
Vivian duduk didalam Apartemen sambil memijat kepalanya. Satu Minggu ini tubuh nya terasa sangat lelah, kepalanya juga sakit seperti mau pecah saja. Dia di pusingkan dengan dua orang pemuda berbeda Gender kedua, yang terus saja tidak berhenti mengikutinya.
Vivian ke kafetaria, Kedua orang itu juga pergi ke sana. Iya, itu wajar karena di sekolah, tapi yang tidak wajar adalah mereka sampai tahu jadwal harian Vivian, Seperti yang baru saja terjadi tadi pagi.
Hari ini kebetulan adalah hari libur nasional untuk negara Black, jadi Vivian memutuskan untuk pergi membeli bahan-bahan dapur untuk kebutuhan di Restorannya. Beberapa hari ini Restorannya sedang ramai oleh pelanggan.
Karena menu Mie merah ciptaan Vivian, atau Vivian dengan pribadi menyebutnya Mie Samyang, khas negara Korea yang merupakan tempat asal pacar khayalannya Vivian, Kim Tae-hyung.
Hei, jangan berpikir bahwa Vivian sengaja mengubah nama makanannya dan sok-sok jadi penemunya. Vivian tidak seperti itu, jika ingin menyalahkan seseorang maka salahkan Sistem atau salahkan penulisnya, karena memasukkan Saus Buldak ke dalam ceritanya.
Nila mendekat dan memberikan Vivian, segelas jus jeruk; “Kau pasti sangat lelah, minumlah agar kau bisa lebih segar. Ngomong-ngomong apakah mereka masih mengikuti mu?”
“Tolong, jangan membahas mereka lagi. kepalaku sudah akan meledak, mereka seperti kagebunshin, dimana aku ada, disana jugalah mereka ada.”
“Kagebunshin? aku baru denger kata itu.”
“Oh, maaf aku asal bicara. Maksudku mereka seperti orang yang mampu berpindah tempat dalam sekali kedip.”
“Oh, mirip pintu Dora Mon yah?”
"H'um, pokoknya mereka seperti itu. Aku mungkin sebentar lagi akan stress, karena mereka.”
“Gawat juga, Eh... tapi apa kau tidak berpikir ini aneh. Omega laki-laki itu masih masuk akal, tapi Kendra... Dia...”
"Aku mengerti apa yang akan kau katakan, Kendra memang tampak aneh sejak mengetahui kebenaran Stella. Mungkin dia masih tidak percaya, sehingga mencoba mencari kebenaran dariku.”
Bukan itu yang aku maksud! Apa yang ingin di sampaikan oleh Nila adalah bisa saja Kendra memang sudah mengalami kondisi istimewa, dan dia sedang berusaha mengejar Vivian. Tapi sepertinya Otak Vivian belum sampai disana, sehingga dia berpikir hal yang lain.
Heh, Nila sudah melihatnya bahkan sejak satu bulan yang lalu. Hanya saja pada awalnya Kendra tidak terlihat sejelas sekarang, Iya mungkin karena saat itu Stella masih berada di sekitar mereka, jadi Kendra tidak memperlihatkan taringnya.
“Sudahlah, kita akan membahas ini kembali ketika otakmu sudah bisa berpikir dengan lebih jelas.”
“Memangnya itu salah? Kendra dan Stella adalah kekasih masa kecil, keduanya sangat dekat sebelumya.”
__ADS_1
“Itu salah, Ah... sudahlah kau masih sangat kecil untuk mengetahui tentang ini.”
Apa sih, aku sekarang sudah 17 tahun tahu, aku sudah dewasa kan? Kenapa tidak mau memberitahukannya padaku? Dasar pelit.
Vivian menggembungkan pipinya lalu menghabiskan minuman pemberian Nila tadi. Setelah itu Vivian mendengar pintu apartemen terbuka, Mario dengan lesu berjalan masuk sambil membawa Chihuahua bersamanya.
Vivian melotot kala melihat dua orang pemuda yang menjadi sumber masalahnya juga turut untuk ikut, Vivian menatap Mario dengan tajam dan berkata; “Kenapa mereka ada disini?”
“Bukan aku yang mengajak mereka, ketika aku pulang mereka sudah bertengkar di depan lift.”
Vivian kemudian melihat Kendra dan Dean secara bergantian dan berkata; “Apa tujuan kalian kemari? Jawab dengan jujur dan jangan menggunakan syair lagi.”
“Aku datang membawakan mu Coklat dari luar negeri, itu ku pesan langsung dari pabriknya.”
“Jangan ambil coklatnya, Ambil saja bungaku. Ini bisa tahan loh, wangi juga seperti kamu yang selalu Harun semerbak.”
Kau pikir aku akan terlena dengan kata manis mu? Kau sangat buruk saat menggoda seorang gadis, memang karakter yang tidak bisa ditebak. Entah dari mana datangnya Sikap Kendra yang aktif, padahal jelas-jelas di dalam buku dia digambarkan sebagai orang yang tidak peduli dengan lingkungan.
“Apakah kau sedang tidak sehat? mau aku antar ke rumah sakit?”
“Aku telponin dokter yah, antar ke rumah sakit itu terlalu repot.”
“Bisa kalian berhenti bicara? Kepalaku sakit karena kalian selalu ribut. Biarkan aku beristirahat sejenak.”
Kemudian Kendra dan Dean menjadi diam dan saling bertatapan, seperti bertukar pikiran. Vivian merasa agak lega ketika ruangan menjadi tenang, matanya lalu melirik Mario yang terlihat buruk.
Ada apa dengannya sih? Biasanya dia yang paling bersemangat dan mengajak yang lainnya mengobrol. Tapi sekarang, Alpha satu ini justru diam dengan kepala yang terus saja menunduk, sambil mengusap bulu-bulu kecil Chihuahua.
“Apa kalian berdua bisa pulang dulu? Aku benar-benar harus istirahat.”
“Iya, kalian pulanglah. Vivi belakangan ini terlalu banyak kerjaan sehingga dia kurang tidur,” Nila membantu Vivian untuk mengusir kedua tamu. Nila juga menyadari kalau ada yang salah dengan Mario, jadi mereka harus segera membalasnya bersama.
“Kalau begitu, aku akan pergi dulu. Aku akan menelpon mu malam nanti, jadi kau harus mengangkat panggilanku agar aku bisa tidur nyenyak.”
__ADS_1
Jangan harap aku akan mengangkatnya.
“Aku yang akan meneleponnu nanti, jadi abaikan saja panggilan telpon miliknya.”
Ingatkan aku untuk memasukkan Kedua nomor mereka kedalam daftar hitam.
Setelah Kendra dan Dean pergi, Mario langsung menghirup oksigen banyak-banyak dan menurunkan Chihuahua. kemudian dia berdiri dan mengacak-acak rambutnya, berharap itu bisa membuatnya sedikit tenang.
“Hei, apa yang sebenarnya terjadi padamu? Kau terlihat uring-uringan belakangan ini,” Nila membuka percakapan mereka.
“Itu benar, apa yang membuatmu sampai seperti ini? bahkan sepertinya itu terlihat lebih berat dari apa yang sedang aku alami.”
Mario duduk setelah dia merasa agak tenang, kemudian dia bersandar pada sofa dan menatap langit-langit ruang santai mereka, lalu berkata; “Omega tadi
... Dia... Aku mencium feromon Leci darinya.”
DEG!
Sesuatu seperti benda berat langsung menghantam salah satu dari mereka, Uhm... Itu terasa sakit yang tidak berdarah. Nila menetralkan wajahnya dan melihat Mario, “Apa kau sudah memastikannya?”
“Sudah, semuanya dimulai saat omega itu terjebak di pintu restoran, Aku tidak sengaja mencium aromanya saat aku menangkapnya.”
“Hei, kau tidak mungkin lengan potong kan?” Vivian tiba-tiba bertanya, entah dari mana pemikirannya itu berasal. Dia harus memastikannya, karena perubahan alur yang sudah dia alami.
“Jangan berpikir yang aneh-aneh, meskipun omega itu menjadi feromon pertama yang aromanya bisa aku rasakan. Bukan berarti aku tertarik padanya,” Mario langsung mengkonfirmasi hal ini pada Vivian.
Enak saja ganteng-ganteng begini malah gak dapat Omega cewek yang notabenenya berjumlah lebih banyak dari Omega Laki-laki, Nila tersenyum dan berkata, ”Tapi... bagaimana bisa dia membuat penciuman Mario berfungsi?”
“Omega itu sebenernya...”
...•••...
......Terima Kasih sudah mendukung kami teman-teman......
__ADS_1