
Vivian tercengang pandangan matanya tidak lepas dari dua pemuda yang sejak tadi saling menatap satu sama lain. Yang satu dengan pandangan marah, dan yang satu dengan pandangan bingung. Vivian memijat pelipisnya, apakah mereka saling mengenal di masa lalu? Bisa saja sebelumnya Kendra memiliki konflik dengan Beta satu ini kan, setidaknya itu pikiran Vivian saat ini.
Vivian meraih Chihuahua dan bertanya padanya; “Apa kau tahu karakter yang satu ini?”
Chihuahua dengan santai berkata; [Tuan Rumah, dia kakak sepupu anda, Farel Ozora.]
“Kenapa kau tidak bilang dari tadi?”
[Tuan, Anda tidak bertanya padaku. Lagi pula aku tidak suka protagonis jelek itu, jadi biarkan saja.]
“Biarkan bagaimana? Dia akan melukai kakakku!”
Astaga, demi celana kotak Spongebob bagaimana kedua orang ini bisa tenang? Farel baru saja kembali dan dia tiba-tiba mendapat masalah karena Kendra. Tetapi untuk apa Kendra marah?
Alpha dominan itu tidak mungkin sedang minum cuka kan? Vivian mendekati mereka dan berkata; “Hentikan kalian berdua, mengapa mencari keributan di malam hari?”
“Aku tidak akan mencari keributan, jika dia tidak memulainya,” Kendra berbicara sambil menunjuk Farel.
Yang di tunjuk mendengus dan berkata; “Kapan aku memulainya?”
“Jelas-jelas kau mencium Vivian tadi, apa kau seekor anjing?”
“Memangnya apa yang salah dengan mencium adik sendiri?” Farel melihatnya lalu mendengus tidak suka, dia baru saja tiba di kota ini dan sudah terjerat masalah, memang siapa pemuda ini? Berani sekali dia.
Kendra mendengarnya dan dia langsung membuang mukanya pada Vivian, dan bertanya; “Mengapa kau tidak bilang dia kakakmu?”
“Memangnya kau memberi aku kesempatan untuk bicara? Lalu mengapa kau marah tadi?”
“Aku marah, heh?”
__ADS_1
Benarkah? Lanjut Kendra membatin, Apakah perilakunya sangat terlihat? Kendra mebgerutkan keningnya dan melihat pada Vivian, masih menunggu jawabannya.
“Aku pikir dia ingin berbuat buruk padamu.”
“Heh, berbuat buruk yah?” Vivian melirik Farel dan memperhatikan bahwa tampilan wajah yang di miliki oleh kakak sepupu pemilik tubuh asli, tampak familiar, seperti pernah Vivian lihat di suatu tempat di dunia aslinya.
Lalu dia menggeleng ketika dia sepertinya sudah lupa. Farel Ozora adalah putra bibi Anna, dia seorang Beta dan sekarang sedang menempuh pendidikan di luar kota.
Kebetulan dia sudah menyelesaikan ujian semesternya jadi dia memilih untuk pulang kampung, tepat di hari ulang tahun Vivian.
Dalam buku Farel tidak banyak di sebutkan, karena dia sendiri hanyalah pemeran pendukung, Dia hanya muncul pada saat pemakaman pemilik tubuh asli.
Vivian mendengar Farel berkata; “Siapa Alpha ini? Dari keluarga mana dia berasal?”
“Kakak, dia teman kelas ku Kendra, Dia cucu Tuan tua Leonard”
“Oh, bukankah kau adalah kekasih kecil adikku Stella? Mengapa kau bisa berdansa dengan adikku yang lain?”
Ya, itu benar. Tidak ada aturan tetapi mengapa harus pada saat ulang tahun kedewasaan Vivian? Meskipun di masa lalu Farel jarang bermain ke rumah utama, dia tahu bagaimana keakraban Keuda adiknya.
Stella di manja, dan dia mendominasi. Sementara Vivian pada saat itu masih seorang Omega Lemah, Beberapa kali ketika dia berkunjung, Farel jarang bertemu dengan Vivian, Stella selalu mengatakan bahwa Vivian sedang tidur di kamarnya, dan tidak ingin di ganggu.
Jika Farel kebetulan bertemu dengan Vivian, gadis itu akan selalu memilih untuk menghindar dan pernah sekali dia menemukan luka lebam di peregangan tangan dan kaki Vivian.
Setiap kali Farel bertanya, “Ada apa dengan tangan dan kakimu?”
Maka Vivian akan selalu menjawab, “Aku tidak apa kak, aku tidak sengaja terjatuh tadi.”
Atau dia akan berkata, “Aku tidak sengaja menabrak kursi, Aku tidak sengaja terbentur atau aku tidak berhati-hati.”
__ADS_1
Mendapatkan jawaban yang sama setiap saat, itu membuat Farel curiga hingga suatu hari di masa lalu, Farel melihat dengan matanya sendiri bahwa Vivian ditargetkan oleh Stella.
Kedua pamannya serta kakek mereka jarang berada di rumah, sehingga hanya menyisakan Bibinya, kedua adiknya dan beberapa pelayan. Para pelayan tidak ada yang berani menghentikan Stella, Bibinya selalu membiarkan tindakan anaknya.
Farel mendengus dan berkata pada Kendra; “Akan lebih baik jika kau mengajak seorang Omega, setidaknya itu lebih baik akal di mata masyarakat. Kecuali jika Vivian yang pertama kali mengajakmu berdansa.”
Siapa yang ingin mengajak dia berdansa, kak? Tadi jika bukan karena nama keluarga aku pasti akan menolaknya, Vivian melirik Farel lalu dia merasakan tangannya di tarik oleh kalanya.
Kembali ke sisi sang Kakak, Vivian menemukan wajah Kendra berubah menjadi jelek. Kemudian Vivian mendengar Farel berkata lagi; “Ayo, sekarang temani kakak.”
Vivian bisa melihat bahwa kakak laki-laki pemilik tubuh asli begitu peduli padanya, jadi Vivian tersenyum dan mengangguk sebagai jawaban. Kendra mulai merasa terabaikan, sehingga dia mendengus karena merasa tiba-tiba malas.
Mario dan Liam mendekatinya dan menepuk pundaknya, kemudian Mario berkata lebih dulu; “Yang di katakan dia memang benar, kau tidak seharusnya mengajak Vivian berdansa.”
“Itu benar, sekarang kau menambahkan Vivian ke dalam list daftar hitam milik stella.”
Kendra mengernyit lalu dia bertanya; “Hei, apa maksud kalian dengan Itu?”
“Apa pengalaman hidupmu masih kurang? Stella sering menargetkan Kesya karena dia merasa Kesya menyukai mu. Sekarang kau seperti dekat dengan Vivian, dia pasti akan mengira jika kau menyukai Alpha.”
“Stella tidak mungkin melakukan itu pada saudaranya sendiri.”
Liam, menghela napas dan menatanya; “Apa kau lupa dengan kejadian di rumah sakit? Meksipun saat itu Vivian yang berinisiatif untuk menolong Kesya, lalu kejadian gelas tadi. Apa kau berpikir isi gelas itu hanya minuman biasa?”
Tidak ada jawaban, Kendra hanya menatap ke arah Vivian yang sedang tertawa bersama dengan kakak laki-lakinya, wajah gadis itu sangat bahagia. Kendra tidak bisa membayangkan jika hal buruk terjadi pada Vivian, tetapi apa itu mungkin seperti yang selalu di katakan oleh Liam padanya.
Bagaimana bisa Kendra yang tumbuh bersama dengan Stella, tidak mengetahui apapun tentang warna aslinya, sementara orang yang selama ini dia anggap sebagai tukang onar bisa mengetahui lebih baik darinya?
Mario berkata pada Kendra sebelum dia kembali berkumpul dengan Nila dan lainnya; “Kau tidak harus menggunakan matamu untuk mempercayai apapun, terkadang apa yang di lihat oleh mata belum tentu adalah kebenaran.”
__ADS_1
Setelah berbicara, Mario pergi dan ikut bergabung dengan Nila dan Vivian. Ini pertama kalinya Mario dan Nila bertemu dengan Farel, jadi Vivian memperkenalkan kedua temannya. Farel tampak terkejut ketika mengetahui kondisi istimewa yang di miliki oleh Nila.