
Vivian duduk di balkon kamarnya, mengabaikan setiap angin malam yang menerpa kulitnya. Dingin, tapi Vivian tidak peduli, Vivian menatap jauh ke depan. Memperhatikan malam yang sudah semakin larut saja.
Pikirannya melayang pada kejadian sore tadi, Vivian menyentuh dahinya dengan pelan, kenapa bahkan setelah berjam-jam waktu berlalu disana masih terasa meninggalkan bekas delima Kendra.
Padahal setelah Kendra mengantarnya pulang, Vivian langsung berlari keluar mobil dan meninggalkan Kendra. Dia menuju ke kamar mandi untuk berendam dan berulang kali membersihkan wajahnya,
Tapi tetap saja tidak ada yang berubah, otak kecilnya menyimpan semua ingatan kejadian tersebut. Hei, kejadian itu baru saja dia alami, jadi ini pertama kalinya seseorang di luar anggota keluarganya mencium dirinya.
Ya, meskipun itu cuma di dahi dan delima merah miliknya masih aman, tetap saja mengejutkan. Dia ingat sebelumnya ketika mereka bertanya pada Kendra, si dominan itu berkata dia tertarik pada Omega perempuan, tidak mungkin mengalami kelainan istimewa.
Vivian menjadi begitu ragu, dia meragukan tujuannya bertransmigrasi ke dalam novel kematian ini, merasa bahwa mungkin saja sistem memilihnya untuk menggantikan posisi Vivian (Asli), dan diam-diam mengubah plot dalam cerita.
Dasar sistem licik!
Pintu kamarnya kemudian diketuk, Vivian tidak menyadari kedua temannya yang sudah masuk bersama dengan Chihuahua. Nila mendekat, menyentuh pundaknya sehingga Vivian berbalik, dan langsung memeluk Nila.
“Apa yang sudah terjadi? tampaknya sejak kau kembali, kau selalu mengurung diri di kamar," Suara lembut seorang Beta wanita terdengar di telinga Vivian.
“Tidak apa-apa, aku hanya sangat lelah karena mengurus wanita tua jelek di kantor Ayah tadi.”
“Jika ada sesuatu yang mengganggumu, katakan saja pada kami. Tidak baik, memendam masalah sendiri.”
“Iya, Jika aku sudah siap pasti akan aku katakan.”
“Kalau begitu, istirahatlah. Besok kita harus sekolah.”
Vivian mengangguk dan menuju ke kasurnya untuk segera tidur setelah Nila dan Mario keluar. Kemudian dia kembali bangun dan berteriak pada Chihuahua, yang masih tinggal: “Kembalikan aku ke duniaku, aku sudah tidak peduli dengan ending cerita ini. Kau pasti tahu apa yang sudah terjadi padaku kan? kau pasti sengaja melakukannya.”
__ADS_1
Chihuahua yang bingung, [Apa maksud Tuan Rumah? Apa yang sudah aku lakukan? Tuan rumah memintaku untuk mengawasi mereka di restoran.]
“Aku tidak berbicara tentang mereka, aku berbicara tentang protagonis pria, protagonis pria! Kau tahu dia menempelkan delimanya di dahi ku sore tadi.”
[Tuan rumah maksudmu, ada yang salah dari protagonis pria? aku lihat dia sejak awal memang tidak bisa ditebak.]
“Kau benar-benar tidak ada kaitannya dengan karakter protagonis? Kau tidak menipu aku kan?”
[Tentu saja tidak Tuan rumah, kami sistem tidak memiliki hak untuk mengubah jalannya plot, plot berubah karena tindakan Tuan rumah di luar alur cerita.]
Vivian kemudian termenung, kapan dia bertindak di luar alur cerita yang sebenarnya? Apakah pada saat makan malam bersama, dimana dia memberikan nota tambahan pada Tupperware yang dibawah pulang Kendra?
Hei, dia hanya ingin mencegah kematian Tuan Tua Leonard, karena menurut isi cerita yang sudah dibaca Vivian, dari sanalah semuanya di mulai, perubahan sikap Protagonis pria dan gencarnya antagonis untuk memojokkan protagonis wanita.
Tidak mungkin hanya karena momen malam itu kan? atau pada saat siklus panas pertama Vivian setelah di bedakan? Wangi feromonnya... Vivian rasa itu tidak mungkin, normalnya Feromon Alpha saat dalam masa siklus panas hanya akan memberi efek pada Omega.
Alpha lain tidak akan terpengaruh, Feromon Alpha biasanya digunakan untuk menarik perhatian Omega incaran mereka, dan digunakan untuk bertarung dengan Alpha lain, yang mereka anggap seperti saingannya, Alpha yang feromonnya lebih kuat yang akan memenangkan Omega tersebut.
“Besok ayo mulai lanjutkan rencana untuk membangun hubungan antara tokoh utama.”
Pada pagi harinya, Vivian beserta kedua temannya berangkat ke sekolah. Vivian dapat melihat bahwa hubungan Nila dan Mario sudah membaik, sepertinya keduanya sudah mendapatkan jalan keluar dari masalah mereka.
Vivian tidak terlalu ingin mengetahuinya, selama semuanya tampak baik, Vivian sudah merasa senang. Seperti biasa, mereka akan mengantar Chihuahua ke rumah utama, sebelum lanjut ke sekolah.
Pagi hari begitu menyegarkan, Vivian melihat bahwa para pelajar yang lain sangat bersemangat. Vivian dan Mario masuk kedalam kelas, Vivian tersenyum ketika mejanya masih kosong.
Kendra belum datang, dan Vivian juga tidak akan peduli. Vivian duduk di kursinya dan menatap ke luar jendela, terus saja seperti itu hingga Guru yang mengajar memasuki kelas mereka dan mulai pelajaran.
__ADS_1
Sepanjang pelajaran Vivian tidak pernah melirik ke Kendra, dia juga mengabaikan panggilan Kendra beberapa kali. Pada jam istirahat Vivian langsung keluar dari ruang kelas dan menuju ke Kafetaria, Tiga Alpha di belakangnya hanya menatapnya saja;
“Apa kau tahu apa yang sudah terjadi pada Vivi? Pagi ini dia sangat aneh.”
“Tidak, pagi tadi dia baik-baik saja, apa yang salah dengannya?”
“...Mungkinkah dia akan bertemu dengan seseorang?”
“Itu tidak mungkin, sejak kapan Vivian pergi tanpa kita?”
“Kemarin, dia mungkin saja bertemu dengan orang baru di kantor ayahnya.”
Pada saat ketiganya tiba di Kafetaria, mereka melihat Vivian duduk bersama dengan Nila dan Kesya, lalu disana juga ada Dean, yang duduk tepat di samping Vivan. Mario terkejut karena hari ini dia harus menahan napasnya lagi.
Kendra?
Alpha dominan ini melihat bahwa ada Omega yang sedang mendekati targetnya, disana Vivian sedang duduk di kursi pojok pas dengan dinding, disampingnya adalah Dean, dan di depan mereka ada Nila dan Kesya. Dean menawarkan beberapa jenis makanan menu baru di kafetaria pada Vivian yang di terima dengan baik.
Vivian melihat Kedatangan ketiganya, lalu dia memanggil mereka untuk ikut bergabung. Liam tanpa pikir langsung menghampiri meja Vivian dan duduk di samping Dean.
“Aku akan beli minum dulu,” Mario pergi setelah bicara.
“Kendra, duduk saja. Masih ada tempat kosong di samping Kesya.”
Kendra menuruti Nila, dan duduk di samping Kesya. Diam-diam Vivian melirik keduanya dan tersenyum senang, merasa bahwa semuanya akan berjalan dengan lancar. Liam sendiri merasa biasa saja, karena dia juga sudah terbiasa, dia tahu perasaan gadis tidak akan mudah berubah, jadi dai harus melakukannya secara perlahan.
Liam memperhatikan pandangan mata tidak suka milik Kendra selalu mengarah pada Dean dan Vivian, yang sedang asik mengobrol membahas tentang coklat yang di berikan oleh Dean. Jujur saja, coklatnya enak meskipun Vivian tidak menghabiskan semuanya.
__ADS_1
Alpha Dominan pengidap kelainan istimewa memang beda, kemudian Liam menggeleng setelah berpikir seperti itu. Meskipun Liam dapat melihat jelas maksud pandangan Kendra pada Vivian, dia memilih diam. Dan tidak ingin ikut campur, selama Kesya aman dan tidak ikut andil didalamnya.
.