
Pada sore harinya mereka kembali ke penginapan, Vivian masuk kedalam kamar mereka, namun tidak menemukan Stella di sana. Nota yang tadi dia tinggalkan sudah koyak, karena di sobek. Heh, ini menarik hal apa lagi yang membuat gadis itu tidak senang?
Vivian menemukan bahwa sistem tidak berbunyi, artinya Stella belum mengutuknya hari ini. Dia lalu tersenyum dan kekar dari kamar, sore hari dipinggir pantai adalah yang paling nyaman, sambil memandangi matahari yang terbenam, ditemani dengan kelapa muda.
Sambil menikmati kelapa muda yang baru saja dia pesan, Vivian baru menyadari bahwa teman-temannya pergi entah kemana. Tadi saat mereka kembali, Nila dan Keysa masih bersamanya, kakak laki-lakinya juga.
Bahkan Chihuahua juga tidak ada di dekatnya. Anak anjing berkaki pendek itu pasti sedang bersama dengan Nila. Vivian tidak ingin memikirkannya dulu, justru dia mengambil kesempatan ini untuk bersantai sejenak.
Pada lain tempat Para Alpha dan Beta pria sedang menyiapkan panggangan. Sebenarnya ini adalah Ide Mario, kemarin sedikit tidak mengasikkan untuknya karena dia hanya sendiri laki-laki. Sekarang dia memiliki teman, jadi mereka akan memanggang daging.
Mario berkata; “Daging apakah sudah dibeli dan bumbunya juga apakah sudah lengkap?”
“Untuk bumbu semuanya tersedia di lemari pendingin, kita hanya membutuhkan pasokan daging.”
“Ken, jika kau sudah selesai tolong beli daging.”
“Kenapa harus aku?”
“Apa? Hei, kita akan memasak untuk Vivian. Apa kau tidak mau?”
“baiklah.”
Stella melihat dari agak jauh, dia ingin menghampiri Kendra akan tetapi langkahnya terhenti ketika mendengar Kesya berkata; “Bagaimana jika kita memasak seafood juga?”
“Apakah itu ide yang bagus? Aku takutnya makanan tidak akan habis nanti. Ah, tidak tapi apakah semuanya akan suka?”
“Kita bisa meletakkannya saja di meja, jika ingin makna silahkan. Jika tidak ingin juga tidak masalah, kita tidak akan membaut terlalu banyak olahan seafood.”
Stella tersenyum mendengar rencana kedua gadis itu. Dia dengan semangat melangkah mendekat pada Kendra yang sudah bersiap untuk pergi berbelanja.
__ADS_1
“Ken, apa kau akan keluar?” Stella bertanya dengan suara yang lembut dan pelan, sambil kepalanya iku ikut menunduk.
“Mengapa kau disini?” Kendra menatap curiga pada Stella.
“Aku... Aku ingin ikut boleh? Anak-anak lain ingin memasak sesuatu jadi aku berinisiatif untuk membeli beberapa keperluan juga.”
Farel melihat keduanya dan mengernyit, berpikir bahwa apakah keduanya memang pasangan? Akan tetapi sikap Kendra tidak mencerminkan hal tersebut. Beberapa kali Farel menemukan kondisi yang sama, ketika Stella memeluk lengannya, kepala Kendra akan menoleh ke arah lain.
Tidak ada perilaku yang mencerminkan sepasang kekasih, kemudian Liam berteriak dari arah belakangnya; “Hei, bawa saja Omega mu pergi, dia akan bisa membantumu.”
Stella terkejut mendengar perkataan Liam, kemudian dia berpikir apa yang sedang di lakukan oleh Liam? Bukankah Alpha satu ini sangat membencinya?.
Sialan memang, orang ini terlalu misterius di matanya. Selama ini dia bahkan tidak menargetkan Kesya lagi karena takut dengan ancamannya, akan menyebarkan semua rahasianya.
“Ya sudah, cepat jalan jika ingin ikut. Aku tidak ingin berlama-lama.”
“Aku tahu, ayo...” Stella ingin meraih pergelangan tangan Kendra namun Alpha tersebut sudah lebih dulu menghindar.
Tentu saja, tidak.
Meski warnanya juga merah seperti milik Vivian, itu kecil dan tipis, juga tidak alami. Bibir Vivian berwarna merah seperti buah delima, ukurannya juga tidak kecil seperti milik Stella, dan tidak terlalu tebal Juga.
Ah, sial! Kendra mengutuk pikirannya lagi, bagaimana bisa dia membandingkan Omega dengan seorang Alpha wanita. Itu tidak seharusnya, tetapi dia tidak bisa menahan pikirannya untuk terus melakukan hal tersebut.
Ketika mereka tiba, Kendra menuju ke stand daging. Sementara Stella mengekor di belakangnya, sambil melihat-lihat bahan-bahan dapur yang ada. Setelah memilih daging, Kendra menyelesaikan pembayarannya.
Tidak sengaja Kendra melihat apa yang di pegang oleh Stella, lalu dia berkata; “Penyedap rasa, apa kalian ingin membuat makanan olahan seafood?”
“Aku tidak tahu, aku hanya membeli yang memasak adalah Kesya dan Nila.”
__ADS_1
“Oh, benarkah?” Kendra menatap curiga pada Stella. Gadis ini memang tampak berbeda hari ini, sejak pagi tadi dia tidak pernah menempel seperti kemarin-kemarin.
Stella hanya duduk dan menunggu yang lainnya kembali atau sesekali memainkan ponselnya dan melirik mereka yang tadinya bermain kartu, untuk mengisi waktu luang.
Saat mereka tiba di penginapan, hari sudah semakin sore. Kendra melihat teman-temannya sedang sibuk, dia juga menyadari bahwa dirinya sama sekali tidak menemukan keberadaan Vivian.
Stella menyadarinya kemudian dia bertanya; “Ada apa, Ken?”
“Apa kau tahu dimana Vivian? Aku tidak melihatnya sejak tadi.”
“Aku melihatnya tadi, dia menuju ke pinggir pantai, Mungkin dia masih disana.”
Kendra mengernyit, dia tidak menyangkah kalau Stella akan menjawab pertanyaan acak yang otaknya temukan, apa lagi itu tentang Vivian, “Kau, mengapa kau terlihat berbeda hari ini?”
Stella menatapnya dan tersenyum, tampak lebih santai dari biasanya, dan berkata; “Aku? Apa yang berbeda?”
“Kau terlihat tidak seperti biasanya,” setelah bicara Kendra meninggalkan Stella dan kembali pada kelompok anak laki-laki. Pandangan Stella tetap pada punggung Kendra, kemudian dia membatin Ken, kau membahas Vivian lagi.
Stella memegang sesuatu di saku jins kukunya dan meremasnya. Cukup dua hari baginya untuk membuktikan bahwa Kendra sepertinya sudah mengidap penyakit kelainan istimewa.
Jika tidak maka tak mungkin Alpha dominan itu mengajak seorang Alpha untuk berdansa, tidak mungkin mencuri pandang padanya setiap ada kesempatan, tidak mungkin menanyakan gadis itu juga.
Kendra tertarik pada Vivian, adalah kesimpulannya sekarang ini. Tangannya terkepal, rahangnya mengeras akan tetapi kenapa dari sekian banyak Omega yang ada, Kendra justru tertarik pada gadis Alpha yang bahkan baru dia kenal 2 bulan? Stella tidak bisa menerima fakta ini.
13 tahun dia ada disisi Kendra tetapi dia justru di kalahkan begitu saja. Hatinya menahan sakit, berdiri di samping Kendra dan mejadi nyonya Leonard selanjutnya adalah impian besarnya.
Keyakinannya selama ini membuat dia yakin akan hasil yang baik, sehingga dia hanya fokus pada gadis Omega di luar sana. Dan melupakan bahwa ada kelainan istimewa yang bisa saja menyerang siapapun.
“Aku tidak akan membiarkannya begitu saja,” Stella bergumam tanpa sadar bahwa Kendra baru saja lewat dan mendengarnya. Farel baru saja memintanya untuk mencuci daging-daging itu dan sekalian melumurinya dengan olahan bahan yang telah mereka siapkan tadi.
__ADS_1
Stella pergi dari sana dan Kembali menuju dapur, mengawasi kegiatan kedua gadis itu dan mengawasi bulu kecil pendek tersebut, agar tidak mengganggunya lagi seperti yang sebelumnya.