
Vivian berdiri di pinggir jalan raya, tangganya masih di genggam oleh dua orang berbeda. Seorang dari mereka adalah Alpha dan seorangnya lagi adalah Omega durian yang sudah mengubah aromanya menjadi Leci, oh astaga itu adalah buah yang di juluki sebagai raja buah-buahan.
Vivian bisa menciumnya karena sepertinya kedua orang ini sedang saling bertarung. Feromon beraroma Leci, dan feromon milik kendra yang beraroma campuran Citrus, Woody, dan Black paper, yang menjadi satu.
Vivian tentu tahu, sudah pasti Dean akan kalah, dia hanya Omega biasa, sementara Kendra adalah Alpha dominan. Kasihan juga Omega ini kalau sudah harus dirawat lagi, dia baru saja keluar dari ruangan operasi di gedung penelitian feromon.
“Lepaskan tanganmu darinya,” Dean berucap, menahan serangan Feromon dari Kendra.
“Kau yang harus melepaskannya,” Kendra membalas, menahan aroma feromon leci dari Dean.
Vivian menggertakkan giginya lalu menghempaskan kedua tangannya, sehingga terlepas dari genggaman tangan kedua pemuda tersebut, “Kalian yang seharusnya melepaskan tanganku! Dan hentikan feromon kalian aku yang jadi pusing.”
Keduanya pun menurut, mereka lalu menatap Vivian. Gadis itu mendengus dengan kesalnya, kemudian vivian berkata lagi setelah dia agak tenang; “Apa yang kau lakukan disini?”
Kendra yang di tatap terkekeh sejenak lalu menjawab; “Menjemputmu.”
“Kau mau menjemput ku? Untuk apa? Aku sudah punya Mario,” ucap Vivian.
“Aku hanya ingin, memangnya kenapa? Suru saja Mario untuk kembali.”
“Tidak! Aku akan pulang dengan Mario, jadi kau kembali saja.”
“Tidak, aku akan tetap mengantarmu.”
Dean memandangi keduanya secara bergantian, kemudian mengernyit. Alpha dominan ini terlihat mencurigakan, bukankah dia seharusnya mencari omega, mengapa dia ingin mengantar Alpha incarannya? Tidak mungkin, sekarang dia memiliki seorang saingan yang sayangnya mengidap Kelainan istimewa kan?
Astaga, demi pintu Doramon. Tolong bawa pergi Alpha ini jauh-jauh, pada awalnya Dean berpikir setelah mengubah aroma Feromon miliknya yang tidak membuat Vivian nyaman, dia bisa lancar mendekati gadis itu dan menjadikannya pasangannya.
Tidak pernah berpikir, bahwa setelah hampir satu bulan dia mengurus feromonnya, seorang Alpha sudah mengalami kondisi istimewa dan parahnya Alpha tersebut sedang mencoba untuk mendapatkan calon Alpha-nya.
Tidak bisa! Gadis Alpha ini harus menjadi pasangannya, Dean sangat sulit menemukan Alpha yang aroma feromonnya membuat dia tertarik, pertama kali melihat Vivian itu saat hari pertama pelatihan feromonnya.
__ADS_1
Dean tidak sengaja lewat di depan ruangan Vivian, yang kebetulan saat itu Vivian baru saja selesai. Aroma kayu manis dan Citrus milik Vivian yang masih tersisa tidak sengaja tercium oleh hidungnya. Dean pada awalnya berpikir kalau dia mungkin saja tidak akan pernah bertemu dengan gadis itu lagi, siapa yang sangkah bahwa mereka satu sekolah.
Jadi dia mendengus dan menatap Kendra dengan tajam, lalu berkata; “Bukankah kau seorang Alpha? Mengapa harus menjemput seorang Alpha wanita? Bukankah kau seharusnya mencari Omega mu?”
Kendra balas menatap Omega laki-laki yang baru saja berbicara dengannya, kemudian Kendra terkejut, hei bukankah ini Omega dengan aroma durian yang mengejar Vivian sebulan lalu?
Bukankah seharusnya dia menghilang atau tidak pindah ke kota lain, karena sudah di tolak? Kenapa dia berada disini dengan Feromon yang berbeda? Sial, rencananya untuk mengikat Vivian menjadi terhambat lagi dengan kemunculan Omega ini lagi.
Masalah kakeknya saja belum dia selesaikan, sekarang itu bertambah lagi dengan omega leci satu ini. Baru saja Kendra ingin bicara, Vivian sudah lebih duku berkata; “Itu benar, bukankah kau seharusnya mencari omega? Mengapa kau selalu muncul di setiap tempat yang aku datangi? Kau tidak memata-matai aku kan...”
Hei, apakah kau memang tidak seoeka ini? Aku sudah minum gelas mu, sudah menggunakan sendok mu. Itu sudah menandakan bahwa delima kita sudah saling bersentuhan.
Aih, mengejar Alpha wanita memang beda, mungkin karena pasangan asli mereka adalah Omega pria. Tapi hei, di dalam tubuh Alpha wanita satu ini, mengalir darah keluarga Alisher.
Alisher yang pendahulunya selaku menikahi seorang Alpha, jadi seharusnya Vivian memiliki sedikit rasa peka, kasihan dia yang tidurnya tidak pernah tenang gara-gara memimpikan Vivian menikah dengan seorang omega pria.
“Siapa yang memata-matai mu? Aku memang kebetulan selalu berada disana.”
“Benarkah? Bahkan ketika aku memilih belanja di pasar tradisional?”
“Oh,Iya? Terus tiga hari yang lalu saat aku dan Nila berbelanja di tokoh pakaian wanita, apa yang kau lakukan disana? Kakek mu tidak mungkin memintamu membeli pakaian kan?”
“Kakek memang menyuruhku, itu hadiah ulang tahun untuk cucu temannya.”
“Hebat sekali, memberikan pakaian untuk ulang tahun cucu temannya, pasti cucunya sudah sangat besar yah?”
Besar apa? Itu bocah berusia lima tahun, tiga hari lalu Kendra memang diminta oleh kakeknya untuk membeli hadiah ulang tahun tapi bukan sebuah pakaian, kakeknya meminta untuk membeli mainan anak laki-laki. Kebetulan saja, saat Kendra mencari kado dia melihat Vivian memasuki toko pakaian.
“Sederhana sekali, cucu teman kakek mu, di usianya yang sudah besar dia hanya menginginkan sebuah pakaian dan bukan barang mewah, jika dia omega kau pasti akan di jodohkan dengannya.”
Kau pikir aku akan percaya? Dasar pembohong. Jelas-jelas kemarin malam Dean melihat Tuan tua Leonard memberikan sebuah kotak kado berisi mainan anak.
__ADS_1
Jangan tanya bagaimana Dean bisa tahu, itu karena cucu teman kakek Kendra kebetulan adalah keponakan Ibunya, jadi sebagai anak bungsu yang termuda dari tiga bersaudara dia yang harus pergi menemani sang ibu menghadiri ulang tahun seouohya yang berusia 5 tahun.
Kendra mengetahui kalau dirinya sedang di cibir oleh Omega satu ini, kemudian dia berkata; “Oh, maaf itu tidak akan terjadi. Cucu teman kakekku adalah gadis beta.”
“Oh, benar. Aku lupa dia Beta, tapi usianya baru lima tahun dan dia itu laki-laki.”
Heh? Anak laki-laki? Vivian kemudian melirik Kendra dan menatapnya dengan tajam, berkata melalui sorot matanya jadi kau benar-benar mengawasi aku?
Kendra sedikit tertegun, kemudian dia melirik pada Dean, melakukan hal yang sama seperti yang di lakukan oleh Vivian, dia berbicara melalui sorot matanya Hei bagaimana kau bisa tahu?
Dean dengan santai berkata; “Tentu saja aku tahu, kebetulan aku bertemu kakek mu kemarin di ulang tahun adik sepupu ku.”
Heh, dunia ternyata sangat sempit. Vivian kemudian menghela napasnya, melirik ponselnya dan menemukan pesan dari Mario yang berkata bahwa dia sampai agak lambat karena jalanan sangat macet.
Vivian melihat Dean yang tampak senang karena sudah membuka kedok Kendra, Vivian Kemudian memijat pelipisnya lalu berkata pada Dean; “Lalu kau kenapa masih disini? Bukankah seharusnya kau sudah pulang dari tadi?”
Kendra mendengarnya kemudian berpikir bahwa Omega satu ini pasti sama dengannya, selalu mengawasi Vivian diam-diam, Kendra lalu penasaran dengan jawaban Dean.
Setelah melirik wajah Kendra yang tampak senang, Dean mengehanapas lalu berkata, “Tadi aku merasa melihatmu di gedung jadi aku mengikuti mu. Hanya ingin mengajakmu makan siang bersama, tapi mau ternyata masuk kedalam akademi, jadi aku memutuskan untuk menunggumu.”
“Hei, apa yang kau lakukan di penelitian feromon?”
“Dia mengganti feromonnya, jadi sudah pasti dia disana tidak mungkin di rumah sakit.”
Kendra mengernyit dan bertanya, “Bagaimana kau bisa tahu?”
“Bibiku yang bilang tadi,” Vivian menjawab dengan santai pertanyaan itu.
Dean merasa bahwa dia menang dari Kendra karena Vivian terlihat membelanya. Padahal yang sebenarnya, Vivian tidak mau memperpanjang obrolan mereka lagi, bisa saja ini tidak ada akhirnya nanti. kalau membiarkan Kendra dan Dean terus berlanjut.
Tidak lama, mobil jemputan Vivian datang. Mario membuka jendela mobil, dan memanggil Vivian untuk segera masuk ke mobil, Vivian langsung masuk dan meninggalkan kedua orang itu di luar. Setelah mobil Vivian pergi, Alpha dan Omega itu saling bertatapan dan memalingkan wajah mereka, berjalan ke masing-masing arah yang berlawanan.
__ADS_1
“Lihat saja, Vivian akan menjadi Alpha ku”- Dean Alexander
“Tidak akan karena dia milikku,”- Kendra Leonard