
Vivian merasa semakin linglung, setelah memikirkan banyak hal, jelas saja alur novel sudah sangat jauh dari alur aslinya tapi kenapa dia bisa berada di situasi seperti ini? Sebenarnya apa yang sudah di lakukan oleh ayahnya?
Meskipun Vivian sudah tinggal di dalam dunia ini selama setahun, dia masih dengan jelas mengingat alur novelnya. Seharusnya Alex tidak pernah memiliki masalah dengan orang lain, sehingga dia tidak harus terjebak di sini selama empat hari lamanya.
Sudah ada banyak hal yang Vivian rubah sehingga tidak mungkin nyawanya masih terancam. Sekalipun kesepakatannya, berada pada nyawa Kendra, Vivian seharusnya tidak ada dalam situasi ini sekarang. Ending cerita mengatakan Vivian mati diracun Stella.
Kenapa sekarang nyawanya terancam oleh Alex, siapa sebenarnya orang-orang di belakang Bibinya ini? Vivian merasa resah, dia masih mau hidup dan kembali ke dunia nyatanya , dan bertemu dengan Ibunya. Bagaimana bisa dia mati di dunia novel seperti ini?
Bagaimana bisa dia mati tidak elit dengan terikat di kursi dan mata tertutup seperti penyiksaan di kursi listrik saja. Belum lagi orang-orang yang datang kedalam ruangan selalu saja tidak baik.
.
Mereka memberikan makanan yang tidak enak dan juga rasanya sudah tidak baik. Setiap kali Vivian memakannya dia merasa akan muntah tapi jika dia lakukan itu, sesuatu pasti akan terjadi.
Perlakuan kasar dari seseorang...
“Bibi, kenapa kau melakukan semua ini?” Vivian mencoba untuk bertanya agar semuanya menjadi jelas.
“Hm, itu bukan urusanmu anak kecil.” Tania menatap Vivian yang bentuknya sudah tidak baik lagi.
“Bibi, kau harus berhenti...sebelum semuanya terlambat”Tenggorokannya sakit ketika dia berbicara, ini efek karena Vivian jarang minum. orang-orang hanya memberinya makan sekali dan minum sekali.
Dia bahkan sampai sekarang belum mandi...
“Kau tidak perlu menggurui aku, gadis kecil, sebaiknya kau nikmati saja napas terakhirmu...” Vivian merasakan kuku jari tajam menjalar di permukaan kulit wajahnya.
Vivian terdiam tidak bicara lagi, oh iya cukup aneh juga kenapa dalam kondisi seperti ini dia tidak bisa menggunakan Feromonnya, kenapa feromonnya hanya bekerja di saat-saat tertentu saja...
Padahal Vivian yakin, dia bisa menang dari Tania dan karena dirinya cukup peka dia tahu bahwa tidak ada omega lain dalam ruangan ini setelah Tania. Orang-orang yang membawa dirinya kesini adalah para Alpha dan beberapa dari mereka juga Beta.
“Aku hanya menasihatimu bibi... jangan sampai kau menyesal nantinya...” kata Vivian, kemudian dia mendengar suara langkah kaki yang mulai menjauh.
__ADS_1
Disusul pintu yang tertutup...
“Jaga anak itu...” Tania mengunci ruangan lalu melangkah menjauh setelah memberi perintah pada penjaga.
“Baik, nona....”
Tania menuju ke ruangan lain yang tidak jauh dari ruangan Vivian, dan masuk kedalam ruang tersebut. Ini adalah tempat tinggalnya sekarang, kamarnya. Didalamnya juga ada monitor dimana dia diam-diam memperhatikan Stella dari jauh.
Alisnya mengernyit ketika layar tidak menampilkan apa-apa, “Kemana dia pergi?”
Biasanya pada jam ini, Stella akan bersama dengan Leo. Dalam sehari, Tania bisa melihat bahwa hampir 24 jam, Leon akan bersama dengan Stella, Daerah restoran juga tampak sepi, Tania menyadari bahwa restoran tutup.
Iya mungkin saja karena pemiliknya sedang tidak berada di tempat sehingga Anak-anak itu sedang sibuk mencari keberadaan Vivian. Tania duduk di kasur, kemudian dia mendengar suara notifikasi email dari komputernya.
?!
Tania memeriksa email tersebut, itu adalah email tanpa nama, dia mengirim sebuah video singkat dan perintah untuk menontonnya. Tania, terkejut. Video itu menampilkan seorang gadis yang duduk dan di ikat tangan dan kakinya di kursi.
Tania merasa sakit mendengar tangisan itu...
Ketika gadis itu di paksa untuk mendongak, Tania melotot semakin terkejut. Tangannya terkepal, itu Stella Putrinya.
Tunggu dan lihat, jika terjadi sesuatu pada cucuku, aku tidak akan memberikanmu hidup enggan matipun takut...,” suara orang tua terdengar di telinga Tania.
“Huhuhu... aku tidak melakukan itu... kakek aku juga cucumu! bagaimana kau bisa lakukan ini padaku... hiks... ayah, aku putrimu... bagaimana kau...” Kali ini adalah suara serak putrinya yang memohon pada mereka
“Diam! Putriku tidak akan mengecewakan aku berulang kali! kau sama saja seperti ibumu... kalian berdua adalah serigala berbulu domba!" wajah Excel merah, tampak sangat marah.
Plak!
Tania melotot dan tangannya menutup mulutnya, “Kau...bagaimana bisa kau menyakiti putrimu sendiri, Excel...”
__ADS_1
Tangannya terkepal, dia tahu seperti apa Excel itu, dia sangat menyayangi putrinya. Dia tidak pernah main tangan dan juga marah pada Stella, dia hanya akan menasehati Stella jika Stella berbuat salah atau melakukan hal yang buruk.
Bagaimana bisa hari ini dia melihat Excel mengangkat tangannya pada Putri mereka? kali ini Stella terlihat memohon pada Alex, putrinya sudah menangis dan wajahnya sudah tidak baik
“Huhuhu...Paman, percaya padaku... aku tidak ada kaitannya dengan hilangnya Vivian...”
“Jangan sebut nama putriku, dengan mulut kotor mu itu! dan katakan dimana wanita iblis itu menyekap putriku!” Alex berteriak pada Stella, wajahnya sangat marah.
Sejak dulu, Alex sangat menyayangi Stella bahkan mungkin melebihi rasa sayang Alex pada Vivian setelah kematian Kania, dia juga sangat memanjakan Stella. kenapa sekarang dia juga ikut memarahi dan melukai Stella?
Kemudian tidak lama setelah itu, terdengar pintu ruangan di buka dengan kasar, laki-laki muda itu masuk dan mendekati mereka, Tania tahu itu adalah Varel yang sangat membenci Putrinya sejak dulu.
“Katakan, dimana kalian menyembunyikan adikku?” Varel meluapkan kemarahannya dan berteriak tepat di depan wajah Stella, tangannya mencengkram dagu Stella, sehingga gadis itu meringis.
“Masih tidak ingin menjawab?” Varel terlihat tidak memiliki kesabaran lagi. Pria muda itu benar-benar mengangkat tangannya pada Stella
Plak!
Stella pingsan dan Video berakhir dengan sebuah pesan singkat dia akhir Video; “Jika terjadi sesuatu pada Vivian, kau akan melihat mayat anakmu..” -Alisher
Prakk!!!
Bunyi barang-barang diatas meja yang berhamburan karena ulah Tania. Dia mengepalkan tangannya dan giginya mulai menggertak, dia berdiri dan keluar dari dalam kamarnya menuju ke ruangan dimana Vivian berada.
Brakk!!!
Para penjaga terkejut, Tania memberi mereka kode agar mereka keluar dan meninggalkan mereka berdua saja..Vivian sedang tertidur ketika dia merasakan dagunya di cengkram kuat oleh kuku jari yang panjang.
“Ini semua salahmu!, gadis sialan! kau penyebab putriku menderita! mati saja kau...”
Plak!!!
__ADS_1
Vivian merasakan tamparan yang keras di wajahnya, apa yang sedang terjadi?