
Vivian membuka matanya secara perlahan, tubuh bagian atasnya seperti akan remuk, dia benar-benar dihancurkan habis-habisan oleh Kendra, sial. Tubuh bagian atasnya tanpa sehelai benang, dia tertidur Sampai mampus bersembunyi di balik selimut tebal.
Banyak motif tatto yang dibuat oleh Kendra di bagian atasnya, yang paling jelas pada area Jerapahnya juga beberapa di bagian melon kembarnya, sial dia sudah di permainkan!
Vivian belum selesai berpikir dan tiba-tiba dia merasakan tangan seseorang menariknya semakin dekat dan memeluknya, Si melon kembar menabrak dinding yang kuat, sesuatu mengusap kepalanya...
Vivian berkedip dan melihat Kendra yang masih tidur, “Sial, pria ini tampan tapi sayang ganas aku tidak tahu bagaimana nasip ku setelah menjadi istrinya..”
Dunia ini benar-benar tanpa rasa malu, ada sedikit hal meskipun mereka sudah sering berdansa, Vivian merasakan sedikit perubahan setelah dia berusia 18 tahun, itu adalah hormon seksualnya yang sepertinya meningkat.
Jelas saja sebelum itu, mereka.hanya berbagai buah delima dan saling memanen buah, juga menari-nari bersama dengan lidah buaya mereka. Setelah dia berusia 18 tahun di mulai dari masa-masa mendekati puncak siklus panasnya, tindakan Kendra naik ke tahap yang lebih intim.
Kebun melon kembarnya...
Dan sialnya Vivian sepertinya kehilangan rasa malunya Setelah itu disentuh dan di pijat bahkan tidak segan-segan, melinnya di gigit dan dipermainkan seperti permen oleh bayi besar itu.
”Ck... kau benar-benar menyebalkan dasar anjing gila!” Ucap Vivian, kepalanya dia sembunyikan. Hidungnya menyentuh dinding hangat yang memeluknya dengan erat.
“Dan kau Kucing liarku yang manis, Selamat pagi beirnaku morning kiss...” Mata Kendra menyentuh kepalanya dan menatap mata cantik Vivian.
“Tidak, jangan harap...” Tolak Vivian, dia ingin melepaskan diri dari Kendra tapi pelukan pria itu sangat erat bahkan itu membuat si kembar mulai tertekan tidak bisa bernapas.
“Hei, aku rasa mereka masih ingin mendapatkan pijatan ku...” Kendra tersenyum tidak bersalah, dia sangat bangga ketika dia melihat banyak tanda di permukaan kulit Vivian.
Puk!
Vivian memukul pelan delima Kendra, matanya melotot pada pria yang sayangnya adalah pasangannya itu. “Jangan mulai aku capek...”
“Baiklah, tidak akan mulai... bagaimana dengan ruang dansa?” tangannya berpindah ke dagu Vivian, mengangkatnya lalu menyerang buah delima Vivian.
“Hmmnpt...”
__ADS_1
Tubuh Vivian di balik sehingga dia berada tepat di bawah, kedua tangannya di pegang oleh Kendra tepat di atas kepalanya sendiri, senyum bahagia datang diwajah Kendra.
Vivian linglung...
Tapi setelah menunggu lama. tidak ada yang terjadi. Kendra melepaskan dia dan bangun kemudian menuju ke kamar mandi dan membersihkan dirinya.
Atau tepatnya mengurus si Kecil Ken...
“Sabarlah sendikit, tunggu pertunangan selesai lalu nikahan baru kau bisa menanam di kebun Vivian...”
Kendra cukup sabar untuk menunggu, karena permainan mereka belum sampai pada puncaknya. Dia masih harus mengurus banyak hal, dan lagi perkuliahan juga sudah mulai membuka pendaftaran, masih harus menempuh pendidikan.
Pada tahap ini dimana hubungan mereka sudah semakin maju. Di dalam dunia ini, aturan ditentukan oleh keluarga masing-masing. Pada usia 18 tahun awal, Mereka akan bertunangan, lalu akan menikah pada usia Vivian menjelang 20 tahun.
Kendra harus menunggu sampai hari itu tiba....
Setelah dia selesai membersihkan dirinya, Kendra keluar dengan menggunakan Handuk dan dengan dinding kokoh yang terpampang jelas di mata Vivian. Kendra menuju ke lemari dan mengambil pakaiannya...
Sedikit membuat Vivian terkejut tapi tidak terlalu karena dia langsung melompat dari kasur masih dengan selimut tebal di tubuhnya, dia masuk kedalam kamar mandi untuk membersihkan dirinya.
“Banyak tato...”
Setelah selesai, Vivian keluar dari kamar dan menuju ke ruang dapur untuk memasak makan pagi mereka, Vivian sedikit mengernyit ketika dia baru saja menyadari sesuatu...
“Dimana Nila dan Mario?” Tanya Vivian.
“Mereka ada urusan di pusat penelitian...” Jawab Kendra, sebenarnya dia berbohong. Nila dan Mario tidak pulang karena sibuk mengurus masalah restoran.
“Hm, baiklah. Kalau begitu, setelah ini temani aku yah kita ke restoran. Sudah lama aku tidak ke sana...” Kendra menghela napas setelah mendengar ucapan Vivian.
“Tidak, maksudku kita memiliki urusan lain. Kakek ingin bertemu denganmu dan Carol sedang sakit, dia juga ingin bertemu denganmu...” Jelas Kendra, dia kemudian menatap Vivian dan berharap agar gadis itu setuju dengannya.
__ADS_1
“Baiklah, kita ke rumahmu Setelah itu baru ke Restoran, aku merasa ada yang sedang tidak beres disini...” Ucap Vivian curiga, matanya tidak lepas dari Kendra.
“Hehe, baiklah....”
Kendra lalu mengirim sebuah pesan pada Carol, dan memintanya untuk tetap berada di kamarnya dan menggunakan atribut orang sakit yang Carol sendiri tidak tahu, kenapa dia harus memakai barang-barang itu.
Dia tadi baru saja bangun tidur, dan makan bersama dengan kakeknya. kemudian ponselnya berbunyi dan suara kakaknya terdengar memintanya untuk berakting sebagai orang yang sedang tidak sehat.
“Sial, kakak benar-benar membuat aku repot....” Kesalnya, sambil berbaring dan melakukan sesuatu yang membuat suhu tubuhnya tidak seperti biasa.
Dia bermain ponsel dan melihat beberapa postingan di media. Ada sebuah artikel tentang kasus makanan tidak segar, dia sedikit terkejut ketika melihat nama restoran tersebut, “Jadi karena ini, baiklah kak aku akan membantumu mencegah kakak Ipar...Uhuk...Uhuk...”
Setelah menunggu beberapa lama, pintu kamar Carol terbuka dan menampilkan Kendra dan Vivian, Carol mulai merengek pada Kendra, memintanya untuk tetap di sana dan melapor kalau dia sudah di paksa untuk meminum pil obat oleh beberapa pelayan.
“Adikmu sakit apa?” Vivian bertanya dan mendekat pada Carol, tangannya terangkat untuk menyentuh dahi gadis Omega itu.
Panas sih.... tapi kok ada yang aneh? Vivian mengernyit dan menatap mata Carol, “Uhuk... Uhuk...Uhuk... Hiks...kakak, mau ayah...”
“Maaf yah, Carol kalau sedang sakit selalu merepotkan, dia akan sangat lengketdengan ayah,” Jelas Kendra.
“Hmn, baiklah... jadi apa yang bisa aku bantu? Dan juga Dimana kakek,, bukankah kakek ingin bertemu denganku?” Vivian bertanya, dari sejak mereka tiba, Vivian tidak melihat Tuan Tua, hanya ada pelayan yang bertugas mengurus rumah..
“Kakek keluar karena tiba-tiba ada urusan, mungkin karena situlah kau harus berada disini dan membantu aku mengurus Carol.”
“....”
Tidak masuk akal....
.
Vivian menatap keduanya secara bergantian, jelas saja karena sudah sejak kemarin Kendra terus saja menghalangi dirinya untuk pergi ke Restoran, Vivian beranggapan bahwa Masalah yang di maksud oleh Chihuahua ada kaitannya dengan bisnis miliknya ini yang baru saja berkembang setahun ini.
__ADS_1
Kali ini Vivian menatap Kendra dengan tajam, “Katakan padaku, apa yang sebenarnya sudah terjadi?”