Transmigrasi: Aku Jadi Alpha Wanita

Transmigrasi: Aku Jadi Alpha Wanita
Rumah Alisher


__ADS_3

Tuan tua duduk di taman belakang rumah utama, dekat dengan kolam ikan koi milik mendiang sang Istri. Hari sudah sore, dan seharusnya cucu Alpha-nya sudah sampai di rumah sejak tadi. Akhir pekan memang hari yang menyibukkan untuk Vivian, dia mulai mengurus restorannya lagi.


Sekarang adalah pukul tiga sore, Tuan tua memperhatikan sepasang ikan koi yang berenang-renang, corak yang mereka miliki hampir sama, keduanya jantan dan betina, mungkin mereka berasal dari induk yang sama, tetapi di besarkan di tempat yang berbeda.


Melihat mereka membuat Tuan tua meningkat mendiang sang istri, Awal perkenalan mereka itu cukup canggung apa lagi Tuan tua awalnya menyukai seorang omega, tapi sayang jodohnya bukan seorang Omega.


Tidak menyesal juga, pada saat dia muda tuan tua pernah berpikir bahwa rumah tangga mereka akan buruk, karena Nenek Vivian yang sering mengganggu nenek Kendra. Tuan tua berpikir nenek Vivian adalah sosok yang posesif dan akan suka mengaturnya.


Ternyata Tuan tua salah menilai, setelah menikah nenek Vivian menjalankan kewajibannya dengan baik, dan dia juga pandai memasak. Oleh karena itu, saat tuan tua berangkat kerja, dia pasti akan pulang tepat waktu untuk makan bersama.


Pada saat Excelo lahir, keduanya sangat bahagia, orang yang paling bahagia adalah orang tua tuan tua, mereka memamerkan Excelo di depan wartawan, hal ini berlanjut sampai kelahiran Alexis juga.


Mungkin karena gen mereka bagus sehingga tidak mengecewakan keluarga, Karena Anna adalah anak perempuan satu-satunya, dia ikut di manja oleh orang tua Tuan tua. sepanjang waktu berjalan, Tuan tua semakin yakin dengan pernikahan antar Alpha.


Mungkin ketika memasuki era putra putrinya Zaman sudah lebih maju sehingga kedua putranya menikah


I gadis omega. Harapannya sudah mulai putus, apa lagi dia mendapatkan dua cucu Omega, kedua cucunya dibedakan.


Seorang menjadi Beta, dan seorang menjadi Alpha. Tuan tua tidak seperti kedua orang tuanya yang terobsesi dengan Alpha, tapi kenapa sekarang takdir mempermainkannya?


Cucu Alpha-nya yang baru berusia 17 tahun sudah di tandai paksa oleh seorang Alpha yang merupakan cucu Rivalnya, lalu sekarang pak tua dari seberang itu memberikan semua tugas padanya untuk mengurus cucu nakalnya.


“Andin, Apa yang harus aku lakukan? Kalian yang bersumpah, tapi kenapa aku yang repot?”


“Ayah, apa yang kau lakukan disini? Ayo masuk, hari sudah mulai malam dan udara dingin, tidak baik untuk kulit tipis mu.”


Ah, anak bungsu Tuan tua dalang, Tuan tua sepertinya ingat jika Alexis selalu sibuk sama seperti kedua kakaknya. Tuan tua ragu, tapi dia dengan pelan bertanya;


“Kau sudah kembali? Dimana kakakmu?"


“Mungkin masih di Kantor, aku pulang cepat karena Vivi hari ini akan datang. Aku sudah lama tidak bertemu dengannya."


“Bukankah baru satu Minggu?”

__ADS_1


“Hei, itu lama ayah. Apa ayah tidak merindukan kakak kalau dia tidak pulang?”


Tuan tua berdehem, dia baru ingat kalau hanya Alexis yang suka balik menyerang dengan bertanya jika merasa kesal, kedua anaknya yang lain juga kadang tapi tidak separah Alexis yang sampai mengajaknya taruhan karena percaya bahwa dia akan mengalahkan Excelo suatu hari nanti.


“Sudahlah, mari kita bahas yang lain saja?”


“Ayah ingin bahas apa?”


“Seperti, bagaimana jika Vivian menikah di usia muda?”


,Alexis melirik ayahnya, “Tidak mungkin, putriku masih anak-anak, jika dia mencari pasangan di usia semuda ini, dia harus bersama dengan seorang pemuda yang bisa mengalahkan ketampanan ku.”


“Tidakkah kau terlalu percaya diri?”


“Tentu saja, ayah yang mengajarkan.” Oh, benar ini semua karena ulahnya, sehingga Alexis terlalu narsis. Tuan tua kemudian berkata; “Jika Vivian terikat dengan Alpha, bagaimana pendapatmu?”


“Jika Vivian bahagia dengan pilihannya, aku tidak akan banyak menuntut.”


“Jika Vivian, sudah terikat...."


“Seseorang sudah menggigit leher anakmu.”


,“Hah! Apa? Alpha mana yang berani menyentuh anakku tanpa izin dariku! Kapan ini terjadi? kenapa Ayah baru mengatakannya?”


“,Aku pikir kau akan tahu saat bertemu Vivian di rumah sakit.”


”Aku tidak sempat Karena perusahaan sedang memiliki hal untuk di urus. Ayah, kau belum menjawab pertanyaan ku kapan putriku diserang?”


“,Pada hari ulangtahun cucu si tua leonard.”


Alexis melongok, itu berarti yang menyerang putrinya tanpa izin adalah lelaki yang dia lihat di makan malam saat itu. Gigi-giginya mulai saling menggertak, berani sekali anak itu! bukankah seharusnya dia mencari omega? Kenapa salah gigit, apakah dia guguk gila?


Tuan tua melihatnya, lalu tertawa dalam hati. Haha, aku merekrut anggota baru untukmu anak nakal, kau mungkin berani membalas ucapan kakek tua tapi apa kau berani bertindak seperti itu di depan ayah gadis incaran mu?

__ADS_1


“Ayah, itu hampir tiga Minggu lalu. kenapa tidak menghubungi aku lebih awal?”


“Apakah kau akan mengangkat ponselku jika sedang bekerja?”


“Tentu saja, jika sudah menyangkut putriku, tidak ada yang lebih penting lagi.”


“...Aku pikir kau tidak akan angkat jadi aku tidak pernah melakukannya.”


“Ayah...”


Suara mobil terdengar memasuki halaman rumah, Alexis dan Tuan tua berjalan untuk menyambut kedatangan anak cucu mereka. Stella dan Vivian turun dari mobil di ikuti oleh Mario dan Nila.


Tadi Vivian mengajak Stella untuk keluar bersama dan mengunjungi restorannya, berhubung karena sebentar lagi Ujian tengah semester akan terlaksana, jadi Stella harus kembali ke asrama untuk mempersiapkan diri.


Di belakang mobil Vivian, ada mobil lain. Si pemilik keturunan setelah kelompok Vivian, dan hal itu membuat Tuan tua dan Alexis diam-diam melongok melihat Kendra dan bersama berpikir, “Mengapa dia ada disini?”


“Ayo, cepat masuk. Kalian pasti lelehan,” Vivian melihat Ayahnya dan langsung berlari untuk memeluk.


Ketika mereka sudah masuk, Alexis dan Tuan tua sama sekali tidak ingin ikut campur dengan urusan anak muda, jadi mereka memutuskan untuk berkata; “Kau ikut ke ruangan ku!”


Kendra mengernyit dan berpikir kenapa ayah Vivian sampai ingin bicara dengannya? Kendra tetap berjalan menuju ruang kerja Alexis. Setelah berada disana, Alexis mengatakan untuk menutup pintu dan segera duduk di kursi depan. Mata Alexis menjadi agak tajam pada Kendra;


“Kau orang yang sudah membuat tanda di leher putriku kan?” Tanya Alexis.


”Ya, itu aku. Ada apa ayah?”


“Ayah apa? siapa yang ingin menjadi Ayah mu?”


“Vivian adalah pasanganku dan sekarang seharusnya aku sudah seharusnya memanggilmu Ayah.”


”Kau pikir dengan tanda sementara itu kau sudah menjadi pasangannya?”.


“Apa maksud paman dengan tanda sementara?” Kendra bertanya dengan penasaran sambil matanya tertuju pada Alexis.

__ADS_1


“Tanda yang di hasilkan dari penandaan yang tidak sempurna, seperti kasus yang sudah kau buat sekarang, penandaan sepihak," Alexis menjawab dengan santai meskipun matanya sudah melotot marah pada Kendra.


.


__ADS_2