
Setelah kegiatan panen memanen mereka selesai, Kedua beristirahat. Kendra ikut berbaring di ranjang Vivian dengan Vivian yang berada di dalam pelukannya. Suhu tubuh Vivian sudah serius mereda dari sebelumnya, sekarang gadis itu sedang tertidur karena kelelahan..
Kendra memang tidak melakukan tindakan yang berlebihan karena mengingat persyaratannya dengan Tuan. tua Alister dan Vivian yang masih belum siap jika dia harus dipanen secara utuh. Kendra memerhatikan wajah Vivian, Delima gadis itu jauh lebih merah dari sebelumnya dan agak bengkak karena ulahnya tadi.
Pada area Leher jerapah Vivian ada banyak tato hasil karyanya yang tadi dia cetak sebagai tanda cintanya. kemudian di dekat si kembar, Tadi Kendra hanya bisa menggunakan jari-jari tangannya untuk olahraga bersama dengan si kembar, area di sana kenyal seperti jeli dan lembut.
Ditambah dengan Feromon Vivian yang membuatnya harus bisa dengan sekuat tenaga menahan keinginan sang terong yang tadi sempat berdiri tegak menjulang ke langit. /Tapi dia harus menahan diri, agar Vivian nyaman dengannya.
“Sial, jika saja kita sudah menikah aku pasti akan memakan mu setiap hari” Tangannya menyentuh dagu Vivian, mengusap delima gadis itu lalu diam-diam memanen buah delima merah Vivian.
Satu tangannya menuju lapangan Vivian bergerak dengan perlahan ke atas salah satu dari si kembar dia bermain-nain lagi bersama dengan lima pasukan jsrijemseinya. Lidah buaya Kendra dengan lembut menikmati buah delima Vivian dan juga berkeliling di aula kerajaannya didalamnya.
“Uhmnnnn.... ” Vivian mengeluh di dalam tidurnya.
“Biarkan aku bermain sebentar sebelum aku pergi, kucing liar, ” Suara rendah Kendra yang lembut terdengar. Kendra turun ke jerapah Vivian lalu melakukan hisapan lembut disana.
“Arght!!! Unm....” Vivian mulai merasa terganggu dengan apa yang terjadi. Kendra baru saja mengigit di area tanda kepemikikannya di leher Vivian.
“Baiklah, sudah selesai.. dengan begitu kau akan menrasa lebih baik saat saat kau bangun nanti. ” Ucap Kendra, setelah selesai dengan permainan kecilnya dia kemudian perlahan bangkit dari kasur Vivian.
Mengambil ponsel dan kunci mobilnya, dia melihat bahwa sekarang sudah pukul empat sore. Sebelum meninggalkan kamar Vivian, Kendra mencium dahi Vivian. Dia berjalan dannhendak membuka pintu apartemen tapi pintu itu sudah lebih dulu dibuka oleh mereka berdua.
“Apa yang kau lakukan disini? ” Nila bertanya.
“Aku datang untuk bertemu dengan bosmu, baiklah aku akan pergi dulu. jangan berdiri, Vivi baru saja tertidur.” setelah berkata demikian, Kendra pergi meninggalkan apartemen Vivian lalu segera pulang ke rumah.
__ADS_1
Nila dan Mario kemudian masuk kedalam apartemen, dan kemudian Aroma feromon tercium oleh mereka berdua. Aroma ini agak khas seperti dua jenis feromon yang berbeda yang kemudian menjadi satu.
“Apa kau memiliki pikiran yang sama denganku?” Nila membuka obrolan mereka.
“Apa kau juga ingin melakukannya denganku? Aku tidak maslah kok, Aku justru senang.“ Mario mulai mencoba menggoda Nila.
Dia berdiri di belakang Nila, tangannya dia oetakkan di sudut lapangan (pinggang) Nila, kepalanya dia letakkan di bahu Nila kemudian dia menoleh dan menghirup aroma Nila di area leher jerapah.
Plak!!!
Nila dengan tidak berdosa memukul kepala Mario dengan tangannya, orang ini kenapa bertingkah bodoh? apa dia tidak ingat apa kata Profesor tua? mau lakukan itu maka harus cari tempat yang aman, itu pun kalau memang Nila mau.
“Kau tengah sekali, ” Mario mengusap kepalanya. Pacarnya ini benar-benar tidak bisa bertingkah manis, seperti anak kucing. Dia sangat galak dan sulit didekati.
“Kau ingin mencari keuntungan dari kesibukan kita. lihat Vivi sedang tidak baik, dan lihat Aku harus segera memeriksa laporan keuangan restoran sendiri.” Nila pergi ke kamarnya, membersihkan diri kemudian setelah usai dia membawa dokumen dan laporan keuangan ke meja di depan TV lalu mulai memeriksa..
“Kalau begitu, kemari dan bantu aku menghitung laporan ini.”
“Tidak, aku tidak suka angka.”
“Kalau begitu, diam dan jangan ganggu aku.”
"... "
Nila memeriksa laporan harian mereka, belakangan ini pendapatan mereka terkadang tidak menentu, kadang mendapatkan keuntungan tapi tidak kala penghasilan mereka menurun. Nila mengernyit kemudian berpikir apakah sudah waktunya untuk mengganti menu makanan?
__ADS_1
Nila merasa bahwa pelanggan sudah mulai bosan dengan menu yang ada. sehingga mereka malas menghabiskan uang mereka di restoran. Mereka lebih banyak mengunjungi kafe kecil di seberang restoran mereka yang memiliki tempat penitipan anak kecil selagi orang tuanya makan..
“Apa yang sedang kau pikirkan?” Mario duduk di dekat Nila, dan memperhatikan kegiatan gadis itu.
“Aku berpikir untuk mencari inovasi baru agar pelanggan kita mau menghabiskan uang mereka di restoran kita....” jawab Nila.
“Kau lihat kan? Orang-orang yang membawa anak mereka selalu singgah di kafe seberang, jika begini terus kita bisa rugi.”
“Lalu apa kau ada rencana? kau juga. harus bicarakan juga dengan Vivian.”
“Masalah itu gampang, dia pasti akan setuju denganku.”
“Kalau.begitu.kau.bisa.mencobs untuk mengaturnya lebih dulu..” Mario mengecek ponselnya dan melihat bahwa ada pesan singkat dari Kendra
Kendra memberitahunya. bahwa lusa nanti menjelang tengah malam dia akan melakukan Rencananya. Jadi Kendra meminta agar mereka terus bersama dengan Vivian, Setelah membaca pesan tersebut Mario menghela napas, dia tidak yakin dengan rencana satu ini.
Bagaimanapun juga akan sedikit beresiko jika itu. tepat pada puncak panas Vivian, sehingga Vivian. tidak akan bisa pergi kemana-mana. Vivian. harus berada didalam ruangan sampai siklus puncaknya selesai. Jika dia memaksa untuk keluar maka aromanya bisa saja memancing reaksi dari para omega.
“Apa yang sedang kau pikirkan? siapa yang. baru saja mengirim pesan padamu?” Nila mendongakkan kepalanya karena posisinya yang duduk di lantai.
“Bukan siapa-siapa hanya sebuah operator, tidak penting juga.” Mario kembali meletakkan ponselnya. di saku celananya.
Sementara Nila dan Mario sibuk di ruang santai, Vivian yang sudah. bangun sejak tadi masih tetap menatap langit-langit kamarnya. Dia. merasakan semuanya tadi, ketika Kendra memanen lagi dan menyentuh tempat-tempat tertentu. Vivian diam saja dan tetap menutup matanya..
Jadi ketika Kendra mencium keningnya dan meninggalkan kamarnya, Vivian langsung membuka matanya. Di masa lalu Kendra akan selalu menempel padanya tapi sekarang, Pemuda itu justru meninggalkan dia setelah menerima sebuah pesan, yang entah dari mana asalnya.
__ADS_1
“Apakah dia menemukan seorang. omega cantik, sehingga baginya aku sudah membosankan? sudah. tidak menarik lagi?” Vivian berpikir, tapi bukankah tindakannya tadi juga membuktikan bahwa Kendra masih. tetap sama seperti yang dia kenal? Lagi pula, mereka. juga sudah saling menandai. sudah. saling mengklaim kepemilikan atas diri masih? sehingga, tidak mungkin bagi mereka untuk bisa menemukan Omega uang lembut.