
Vivian melotot ketika matanya melihat salah satu resepsionis itu menunjuk ke arahnya. Vivian balik menatap resepsionis tersebut dengan wajah cemberut, Dia kesini untuk makan siang bersama dengan ayahnya, bukan berurusan dengan wanita tua.
Hei, kenapa kalian menarik aku juga untuk ikut membuat berakting? Huft, Vivian menghela napas dan dia merasakan pandangan mencemoh dari wanita asing tersebut. Wanita itu berkata; “Ck, Gadis dengan penampilan sederhana seperti ini, mengaku sebagai Putri Alex?”
Vivian dengan wajah malas, “Aku memang putrinya, lalu kenapa kalau aku menggunakan tampilan yang sederhana? Aku tidak merugikan siapapun Bibi.”
“Siapa Bibi mu!” Wanita itu berteriak padanya.
“Kenapa? wajahmu tua seperti bibiku, yang sudah masuk kepala empat.”
“Kau! berani sekali kau padaku! kau tidak tahu aku siapa?”
“Tentu saja, aku tahu. Kau adalah salah satu dari fans ayahku yang memiliki tujuan untuk menjadi nyonya Kedua Alisher kan?”
Wajah wanita itu merah karena marah, tapi memang yang dikatakan oleh Vivian benar. Wajah wanita itu sudah masuk ke usia kepala empat, dan dia masih mengejar Ayahnya? dasar Omega tua.
PLAK!
“Itu akibatnya karena sudah bermain tidak menghormati ku.”
“Omega tua, sialan! Jangan sampai kesabaran ku habis, jika tidak kau akan mendapatkan ganjarannya.”
Vivian menatap tajam wanita gila yang menurutnya sudah tidak punya akal. Pipinya sakit tahu, dia pikir disana bantal apa? Memang apa salahnya kalimat miliknya tadi? Semua yang dia katakan adalah kebenaran.
Vivian mempelajarinya dari sinetron yang pernah dia tonton dan dari buku yang pernah dia baca. Jadi Vivian mencoba untuk mempraktekkannya, meskipun dia sendiri tidak yakin dengan kualitas aktingnya.
“Memangnya kau siapa! Kau pikir aku akan takut padanya Alpha kecil.”
“Aku sudah bilang kalau aku adalah anak pemilik perusahaan ini. Kenapa kalian tidak percaya? Dan kau Wanita jelek, awas saja aku pasti akan mengadu pada ayah nanti.”
“Coba saja kalau berani," Wanita itu tampak masih menantangnya.
Kedua resepsionis terdiam memperhatikan Vivian yang sedang berseteru dengan Wanita penganggu yang sering kali datang kemari untuk bertemu dengan bos mereka, tetapi selalu mendapatkan penolakan. Mereka ingin menghentikan keduanya tapi tidak mendapatkan cela yang baik.
Pintu lift kemudian terbuka, Alexis baru saja selesai rapat dan mendengar bahwa sedang ada keributan di lantai pertama, untuk mengeceknya. Dia mengira itu ulah wanita-wanita gila yang sering datang bertamu, tetapi ternyata kali ini adalah putrinya yang sedang dalam masalah.
“Vivi, kenapa datang tidak mengabari ayah? dan tidak langsung masuk saia. Lalu ini ada apa lagi? Kenapa wajahmu memerah?” Vivian mendapatkan banyak pertanyaan dari Alexis, dia langsung mengingat tentang kejadian pipinya yang di tapar tadi.
Vivian juga memperhatikan. bahwa wanita asing itu masih belum sadar dari lamunannya, kemudian Vivian berlari menuju ke Ayahnya lalu merengek; “Ayah... Wanita tua itu yang sudah melakukannya, dia mengaku sebagai kekasih ayah, bahkan mengatakan kalau dia akan menjadi nyonya Kedua Alisher.”
“Hei, sayang... siapa yang bilang itu padamu? Nyonya kedua Alisher tentu saja selamanya akan menjadi milik Ibumu.”
“Wanita jelek itu Ayah, Dia yang sudah menampar wajahku. Ini sangat sakit...Hiks...”
Satu...
Dua...
__ADS_1
Tiga...
Makan tuh! Alexis mendekat ke arah wanita tersebut, tangannya terkepal. Lalu dia menyentuk leher wanita tersebut, seperti mencekiknya sehingga membuat wanita tersebut sadar dan batuk.
Mata Alexis menjadi tajam, menusuk tepat kedalam mata wanita tersebut; “Apa kau tahu sialan! seumur hidup ku, aku tidak pernah sekalipun memukul putriku, dan kau sudah mencuri star.”
BRUAK!!!
Tubuh wanita itu terhempas ke lantai yang dingin. Wanita tersebut meringis, tubuhnya gemetar. dia sama sekali tidak pernah tahu bahwa Alexis bisa menyeramkan ini. Selama dia mengenal Alexis, sosok itu terlihat kalem, dan sangat tenang.
Dia bahkan tidak di berikan kesempatan untuk berbicara. Kepalanya menunduk dan delimanya ikut gemetar juga. Vivian tersenyum penuh kemenangan, setalah melihat wanita itu di hajar oleh ayahnya.
“Tolong seret wanita asing ini keluar, dan jangan membaurkan dia menginjakkan kakinya disekitaran area milik Alisher, tutup semua akses untuknya.”
Vivian mendekat ke meja resepsionis dan menatap kedua resepsionis tersebut, Lihatkan, aku tidak bohong, aku putri kandung bos kalian. Vivian mengambil Tupperware tersebut lalu mendekat ke ayahnya.
“Ayah, ayo kita makan siang. aku sudah memasaknya untukmu.”
Vivian pergi mengikuti ayahnya dan makan siang bersama. Setelah makan siang, Alexis memperhatikan wajah Vivian kemudian bertanya; “Apakah sebaiknya di kompres saja? Ayah lihat, tamparan wanita gila itu cukup keras.”
“Tidak perlu Ayah, ini hanya masalah kecil. Nanti juga membaik,” Jawab Vivian.
Alexis tetap memaksanya, sehingga pada akhirnya Vivian mengompres wajahnya. Vivian merasa sedikit Dejavu, seperti ternyata melakukan hal yang sama seperti ini. Setelah mengompres, dan mengobrol sedikit bersama dengan sang ayah, Vivian akhirnya pamit untuk pulang lebih dulu.
Pada saat dia keluar dari lift, Vivian merasakan bahwa karyawan disana semuanya menundukkan kepalanya. Vivian masa bodoh dan terus berjalan keluar, baru saja dia ingin memesan driver, suara klakson mobil langsung terdengar di telinganya.
Matanya kemudian membulat sempurna, terkejut karena lagi-lagi untuk yang kesekian kalinya dia bertemu dengan Kendra lagi, atau Vivian harus mengatakan bahwa Kendra sengaja datang untuk menjemputnya?
“Kau, tahu dari mana aku ada disini?” tanyanya.
Kendra tidak berniat untuk menjawab pertanyaannya, sebenarnya tadi Kendra menuju ke Restoran untuk bertemu dengan Vivian, tapi dia tidak menemukannya disana..Kendra justru di kejutkan dengan bunga mawar kirimannya pagi tadi, yang sudah menghiasi setiap meja.
Dia bertanya pada Mario dan Alpha satu ini hanya mengatakan bahwa Vivian sedang mengantar makanan ke kantor ayahnya. Setelah mendengar itu, Kendra langsung keluar dan menuju ke kantor ayah Vivian.
“Dari Mario, dia berkata bahwa dia sedang sibuk sehingga ada banyak pekerjaan yang ahrus dia selesaikan. Jadi Mario meminta aku untuk datang menjemputmu.”
Apa Vivian akan percaya? tentu saja tidak. Ini pasti hanya salah satu rencana Kendra, Orang ini sudah terlalu sering muncul di depan matanya. Jadi itu cukup mengherankan, akhirnya Vivian dengan ragu berjalan dan memasuki mobil.
Keduanya merasakan kecanggungan yang tiba-tiba. Kendra kemudian mendekat ke Vivian, sehingga membuat Vivian tertegun. Jantungnya tiba-tiba maraton, dan dia yakin wajahnya pasti sudah akan memerah.
Kendra merasa senang sehingga hatinya berteriak kegirangan, mengira bahwa Vivian sepertinya secara perlahan sudah menerimanya, Kendra mengira wajah Vivian memerah karena gadis itu merasa malu padanya.
“Apa yang kau lakukan? Wajahmu terlalu dekat, aku jadi kepanasan tahu, menjauhkan sedikit,” Suara Vivian terdengar di telinga Kendra, napas gadis itu terasa hangat, tapi dia tahu dia masih harus menahannya.
Jadi Kendra sontak terkekeh, dan berkata; “Tenanglah, aku hanya ingin membantumu memasang sabuk pengaman.”
“....”
__ADS_1
Dasar cowok! Vivian merasa kesal dalam diam. Tapi hei, jangan salahkan dirinya yang berpikiran buruk, selama ini Vivian pernah berada di posisi seperti itu, terlalu dekat dengan cowok.
Kendra kemudian terkekeh, dan menepuk kepala Vivian, laju mobil sengaja dia perlambat agar bisa menikmati waktu berdua lebih lama. Jarang-jarang kan Kendra mendapat kesempatan seperti ini, jadi dia memanfaatkan waktu sebaik yang dia bisa.
Vivian menatap keluar jendela, dan kembali memikirkan tentang pemuda yang sedang menyetir di sampingnya, helaan napas terdengar di telinga Kendra, “Ada apa?”
Vivian meliriknya dan berkata; “Tidak apa, tapi apa aku bisa bertanya padamu?”
“Silahkan, apa yang ingin kau tanyakan?”
“Itu...Kau tidak mungkin memiliki minat padaku kan?”
“Hm, kenapa kau bertanya seperti itu?”
“Aku minta maaf, aku hanya sedikit penasaran karena kau selalu muncul di manapun aku berada, aku pikir kau selalu mengawasi aku belakangan ini.”
Kendra senyum, dan berkata; “Mungkin itu hanya perasaanmu saja, ya memang akhir-akhir ini kita sering bertemu, aku juga tidak bisa menyangkal.”
Vivian kemudian menjadi diam untuk beberapa saat, pikirannya masih tidak bisa menerima perkataan Kendra, tidak mungkin semuanya hanya kebetulan semata. Vivian yakin, Pemuda ini pasti sedang mengawasinya diam-diam.
Jadi Vivian kembali memberikan pertanyaan; “Kau benar-benar masih menyukai Omega kan?”
CITTT!!!!
Mobil berhenti di pinggir jalan, membuat Vivian terjungkal ke depan. Kendra kemudian menatap mata Vivian dan berkata; “Untuk kesekian kalian, aku mendapat pertanyaan ini lagi. Bahkan kau mulai mempertanyakan tentang diriku, Vi?”
Vivian menjadi menciut, didepannya sekarang adalah Alpha Dominan. dia tidak akan bisa melawan jika harus bertarung feromon dengannya. Dia cuma Alpha wanita biasa, Vivian dengan ragu-ragu berkata; “Aku...Aku hanya penasaran. Kepala ku terus mempertanyakan itu, belum.lagi kau sering beradu mulut dengan Dean.”
“Jangan sebut nama orang lain di depan ku, aku tidak menyukainya! Apakah kamu sudah paham?”
Mengangguk dua kali, Vivian mengutuk bibirnya yang tidak bisa diam. Dia lalu merasakan tangan Kendra menyentuh kepala belakangnya, dan mengusapnya. Wajah mereka hanya berjarak sedikit, Kendra menatap lurus pada mata mata bunga persik Vivian.
“Dengar, kedepannya jangan pernah menanyakan hal seperti ini pada Alpha lain terutama bertanya secara pribadi. Kau beruntung, karena aku orang yang bisa menahan diri, jika itu Alpha lain kalian mungkin saja akan bertarung feromon, Pertanyaan seperti itu sedikit sensitif bagi beberapa orang.”
Mata Vivian berkedip-kedip, pandangannya sangat dekat dengan Kendra, sorot mata milik pemuda itu lembut, mata elangnya membuat Vivian hampir tidak fokus. Deru nafas pemuda itu terasa sedikit terasa di permukaan kulit wajah Vivian.
CUP!
Mata Vivian sontak membulat, Delima Kendra baru saja menempel di keningnya. Delima seorang Alpha dominan baru saja mendarat di dahinya! Halo, dunia ada apa dengan plot cerita ini? Tolong siapa yang bisa menjelaskan hal ini pada Vivian?
Kendra tersenyum dan kembali mengusap kepala Vivian, kemudian dia berkata dengan lembut; “Jika suatu hari nanti aku memang mengidap Kelainan istimewa, apakah kau akan menerima aku?”
Menerima apa maksudmu? Menerimamu sebagai teman tentu saja aku bisa, tapi kalau menjadi pasangan...Kepala Vivian langsung mengalami roller coaster, apa yang akan dia lakukan nanti jika Kendra benar-benar tertarik padanya?
...°°°...
...Besok aku libur gak update dulu...
__ADS_1
...hehehe...
...Terima kasih atas dukungan kalian teman-teman...