Transmigrasi: Aku Jadi Alpha Wanita

Transmigrasi: Aku Jadi Alpha Wanita
Serangan


__ADS_3

Hari ini sudah lewat beberapa hari setelah Vivian dan Kendra bertemu dengan Sam, pemilik toko depan restoran mereka. Seperti kesepakatan terakhir, Sam Pria itu meminta untuk diberi waktu untuk menentukan. pilihannya.


Bekerja sama atau jalur hukum, ini adalah dua pilihan yang Kendra berikan. Dia sangat tahu kalau pada lahirnya tidak ada pilihan lain selain bekerjasama, Menjual tokohnya lalu mengurus toko tersebut yang nantinya akan di jadikan bagian dari restoran.


Vivian memang sudah lama memikirkannya, setelah membuka usaha yang sudah hampir berjalan satu tahun, Dia berpikir untuk memperluas wilayah dan membuka anak cabang di beberapa lokasi di kota silver ini.


Tapi karena satu dan lain hal, rencana itu terus saja di undur oleh Vivian, barulah belakangan ini Vivian kembali memikirkannya lagi. Jadi untuk hari ini, Vivian memutuskan untuk kembali ke rumah utama bersama dengan Chihuahua yang belakangan ini sudah terabaikan.


[Sudah lama aku tidak kembali ke rumah,] Vivian memeluk Chihuahua dan berjalan memasuki rumah besar mereka.


[Tuan, kau merindukan tempat asalmu?] Chihuahua Sistem bertanya, yah dia pasti tidak salah.


[Hm... Bagaimana dengan mu?] Vivian hanya bergumam lalu bertanya balik kepada sistem rusak itu.


[Aku juga ingin kembali, tapi misi tuan belum selesai.]- Jelas Chihuahua, misi yang dia maksud adalah untuk menemani Kendra sampai pria itu tidak bernapas lagi.


Alur cerita sekarang sudah sangat melenceng jauh, tidak dapat di perbaiki lagi. Vivian sendiri terjebak dalam misi awalnya dan sekarang dia harus melakukan tugas besar ini jika masih ingin kembali ke dunia aslinya.


Vivian juga tidak tahu pasti hal apa yang akan terjadi kedepannya, Sistem dalam diri chihuahua sudah tidak memiliki banyak tugas lagi, terkadang dia muncul untuk tugas-tugas kecil seperti kemarin.


Ketika Vivian sudah ada di depan pintu rumah utama itu, Vivi masuk dan para pelayan memberi hormat padanya. Ayah dan kakeknya sedang duduk di ruang santai sambil membicarakan tentang pekerjaan masalah yang sedang terjadi di perusahaan.


“,Ayah, Kakek aku pulang...” Vivian mendekat dan memeluk mereka sambil bergantian mencium pipi keduanya.


“Uhum... bagaimana kondisimu?” Tuan tua bertanya, meskipun dia selalu rutin mendapatkan. informasi dari kedua teman Vivian dan juga dari Kendra sendiri.


“Aku sudah baik-baik saja kakek, tidak ada yang perlu di khawatirkan...,” Jawab Vivian, kemudian dia mengambil tempat di sofa seberang Ayah dan Tuan tua Alisher.


“Itu bagus, apa ada hal penting ingin kau sampaikan kepada kami? Oh, benar ayah juga harus menyampaikan sesuatu padamu,” Alexis menyentuh kepala Vivian dan tersenyum sambil mengusap.


Vivian menatap ayahnya, alisnya mengernyit “Hanya masalah pekerjaan Ayah, aku berencana untuk membeli Toko di depan restoran dan menjadikannya cabang pertama dari restoran milikku...”

__ADS_1


“Bukankah baru-baru ini bisnis mu di serang oleh seseorang? Bagaimana perkembangannya sekarang?” Tuan tua bertanya, sebenarnya dia bisa menyelesaikan masalah itu dengan mudah tapi dia berpikir itu bagus untuk pengalaman kerja Vivian.


“Semuanya sudah menjadi baik kakek, kami sudah melakukan kesepakatan hanya tinggal mengurus beberapa hal lagi untuk melakukan transaksi penjualan...” Jawab Vivian.


“Ayah rasa kau tidak perlu meminta izin pada kami, itu adalah usahamu sendiri kau bebas untuk menentukan,” Jelas Alexis


Vivian mengangguk, setelah itu dia kembali melihat ayah dan kakeknya, dia jadi berpikir tentang hal apa yang akan di katakan kepada dirinya, Vivian berpikir kalau sekarang ini,


Kecuali tentang hubungannya dengan Kendra, hanya ini bahasan yang seharusnya mereka bahas sekarang. Ulang tahun Vivian kemarin seharusnya menjadi hari lamaran dari pihak laki-laki, tapi karena satu dan lain hal acara itu akhirnya di undur.


.“Kami sudah sepakat, kalau pertunangan kalian akan di laksanakan dua Minggu dari sekarang, itu sebelum masa perkuliahan dimulai....” Alexis menjelskan semuanya kepada Vivian.


Vivi yang mendengar itu, hanya menganggukkan kepalanya paham. Lagi pula tidak ada bedanya juga, Kebun bagian atas Vivian sudah di jelajahi oleh Kendra. Bertunangan tidak akan merubah banyak hal dari anjing gila.


“Baiklah, Ayah...Kakek... Untuk bagian itu, baiknya diatur oleh keluarga saja tapi aku tidak mau acara yang terlalu mewah...” Jelas Vivian, kemudian setelah permintaanya di setujui, Vivian pamit karena mau masuk kedalam kamarnya untuk beristirahat sejenak.


[Sistem apakah tidak ada misi?] Vivian bertanya pada Chihuahua yang sudah berbaring di sebelahnya.


[Bukankah dia seharusnya ada di penjara? Kapan dia keluar?]


[Ada seseorang di belakangnya, sekarang tugas ini cukup berbahaya karena target bukanlah Tania tapi orang misterius yang ada di belakang Tania....Apa anda ingin mengambil tugas ini?] Sistem bertanya pada Vivian untuk memastikannya, meskipun ini bukanlah tugas utama, Tugas ini cukup berbahaya.


“Kenapa tidak, tapi dari mana aku harus mulai?” ucap Vivian, dia jadi berpikir kalau mungkin saja teman-temannya sudah tahu tentang ini tapi mereka tidak mau mengatakannya kepada Vivian.


“Sebaiknya kita pergi ke restoran untuk menemui mereka, mungkin saja kita akan. bertemu dengan pemilik Toko seberang.”


[Yasudah, Terserah tuan rumah saja...]


Setelah memutuskan, Vivian pun berangkat dengan Chihuahua di antar oleh Supir. Di tengah jalan Vivian merasakan sesuatu yang buruk karena Chihuahua terus saja merengek, [Ada apa denganmu?]


[Tuan Sesuatu mengikuti kita!!!] Chihuahua panik, mereka hanya bertiga dan tidak ada yang bisa diharapkan disini. Tiga mobil Hitam berusaha menyelip mereka dan menghalangi jalan mereka.

__ADS_1


Dor!!!


Dor!!!


Dor!!!


“Aaaaa!!!” Panik Vivian, sial dia tidak membawa senapan sekarang.


“Nona muda, jangan khawatir Pegang yang erat...” Supir mengetahui situasi sehingga dia dia menaikkan kecepatan mobil mereka.


Vivian mengambil ponselnya, kemudian menghubungi Kendra tapi sayang tidak ada jaringan, “Sialan!”


Crittt!!!!


Mobil Vivian berhenti, mereka terkepung. Dua mobil di belakang dan satu mobil di depan mobil mereka. Beberapa orang berpakaian hitam keluar dari Mobil dan menyodorkan Pistol kearah mobil mereka.


Dor!!!


Satu tembakan melewati kaca mobil depan hingga belakang, Jantung Vivian .berdetak kencang ketika Peluru lewat di sampingnya, “Huhuhu... Mati pun haruskah sekejam ini... Mama mau pulang!!”


Supir keluar dan mencoba untuk menghalangi orang-orang itu, dia memiliki sedikit kemampuan hanya saja tidak seimbang dalam jumlah, Sopir itu terkapar di atas jalan raya.


“Nona Ikut dengan kami...”


“Tidak! kalian siapa?”


“Identitas tidak penting, Bos kami ingin bertemu dengan anda,” Pria besar itu membuka pintu dengan kasar lalu menarik Vivian.


Chihuahua bersembunyi di dalam mobil dan melihat tuannya di bawa paksa oleh orang-orang itu; [Huhuhu... Ini salah Tuan karena menerima misi berbahaya itu....Apa yang harus aku lakukan? Tuan kau tidak akan mati sebelum Karakter Ken mati...]


__ADS_1


__ADS_2