
Mendengar pertengkaran kedua orang tua tersebut, Mario diam-diam mencari Vivian dan memintanya untuk menenangkan tuan tua. Kedua Alpha tua itu masih terus saling membalas ucapan, tidak tahu daru mana topik yang mereka bahas itu berasal.
Mario yang berdiri tidak jauh dari meja mereka tentu saja mendengar percakapan tersebut, Dia berpikir bahwa tuan tua dan tuan tua dari keluarga Leonard, hanya tidak akur saja. Mereka memiliki hubungan yang baik, hanya saja keduanya sepertinya tidak mudah akur karena perbedaan pendapat.
Itu sangat terbukti dengan yang terjadi sekarang, awal-awal Mario melihat percakapan mereka baik dan seperti saling mengingat masa lalu, semakin mereka mengobrol, semakin pula mereka merujuk pada pertikaian.
Dan Tuan Tua Alisher adalah pemicunya, yang mula-mula membahas tentang seorang Alpha yang mencoba mendekati Vivian. Lalu percakapan itu berpuncak pada Tuan Tua yang memberikan petunjuk kalau cucu Tuan tua Leonard adalah Alpha yang sedang dia bicarakan.
puncaknya mereka membandingkan antara Vivian dan Kendra. Kan tidak masuk akal, Meski sama-sama Alpha mereka juga berbeda dari gender utama mereka, gak logis membandingkan perempuan dan laki-laki.
Mungkin jika dari Gender kedua masih di bolehkan, tapi kalau dari Gender utama, Laki-laki dan perempuan itu sama. Tidak ada yang membedakan mereka, selain Gender itu sendiri, manusia tetaplah manusia yang memiliki banyak karakter.
“Vivi! Gawat, Tuan sedang bertengkar!”
“Apa? Bukankah kakek sedang diam di ruangan? dengan siapa dia bertengkar?”
“Itu, Tuan tua dari keluarga Leonard. Cepatlah, mereka sebentar lagi akan beradu feromon."
Hah! bisakah Alpha tua masih memiliki feromon untuk di gunakan? Vivian mencuci tangannya lalu langsung menyusul Mario. Ketika dia tiba disana, Vivian melihat kakeknya sedang aduh mulut.
Vivian juga melihat Kendra duduk santai seperti tidak peduli, tidak mau menghentikan keduanya. Dia duduk sambil memakan puding yang ada di atas meja, Vivian mendengus melihatnya.
“Walaupun cucuku Vivi, akan memilih Alpha aku harap itu bukan cucumu, aku tidak mau menantu sepertinya!”
Siapa juga yang mau memilih Kendra.
“Jangan terlalu percaya diri, kau pikir aku mau menerima menantu seorang Alpha!”
Siapa juga yang mau menjadi menantu mu, kakek.
“Aku juga tidak akan menerima dia sebagai menantu ku...”
“Siapa yang akan menjadi menantumu kakek?” Suara Vivian terdengar di telinga ketiganya, Vivian duduk di samping kakeknya dan masih menunggu pembicaraan ini berlanjut.
“Kenapa semuanya menjadi diam?”
Tuan tua tersenyum ketika Vivian sudah duduk di sampingnya, dia kemudian melirik Pak tua Leonard, lalu berkata; “Apakah pekerjaanmu sudah selesai?”
__ADS_1
Vivian mengangguk, “Iya kakek, apa yang ingin kakek bicarakan denganku tadi? maaf aku membuat kakek terlalu lama menunggu.”
“Hohoho, tentu saja tidak. Kakek yang datang tanpa memberi kabar tadi.”
Lihatlah, cucuku sangat menyayangiku, tuan tua Alisher tersenyum seperti mengejek pada Tuan Tua Leonard. Tuan tua diam-diam mendengus, cucu perempuannya ada di negeri orang, sementara cucu laki-lakinya adalah anak nakal.
Dasar pak tua...
Kendra memperhatikan kedua orang tua tersebut, kenapa kalian menjadi diam? kemana perginya dua Alpha tua yang saling mengoceh tadi? Sekarang keduanya justru menjadi diam setelah Vivian datang.
“Kakek, apa yang ingin kakek bicarakan denganku tadi?”
“Bukan hal yang penting, kakek hanya ingin bertanya padamu, Apakah ada seseorang yang mendekatimu, belakangan ini? Seorang Alpha misalnya”
“Dari mana kakek tahu? Eh, tapi ada juga omega sih.”
"Kalau aku tanya kau ingin bersama Alpha atau Omega?” Pertanyaan ini sontak membuat telinga Kendra menjadi telinga kelinci, Tuan tua Alisher dan Tuan tua Leonard memperhatikannya.
Aku benar, bocah ini tertarik pada cucuku-Tuan tua Alisher
Keduanya: “Tidak bisa!/Tidak mungkin!”
Vivian melirik Kedua orang tua tersebut, kemudian dia berbalik menatap ke arah Kendra. Matanya melotot pada Kendra, seakan bertanya Apa yang sudah terjadi disini?
“Kakek, kenapa kau berteriak? aku belum menjawab ingin omega atau alpha.”
“Tidak, lalu bagaimana jawabanmu?”
“Aku tidak punya jawaban, bersama siapa saja boleh. Omega itu lembut dan lucu, Alpha juga bagus untuk jadi patner kerja...”
”Menurut kakek, mana yang lebih tepat untukku?” Vivian bertanya setelah jeda beberapa saat.
“Jika ingin mengikuti keluarga, carilah seorang Alpha. Tapi jangan dari keluarga Pak tua itu,” Tuan tua melirik ke Tuan tua Leonard dan itu membuat Vivian bingung.
“Kenapa?” Pertanyaan ini keluar dari delima Vivian, Kendra juga menunggu pertanyaan ini dijawab. Dia harus tahu apa yang sebenarnya terjadi diantara kedua orang tua ini.
“Itu adalah rahasia orang tua, tidak baik untuk kalian tahu.”
__ADS_1
“Lalu apa hubungannya rahasia kalian dengan masa depan kami?” Kendra memilih untuk bertanya, apa-apaan jawaban mereka, Melarang mereka untuk bersama, akan tetapi tidak ingin menjelaskan apa yang sebenernya terjadi.
”Tidak ada yang perlu kalian ketahui.”
Kendra menggenggam tangannya dengan erat seperti kuku-kukunya akan memanjang, dia menunduk menahan marahnya. Kemudian Kendra mendengar Vivian berkata;
“Apakah karena masalah percintaan? Sebelum kakek mencintai nenek, Kakek terlibat cinta segi tiga dengan Kakek Leonard, Kakek memilih mengalah agar nenek Kendra bisa bahagia dengan orang yang dia cintai, Apakah tebakanku benar?”
Tuan Tua Alisher, “...Dari mana kau tahu kisah itu?”
“Kakek berdua melakukan pernikahan di hari yang sama, tanggal yang sama, waktu yang sama dan gedung yang sama, lalu setelah pernikahan, kalian berdua bersumpah bahwa keturunan kalian tidak boleh menikah.”
Tuan Tua Leonard, “...Kau tahu Sampai sedetail itu?”
Vivian tersenyum senang karena tebakannya benar, tentu saja dia tahu tentang bagian ini. Vivian sudah membaca habis bukunya, meski tidak di ceritakan secara detail dalam cerita, penulis meninggalkan catatan di halaman belakang buku, untuk memperjelas isi cerita.
“Melihat respon kakek, berarti tebakan aku benar bukan?” Vivian bertanya lagi, lalu di hadiahi tatapan dari ketiganya.
“Bagaimana kau tahu itu? aku tidak pernah mengatakannya padamu, dan tidak pernah sekalipun mengungkit rahasia ini, sejak ayahmu masih kecil.”
Mampus!
Vivian diam, menyesali delimanya yang tiba-tiba meleleh. Tuan tua Alisher menatapnya dengan curiga, begitu juga dengan Kendra. Vivian mengatakannya dengan sangat yakin tadi, dan tidak ada keraguan. Dia sendiri sebagai cucu dari neneknya, tidak tahu.
Bagaimana Vivian bisa tahu, apa yang sudah terjadi di masa lalu kedua orang tua ini? Kaki Vivian mulai gemetar, dia mencoba untuk menenangkan dirinya sebelum berbicara.
“Aku... Aku hanya menebak saja kakek, sebuah mimpi pernah datang padaku dan mimpi itu memperlihatkan semuanya. Tapi aku tidak tahu kalau mimpiku merujuk pada kisah Kakek, aku hanya aspal bicara tadi.”
“Benarkah?” Tuan tua Alisher bertanya sekali lagi, dan hanya mendapat beberapa kali anggukan dari Vivian.
Tuan Tua Leonard dan Kendra; “...”
...•••...
...Terima kasih ...
...Atas dukungan kalian semua ...
__ADS_1