Transmigrasi: Aku Jadi Alpha Wanita

Transmigrasi: Aku Jadi Alpha Wanita
Kembali ke dunia asli


__ADS_3

Vivian membuka matanya, dan menemukan dirinya berada di suatu ruangan yang kosong dengan di depannya ada banyak sistem komputer, alisnya mengernyit dan memikirkan apa yang sudah terjadi?


Dia ingat bahwa dia seharusnya sudah mati karena ledakan besar di jurang. Dalam ingatannya, ketika tim penyelamat mereka datang, Leon Bergerak untuk menolong Stella lebih dulu.


Setelah itu barulah dirinya, tetapi belum sempat Kendra turun tangan, Yudas sudah lebih dulu memerintahkan orang-orangnya untuk meledakkan bom yang sudah mereka pasang.


Jadi bersamaan dengan itu, Tubuh Vivian jatuh dan dia merasakan seseorang memeluknya dengan erat. Sial, mati seperti itu bukankah tidak jauh berbeda dengan ending novel aslinya?


[Tuan rumah!]- sistem bersuara


[Jadi aku benar-benar sudah mati?]


[Ya, anda mati bersama dengan protagonis Pria, dia melompat dan memeluk anda ketika anda terjatuh ke jurang, kemudian ledakan terjadi]


[Lalu, bagaimana dengan Ayah?]


[Alur novel akan di susun kembali, dan orang berikutnya akan mengambil peran anda]


[Jadi sekarang, apa yang akan aku lakukan?]


[Anda akan di kirim kembali ke dunia anda, jangan terkejut melihat banyak perubahan di dunia anda, Tuan]


[Itu semua adalah hasil dari kerja keras anda selama menyelesaikan misi di dunia ini]


[Em, baiklah... Aku siap sekarang]


Vivian menutup matanya dan dia mulai merasakan adanya cahaya yang mendekati matanya. Vivian dengan perlahan membuka matanya dan menemukan bahwa dia sudah berada di dalam kamarnya yang dulu.


Buku novel yang sebelumnya di baca sudah tergeletak di samping tempat tidurnya. Vivian buru-buru mengambil buku itu dan membuka bab terlahir, kemudian membacanya dengan kepala kepala linglung.


“Jadi yang memeluk aku saat itu, bukan hanya Kendra...tapi ayah juga?” Vivian mengeratkan genggamannya pada novel tersebut.

__ADS_1


Di akhir cerita, dikatakan bahwa Alex, ayah Vivian memilih melompat untuk meraih Vivian. Gerakannya cepat sehingga membuat semua orang terkejut dibuatnya. Tuan Tua menjatuhkan dirinya dan menangis melihat Putra dan cucunya mati di hadapannya.


Tubuh mereka hancur karena jurang itu begitu dalam, dan curam. Ayah Kendra akhirnya memilih kembali dan menatap kosong pusaran batu nisan putranya, Tuan Tua Leonard juga merasa begitu kehilangan.


Semuanya menyayangkan kejadian itu, karena Kendra sendiri sudah memiliki rencana untuk melamar Vivian, tetapi semuanya harus terhambat karena konflik yang tiba-tiba muncul dan membuat semuanya menjadi kacau.


Setahun setelah kejadian itu, Keisya dan Liam melangsungkan upacara kelahiran anak pertama mereka dan di susul dengan pernikahan Stella dan Leon. Dua tahun setelah menikah, keduanya di anugerahi sepasang anak kembar yang mereka beri nama Kendra dan Vivian.


Vivian '...."


Dia kehabisan kata-katanya. Karakter Yudas dalam cerita tidak terlalu menonjol, dikatakan setelah kejadian itu, dia masuk penjara, tidak lama dia menjadi gila dan dikirim ke rumah sakit jiwa. Dia menghabiskan akhir hidupnya di sana.


"Sayang, apa kau sudah bangun? Cepat turun jika tidak, kau akan terlambat ke sekolah!” Suara seorang wanita mengejutkan Vivian.


“Iya Ibu, sebentar lagi aku turun” Vivian berlari masuk kedalam kamar mandi dan segera membersihkan dirinya.


Setelah persiapan selesai, dia mengambil ranselnya dan segera turun ke lantai bawah. Vivian memperhatikan kondisi rumahnya, yang memang berbeda dari sebelumnya terutama dari segi ukurannya.


Guci mahal dan furniture lainnya terpampang jelas di depan matanya, ketika dia akan berangkat sekolah dia melihat bahwa mereka sudah memiliki mobil pribadi, tempat yang dulunya di gunakan sebagai tempat usaha ibunya sudah berubah menjadi post satpam rumah mereka.


“Ibu hari ini akan pulang agak terlambat karena restoran akan begitu sangat ramai hari ini.”


“Apakah ada sesuatu yang terjadi, Ibu?” Vivian bertanya pada Ibunya.


"Bukan hal besar, sayang. Ada pebisnis yang berencana ingin berinvestasi untuk perkembangan restoran kita, jadi Ibu harus mengurusnya.”


"Baiklah Ibu, kalau begitu aku masuk ke sekolah dulu" Setelah berucap demikian, Vivian keluar dari selam mobil dan masuk ke dalam arena sekolah.


Vivian menghirup aroma sekitar yang begitu dia rindukan, dia berjalan menuju ruang kelasnya yang masih dia ingat sendikit. Membuka pintu, Vivian di perhatikan oleh teman-teman sekelasnya.


“Vivi, akhirnya kau kembali. Kau menghilang selama seminggu, kemana saja kau?” Seorang gadis menghampirinya dan memeluknya.

__ADS_1


Vivian merasa linglung saat melihat gadis ini, jelas saja dia tidak pernah menyadari bahwa dia akan kembali bertemu dengan salah satu karakter dalam buku novel yang baru saja dia baca.


Dia benar-benar sudah kembali ke dunianya kan?


“Keisha...”


“Huh, kenapa kau linglung begitu?" teman sekelasnya yang bernama Keisha memilih untuk duduk tepat di depan mejanya.


"Maaf, tampaknya aku terlalu mendalami alur novel itu karena nama protagonis utama sama seperti namamu."


"Apa maksudmu dengan protagonis utama? Novel itu sangat buruk karena protagonis mati bersama dengan pacar dan ayahnya."


Vivian menghela napasnya dan menoleh keluar jendela kelas, dia memikirkan kembali apa yang baru saja di katakan oleh Keisha. Protagonis utama mati bersama dengan ayah dan pacarnya?


Vivian buru-buru membuka tasnya dan mengambil buku novel yang dia baca. Dia kembali membaca novel tersebut dari halaman pertama. setelah selesai membaca satu bab cerita, Vivian menutup buku novel itu dan melemparnya kedalam laci mejanya.


Bagaimana itu bisa terjadi?


Tokoh Utama dalam novel tersebut adalah Vivian Alisher, padahal sebelumnya jelas-jelas itu adalah Keysa Leona. Vivian berpikir mungkinkah karena dirinya bersama dengan Protagonis utama pria Kendra Leonard, sehingga alur berubah begitu banyak?


 Vivian menggeleng, jelas memang masalahnya ada pada protagonis utama yang tertarik pada Vivian, yang merupakan seorang Alpha perempuan. Paling besar kemungkinan sejak Kendra mulai mengejar Vivian, dan bahkan mengabaikan protagonis utama wanita.


Di sisi lain, Protagonis wanita justru berakhir bersama dengan Liam, si antagonis. meskipun dia tidak mati dan hidup bahagia setelah menikah, kematian tidak terhindari dari Vivian, bahakan dia menyeret Kendra juga.


Kepala Vivian menjadi semakin linglung saja.


"Hei, apa yang terjadi padamu?” Keisha menggoyangkan jari-jari tangannya di depan Vivian, agar gadis itu berhenti menghayal..


"Oh, em... Apa tadi?” Vivian bertanya setelah dia kembali sadar dari lamunannya.


"Astaga sudahlah, cepat ganti pakaianmu. Sebentar lagi pelajaran olahraga akan segera di mulai, jangan Sampai terlambat ke lapangan.” Keisha mengambil pakaian olahraganya dan bergegas menuju ke ruang ganti.

__ADS_1


Vivian menghela napasnya dan menatap jauh ke luar jendela ruang kelasnya, "Sepertinya memang benar, protagonis utama cerita itu harus di takdirkan mati, kali ini mereka pasti bertemu di Heaven"


.


__ADS_2