
Pada hari kepulangan. mereka. Vivian kali ini mendapatkan tempat duduk di samping Kendra. Sebenarnya sejak mereka mengantri untuk mendapatkan nomor kursi, Kendra menariknya sehingga dan langsung duduk di kursi belang, bersaman dengan beberapa alpha dan Beta laki-laki.
Nila sendiri duduk di kursi depan bersama dengan teman sekelasnya, Mario dan Liam tentu saja ada di sini juga dekat dengan mereka. Vivian merasa sungguh tidak beruntung, apa yang bisa dia lakukan jika bersama dengan anak laki-laki dengan server berbeda?
Teman Alpha yang lain juga diam-diam bersyukur pada langit, setidaknya mereka mendapatkan omega bukan seperti kasus Vivian. Omega tentu saja akan sangat manja dan Alpha wanita memiliki perasaan bawaan seperti seorang Ibu, mereka akan menganggap Pasangan mereka seperti bayi kecil yang imut dan harus di sayang.
Berbeda dengan kasus Vivian dan Kendra, keduanya adalah Alpha, Meskipun feromon Kendra lebih dominan dari pada Vivian, itu tidak menutup kemungkinan Kendra ada waktunya akan kalah jika sudah berseteru dengan Vivian. Dan Vivian merasa tidak pernah menunjukkan sifat keibuannya pada Kendra.
Tentu saja ketika Kendra benar-benar dalam posisi yang buruk. Sayang sekali dia tidak mendapatkan omega, Anak kelas Nila yang kebetulan duduk di dekat Vivian adalah seorang gadis Beta, gadis tersebut sudah ingin tertidur namun selalu diganggu oleh teman kelasnya yang Beta, mereka sedang meributkan tentang hubungan Kendra dan Vivian.
Beberapa dari mereka bertanya, bagaimana rasanya perang lidah buaya sesama alpha, apakah lidah buaya milik alpha lembut seperti agar-agar? Siapa yang akan kalah dan berapa lama perang biasanya terjadi?
Kendra membiarkan Vivian bersandar di bahunya, wajah pacarnya tampak lelah dan ngantuk, semburan merah juga tampak samar di wajah Vivian, Sial. Jika saja mereka sedang tidak berada di bus, Kendra yakin akan memberi perhitungan pada mereka yang sudah membuat kecantikan Vivian bertambah karena rona merah.
“Tidurlah, kau pasti ngantuk. Akan aku bangunkan jika sudah tiba.,” ucap Kendra, salah satu tangannya mengusap puncak rambut Vivian, tidak lupa Kendra mendaratkan Delimanya di kening Vivian.
"Mn...”
“Hei, bisa hentikan momen kalian? Setiba di kota aku tidak mau dirawat di runah sakit karena sakit gula, kalian terlalu manis.” Gadis dari kelas Beta yang sesekali melirik ke arah kursi Vivian akhirnya angkat suara.
“Makanya cari pacar sana," Liam
“Huh, kau berbicara seperti kau tidak terbebani saja. Tunangan mu ada di bus terakhir," Ucap gadis dari kelas beta.
Liam memilih diam, tidak ingin merespon ucapan gadis tersebut. Karena tidak mendapatkan respon, gadis Beta tersebut memilih untuk tidak tidak berurusan lagi dengan anak kelas Alpha, lokasi duduknya tidak ada di seberang kursi Vivian dan Kendra, bersama dengan anak kelasnya yang juga sudah tertidur.
Karena gadis Beta tersebut sudah tidak melihat ke arah mereka, Liam yang duduk di kursi paling ujung belakang, melihat ke arah Kendra, lalu berkata, “Kapan kau akan lamar dia? Tunangan itu butuh banyak persiapan, dan Ayahmu...”
__ADS_1
"Diam, jangan membahas itu disini.. Kau akan mengganggu tidur kekasihku.”
“Uh, aku hanya bertanya karena ayahmu tidak di kota ini kan, bagaimana kau akan melakukannya?” Tanya Liam, apa yang sebenarnya terjadi adalah Liam tidak merasa ngantuk sementara Kendra adalah satu-satunya yang masih terjaga sekarang.
Jadi, Liam memilih untuk basa,-basi. Posisi Lian tepat berada di belakang kursi Kendra, Kendra mencoba memelankan suaranya sebaik mungkin agar tidak mengganggu tidur Vivian, sehingga dia pun menjawab: “Jika ayahu tidak bisa ke kota ini, maka aku yang akan membawa Vivian ke hadapannya..”
"Bukankah Ayahmu...”
“Dia akan setuju dengan keputusanku, tidak ada yang bisa menahan aku jika aku menginginkan sesuatu," Ucap Kendra.
Terakhir kali Kendra mengunjungi ayahnya adalah beberapa bulan lalu, seharusnya sekarang ayahnya sudah memiliki keputusan. Kendra tidak tahu apa itu, karena hingga sekarang adiknya masih belum bisa membujuk ayahnya untuk kembali ke kota kelahirannya.
Ayahnya sangat keras kepala, dan perilakunya seperti kakek tua di rumahnya. Adiknya hanya. dekat bahwa mungkin sebaiknya Kendra mengajak Vivian untuk pergi bertemu dengan ayah mereka setelah ujian kelulusan usai.
Kendra mengusap delima merah Vivian, dan tersenyum. Jika mengingat masa lal,u, Kendra pasti akan bertanya terus pada dirinya, mengapa seorang gadis Alpha bisa membuatnya sangat tertarik seperti ini? Padahal sebelum Vivian muncul di depan matanya pada hari itu, sudah tidak terhitung jumlahnya omega yang menggunakan Feromon untuk menarik perhatiannya.
“Hmn...Aku tidak suka....”
Kendra mengernyit kemudian bertanya, ”,Apa yang kau tidak suka?”
“...Aku tidak suka saat kau mengeluarkan banyak feromon... Itu menyengat dan membuat kepalaku pusing...”
"Maafkan aku,” Kendra ingin memperbaiki posisi tidur Vivian, kuris mereka itu bersambung jadi tidak ada batasan diantara keduanya.. Tangan Vivian bergerak memeluk tubuh Kendra, kepalanya mendongak dan jarak keduanya begitu dekat.
Kendra merasa agak terkejut, setelah sekian lama berpacaran, ini kali pertama dia melihat Vivian dalam posisi tidur, Eh, atau mungkin yang kedua kalinya. Kendra lalu, tapi yang jelas akan sangat berbahaya jika Vivian di biarkan duduk atau tidur disembarang tempat.
Vivian tidak bisa tenang dalam tidurnya, Mungkin karena bermimpi sore atau mungkin ini tindakan spontan, karena feromon miliknya yang sudah bercampur dengan miliki Vivian. Venera menutup kepala Vivian dengan jaket miliknya, lalu menundukkan kepalanya sedikit, sehingga dia bisa berhasil memanen buah delima merah milik Vivian.
__ADS_1
"Uhm...”
Menyudahinya sedikit, Kendra kemudian berbisik dengan lembut di telinga Vivian, "Bisakah aku...,”
,"Delima Vivian terbelah sedikit karena mengucapkan sesuatu, Kendra tidak menyia-nyiakan kesempatan yang di berikan eh Vivian. Kembali, Kendra memanen buah delima Vivian dengan sangat lembut, Lidah buaya Kendra berdansa dengan lidah buaya milik Vivian, Kendra, mereka saling bertukar gel lidah buaya.
Kondisi ini bukan perang seperti yang sebelum-sebelumnya, saling bertarung dengan sengit seperti sedang memperebutkan piala. Kendra menikmati setiap waktu yang dia habiskan bersama dengan Vivian, Bus sangat hening, dan pembimbing yang menjaga mereka di bus, duduk tepat di samping supir.
Karena tindakan Kendra yang lembut, tidur Vivian tidak terganggu sama sekali. Dirinya tanpa sadar juga menggerakkan lidah buayanya, didalam mimpi Vivian sedang menikmati sebuah permen, rasa mint yang menyegarkan. ,
Pada saat dia bangun, bus ternyata sudah tiba di area sekolah, anak-anak sudah mulai turun dari bus, Vivian merasakan ada yang aneh dengan dirinya, jadi dia bertanya pada Kendra, “Hei, bisakah sesuatu yang terjadi dalam mimpi, terbawa hingga ke dunia nyata?”
Kendra mengernyit, lalu berkata, “Memangnya apa yang baru saja kau mimpikan?”
“Aku bermimpi makan permen mint, bahkan aku masih bisa merasakannya sedikit walaupun agak samar.”
Kendra tersenyum lalu menggenggam tangan Vivian dan keluar dari Bus. Liam yang berada di belakang Kendra dan Vivian sudah mengeluarkan banyak sumpah serapah pada sejak tadi, tentu saja semua orang tertidur kecuali dirinya jadi dia samar-samar mendengar sesuatu dari kuris depannya.
Liam berkata dalam pikirannya, “Kau tidak makan permen, kau baru saja di serang oleh anjing gila yang lapar.”
...•••...
...Maaf yah lama baru update lagi, aku sulit banget bagi waktu karena ada urusan penelitian juga....
...Terima kasih sudah membaca...
“
__ADS_1