Transmigrasi: Aku Jadi Alpha Wanita

Transmigrasi: Aku Jadi Alpha Wanita
Liam [Menjadi Obatnya]


__ADS_3

Malam sekarang masih panjang, Tuan tua membiarkan anak muda untuk terus mengobrol dan tidak membatasi jam malam mereka. Stella banyak diam, dan hanya mendengarkan apa yang mereka bahas sejak tadi.


Stella menjawab jika memang itu ditujukan untuknya, dia diam dan terus memperhatikan Vivian. Dia menahan semua amarahnya sejak tadi, karena tidak dapat meninggalkan tempat ini.


Pada satu sisi dia dpaat melihat pandangan Kendra tertuju pada arah Vivian yang sedang mengobrol dengan kedua teman gadisnya, bibir pemuda itu sesekali tersenyum ketika melihat Vivian dan yang lainnya tertawa.


Stella yakin bahwa pandangan itu mengarah pada Vivian, akan tetapi di sana ada Kesya juga. Stella sadar bahwa Kesya menyimpan perasaan pada Kendra, itu sebabnya dia selalu menggertak Kesya di sekolah. Untuk sepupunya, Vivian gadis ini belum memikirkan tentang pasangan.


Dia mungkin bisa mengurus bagian ini nanti, Stella memiliki beberapa kenalan Omega laki-laki di luar. Tapi Kendra, apa yang harus dia lakukan pada Alpha ini? Belum lagi Kendra itu dominan.


Kemudian telinga Stella berubah menjadi telinga kelinci ketika pendengarannya menangkap suara kakak sepupu laki-laki mereka, kembali kembali membahas tentang pasangan pada Vivian.


“Jadi, kecil. Bagaimana jika suatu saat kau akhirnya ada Omega dan Alpha yang tertarik padamu? Yang mana yang akan kau pilih?”


“Kak, mengapa kau terus bertanya padaku tentang ini? Aku sudah bilang, aku belum berpikir untuk mencari pasangan.”


“Ini hanya andaikan saja, kau tidak harus benar-benar memikirkan sekarang, tidak perlu di ambil pusing. Jadi, apa jawabanmu?”


“Omega itu, mereka lucu dan lembut, serta penuh kasih sayang seperti seorang Ibu. Alpha sendiri, mereka agresif, mudah marah, tapi sepertinya asik di ajak gelud feromon.”


“Hei, jadi kau mau Alpha atau Omega?” Farel bertanya lagi padanya dengan suara yang sedikit tinggi.


Vivian menghela napasnya lalu menatap sang kakak dan berkata; “Aku tidak tahu, tapi sepertinya jika aku memiliki dua pilihan, jalan satu-satunya adalah tes kecocokan Feromon.”


Ya, bagi Stella yang mendengarkan ini dia diam-diam setuju dengan ucapan Vivian. Kecocokan Feromon di lihat dari hasil uji antara Feromon satu dengan Feromon lain, dan sangat jarang yang memiliki kecocokan sampai 90% ke atas.


Feromon yang di uji juga antara milik Alpha dan Omega, untuk zaman sekarang sudah jarang yang memiliki hasil uji Antara Alpha dan Alpha. Jadi menurut Stella sekalipun ada sesuatu antara Vivian dan Kendra, Kendra sendiri masih di ikat oleh aturan Keluarga. Sedikit Stella bernapas lega, bagian ini bisa dia gunakan jika situasi tidak mengarah padanya nanti.

__ADS_1


“Iya, itu benar. Kau bisa melakukan tes kecocokan feromon nanti,” Farel melirik diam-diam ke Kendra untuk mengetahui seperti apa reaksinya.


Kemudian Farel berpikir bahwa Kendra tipe orang yang bisa menyembunyikan perasaannya. Lalu Farel dengan iseng bertanya lagi, “Lantas, mengapa tadi Alpha itu berdansa denganmu?”


Vivian menjawab setelah berpikir, “Oh, itu karena Kendra tidak mendapatkan pasangan dansa tadi, jadi dia mengajak aku.”


“Apa itu benar?” Farel bertanya ragu.


Stella memanfaatkan ini dia yang kebetulan duduk tidak jauh dari Kendra lantas dengan berani memeluk lengannya, tindakan Stella membuat Vivian terkejut kemudian dia berpikir bahwa Stella mungkin saja memiliki rencana lain lagi.


Chihuahua melompat ke pangkuannya dan ikut menonton drama kelinci putih bertopeng lotus hitam ini; [Tuan perhatikan protagonis wanita.]


“Apa...Eh?” Vivian melihat Kesya yang menundukkan kepalanya, tangannya terkepal dengan erat.


Kemudian Vivian mendengar Farel bertanya lagi; “Oh, Apakah dia Alpha mu?”


[Tuan Fokus pada misi mu, jangan sampai hubungan tokoh utama memburuk lagi.]


“Aku tahu, tapi apa yang harus aku lakukan?”


[Berpikir Tuan rumah, jika hubungan tokoh utama memburuk, anda juga akan mendapat pengurangan poin.]


“Kau masih berniat memulangkan aku ke dunia ku kan?”


[Tentu aja tuan, selama anda berhasil menyelesaikan semua misi. Anda bisa kembali dan menikmati hadiah anda.]


Vivian tidak ingin membalas Chihuahua lagi, suara Stella tiba-tiba membuat Vivian melongo, Dia mendengar Stella berkata dengan senang; “Tentu saja kak, Ken adalah Alpha ku.”

__ADS_1


Kendra terkejut mendengar perkataan Stella, lalu dia mendengar Stella berbisik padanya bahwa dia hanya ingin membantu, akan ribet jika berurusan dengan kakak sepupunya. Kendra merasakan pandangan buruk dari tuan tua di atas balkon dan wajah penasaran dari farel, lalu dia pun menyetujui perkataan Stella.


“Itu...Itu benar.”


Sial plot macam apa ini! Vivian berteriak marah di dalam hatinya. Pandangannya menjadi tajam, dan terarah ke Kendra. Tangannya terkepal ingin segera menghajar pemuda ini, kemana otaknya tadi? Mengapa langsung menyetujui perkataan Stella?


Dasar, Alpha aneh! Vivian marah sehingga wajahnya memerah. Ini sama saja mempersulit tugasnya dan membuatnya semakin lama berada di dunia ini, karena harus mengurus kesalahpahaman ini.


“Ada apa denganmu, kecil? Apakah di luar terlalu dingin, sehingga membuat wajahmu memerah?” Farel bertanya dengan khawatir.


“Aku tak apa kak, aku baik-baik saja,” aku hanya kesal. Sekarang bagaimana aku akan memperbaiki masalah ini? Vivian menjadi linglung, kemudian Chihuahua mencakar tangan Vivian dengan kuku tumpulnya.


[Tuan rumah, protagonis wanita sudah pergi.]


“Ah, sial memang!”


Vivian kemudian berdiri dengan marah dan pamit untuk pergi dengan alasan akan ke kamar kecil. Stella dan Kendra memperhatikan ini dengan pandangan yang berbeda.


Stella merasa puas karena keberuntungan berpihak padanya, tangan di lengan Kendra belum dia lepaskan, melainkan dia kemudian bersandar disana dan tersenyum pada Farel.


Sementara Kendra kepalanya menjadi linglung karena ulah Stella, tetapi jantungnya berdetak dengan cepat, dan ada rasa bahagia disana. Kendra merasa bahwa Vivian sebenarnya memiliki perasaan padanya, sehingga dia kesal dan marah.


Vivian mungkin merasa cemburu pada Stella. Sehingga dia marah dan pergi dari sini, jadi dia memberikan Stella untuk sekarang. Kendra sama sekali tidak tahu apa yang sebenarnya di pikirkan oleh Vivian, sangat jauh dari harapannya.


Chihuahua masih ada disana, dan kepala kecilnya juga ikut linglung. Karakter Kendra adalah karakter yang paling sulit untuk dia prediksi, jadi pandangannya juga ikut marah pada Kendra karena sudah membuatnya bingung.


Liam masih memandang Kendra, tangannya sudah terkepal marah. Sejak tadi tentu dia terus mengamati Kesya, Liam ingin pergi mengejarnya namun dia menyadari bahwa Vivian mungkin pergi untuk mencari Kesya.

__ADS_1


Jika kau tidak bisa membalas perasaannya, maka katakan yang sejujurnya pada Key, atau paling tidak jangan bersikap terlalu baik padanya, sehingga dia tidak akan berharap dengan begitu aku bisa memiliki kesempatan untuk menjadi Obatnya, Liam berucap dalam hatinya, dan kembali menenangkan dirinya.


__ADS_2