
Tuan tua memperhatikan ketiga anak muda tersebut, malam kemarin cucunya Kendra mengatakan akan mengajak teman untuk makan siang di rumah, tetapi dia sama sekali tidak memiliki pemikiran bahwa Kendra akan membawa cucu perempuan dari rivalnya.
Mengingat masa lalu, sejak pertama kali mereka bertemu di taman kanak-kanak, mereka sudah tidak bisa akur. Sering kali bertengkar dan berebutan hal yang sama sepeti menu makan di kafetaria sekolah. Padahal orang tua mereka adalah teman dekat, selalu menjalankan bisnis bersama dan sesekali melakukan pertemuan keluarga bersama.
Kenapa putra mereka justru tidak bisa damai?
Semuanya hanya karena meja di ruang kelas taman kanak-kanak mereka yang berwarna biru, warna favorit mereka berdua. Pada akhirnya untuk melerai keduanya, guru mereka menempatkan anak lain di sana, lalu menjadikan mereka berdua teman sebangku.
Ketika berada di sekolah dasar, mereka rival dalam cabang olahraga lari, yang biasanya di adakan oleh sekolah setiap tahunnya. Saat mereka berada di tingkat sekolah menengah, mereka menjadi rival untuk memperebutkan posisi pertama.
Puncaknya ketika mereka berada di universitas, mereka menjadi rival untuk memperebutkan seorang gadis omega. Tuan tua bahkan pernah bertanya padanya dulu; “Bisakah kau mengalah pada yang lebih muda? Aku lelah berurusan denganmu terus.”
Lalu Tuan tua Leonard berkata dengan sangat santai; “Bisa, jika orang muda itu bukan kau, kita hanya beda dua bulan.”
Pada akhirnya karena merasa bosan, Tuan tua Alisher memilih untuk menyerah dan membiarkan omega tersebut bersama dengan Tuan Tua Leonard. Yah, setelah itu Tuan tua Alisher memutuskan untuk mengikuti jejak pendahulunya, menikah dengan Alpha wanita.
Ingatlah seberapa senang tuan tua Alisher ketika tahu cucu Omega dengan gen lemahnya itu di bedakan menjadi seorang Alpha, kabar ini tentu sama sampai ke telinganya sehingga dengan baik hati, Tuan tua Leonard mengirim banyak reporter berita ke rumah sakit untuk membantu Pak tua Alisher menyebarkannya.
Tetapi dia tidak sangka bahwa Thomas, Pak tua dari keluarga Alisher itu akan mengusir semuanya dan membawa kembali Vivian ke rumah dengan menggunakan jalur penerbangan.
Kembali pada waktu sekarang, Tuan tua Leonard mengajak Vivian dan Stella untuk makan siang bersama, Stella terlihat sangat senang, dia terus saja menempel pada Tuan Tua. Vivian sendiri, hanya diam dan berharap agar bisa segera pulang.
Setelah makan siang selesai, Tuan tua mengajak keduanya untuk duduk di ruang tamu. Kendra yang diam sejak tadi, menatap malas pada kakeknya. Sehingga dia berpikir bahwa rencana hari minggunya terlihat sia-sia saja.
__ADS_1
Tuan Tua kemudian mulai membahas tentang keseharian Vivian setelah menjadi Alpha. Vivian hanya mengatakan bahwa itu menyenangkan meskipun agak sulit untuk bertahan dari feromon omega. Lalu Tuan tua juga mulai membahas tentang rencana bisnis yang akan di lakukan oleh Vivian.
“Kakek dengar kau akan mulai membangun bisnis yah? Sangat bagus, remaja seusia mu biasanya hanya tahu menghamburkan uang.”
Uhuk...
Satu jarum raksasa seperti menusuk kedua remaja lainnya.
Vivian senyum dan berkata pada Tuan tua; “Aku masih harus banyak belajar lagi kakek, ayah dan kakek masih harus mengajari aku banyak hal.”
Tuan tua dengan kagum berkata; “Bagus, itu sangat bagus. Kau lebih maju dari pada seseorang yang aku kenal, yang hanya menghabiskan waktu dengan kamarnya.”
Uhuk...
Jadi Kendra bukannya hanya di kamar saja, dia cuma tidak memiliki sesuatu untuk di lakukan. Beberapa Minggu ini pun juga, Kendra keluar hanya dengan harapan bisa bertemu dengan Vivian di rumah sakit, siapa sangka Vivian ternyata hanya melakukannya di hari tertentu aja.
Vivian yang mendengar Tuan tua Leonard, berkata seperti itu tentang cucunya hanya tertawa, lalu berkata; “Mungkin saja orang itu terlalu nyaman kakek, sehingga otaknya tidak pernah berpikir untuk masa depan, belum lagi jika orang itu lahir dengan sendok emas, dia pasti tidak akan pernah berpikir untuk melakukan pekerjaan.”
Uhuk!!
Hei, ada apa ini? Mengapa Kendra merasa bahwa Vivian juga ikut memojokkannya? Gadis itu bahkan menertawakannya tadi, memangnya apa yang lucu?Stella saja diam dan tidak memberikan respon apapun.
Vivian melirik Kendra kemudian mengernyit dan bertanya; “Ada apa denganmu?”
__ADS_1
Wajah Kendra tampak suntuk, hanya menatap wajah Vivian. Sehingga itu membuat Vivian berpikir apakah orang ini akan segera merajuk? Lalu, dia beralih pandang pada Stella. Gadis satu ini tampak santai dari luar, tapi Vivian bisa menebak bahwa sebenarnya Stella sudah malas melihatnya terus mengobrol dengan Tuan Tua.
Kemudian Tuan tua berkata, “Kau benar, kakek jadi kagum dengan pemikiran mu yang ingin memulai bisnis sejak dini...”
Lalu Tuan tua kembali berkata “Jika kau butuh bantuan, kau bisa katakan pada kakek. Aku pasti bisa membantu modal usahamu.”
Vivian memikirkan ini sejenak, bantuan dari keluarganya sekarang itu sudah lebih dari cukup sehingga dengan tulus Vivian menolak dengan berkata; “Terima kasih kakek, tapi aku rasa untuk saat ini aku tidak membutuhkannya. Rencana bisnis ku hanya untuk menjalankan sebuah rumah makan, jadi tidak akan membutuhkan banyak modal, kakek dan ayah sudah mengurusnya.”
“Ah, kalau begitu baiklah, di masa depan jika membutuhkan bantuan hubungi saja kakek.”
“Baiklah kakek, di masa depan aku pasti akan menghubungi kakek.”
Telinga Kendra berubah seperti telinga kelinci ketika mendengar pembicaraan mereka kali ini, hehehe tertawa dalam hatinya Kendra kemudian tersenyum dengan lembut, dan berpikir bahwa kakeknya hebat karena memberikan sebuah jalan untuknya.
Kemudian Stella yang memperhatikan bahwa sudah tidak ada lagi pembicaraan tentang bisnis, sehingga dia mulai berbicara dan mengajak Tuan tua melanjutkan obrolan mereka tadi. Menceritakan ingatan masa kecilnya, ketika dia datang bermain ke rumah utama Leonard.
Tuan tua ikut larut dalam obrolan, dia jadi mengingat masa kecil Kendra ketika berusia enam tahun, masa-masa itu sangat menyenangkan, terutama Kendra datang mendekat padanya dan mengajaknya untuk menemaninya bermain, atau menonton tv bersama.
Mengingat kenangan itu membuat Tuan tua tersenyum, lalu ketika dia kembali memikirkan bagaimana Kendra yang sekarang, wajahnya menjadi tampak tidak bersemangat lagi, Cucunya sudah bertumbuh dan sudah tidak lagi semenggemaskan dulu.
Sambil berbicara Stella sesekali melirik ke arah Vivian untuk memperlihatkan pada Vivian seberapa dekatnya mereka sehingga Vivian akan berpikir bahwa memang hanya Stella yang pantas masuk ke keluarga Leonard.
Tetapi sayang sekali, sepertinya itu tidak akan berpengaruh pada jiwa gadis yang datang dari dunia lain di luar buku novel ini, Vivian tentu saja tidak peduli sehingga dia meminta izin pada Tuan tua untuk pergi berkeliling, mencari udara segar.
__ADS_1