Transmigrasi: Aku Jadi Alpha Wanita

Transmigrasi: Aku Jadi Alpha Wanita
Anna [Profesor Tua]


__ADS_3

Pada suatu pagi di tempat penelitian feromon, Nila bangun dari tidurnya. Sudah satu Minggu mereka berada disini, rencana awal Nila dan Mario ingin mengatakan semuanya pada Anna,. namun belum mendapatkan waktu yang tepat.


Seminggu ini Anna begitu sibuk di laboratorium, mereka memiliki percobaan yang masih harus melakukan penelitian lebih lanjut. Laporan tentang perubahan jenis feromon baru-baru ini membuat gempar mereka.


Laporan pemeriksaan milik Dean, yang mengganti feromonnya, mungkin karena dia bertarung dengan seorang seorang Alpha dominan yang berferomon kuat,n sehingga selaput feromon di belakang leher Dean rusak sehingga harus menghabiskan waktunya di ranjang rawat dalam waktu yang lama.


Nila keluar dari kamarnya lalu menuju ke kafetaria di gedung tersebut. Seharusnya hari ini adalah waktu mereka kembali, karena liburan seminggu mereka sudah habiskan di sini. Tahun ajaran baru untuk tahun ketiga mereka juga akan segera dimulai.


“Apa kau sudah memesan makanan?” seorang teman bertanya pada Nila.


“Aku baru saja melakukannya.”


“Oh, baiklah. Ngomong-ngomong apa yang terjadi padamu dan Mario? Kalian tampak sangat akrab.”


“Bukankah, sejak dulu kami sudah seperti itu?”


“Iya, tapi aku tidak tahu kenapa seminggu ini aku melihatnya sedikit agak berbeda.”


“Itu mungkin cuma perasaanmu saja.”


“Ah, aku tidak tahu. Aku pusing memikirkannya, tapi kalian berdua memang tidak mungkin bersama.”


Nila tahu, arah pembahasaan mereka ini, itu karena Nila Beta, sementara Mario adalah Alpha. Beta seharusnya bersama dengan Beta, dan Alpha seharusnya bersama omega. Tapi apa yang bisa dia lakukan ketika hatinya sendiri sudah memilih Mario, begitu lama dan baru mendapatkan balasan di tahun ini.


Jika saja kejadian satu Minggu lalu gak terjadi, mungkin saja Nila benar-benar sudah akan menyerah. Kejadian itu tidak terduga, apa lagi mengingat seperti apa pribadi Mario. Bocah itu sudah pasti tidak akan berniat melakukannya, jika memang Mario tidak memiliki perasaan pada Nila.


“Tapi, mereka memang bisa bersama kan? Mengingat Nila adalah Beta berferomon, jadi bisa di bilang Nila adalah setengah Beta, setengah Omega.”


“Dan kau lupa, Meskipun Mario adalah Alpha, tapi tubuhnya bekerja seperti seorang Beta.”

__ADS_1


“Itu benar, tapi aku dengar sudah acara untuk memperbaiki masalah Mario, kenapa dia belum melakukannya?”


“Terakhir kali, aku dengar dia masih mencari omega yang mau mengganti feromonnya. Dia bahkan menolak bantuan Nila yang mau melakukan penggantian feromon.”


“Itu karena dia sudah sadar diri, terlalu banyak menyusahkan Nila.”


“....”


Nila diam, baiklah biarkan teman-temannya itu mengatakan apapun sesuka hati mereka tentang dirinya dan Mario. Nila menghabiskan makannya, bertepatan dengan kedatangan Mario yang langsung memilih duduk di sampingnya.


Pandangan mereka tertuju pada Mario hanya untuk sekilas lalu kembali membahas topik yang berbeda karena yang sebelumnya mereka gosip kan sudah ada disini. Nila geleng-geleng kepala ketika melihat perubahan temannya.


“Apa yang kau lakukan disini?” tanya Nila.


“Aku mencari mu, kita harus bertemu dengan Anna, aku dengar mereka ada istirahat untuk 30 menit kedepan.”


“Kalau begitu ayo, sore nanti kita juga harus sudah kembali. Kita meninggalkan Vivi terlalu lama dengan Anjing gila itu.”


Nila pamit pada kedua temannya dan mengikuti Mario, ruang kerja Anna terletak sedikit jauh dari laboratorium penelitian, Sengaja di desain seperti itu agar menghindari Maslaah, kadang kala penelitian mereka akan menimbulkan ledakan saat salah mencampur bahan.


Nila dan Mario tiba di ruang kerja, mengetuk pintu terlebih dahulu lalu membukanya setelah mendapatkan persetujuan dari Anna. Kedua duduk di kursi dan saling berhadapan dengan Anna.


Anna memerhatikan keduanya dan meninggi keduanya untuk kembali berbicara, Memang karena kesibukan kerjanya, Anna mengundur waktu hingga mendapatkan jam istirahat, untuk menjadi kesempatan kedua remaja asuhannya ini.


Anna bertanya; “Jadi, apa yang ingin kalian katakan padaku?”


Nila dan Mario saling melirik, sehingga Nila mengangguk, kemudian Mario membuka suara; “Ada yang ingin kami sampaikan padamu, sebenarnya kami sudah bersama.”


“Kalian...bersama? Tapi kalian Alpha dan Beta, aku belum pernah menemui pasangan seperti kalian... ini...”

__ADS_1


“Kami juga tidak tahu ini akan terjadi, perasaan kami hadir sendiri...”


“Aduh, aku takutnya dengan apa yang akan kalian hadapi ke depannya. Jika kalian bertahan hingga pernikahan, aturan negara dan juga...”


Krekk!


Pintu dibuka oleh seorang Beta berusia tua, Anna mendengus tidak suka ketika profesor tua itu masuk kedalam ruangannya tanpa permisi, belum lagi Nila dan Mario ada disini. Tidak baik jika mereka bertemu, dengan ilmuan gila seperti pria tua ini.


Pria tua ini dijuluki sebagai ilmuan gila karena dia suka meneliti sesuatu di luar nalar aturan negara. Nila dan Mario sebenarnya sudah lama di incar oleh Profesor tua ini, Anna tidak mau menjadikan kedua anak asuhnya sebagai bagian dari penelitian gila si profesor.


Tapi hari itu juga akan datang, Anna memijat kepalanya yang sedikit sakit karena berpikir, lalu berkata; “Ada apa guru datang kemarin?”


“Aku tidak sengaja lewat dan mendengar sesuatu yang menarik disini...” profesor tua melirik Nila dan Mario secara bergantian.


“...Jika kalian berdua ingin tetap bersama, aku bisa membantu kalian untuk terbebas dari aturan hukum, tapi ada syaratnya.”


Mario dan Nila mengernyit bingung melihat kakek tua, berusia sama dengan kakek Kendra. Nila bertanya karena penasaran; “Katakan apa syaratnya?”


“Mudah, kalian hanya ikut serta dalam penelitian ku, hidup bersama, laporkan perkembangan tubuh kalian setiap bulan, sampai kalian menikah, aku penasaran jenis apa yang akan di hasilkan oleh campuran Alpha dan Beta seperti kalian berdua.”


Nila, Mario dan Anna, “...!!!”


Terdengar gampang, tapi sayang Anna merasa bahwa semuanya akan menjadi rumit, apa lagi jika sudah berkaitan dengan profesor tua ini. Anna tidak bisa melajukan banyak hal pada Profesor ini, sebelum dia mendapatkan pusat penelitian feromon ini dari ayahnya, profesor tua ini sudah lebih dulu ada didalam.


Lebih jelasnya dia adalah teman seperjuangan Tuan tua Alisher, sejak muda memang sudah sangat suka meneliti, Ide untuk membangun pusat penelitian feromon ini sendiri adalah karena anjuran si profesor tua, katanya agar dia bisa memliki tempat pribadi untuk dirinya sendiri.


Pada mulanya profesor tua tersebut terkenal dengan kejeniusannya, dia menciptakan stiker penghambat feromon yang lebih muda di gunakan dari pada menggunakan suntikan. Semakin bertambahnya usia, profesor ini mulai menjauhkan dirinya dari dunia luar dan hanya berada di sekitar gedung pusat penelitian dan laboratorium pribadinya yang letaknya ada di gedung berbeda.


Mata Anna memicing tajam pada profesor tua, lalu berkata; “Kau tidak akan membuat anak asuhku sampai terluka seperti beberapa orang sebelumnya kan?

__ADS_1


“Hei, kali ini metodenya lebih gampang, tidak menggunakan suntikan dan alat setrum.”


Nila dan Mario; ”!!!”


__ADS_2