Transmigrasi: Aku Jadi Alpha Wanita

Transmigrasi: Aku Jadi Alpha Wanita
Vivian [Antar mereka pulang]


__ADS_3

Vivian membiarkan teman-temannya berada di apartemen hingga sore menjelang, mereka banyak menonton film setelah menyelesaikan pekerjaan mereka. Meskipun kualitas filmnya menurut Vivian masih kurang baik, dia hanya ikutan. nonton doang ambil mengelus Chihuahua. Waktunya terasa cepat sekali berlalu hari ini, Vivian bahkan tidak akan sadar kalau ternyata sudah pukul 16.00 sore, kalau Kesya tidak angkat bicara.


"Udah sore, Aku pulang yah. Ibu pasti udah nungguin," Kesya bicara setelah dia selesai membereskan tasnya dan cek jam di dinding apartemen.


Nila sedikit kaget, memang benar sekarang sudah sore dan jam sekolah sudah sejak tadi berkahir, dia berkata; “Astaga, sampai lupa. Minta Mario aja buat anterin kamu Key."


"Gak apa, aku bisa pulang sendiri kok.”


“Gak bisa, kamu harus di anterin. Gimana kalau bareng Ken aja?” Vivian senyum ke Kesya, dia coba nyeri kesempatan buat deketin mereka berdua, walaupun dia tahu disana juga ada Liam.


“Apasih, Vi? aku belum mau balik loh,” Kendra balik natap ke Vivian, dia masih mau berlama-lama disini kalau bisa sampai nginap.


“Anterin gih, Kesya sendiri loh,” Vivian mengabaikan ucapan Kendra dan Labuang berkata seperti memerintah.


Kendra tidak mau kalah sehingga dai berkata, “Bareng Liam aja sana.”


Si Liam yang diam adem duduk samping Mario saling tatap, lalu menghela napas, dan berkata; “Sekalian aja, aku gak bawa kendaraan.”


"Nyusahin aja sih,” Kendra kesal, bagaimana tidak dia sudah berencana buat di apartemen Vivian agak lama, tapi semuanya hancur karena dia di minta buat nganterin dua manusia berbeda gender ini.


“Anterin sana, kok masih diam?” Vivian natap Kendra sambil lanjut teriak dalam hatinya nyuruh Kendra segera pergi dan nganterin Kesya.


Pokoknya ini harus berhasil dah, orientasi kedua Kendra harus normal lagi. Dia harus ngejar Omega, bukannya ngejar Alpha. Kan degan begitu tugas Vivian bisa cepat kelar, dan bisa cepat kembali ke rumah.


Kasihan kan, dirinya juga merindukan sang Ibu. pasti di dunia aslinya Ibunya sudah kelelahan karena dia gak ada dan super bingung karena ada aja yang datang dengan baik hari bantuin dia renovasi warung makan dan hadiah-hadiah lain yang tiba-tiba muncul di depan rumahnya.


“Sana pergi, hush...hush...” Vivian ngusir Kendra, dan buat pemuda itu makin kesal saja. Kenapa harus dirinya sih? Kendra bahkan sampai berpikir bahwa Vivian pasti memiliki rencana lain lagi.


Tunggu aja sampai belakang leher milikmu terdapat tanda dariku, kau sudah tidak akan bisa melawan lagi, setelah berpikir seperti itu Kendra dengan sabar menghela napasnya dan mencoba mengerti.


Vivian masih muda, Vivian baru masuk usia dewasa kemaren. Sabar kan hati Kendra yang tampan ini yah nenek moyang.Buat Kendra supaya bisa terus mengendalikan diri dengan baik, ingat sasarannya adalah Alpha wanita.


“Yaudah yuk, Rumah kalian dimana?” Kendra jalan keluar sambil mainin kunci mobilnya.

__ADS_1


“Anterin Kesya dulu, ntar terakhir aku,” Liam jalan tepat di samping Kendra.


“Serah deh.”


Kesya jalan agak jauh dari dua Alpha tersebut, satu dominan dan satu lagi Alpha biasa. Kepalanya dia tundukkan, sehingga tidak sengaja nabrak punggung salah satunya, yang tiba-tiba berhenti karena nungguin pintu lift terbuka.


Kendra menghela napasnya ketika menyadari bahwa cara jalan Kesya masih belum benar, jadi dia berkata; “Key, jalan bisa tegak gak? kalau nunduk terus bisa celaka tahu.”


“Maaf...”


“Udahlah, Dra. Kau harus bersikap lembut dengan Omega, mereka rapuh. Key, Kamu jalan samping aku aja. Jangan dekat sama dia.”


“Baik...”


Setelah tiba di parkiran Ketiganya masuk mobil, Liam lebih dulu ngacir depan sementara Kesya duduk di kursi belakang. Kendra yang ngelihat Liam kek gitu sampai geleng-geleng kepalanya, kelihatan banget kalau Liam punya rasa sama Kesya.


“Tenang aja, gak akan aku ambil kok.”


“Maksudnya?”


Liam diam, matanya diam-diam melirik Kesya yang duduk di belakang. Kesya tidak mengerti arah pembicaraan keduanya, jadi dia memilih untuk memandang ke luar jendela saja.


Setelah mengantar Kesya ke alamat tujuannya, sekarang giliran Liam. Mobil Kendra langsung melaju, dan kondisi didalam mobil menjadi hening, tidak ada yang membuka percakapan cukup lama.


Liam menghela napasnya dan bertanya tiba-tiba, “Kau mengalami Kondisi istimewa kan?”


“Kelihatan yah?”


“Sangat, apa lagi tindakanmu pada Vivi. Gadis itu juga pasti sudah mulai menyadarinya.”


“Aku rasa tidak, dia masih belum memikirkan tentang ingin bersama dengan siapa.”


“Ya, usianya memang masih muda. tapi itu tidak menutup kemungkinan untuk dirinya mulai merasakan keanehan pada dirimu.”

__ADS_1


“Kau berpikir begitu?”


“Tentu saja, gadis itu mungkin mencoba untuk tetap percaya pada aturan, alpha seharusnya bersama omega."


Kendra menghela napas dan memperlambat laju mobilnya. Memang sih, tapi memaksakan kehendaknya itu bukanlah sifat ,Kendra. Baginya Vivian itu selain kucing liar yang sulit di tangkap, dia juga.seoerti kucing kecil yang lugu.


Kendra tidak tega untuk memaksa gadis itu, selain karena Vivian adalah mantan Omega yang sekarang sudah menjadi pihak pemberi tanda, ada masalah kakeknya dan juga hubungan keluarganya dengan si tua Alisher yang tidak ada ujungnya.


Kendra tahu bahwa kedua kakek tua itulah rival sejak muda, tapi tidak seharusnya hubungan buruk mereka terus berlanjut sampai anak cucu. Kendra tidak bisa terlalu percaya itu, apa lagi tentang cerita keluarganya.


Untuk mendapatkan penerus Alpha mereka harus menikah dengan omega, lihat saja keluarga Alisher memiliki alpha setiap generasi Aleena mereka menikah dengan Alpha, yang memiliki gen Alpha biasa.


Spekulasi Kendra sih mungkin aja kakeknya pernah naksir dengan alpha tetapi alpha tersebut justru memilih untuk menikah dengan rivalnya, jadinya si kakek dendam setengah mati pada Alpha dan tidak ingin menerima alpha sebagai calon cucu menantu.


”Heh, berhenti woi!! kalau mau mati jangan ajak, gak ada orang nyetir sambil ngayal.”


BRUK!!!


“Sorry... gak nabrak orang kan?”


“Kagak, cepat deh. rumah ku depan, nanti belok kanan terus lurus ke kiri.”


“Yodah, kau turun sini aja. Ntar tinggal jalan kaki aja dikit. mau balik aku, pusing nih.”


“Sialan kau! kalau gak tulus bilang dari tadi, Jan kek gini nurunin orang di tengah jalan.”


“Diam deh, kek cewek aja kau.”


“Kendra sialan!!”


Dengan mengomel Liam turun dari mobil Kendra, setelah mobilnya pergi Liam menyumpahi Kendra pakai sumpah serapah yang gak jelas. Ya tahu, dia bukan cewek tapi kan tetap saja diturunin tengah jalan kan bikin malu. Lihat saja orang-orang disekitar menatap dia dan bisik-bisik. Si Kendra memang sialan.


a

__ADS_1


,


__ADS_2