu-satunya kita harus mencari makanan di Hutan...”
“Apa yang bisa di temukan di dalam hutan? ini tidak menyenangkan,” Samanta, dari kelas Beta membuka suaranya.
“Penanggungjawab sudah berkata bahwa kegiatan ini akan bisa menjadi bekal kita di masa depan. Kau tidak lupakan jika akan ada sertifikat di akhir kegiatan?” Nila bertanya balik dan menatap teman sekelasnya itu.
“Tapi apa yang akan kita makan, di hutan? daun dan semak liar?”Reza, omega laki-laki ikut bersuara.
“Apa kau hewan? hutan ini luas, pasti banyak buah juga di dalam,” Adrian teman kelas Nila juga akhirnya bicara.
Vivian memperhatikan teman-temannya, dan mendengarkan mereka. Orang-orang ini pasti hanya tahu bepergian dan dapat enaknya saja, tidak tahu bagian yang seru dari kegiatan alam seperti ini.
Kalau Vivian sih, sudah biasa. Dulu di dunianya dia pernah ikut Pramuka saat masih di SMP, jadi dia suka jika ada kegiatan di alam liar seperti ini. Dulu lokasi mereka itu benar-benar di hutan, beda dengan sekarang yang dekat dekan pemukiman warga dan di kelilingi oleh kebun sayur dan buah, hutan mereka juga adalah rute untuk mendaki ke puncak.
“Lalu bagaimana jika kita ingin membasuh diri? aku tidak bisa jika tidak mandi.”
“ Jika ingin mandi dan tidak mau mengantri di toilet, kita bisa menggunakan sungai.”
“Tidak! aku tidak setuju. jangan mandi di sungai, seseorang bisa saja mengintip dan melakukan hal buruk padamu.”
“Kau pikir aku lemah? Jika aku mandi seperti didalam pikiranmu, aku yakin kau orang pertama yang akan jadi gila!”
“...” Semua terdiam, terkecuali Kendra dengan wajah hitam. Aku katakan itu hanya karena aku tidak rela jika ada yang memperhatikan tubuhmu, hanya aku yang bisa dan itupun aku masih harus menunggu sampai pernikahan.
“Huh, tapi kau tetap tidak bisa! kau lebih baik mengantri di toilet tau meminjam toilet warga.”
“Aku minta maaf tapi tempat ini tidak memiliki kamar mandi, masyarakat biasanya berbondong-bondong mandi di sungai atau berenang di laut.”
__ADS_1
Semua melirik ke Mario; “...Dari mana kau tahu?”
Gluk!
Hei, bagaimana aku memberitahu kalian kalau aku berasal dari desa ini? meksipun bangunannya sudah jauh lebih baik, Mario yakin kebiasaan mandi masyarakat disini pasti sama. Siapa yang akan menggunakan kamar mandi jika ada ruang yang lebih luas untuk bergerak?
Dulu saat dia masih kecil, tempat mandi mereka ada di sungai, dengan lokasi yang berbeda, dengan kain yang menutupi tubuh mereka. Mario menghela napas setelah menatap teman-temannya lalu berkata; “Rumah warga meskipun sudah terlihat bagus, ukurannya kecil dana ku tidak melihat selang dari kemarin.”
“Ya, kau benar. kalau begitu ayo mengurus makanan kita dulu.”
“Apa yang bisa kita makan? Sayur belum siap panen dan buah belum matang. Jika ingin memasak dimana kita bisa menemukan Api?”
“Gunakan alam, ambil batu dan percikkan pada ranting kering. Untuk di masak boleh carilah Jamur payung, rasanya seperti daging ayam ketika sudah siap. Bisa Ubi juga kita tinggal bakar saja, untuk minum ambillah air di sungai atau carilah tebu.”
“Vivi, apa kau pernah mencobanya? Kau seperti tahu banyak.”
"Huh?” Vivian mengernyit, apakah orang-orang ini benar-benar tidak pernah melakukannya? Mereka kurang sekali tentang makanan. Setelah berpikir sebentar, Vivian merasakan kembali tatapan familiar dari Kendra, sehingga membuatnya menoleh.
Vivian menemukan wajah bertanya pria dominannya, kemudian dia seperti melakukan komunikasi lewat udara. Apa yang kau lihat? Kalau kau bertanya bagaimana aku tahu banyak hal, ini adalah informasi dari dunia asliku.
Vivian kemudian berkata, setelah dia menyudahi komunikasinya dengan Kendra; “Tentu saja, apakah kalian lupa aku aku memiliki bisnis restoran? Aku membaca banyak hal, jadi sudah jelas aku tahu banyak hal tentang makanan.”
Prok! Prok! Prok!
Tepukan tangan seseorang membuat Vivian menoleh, si pelaku adalah Reza dari kelas Omega. Dengan wajah yang senang dia berkata; “Bagus, artinya kita akan makan enak selama empat hari kedepan!”
“Hush... Pelan kan suaramu, Orang lain bisa mendengarnya,” Fino berkata padanya setelah dengan tidak sopan menarik pipi Reza sampai merah.
Reza menyentuh pipinya yang sakit, Vivian terkekeh ketika melihat dua omega ini begitu dekat, seperti dua anak kecil yang memperebutkan permen. Kendra memperhatikan Vivian, dan merasa sangat kesal dengan kedua Omega tersebut.
"Oke, baik aku sudah memasukkan naman kalian di buku kematian.”
__ADS_1
......TBC......