
Para tamu cukup terkejut memperhatikan insiden barusan, kejadiannya tampak hanya dalam sekejap mata. Pelayan datang dan memberikan lokasi kejadian, Chihuahua melotot pada Vivian karena baru saja memaksanya merengek.
Dia adalah sistem terhormat, bukan seekor anjing meskipun sekarang dia berada dalam tubuh bulu kecil pendek ini. Chihuahua masih berada dalam pelukan Vivian, sementara itu Stella sudah pergi untuk mengganti pakaiannya.
Dia berjalan masih dengan perasaan yang kesal, tangannya terkepal dan giginya tidak berhenti menggertak. Bulu pendek kecil itu juga,beraninya anak anjing itu mempermalukan dia di depan umum.
Jika saja anjing itu tidak ada, maka rencananya hari ini pasti akan berhasil menyingkirkan Vivian. Stella masuk ke dalam kamarnya dan menutup pintu dengan agak keras.
“Lihat saja nanti.”
Pintu kamarnya terbuka, dan Tania Langsung menghampiri putrinya, berkata; “Mengapa kau terlalu terburu-buru? Ibu sudah bilang akan melakukannya.”
“Maaf Ibu, aku tidak bisa menahannya.”
“Kau harus menunggu waktu yang tepat, Rumah sekarang sangat ramai, seseorang bisa saja mendapatimu.”
“Aku tahu, Ibu.”
Sementara Stella mengurus dirinya di kamar, di lantai bawah Vivian sedang berkumpul dengan teman-temannya. Acara potong kue sudah selesai, para tamu mulai menikmati hidangan.
Nila bertanya pada Vivian; “Apa kau baik-baik saja? Aku sangat terkejut tadi.”
Mengangguk, Vivian lalu berkata; “Tidak apa, untung Chihuahua berulah tadi.”
“Aku tidak pernah berpikir bahwa Stella memiliki niat buruk padamu, tapi memang agak aneh dia tiba-tiba datang dan menawarkan minum padamu.”
“Sudahlah, jangan di pikirkan. Kakak mungkin memang hanya ingin mengajak aku minum.”
“Tapi, insting binatang tidak mungkin salah. Jadi aku merasa kalau Chihuahua mungkin saja merasakan hal buruk akan terjadi.”
Merasakan hal buruk apa! Kalian tidak tahu kalau Chihuahua sebenarnya adalah sistem, Vivian menurunkan Chihuahua dan membiarkannya kembali berkeliaran.
Kendra memandang tubuh kecil Chihuahua yang tetap diam di dekat kaki Vivian, anak anjing ini memang sudah sejak awal sedikit mencurigakan, terutama pandangan matanya.
__ADS_1
Mengingat anjing adalah hewan yang setia dan pandai Kendra mencoba memahaminya, Kemudian tidak lama Alexis menghampiri putrinya. Tadi saat terjadinya insiden, Alexis sedang mengobrol di ruangan dengan teman bisnisnya.
“Apakah kau baik-baik saja? Ayah dengar ada keributan disini.”
Vivian menggeleng, dan tersenyum. Dia langsung memeluk ayahnya, dan berkata; “Tak apa Ayah, Aku baik-baik saja. Tadi Chihuahua nakal sehingga dia melompat dan menjatuhkan Gelas kakak.”
“Oh, begitu rupanya. Kalau begitu baiklah, Ayo ikut dengan ayah. Kakek mu sudah menunggu.”
Setelah itu, Vivian mengikuti Ayahnya. Tuan tua sudah menunggunya, dan pamannya sudah menceritakan semuanya padanya. Ketika melihat Vivian, Tuan tua tersenyum lembut.
“Kemari lah, ” Tuan tua memanggilnya.
Setelah Vivian mendekat, Tuan tua merangkulnya kemudian dia meminta para tamu undangan untuk memperhatikannya. Lalu berkata; “Para tamu undangan yang terhormat, pada malam yang berbahagia ini. Saya secara pribadi akan memperkenalkan cucu perempuan saya, gadis di samping saya Vivian Alisher, Alpha generasi keenam. Pada hari ini genap mencapai usia dewasanya.”
Para tamu undangan sontak berbisik-bisik, mengagumi Tuan tua, banyak dari mereka yang memperhatikan Vivian secara intens. Sejak acara berlangsung, mereka belum mengetahui identitas gadis yang berulang tahun, hanya mengetahui bahwa dia seorang Alpha.
Tamu 01; “Aku yakin, dia akan mendapatkan hak waris, Beruntung sekali dia.”
Tamu 03; “Jadi dia Omega yang baru di bedakan itu kan? Kalau tidak salah dua bulan lalu.”
Tamu 04; “...”
Stella yang baru saja berganti pakaian menuruni anak tangga, dan mendengar pembicaraan mereka. Gerakannya berhenti, dia kemudian melirik sekitarnya dan menemukan orang-orang mulai berbisik tentangnya.
Tamu 02; “Tapi aku dengar Tuan tua memiliki Cucu lain. Gadis yang membuat membuat masalah tadi.”
Tamu 06; “Hei, insiden tadi itu ulah hewan peliharaan mereka. Mengapa mengaitkan hal ini dengan status omeganya.”
Tamu 07; “Sebelumnya, aku dengar ada rumor yang beredar bahwa gadis Alpha itu sebelum di bedakan, selalu di abaikan oleh keluarganya, Yang Omega justru lebih di manja.”
Tamu ke-n; “Aku juga dengar rumor lain, ada yang mengatakan bahwa cucu Omega di manja karena dia Dominan.”
Stella kembali mengepalkan tangannya, bagaimana bisa orang-orang itu membicarakan dia? Sebelumnya tidak ada yang pernah mengatakan ini tepat di depannya, belum lagi mereka mengatakannya di rumahnya sendiri.
__ADS_1
Sejak dulu tidak ada yang berani padanya, bahkan jika itu hanya untuk membicarakan dia di belakang punggungnya sendiri. Tetapi sekarang tampaknya semuanya sudah berubah, orang-orang sudah berani menyinggungnya.
Dan semua itu, karena Vivian lagi! Karena perubahannya menjadi Alpha dalam beberapa jam pada hari itu. Semua hal yang sudah dia anggap sebagai miliknya, perlahan sudah di rebut oleh Vivian.
Entah itu adalah kasih sayang keluarga, dan bahkan penilaian orang luar tentangnya juga sudah berbalik pada Vivian, paling parahnya Kendra mulai menjauhi dirinya sejak Vivian pindah ke sekolahnya.
Seperti sekarang, tepat di depan matanya, Vivian tertawa senang di tengah-tengah keluarga dan teman-temannya. Pandangan Kendra tampak berbeda pada Vivian.
Itu lembut dan hangat, bahkan ketika mereka yang saling bertatapan, binar di mata Kendra tidak seperti itu. Dia tahu akan sulit, untuk mendapatkan Alpha itu makanya dia tidak pernah bertindak secara langsung.
Menjadi lugu dengan rupa kelinci putih kecil berbulu lotus putih, yang lemah di depan Kendra adalah satu-satunya cara untuknya. Sehingga ini memberikannya harapan bahwa dia satu-satunya gadis yang cocok berada di sisi Kendra.
Sementara itu, Kendra diam-diam mengambil kesempatan untuk melirik Vivian, gadis itu terlihat sangat bahagia hari ini, senyumnya terus saja merekah indah sejak tadi.
Liam dan Mario memperhatikan Kendra, alis mereka mengerut lalu diam-diam melihat arah pandang Kendra. Terkejut tentu saja, karena orang yang di pandang oleh si dominan ini juga adalah seorang Alpha.
Jadi Liam yang berada di sampingnya sontak menyenggol Kendra, dia langsung merasakan tatapan buruk yang tertuju padanya; “Apa? Aku hanya ingin menyadarkan mu, bahwa sejak tadi kau sudah memandang Vivian. Jadi ada apa denganmu?”
“Bukan urusanmu,” Kendra menjawab dengan dingin. Inilah salah satu hal yang tidak di sukai oleh Liam, dia hanya bertanya dengan baik tetapi mendapatkan jawaban seperti itu.
“Apakah kau terkena penyakit aneh itu? Kau tertarik pada kaummu sendiri?”
“Sudah aku bilang, itu bukan urusanmu. Berhentilah ikut campur.”
Mario melihat keduanya, kemudian dia menghela napasnya dan berkata; “Hei, mengapa kau berkata seperti itu? Dia bertanya dengan baik. Kau seharusnya juga merespon dengan baik.”
.........
...***Gimana Sampai episode ini?...
...kalau misalnya kalian menemukan alur yang kacau, teman-teman bisa katakan di komentar yah ...
...Biar menjadi acuan untuk aku kedepannya supaya saya juga bisa semakin berkembang....
__ADS_1
...Terima kasih semua***...