Transmigrasi: Aku Jadi Alpha Wanita

Transmigrasi: Aku Jadi Alpha Wanita
PLOT 3 [Tamparan Antagonis]


__ADS_3

Dalam buku aslinya di katakan bahwa Kendra menemani Kesya ke rumah sakit karena kondisi kesehatan Ibunya yang memburuk setelah melakukan operasi. Kesya selalu menemani ibunya setelah kelas selesai, terkadang jika ada waktu Kendra akan menemani Kesya.


Semua waktu Kendra habiskan bersama dengan Kesya, pada saat itu kondisi kesehatan Tuan tua Leonard juga memburuk dan dirawat di rumah sakit, yang ruangannya berada tepat di depan ruang kamar inap Ibu Kesya.


Keduanya saling menguatkan, selama ini Kendra hanya tinggal dengan kakeknya, ayah dan adik perempuannya tinggal di luar negeri, dan hanya akan pulang ketika masa libur tiba, atau ketika kondisi kesehatan Tuan tua memburuk seperti di dalam novelnya.


Dikatakan bahwa Tuan tua memiliki riwayat sakit jantung, dan beberapa kompilasi di lambungnya. Ketika Kendra down, Kesya menemaninya dan menguatkannya selagi keluarganya belum datang.


Omega berferomon vanila itu dengan berani membawa Kendra kedalam pelukannya, membiarkan Alpha Dominan ini mengirup aroma manis dari tubuhnya, yang bisa menenangkan Kendra.


Dalam buku, Kendra berkata pada Kesya sambil memeluknya; “Jangan pergi, jangan tinggalkan aku.”


Kesya tidak membalas dan hanya mengusap kepala Kendra, kemudian tersenyum dengan lembut sambil menutup matanya dan berkata dalam hatinya aku tidak akan pergi.


Dari pelukan Kesya, Kendra merasakan perasaan yang hangat dan nyaman sama seperti pelukan mendiang Ibunya. Kemudian Kendra berencana untuk mengikat Kesya di sisinya melalui tanda permanen yang biasanya Alpha akan letakkan di belakang leher Omega, dengan menggunakan gigitan.


Didalam cerita aslinya, niat Kendra ini di ketahui oleh Stella, ternyata Stella diam-diam menempatkan beberapa orang di rumah sakit untuk mengawasi Kesya. Stella tahu jika Kesya juga sering mengunjungi kamar Tuan Tua, dan menjaganya.


Stella meminta seseorang untuk menyamar menjadi suster perawat, lalu masuk ke dalam ruang tuan tua seolah-olah akan memeriksa. Kesya tidak menaruh curiga, jadi dia membiarkan perawat itu masuk dan melakukan tugasnya.


Ternyata perawat itu melakukan sesuatu pada Tuan Tua sehingga membuat kesehatan Tuan tua semakin buruk dan dokter tidak dapat menyelamatkan nyawa  Tuan tua lagi. Kabar ini di ketahui oleh Kendra, sehingga dia dengan terburu-buru pergi ke rumah sakit.


Ketika Kendra tiba di rumah sakit dia mendengar suara Stella berteriak, menangis sejadi-jadinya, dan berkata dengan tersedu-sedu; “Kakek... Apa yang sudah kau lakukan pada kakek Leo...Hiks... Kakek tidak mungkin pergi...”


Wajahnya banjir air mata, kemudian dia menjatuhkan dirinya di lantai dan melukai jidatnya sendiri, dari mata Kendra dia melihat itu seperti Kesya dengan sengaja mendorong Stella.


Sehingga Kendra berteriak dari ujung koridor; “Apa yang sudah kau lakukan! Apakah selama ini kau memiliki tujuan tersembunyi! Kau mendekati aku demi keuntungan mu sendiri! Jawab, sialan!”


“Aku...Aku tidak, dia...” Kesya ingin menjelaskan semuanya, akan tetapi Stella menghalangi dia dengan tidak sadarkan diri. Orang-orang di koridor menonton kejadian itu dan mulai memojokkan Kesya.

__ADS_1


Kendra menggertakkan giginya, suasana hatinya sedang dirundung duka tetapi dia justru menemukan kejadian seperti ini setelah dia tiba. Kemudian Kendra mengangkat Stella, dan melihat wajah Stella sangat pucat.


Sebelum meninggalkan koridor itu, Kendra melirik Kesya dengan tatapan tajam; “Aku sangat kecewa...”


Kesya sontak duduk di lantai, dia memeluk lututnya dan menangis, berpikir bahwa dunia seperti tidak pernah ingin melihatnya bahagia, dunia seperti ingin membiarkan dia hanya merasakan kesakitan, tidak ada yang percaya padanya.


Tidak ada yang menginginkannya, tidak ada yang mencintai dia.


Setelah hari itu Kesya tidak pernah bertemu lagi dengan Kendra, setelah upacara pemakaman Tuan Tua Leonard, Kendra menarik semua bantuan pengobatan untuk Ibu Kesya, sehingga ini berefek pada kondisi tubuh Ibunya. 


Vivian menggelengkan kepalanya ketika dia selesai mengingat plot kejam yang terjadi di rumah sakit. Sekarang kondisinya sudah berubah, Tuan Tua memiliki kesehatan yang baik karena catatan kecil yang pernah di berikan oleh Vivian.


Inilah alasan, dibalik pemberian Tupperware pada malam itu, Vivian mengantisipasi untuk menghindari titik buruk dalam plot cerita, dan sepertinya dia memang berhasil.


Chihuahua berkata; [Tuan rumah, selamatkan protagonis.]


Vivian memperhatikan ruang rawat inap Ibu Kesya, seharusnya pada saat ini Dokter sedang mengatakan tentang kondisi tubuh ibunya yang tidak memiliki perkembangan apapun.


Setelah dokter pergi, Kesya dan Kendra kemudian keluar dari ruang rawat, dan Kesya akhirnya menangis karena tidak dapat menahannya lagi. Kendra merasa Omega ini perlu di hibur, sehingga dia membawa Kesya ke dalam pelukannya.


Kejadian ini di perhatikan oleh Liam dan Stella. Tetapi berbeda dengan Stella, Liam merasa bahwa Kendra hanya ingin menenangkan Kesya, sehingga dia memeluk tidak ada maksud lain.


Kendra berkata pada Kesya; “Tenanglah, Bibi pasti akan baik-baik saja. Duduklah dulu, kau butuh minum. Aku akan segera kembali.”


Kesya hanya mengangguk dan menunggu Kendra kembali. Dia kemudian menundukkan kepalanya, dan memikirkan perkataan dokter lagi. Ibunya tidak tahu kapan akan sadar.


Setelah itu, Kesya merasakan seseorang berdiri di depannya. Kemudian dia terkejut karena melihat orang itu adalah Stella, wajahnya tampak merah karena marah, tatapan matanya tajam dan tangannya dia kepalkan sekuat mungkin.


“Kapan...Sejak kapan kau berhasil menggoda Ken? Jimat apa yang sudah kau berikan padanya, sehingga dia mengabaikan aku!” Stella berkata dengan suara yang agak keras.

__ADS_1


Kemudian dia menarik pergelangan tangan Kesya, omega yang tarik itu menahan sakit karena kuku jari Stella yang panjang, kemudian dia mencoba untuk berbicara; “Aku...aku tidak...”


“Aku melihatnya! Dia memelukmu! Dia melakukan seperti apa yang pernah dia lakukan padaku!”


“Tidak...Kami itu...”


BUG!


Kesya merasakan punggungnya sakit karena mengenai dinding. Dia kemudian meringis, Liam ingin menghampiri Kesya namun langkahnya di tahan oleh Mario; “Jangan ke sana, biarkan Vivian yang mengurusnya.”


Vivian kerjakan mendekati kedua Omega itu, Chihuahua mengikuti dia dari belakang. Tampak dari jauh, dia melihat tangan antagonis sudah terangkat hendak memberikan tamparan pada Kesya.


PLAK!


Mata Chihuahua membulat sempurna, baru saja dia melihat tuan rumahnya seperti kilat berlari mendekat ke tempat kejadian dan langsung mendorong protagonis sehingga si protagonis jatuh duduk di kursi.


Kesya melihat kejadian itu dengan terkejut, masih belum bisa merespon. Sama halnya dengan Stella, tamparan tadi dia menggunakan cukup banyak tenaga. Kemudian dia melihat wajah Vivian yang sudah merah membengkak, dia lalu berpikir mengapa Vivian ada disini? Apakah dia di ikuti?


“Apa yang sudah terjadi disini!” Suara Kendra membuat ketiga gadis itu menoleh padanya, kemudian Kendra melihat pipi Vivian yang merah, bekas tamparan.


Jantung Kendra mulai berkoar-koar, seperti seorang Alpha yang baru saja melihat Omeganya di gertak. Tetapi, hei ingatlah bahwa gadis itu adalah seorang Alpha wanita, mereka tidak akan muda merasakan sakit hanya karena sebuah tamparan dari seorang Omega yang sayangnya Dominan.


...•••...


...Jadi mengapa Kendra tampak marah? Tentu saja karena plot hubungan mereka perlahan sudah mulai terbentuk. Protagonis pria sudah mulai merasakan ada bumbu manis setalah dipusingkan oleh bau feromon protagonis wanita....


...Terima kasih sudah mampir di cerita saya. Semoga selalu sehat dan jangan sungkan untuk meninggalkan dukungan....


...Silahkan pula berkoar-koar di kolom komentar, lapak ini terbuka....

__ADS_1


__ADS_2