Transmigrasi: Aku Jadi Alpha Wanita

Transmigrasi: Aku Jadi Alpha Wanita
Hari keempat: Kelas Omega


__ADS_3

Pada hari keempat, suasana tampak berbeda dilemahan.. Para pelajar tampak jauh lebih banyak gerak dari pada sebelumnya, Mereka mengangkat ransel mereka dan saling menumpulkan sesuai dengan Kelompok masing-masing.


Vivian yang baru saja bangun dari tidur paginya merasa agak linglung, mungkin karena mekarin dia terlalu banyak bekerja sehingga kepalanya sakit dan tubuhnya merasa malas untuk beranjak dari tempatnya. Ruang tenda yang luas dengan sela kain yang terbuka membawa masuk pasokan udara segar kedalamnya.


Disekitar tempat tidurnya sudah terlihat sendikit pelajar wanita yang bercampur antara kelas Alpha Vivian dan Kelas Beta Nila. beberapa dari mereka masih bersolek, dan beberapa dari mereka masih enggan untuk membuka matanya, untuk kembali ke kenyataan.


“Uh, aku merindukan kasurku...” Seorang gadis didalam tenda mulai merajuk pada temannya.


“Bersabarlah untuk sesaat, besok kita sudah akan kembali. Aku juga merindukan kamar mandiku,” sang teman membalas dengan merajuk juga.


”Hei, apakah kalian. erdua adalah omega? kalian sangat manja!” Seorang gadis yang lewat di tempat mereka, mulai mengejek.


“Hei, mentang-mentang kau Alpha jadi kau bisa berkata begitu pada kami?” gadis pertama yang merajuk tadi melorotkan matanya dan berkata dengan marah pada Gadis alpha dari kelas Vivian.


”Aku tidak bermaksud begitu, tapi hei ayolah, bahkan kelas omega jauh lebih bersemangat dari pada kalian.”


“Hah? apa yang baru saja kau katakan?”


“Aku bilang, kelas omega jauh lebih bersemangat dari pada kalian berdua, Lihatlah keluar para gadis Omega memutuskan untuk menyiapkan makan siang untuk kita semua.”


“Apa!!!”


Apa ini? Vivian tiba-tiba menjadi linglung, beeberapa hari kemarin para omega tidak pernah seantusian ini, mereka hanya mengerjakan pekerjaan yang ringan, tidak mengangkat barang yang berat, duduk manis sambil menunggu pekerjaan kasar selesai.


Hari ini, tiba-tiba perkemahan di hebohkan dengan kelas omega yang menguasai dapur dan kelas Alpha serta Beta yang diam memperhatikan mereka. Katanya pagi tadi sekitar pukul 06.00 pagi kelas omega sudah bangun dan langsung bekerja mencari kayu bakar, menyiapkan minuman susu jahe untuk semuanya dan sekarang mereka akan memasak untuk makan siang nanti.


Pada saat Vivian keluar dari tenda mereka, dia bertemu dengan Reza teman kelompoknya yang sedang mengangkat member air dan Kesya yang sedang membawa sekeranjang sayur yang sehat didapatkan dari mana.


“Apa yang terjadi? Ini kalian....”


“Kau sudah bangun?”

__ADS_1


“Hei, aku bertanya apa yang sedang terjadi disini? kenapa kelas kalian tiba-tiba...”


“Ceritanya panjang, Vi....”


Reza mulai menceritakan semua yang terjadi kemarin malam saat tenda lain sudah tertidur. Dua orang dari tenda omega wanita kembali dengan menangis, setelah pulang dari kamar kecil. Dua gadis omega itu merajuk hingga terdengar ke tenda omega laki-laki.


Usut punya usut, keduanya bertemu dengan beberapa gadis omega desa hijau, Omega kota telah di rendahkan oleh omega dari pedesaan, mereka berkata bahwa omega kota adalah anak kecil yang manja dan cengeng, mereka hanya bisa diam dan membiarkan temannya yang lain bekerja sendiri dan mendapatkan enaknya saja..


Mereka berkata bahwa Omega desa jauh lebih baik dari omega kota yang tidak pernah bekerja di dapur, mereka adalah bayi yang manja, paling pentingnya omega desa versebut berkata bahwa oemga desa adalah calon istri untuk alpha yang sempurna, sementara Omega kota adalah pasangan yang tidak cocok untuk Alpha kota yang sempurna.


Akhirnya pada pukul 12.00 tengah malam tadi kelas omega diam-diam melakukan rapat darurat selama dua jam lebih untuk mendapatkan jalan keluar yang tepat. Sehingga sesuai dengan keputusan akhir mereka, pada hari keempat ini kelas omega akan menguasai hari untuk menyiapkan makanan.


Mendengar apa yang di katakan oleh Reza, Vivian menyentuh kepalanya dan memijat pelipisnya. Memangnya apa yang membedakan omega dari desa dan omega kota selain penampilan mereka, omega tetaplah seorang omega, tidak akan ada yang berubah, sekalipun jika keduanya jungkir balik.


“,Lalu, apa yang akan kalian lakukan sekarang?” Vivian bertanya dan melihat kedua temannya ini.


Kesya kemudian berkata; “,Kami berdua. petugas untuk mencuci bahan makanan, sebenarnya bahan lain masih ada lagi disana.”


“,Heh, lalu dari mana kalian mendapatkan bahan makanan? Aku ingat sauran disini belum bisa panen.”


“Bukankah kita dilarang membawa ponsel?”


“,Benar, maka dari itu dia menggunakan telpon kepala desa untuk memanggil orang tuanya.”


Vivian mengangguk, benar aja menggunakan trik yang lucu. padahal penanggungjawab sudah berkata bahwa mereka harus mencari makan sendiri, tetapi kelas omega sepertinya tidak mendengarkan, semoga saja nilai kelompok tidak ada kaitannya dengan rencana kelas omega ini.


“Kaliann terlalu berani melanggar peraturan.”


"Kami omega juga ingin berguna, memang benar selama tiga hari kemarin, kelas kami tidak banyak berkontribusi.”


"Reza benar, Vi. Kalian para alpha dan Beta selalu lebih dulu mengambil pekerjaan, dan memberikan kami pekerjaan yang mudah.”

__ADS_1


"Uhm, itu karena kami tahu Sampai mana bsstdan untuk Omega, tubuh kalian tidak sekuat Alpha dan Beta, ini juga termasuk kau Reza, meskipun kau laki-laki tenagamu tidak sebanyak kelas Beta.”


"Kami tahu, naka dari itu kami membagi jadwal kerja, dengan begitu semua omega bisa bisa bekerja dengan baik.”


Uhuk!


Hal ini benar, dengan pembagian jam kerja para omega bisa memiliki jam istirahat yang cukup dan dapat banyak berkontribusi didalam kegiatan kemah ini. Diam-diam, Vivian menghela napasnya Karana agak khawatir.


Tubuh omega lebih lemah dari Beta, mereka bisa cepat sakit jika terlalu bekerja secara berlebihan, kelas omega ada sekitar 50-an lebih jika mereka semua sakit, puskesmas desa tidak akan bisa menampung semuanya.


“Baiklah kalau begitu, namun apabila kalian benar-benar lelah, jangan sungkan untuk mengatakannya pada kami.”


“Kakau begitu kami akan pergi dulu, yang lain sudah menunggu kami.”


“Pergilah,” Setelah berkata demikian, Vivian tersenyum. sebuah tangan kemudian menyentuh bahunya dan sebuah kepala bersandar di bahunya. Vivian mendengus pelan, karena pacarnya tidak tahu datang dari mana sudah berada di belakangnya saja.


“Apa yang kau lakukan disini? Ini tenda perempuan tahu.”


“Aku sedang mengawasi seekor kucing liar, apa yang baru saja kau bicarakan dengan Omega laki-laki tadi?”


“Huh? bukan hal yang penting, Ayo pergi yang lain pasti sudah menunggu kita.”


“Tidak, aku tidak akan membiarkanmu pergi, sebelum kau memberi aku jawaban!”


Peserta pariwisata semuanya sedang sibuk dan tidak ada seorangpun di dekat tenda Vivian, angin dingin di pedesaan membuat situasi di sana sedikit canggung untuk Vivian, belum lagi pacarnya sepertinya akan memasuki mode anjing gila.


Cup!


Vivian memberi bom pada delima merah Kendra, dan berkata; “Udah yah, aku tidak membicarakan hal yang penting kok.”


“Hei, yang tadi masih kurang! tentara kita seharusnya bertarung! Kucing liar....”

__ADS_1


“Tidak! aku masih belum mengakhiri hukuman mu.”


Sialan!


__ADS_2