
Pagi hari yang memang sudah agak siang hari, Kendra bangun dari tidurnya. Dia memandangi langit-langit kamarnya, sambil terus memikirkan tentang Vivian, Delimanya memunculkan garis lengkung.
Selama dua Minggu ini Kendra melihat beberapa perubahan pada Vivian, pipi merahnya yang paling sering muncul di permukaan. Oh, itu menggemaskan di matanya.
Tingkahnya juga sudah memperlihatkan seperti seorang omega yang sedang di goda oleh Alpha-nya. Vivian malu-malu kucing, telinganya juga akan ikut merah saat malu.
Kendra akui sangat suka melihat Vivian yang salah tingkah, itu lucu. Dan sifat keras kepalanya yang memperlihatkan dengan jelas Vivian terjebak diantara Vivian yang lainnya.
Sisi lain dari Vivian mungkin saja mendukung Kendra tapi sisi lainnya yang lain menentang Vivian untuk bersama dengan Kendra.
Akui saja kau juga suka dia
Tidak, kau tidak suka Alpha, *kau tidak bisa bersama dengan Alpha, kau harus bersama Omega.
Tidak akan ada omega yang mau denganmu, mereka takut pada feromon Alpha si dominan*.
Begitulah pikiran Kendra ketika membayangkan dua Vivian yang saling bertolak belakang bertengkar karena perbedaan pendapat.
Kendra bangun dari tidurnya, berjalan kedepan lalu membuka tirai dan jendela yang langsung mengarah ke balkon kamarnya. 1045 pagi, adalah waktu bangun tepat untuk Kendra di akhir pekan.
Setelah merapikan tempat tidurnya, dan membersihkan dirinya, Kendra turun ke lantai bawah, menuju ke ruang makan. Disana kakeknya sudah duduk menunggu, tidak lebih tepatnya menatap Kendra dengan tampang tripleks.
“Kau melewatkan makan pagi mu lagi?" Tuan tua bertanya dengan tampang tak berekspresi.
“...Apa urusanmu kakek tua?” Kendra bertanya balik, tangannya hanya mengambil selembar roti dan selai.
“Terlalu kekanakan.”
“Setidaknya aku bukan Pak tua yang membuat sumpah di hari pernikahannya sendiri.”
“Kau masih membahas itu?” Tuan Tua melirik Kendra dengan alis yang mengernyit.
“Lalu kakek mau aku bahas apa? seorang omega yang tidak menarik?” Kendra membalas Tuan tua dengan bertanya juga .
__ADS_1
“Berhenti mengikuti aku, aku bertanya untuk kau jawab. Bukan untuk mendengar kau bertanya balik.”
“Apa salahnya? kakek menjawab maka aku juga akan menjawab, kakek bertanya, maka aku juga bertanya.”
Kendra melirik kakeknya, kemudian menuggu delima tua itu berbicara lagi. Kendra tahu tentang kesehatan kakeknya, makanya dia tidak terlalu naik pitam dan hanya membuat Alpha tua itu kesal dengan balasan bertanyaannya.
Jantungnya hanya akan terlihat sehat saat berurusan dengan Rival kesayangannya. Kendra lama menunggu Tuan tua untuk berbicara akan tetapi tuan tua terus menutup delimanya dan memilih untuk memperhatikannya jadi Kendra bertanya;
“Ada apa? Pak tua kau tidak merasa kalah dariku kan?”
“Sudah, ayo bicara dengan serius."
Kendra menatapnya, lalu melirik pada seorang gadis yang baru saja lewat di sampingnya. Kendra menoleh dan tidak menemukan orang tersebut lagi..Suasana menjadi hening ketika melihat Kendra datang bersama dengan kakeknya.
Anak nakal keras kepala! siapa yang sudah mengajakmu untuk bergabung dengan kelompok ayam seperti ini? Tuan tua tahu, bagaimana kerasnya dia berbicara, Kendra tidak akan dengan mudah menoleh padanya.
Daerah sekitar mereka adalah sebuah tempat dimana banyak orang yang sedang putus asah, Kendra mengajak Tuan tua kemari agar bisa bertemu dengan orang-orang tersebut, Kendra ingin mata kakeknya terbuka lebar bahwa pernikahan sesama Alpha itu tidak mendatangkan hal buruk.
“Kakek, lihatlah nenek tua disana itu. Setelah keluarganya hangus terbakar, dia jadi hidup dalam bayangan keluarganya, karena dukannya yang terlalu mendalam.”
“Apa kau sengaja menjadikan tempat ini sebagai tempat untuk menampung manusia-manusia bayaran tersebut?”
"... Kakek kau...”
“Jika ingin mencoba bermain denganku, lakukanlah dengan sebaik mungkin. jangan diam-diam beli tanah lagi ”
Kendra melototi kakeknya, bagiamana bisa gerakannya di lihat oleh Kakeknya? padahal setiap malam, Kendra yakin bahwa rumah sudah sangat sunyi dan tidak akan ada yang berani mendekati kamarnya. Tuan tua dengan sangat kebetulan yang sudah di rencanakan, tidak sengaja memergoki Kendra sedang menyalakan komputernya dan memeriksa harga tanah.
“Kalau begitu, katakan padaku kenapa kakek membuat sumpah bodoh di hari pernikahan?”
“Apa? bukan aku yang buat. Pergilah dan tanyakan itu pada Kakek tua Alisher.”
“Kakek kau jangan mengelak lagi, kau mau aku tahu semuanya dari mereka, sementara aku masih punya kakek yang suka berargumen denganku?”
__ADS_1
“Ini bukan masalah aku terus mengelak, tapi memang itu yang terjadi. Aku tidak tahu apa yang terjadi, sebelum sumpah itu di buat.”
“Lalu kenapa kakek Harus bersumpah?”
“Itu permintaan nenekmu. Apa kau pikir dalam pernikahan semuanya dilandaskan dengan cinta? Tidak, pada saat aku masih muda pasangan di ukur dari garis keturunan keluarga.”
“Thomas memiliki perasaan pada nenekmu, begitu juga sebaliknya. tetapi aturan keluarga pantang untuk dilanggar, tidak ada yang berani untuk berjuang.”
“Si tua itu pada akhirnya mengira bahwa kami saling mencintai, sehingga dia diam-diam mundur dan menerima kencan buta yang sudah di atur oleh keluarganya, yang juga diam-diam sudah melakukan pengukuran garis keturunan.”
Ini bukan. cerita yang pernah dia dengar sebelumnya dari beberapa orang di luar sana. Mereka mengatakan bahwa Leonard dan Alisher adalah keluarga yang rukun sejak awal, namun semuanya berubah ketika kakeknya dan kakek Vivian tumbuh dewasa.
Keduanya dikatakan terlibat cinta segi tiga di universitas dengan seorang omega yang merupakan primadona kampus pada saat itu. Tuan Alisher pun yang merasa sudah kalah, di ceritakan bertemu dengan Alpha wanita, dan akhirnya jatuh cinta.
Berlanjut ke gedung pernikahan dan hari pernikahan, keduanya diatur oleh orang tua kakeknya dan kakek Vivian, untuk memperlihatkan hubungan mereka yang dekat.
Kendra hanya tahu sampai sana saja, setelah dia berhenti berpikir, Kendra mendengarkan kakeknya lagi menjelaskan;
“Kakek pernah bertanya pada nenekmu, mengapa sampai membuat sumpah seperti itu dihari pernikahan..”
“Apa katanya?”.
,“Nenekmu hanya berkata bahwa mereka tidak ingin darah mereka saling terikat. Mungkin lebih jelasnya, nenekmu tidak mau sampai kau berhubungan dengan keturunan dari Alpha wanita itu.”
“Mereka, Itu artinya sumpah dilakukan oleh dua orang berbeda.”
“Tentu, sumpah itu di lakukan oleh kedua mempelai wanita pada saat setelah ikrar janji pernikahan.”
“...” Kendra diam seribu bahasa.
Di tempat yang berada dan waktu yang sama juga, Vivian baru saja mendengarkan kakeknya bercerita tentang sumpah tersebut, di rumah utama hanya ada mereka berdua karena paman ayahnya sibuk di kantor.
Vivian melotot pada Chihuahua yang dia angkat tinggi-tinggi, dan berkata; “Kenapa aku merasa bahwa nenek Vivian adalah penulis buku kematian ini? Tidak-tidak, itu tidak mungkin. Tidak ada nenek yang akan menulis kisah tragis untuk cucunya sendiri.”
__ADS_1
[Tuan rumah, apa kau lupa kalau penulis adalah penggemar rahasia kakek anda? ,dia mungkin melakukan balas dendam dengan cara ini di kehidupan asli, dengan membuat kelurga Alisher dalam buku menderita.]