Transmigrasi: Aku Jadi Alpha Wanita

Transmigrasi: Aku Jadi Alpha Wanita
Stella [Kembali Ke Rumah]


__ADS_3

Stella bangun di pagi hari, dengan kepala linglung, tidak percaya dia benar-benar menginap di rumah Lion. Padahal kemarin malam dia sudah berencana untuk diam-diam keluar dan pulang saat semua penjaga sudah tidur.


Rencana kaburnya gagal.


Kemudian Stella mendengar suara ketukan pintu, Stella beranjak dari kasur dan menuju pintu untuk membukanya, seorang pelayan berdiri tepat i depanya, usia pelayan tampaknya jauh lebih tua beberapa tahun darinya.


Pelayan tersebut berkata; ”Nyonya, tuan sudah menunggu anda di meja makan.”


Nyonya...Telinganya tidak salah dengar kan? kenapa pelayan ini memanggilnya Nyonya, Stella merasa wajahnya tidak cukup tua untuk panggilan itu. seharusnya panggil saja dia nona, lebih nyaman didengar dari pada nyonya.


“Kau, siapa namamu?” Stella tanya, lalu dia menyadari pelayan tersebut adalah seorang Beta Wanita seperti dirinya, tangannya terangkat dan langsung menarik pelayan tersebut kedalam kamar.


“Nyonya, apa yang kau lakukan? Tuan bisa marah jika terlalu lama menunggu.”


“Diam, biarkan saja dia. Siapa namamu?”


“Saya, Lila. Nyonya.”


“Sudah, lupakan panggilan itu. apa kau sudah menikah?”


Pelayan mengernyit dan menatap Stella, kemudian berkata, ”Maaf nyonya, saya sudah beranak dua.”


“...” Aku hanya bertanya kau sudah menikah atau tidak, bukan bertanya tentang jumlah anakmu. Padahal jika pelayan ini jomblo, Stella berencana ingin mempermak penampilannya lalu memperlihatkannya pada Lion, baru setelahnya dia membujuk untuk pulang.


“Nyonya, tuan akan marah jika dia terlalu lama menunggu, Tuan Beta rasa Alpha.”


“!!!” Jika dia Beta rasa Alpha apakah orang itu menganggap aku sebagai Beta rasa omega! Omega adalah bagian dari masa lalunya, sekarang masa depannya adalah Beta, Beta yang bebas tanpa ikatan terlalu awal.


Setelah lama terdiam, pelayan menghela napas karena pada akhirnya Stella mau keluar dari kamar dan menemui Tuannya. Lion duduk menunggu di meja makan, pandangannya fokus pada pintu untuk menunggu Stella.


Setelah Stella datang, dia memilih duduk di kursi seberang Lion, memakan makanannya hingga habis, barulah setelah usai makan, Stella menatap Lion. Lion juga tidak berhenti menatap Stella sejak gadis itu datang ke ruang makan tadi.


“Bagaimana tidurmu? apakah nyenyak?”


“Sangat buruk, aku mimpi buruk dan tubuhku kaku semua.”


“Kalau begitu, aku akan meminta seseorang untuk mengganti kasur mu nanti.”


“Tidak perlu repot, Kau antar saja aku pulang, dan semuanya menjadi beres.”

__ADS_1


“Tidak akan!”


Wajah Stella menjadi datar, apa maunya orang ini? mereka tidak berada dalam satu Hubungan yang serius dan berkas kemarin itu urusan orang tua, hanya status tunangan di atas kertas usang, memang apa gunanya?


.


Aturan negara mengatakan kalau Beta bebas untuk menentukan pasangannya tanpa syarat apapun, selama kedua orang terkait memiliki perasaan yang sama. Jika seorang dari mereka menolak, maka mereka bisa mencari pasangan yang lainnya.


“Aku tetap mau pulang! ini namanya penculikan, kau membawa paksa aku berdasarkan perjanjian ibuku, kau belum mendapat persetujuan dari ayahku dan kakekku dan juga adikku, memangnya kau siapa? anak presiden?” Stella mulai berkoar-koar.


Lion melihatnya dan kemudian terkekeh pelan, di matanya Stella seperti kelinci putih kecil galak yang belum berpawang, belum lagi karena kebetulan gigi depan Stella itu seperti kelinci, kulitnya juga tampak putih dan lembut, Delimanya merah natural, alisnya tidak terlalu tebal, matanya cantik.


“Kau dengar aku tidak? aku bilang aku mau pulang!”


“...Baiklah-baiklah ayo kita pulang, aku akan mengantarmu kembali.”


Stella mengernyit tapi tidak banyak pikir dia berdiri lalu berjalan ke. pintu utama, Lion mengikutinya, setelah di luar Lion menuju ke garasi untuk mengambil mobil, dan mengantar Stella untuk pulang.


Sepanjang perjalanan, mereka dalam kondisi hening, tidak ada yang membuka pembicaraan. Satpam membuka pagar ketika melihat Stella di dalam mobil tersebut, Stella turun lalu melirik ke Lain dan berkata; “Apa yang masih kau lakukan disini? Pulang sana.”


“Aku disini karena kau juga masih disini, aku pulang jika kau juga ikut pulang bersamaku.”


“Tidak bisa, rumah ku adalah rumahmu, rumahmu juga adalah rumahku.”


“Kau!!!”


Vivian yang baru saja bangun dan ingin menuju ke ruang makan, menghentikan jalannya dan kemudian mendengar suara Stella yang berteriak, buru-buru Vivian membuka pintu kemudian mematung.


Seorang pemuda asing yang tingginya sama seperti Kendra berdiri di depannya sambil memegang tangan Stella, pemuda asing ini adalah karakter baru yang sudah di sebutkan oleh Chihuahua kemarin.


“Kakak, kau sudah kembali? Kemana saja kau seharian kemarin, kami khawatir tahu hak sih? ” Vivian mencoba untuk bertanya dan menghentikan percakapan keduanya.


“Aku diculik oleh pria aneh yang datang-datang langsung berkata bahwa aku sudah menjadi tunangannya.”


“Tunangan? bagaimana bisa, Kakak belum lama menjadi Beta, loh.”


“Tanyakan saja semuanya pada pemuda ini, aku mau mandi dulu.”


Stella pergi meninggalkan Vivian dan Lion , Vivian menawarkan untuk duduk dan pergi membuat sebuah minuman. Lion memandangi Vivian, dari bentuk wajah dan rupa keduanya hampir memiliki kesamaan, apa lagi di area hitung.

__ADS_1


“Silahkan diminum kak,” Vivian menawarkan minuman pada Lion, lalu ikut duduk di sofa lain..


"Uhm...”


“Apa kau menculik kakakku?” .


“Tidak, dia tinggal di rumahku itu sudah seharusnya.”


“Tapi kau juga mengaku sebagai tunangan kakakku.”


“Karena aku memang tunangannya, sejak lama,” jawab Lion dengan santai, dia menyesap secangkir minuman yang sudah di buat oleh Vivian tadi.


”Tapi, tidak masuk akal. kenapa baru sekarang kau muncul? setelah dia menjadi Beta.”


“Aku tidak bisa mengatakannya karena terlalu panjang, tapi kau bisa mencoba untuk mempercayai aku.”


“...” Apa kau memang bisa di percaya atau tidak itu urusanmu, hanya saja aku memang harus terlihat didalamnya. Aku harus tahu dimana letak kesalahannya.


“Akan aku coba...”


“Apa yang akan kau coba? Kenapa orang ini masih ada disini dan tidak pergi?” Pertanyaan langsung keluar dari delima Stella saat dia mendengar kalimat Vivian.


“Kak, dia berkata kalau dia akan


membuktikannya pada ku kalau kalian berdua adalah pasangan.”


“Jangan dengarkan dia hanya berbicara omong kosong. Kau tahu aku baru menjadi Beta dan aku butuh banyak waktu bebas yang berharga,”Stella duduk di samping Vivian lalu kembali menatap Lion.


Melihat ini Vivian mulai memperhatikan keduanya, apakah semua ini memang hanya sebuah kebetulan. atau memang keduanya adalah orang bertolak belakang, sulit untuk bisa memiliki pendapat yang sama.


“Kalau begitu, aku harap kalian bisa lebih banyak mengobrol. sesama, aku pamit dulu.”


“Hei, kenapa meninggalkan aku bersama dengan dia sih?”


“Kak, kau harus selesaikan masalahmu sendiri. Aku sedang tidak bisa karena punya urusan lain,” Setelah bicara Vivian meninggalkan keduanya di ruang keluarga, masuk kedalam kamarnya dan tidak lupa untuk mengunci pintunya.


...°°°...


...Terima kasih sudah membaca dan mendukung. cerita saya, maaf belum bisa merefisi kesalahan dalam setiap chapter yang ada karena urusan real life saya benar-benar sedang padat....

__ADS_1


__ADS_2