
Pada suatu hari di sore hari yang cerah di akhir pekan, Vivian baru saja selesai belajar tentang bisnis restoran dengan ayahnya, Vivian tidak tahu harus melakukan apa setelah ini jadi dia memiliki rencana untuk mengajak kedua temannya, ikut bersamanya menjenguk Ibu Kesya.
Kondisi kesehatan Ibu Kesya terakhir kali sangat buruk dan sampai sekarang, Vivian belum mendapatkan informasi bahwa Ibu Kesya sudah sadar. Belakangan ini juga Vivian tidak menemukan Kesya di sekolah, teman kelasnya berkata bahwa Kesya mengambil izin untuk beberapa hari.
Vivian teringat dengan isi novel ini lagi, pada saat ini Kesya mengambil cuti hampir seminggu kedepan untuk mencari kerja paruh waktu, untuk membayar rumah sakit Ibunya.
Vivian menunggu kedatangan Mario dan Nila yang akan menjemputnya di rumah besar, Chihuahua juga dia ikutkan. Sangat sulit menjelankan misi jika mereka tidak bersama, seperti sebelum-sebelumnya.
Maka dari itu untuk pelaksanaan misi yang lancar, Vivian membuat kesepakatan dengan Chihuahua untuk menerobos Masuk kedalam lingkungan sekolahnya setiap kali jam istirahat berlangsung.
Chihuahua yang memang adalah sistem bisa mengetahui lokasi sekolah Vivian, beberapa hari ini dia sudah diam-diam ke sekolah dan menerobos masuk, dengan menghindar dari anjing penjaga sekolah.
Chihuahua ikut dengan Vivian ke rumah sakit, Di lehernya ada tali pengikat yang di pasang oleh Vivian agar seolah-olah masyarakat melihat, tidak ada yang aneh dengan anak anjing kecil lembut itu.
Ketika Chihuahua melihat mobil mereka, dia menggonggong. Mario dan Nila yang melihat hal itu berpikir bahwa Chihuahua sangat senang karena di ajak jalan-jalan, karena selain apartemen dan rumah besar, Chihuahua tidak pernah ke tempat lain.
“Apakah kau sudah menunggu lama, Vian?” Nila yang duduk di bagian depan bertanya, dan mengambil alih Chihuahua dari tangan Vivian setelah gadis itu masuk ke mobi.
“Tidak sama sekali, aku baru saja selesai dengan Ayah,” Vivian menjawab dan pandangannya tidak lepas dari pemandangan kota Silver.
Begitu ramai, ada banyak masyarakat yang berlalu-lalang. jika saja ini di dunia aslinya, Kota Silver sudah akan sepanas kota Makassar, tempat kelahirannya. Kota Silver ini paling banyak di dominasi oleh bangunan tinggi, dengan pekerja yang lebih di dominasi oleh para Beta.
Beta dapat bekerja dengan baik dan tidak akan terpengaruh oleh bau feromon, mereka tidak memiliki siklus panas yang akan mengganggu aktivitas mereka. Para Alpha lebih banyak menjadi pemimpin suatu bidang pekerjaan, sementara Omega mereka memiliki batas jam kerja sendiri atau paling tidak mereka hanya akan mengurus rumah mereka.
__ADS_1
Mario mengangguk lalu berpikir bahwa akhir pekan Vivian begitu padat, lalu dia bertanya; “Bagaimana pelatihan feromon mu?”
Mengingat seperti apa pengalamannya, Vivian tersenyum dan berkata; “Cukup baik, kali ini aku bisa bertahan selama 20 menit dan mengeluarkan Feromon, meski aku masih sedikit kesulitan untuk menekannya.”
“20 menit aku rasa cukup baik. Jika kau ingin menekan feromon mu, kau bisa menganggap feromon seperti tali yang dapat kau kendalikan sesuka hati.”
“Itu benar, kau juga bisa bertanya padaku tentang feromon. Atau kita bisa berlatih lebih lama, aku dapat membantumu dengan feromon istimewa ku,” tawar Nila.
Bukannya apa, Nila ingin membantu temannya juga dalam berlatih dengan feromon miliknya yang istimewa. Nila hanya perlu menggunakan sedikit tenaga untuk bisa menekan feromon lawan.
Setibanya mereka di rumah sakit, semuanya langsung menuju ke ruang rawat Ibu Kesya. Chihuahua jalan dengan rantai tali yang di pegang oleh Vivian. Sangat kebetulan ketika mereka berbelok, mereka bertemu dengan Kendra dan orang tua lanjut usia yang sudah di kenal oleh Vivian.
Melihat tatapan Tuan Tua Leonard, Vivian berkata pada kedua temannya; “Mario, Nila kalian Pergilah lebih dulu. Ada yang harus aku urus sebentar.”
“Apa kau yakin tidak perlu aku temani?” dengan ragu Mario bertanya.
Kemudian Mario dan Nila pergi lebih dulu. Vivian ikut duduk di dekat Tuan tua, Kendra berdiri dan memandangi keduanya. Ternyata Tuan tua ingin berterima kasih padanya, tentang nota pemberian Vivian.
Setelah giliran Tuan Tua yang akan di periksa sudah datang, Vivian pamit pada Tuan tua untuk pergi menyusul teman-temannya, tetapi ternyata Tuan Tua meminta Kendra juga ikut bersama dengan Vivian.
Sepanjang koridor, Kendra sesekali melirik ke Vivian dan mengingat note pemberian gadis ini. Note itu benar-benar sangat membantu, bagi kakeknya, karena pengaturan porsi makan yang sudah dia lakukan.
Sehingga Kendra berkata padanya; “Terima kasih untuk note pemberianmu tempo hari.”
__ADS_1
Vivian hanya mengangguk, dan terus berjalan. Senyumnya tidak lepas dari wajahnya, karena apa yang dia lakukan bisa memberikan manfaat bagi orang lain. Entah bagaimana melihat Vivian tersenyum, itu membuat perasaan Kendra juga sangat baik, sehingga dia juga tanpa sadar tersenyum tipis.
Kemudian senyum itu hilang, di ganti dengan keterkejutan Karena suara Chihuahua yang berkata; [Tuan Rumah, harap fokus pada misi Anda. Bagian penting untuk membangun hubungan antara tokoh utama akan segera dimulai.]
“Aku tahu, aku sudah mengerti apa yang harus aku lakukan.”
Vivian mengingat kembali tentang bagian plot ini, kondisi ibu Kesya akan menurun dan dokter menyarankan untuk melakukan operasi. Kesya dalam cerita akan langsung merasa drop, ketika mendengar kabar ini. Dia tidak memiliki uang untuk bisa melakukan Operasi.
Pertemuan Kedua dan Kendra di rumah sakit seharusnya membuat hati Kendra tergerak karena dia melihat Kesya sedang kesusahan, belum lagi dalam plot itu kondisi kesehatan kakeknya juga menurun.
Melihat kesedihan Kesya, itu membuat Kendra mengingat masa lalu, ketika dia kehilangan ibunya sehingga dia akhirnya memutuskan untuk membantu Kesya membayar biaya operasi dan rumah sakit ibunya.
Titik perkembangan hubungan mereka seharusnya bermula dari sini, keduanya saling mendampingi disaat-saat susah seperti ini. Dari sini Protagonis Pria akan mulai mengenal seperti apa protagonis wanita yang sebenarnya, begitu berbeda dari apa yang dia dengar dari Stella.
Ketika mereka tiba di ruang rawat Ibu Kesya, Vivian melihat Nila dan Mario duduk di sofa tunggu dalam ruangan. Sementara itu, Kendra mengedarkan pandangannya dan melihat Kesya menemani seorang wanita di bangsal rumah sakit.
Kemudian Kendra mendengar Vivian bertanya pada Kesya; “Bagaimana dengan kondisi Bibi? Apakah sudah ada kemajuan sejak pemeriksaan terkahir kali?”
Kesya tersenyum dan menggeleng lalu berkata; “Masih belum, tetapi untung saja karena mu Ibuku masih bisa mendapatkan pertolongan.”
“Kita adalah teman, tidak perlu mengatakan terima kasih. Yang terpenting adalah kondisi ibumu.”
Setelah berkata demikian, Vivian mengajak Mario dan Nila keluar dengan alasan ingin melakukan pemeriksaan kesehatan. Jadi mereka pergi dan meninggalkan Kendra bersama dengan Kesya.
__ADS_1
Benar saja, tidak lama setelah mereka pergi Vivian dan Chihuahua mendengar beberapa perawat berlarian dan dokter buru-buru masuk kedalam ruang rawat Ibu Kesya.
Chihuahua kegirangan, [ Tuan Rumah, selamat telah menyelesaikan plot awal untuk misi pasangan ini, poin di tambah +10. Total poin untuk sekarang 15.]