Transmigrasi: Aku Jadi Alpha Wanita

Transmigrasi: Aku Jadi Alpha Wanita
Vivian [Bagaimana aku akan bicara?]


__ADS_3

Vivian punya satu Masalah besar sekarang, dia merutuki Delimanya yang tidak berpikir sebelum bicara. Delimanya pada hari itu hanya ingin menjawab Ya, bukannya mengatakan Kendra sebagai pacarnya mulai hari itu.


Tidak, bukannya Vivian tidak mau bersama Kendra, Vivian tentu saja mau dia sudah menyadari bagaimana perasaannya pada Kendra, tapi dia tidak tahu harus bertindak seperti apa setelah pacaran. Vivian sejak dulu tidak pernah menjalin hubungan, dia singel dan pertama kalinya pacaran, Vivian justru bersama dengan Kendra.


Seorang Alpha dominan yang feromonnya sangat kuat. jika di dunia aslinya Vivian mungkin saja sudah melakukan yang sama dengan pasangan lainnya, kencan berdua seharian. Tapi di dunia ini, kemanapun Vivian pergi dia tidak pernah mendapati pasangan yang seperti itu.


Selain pasangan yang sudah menikah,katanya sih untuk menghindari adanya pertumbuhan jumlah penduduk kota silver, tapi Vivian tidak bisa yakin dengan apa yang pernah telinganya dengar.


Faktanya, pacaran ataupun tidak Kendra tidak ada bedanya, kali ini dia lebih sering mengangkat bendera perang , satu hari mungkin ada tiga sampai empat kali. Untung saja sekolah sudah diliburkan, dan Vivian tidak sering pulang ke rumah karena alasan restoran.


“Apa kau lelah?” Kesya bertanya.


Vivian menggeleng, “Tidak Masalah, aku baik-baik saja.”


“Bagaimana hubunganmu dengan Kendra?” tanyanya.


“Aku rasa...baik..” ragu Vivian, Kesya mengamatinya dan berpikir bahwa hubungan sesama Alpha pasti tidak mudah.


Normalnya pada saat status mereka sudah jelas, tanda permanen sudah selesai, Omega akan lebih manja pada Alpha-nya, Mereka akan terus menempel, memeluk atau menyerang Alpha mereka secara aktif, mood akan menjadi sangat sensitif dan mudah marah jika Alpha-nya berbicara dengan Omega lain.


Tapi kalau tentang hubungan Kendra dan Vivian, bagaimana Kesya bisa mengatakannya yah, Jika mengibaratkan keduanya, Kendra lebih terlihat seperti omega yang manja, padahal dia dari golongan dominan. Vivian sendiri, dia sepertinya tidak tahu apa yang harus dilakukan pada awal masa hubungan.


“Kalau kau bingung ingin melakukan apa di awal hubungan, aku sarankan kau bisa untuk lebih aktif.”


“Apa maksudmu dengan lebih aktif?”


“Serang dan kibarkan bendera perang dengan Alpha mu, kalian bisa juga berguling-guling, asalkan jangan sampai keluar batas.”


“Hah, apa maksudmu dengan keluar batas dan berguling-guling? Kau...kau...kau...”


“Secara umum itu adalah kegiatan yang biasanya dilakukan oleh pasangan yang belum menikah, mereka akan terus bersentuhan.”


Itu gila! kenapa dunia ini berjalan tanpa aturan hukum dan undang-undang yang manusiawi, selalu bersentuhan, bukankah itu tidak lain membiarkan pihak lain melakukan pelecehan?

__ADS_1


Vivian tidak mau karena otaknya masih normal, hanya saja dia juga tidak bisa memungkiri bahwa dia juga sudah berpulang kali disentuh oleh delima Kendra. Vivian tertegun dan mengutuk otaknya yang hilang entah kemana.


Kendra selalu mengeluarkan feromonnya ketika dia hanya berdua dengan Vivian, dan hal ini selalu membuat kepala Vivian linglung. Tidak lama ponsel di atas meja berdering, Vivian mengambilnya lalu menekan tombol hijau.


Vivian mencoba untuk mengabaikan pendengarannya ketika suara Kendra terdengar dari seberang, Vivian menggertakkan giginya lalu berkata “Siapa yang kau panggil kucing liar! Aku tidak membalas pesan mu Karena restoran sedang ramai, aku tidak punya waktu untuk mengurus ponsel...”


“Kucing liar, apa pekerjaanmu masih lama? aku datang yah...”


“Datang saja kemari, biasanya juga begitu.”


“...Beri aku sebuah ciuman”


“Datang dan ambil sendiri.”


Setelah itu, ponsel dimatikan oleh Kendra secara sepihak. Baru saja Vivian meletakkan ponselnya di meja, pintu restoran kemudian terbuka dan Mata Vivian menangkap Kendra berdiri disana.


Sial, aku di tipu lagi.


Setelah mengurus Kendra, keduanya duduk di ruangan Vivian. Tidak, lebih tepatnya Vivian lagi-lagi terjebak dalam cengkraman Kendra dan tidak bisa melepaskan diri.


“Hah, apa yang aku tanyakan? Kalau yang kau maksud, bagaimana mereka berkencan, biasanya makan berdua di restoran, menonton film di bioskop, atau mengunjungi tempat-tempat tertentu...”


“Apa mereka melakukan seperti yang kita lakukan?"


“Apa maksudmu? tentu saja tidak, di Dubai ku orang-orang yang menindas wanita disebut sebagai bajingan menjijikkan.”


“Itu artinya kau juga menyebut aku sebagai bajingan menjijikkan?”


“Ya, kau adalah anjing yang suka mengendus leherku.”


Kendra “...”


Bendera mengeratkan pelukannya pada Vivian, Jika di hitung dari jadi mereka, sudah hampir satu Minggu lamanya. Kendra juga merasakan bahwa Vivan sudah mulai terbiasa dengan tindakannya.

__ADS_1


“Bisa kau lepaskan aku? aku agak lelah jika terus berada di posisi ini,” kata


Vivian, lalu Kendra melepaskannya.


“Apa tugasmu selanjutnya? apakah masih tetap ingin menyatukan aku dengan Kesya? Aku tidak akan membiarkan itu.”


“Aku rasa tidak perlu di katakan, kau mungkin akan semakin tertekan jika mendengarnya.”


“Ayo katakan, aku ingat kau bilang kalau plot berubah dan menjadikan sebagai pemeran utama.”


“Benar, Tugas terakhirku adalah berkembang biak denganmu, setelah mendapatkan keturunan...”


“Kau akan pergi?”Wajah Kendra menjadi murung, dan Vivian tidak suka melihatnya seperti itu.


Vivian membungkuk, dan memegang kedua wajah Kendra lalu tersenyum, “Aku belum selesai bicara, mengapa kau langsung memotong? Aku tidak akan pergi...”


“Benarkah? apakah kau akan tetap bersamaku? tapi bagaimana bisa?”


“Tolong tanyakan satu persatu, kantor pusat membaurkan aku menemanimu hingga kau wafat.”


Wajah Kendra menjadi berbinar karena senang, itu bagus kalau Vivian tetap berada disisinya. Kendra sangat bahagia sehingga dia menarik tangan Vivian dan menyerangnya lagi, dengan lembut.


Kemudian Kendra membuat tentang kesepakatan mereka sebelumnya, Kendra melepaskan Vivian dan menatap Vivian dengan seringai menyeramkan. Vivian meneguk saliva-nya dengan susah, pasti ada sesuatu yang akan menimpahnya lagi.


“Kenapa menatap aku seperti itu? Wajahmu seram tahu gak ," Vivian melepaskan diri dari Kendra tapi tangan Kendra sudah lebih dulu memeluk pinggangnya.


Kendra fokus pada mata bunga persik Vivian, dan tidak membiarkan pupil-nya bergerak sedikitpun, senyum Kendra kemudian merekah lebar, lalu Vivian mendengar Kendra berkata; “Aku ingat kalau kau belum melakukan kesepakatan kita.”


Sial! tidak bisakah kau melupakannya saja? padahal sudah lama berlalu, Vivian tidak pernah memikirkan bahwa Kendra akan tiba-tiba mengingat tentang kesepakatan mereka.


“Bisakah aku tidak melakukannya? lagi pula nilai ku tidak cukup memuaskan.”


““Sayang, kesepakatan kita hanya tentang lulus atau tidak, kita tidak pernah membahas batasan nilai yang harus kau gapai kan?” Vivian mengangguk, tapi bagaimana caranya dia mengatakan kalau mereka sudah bersama? Vivian merasa sangat malu sekarang ini.

__ADS_1


Kendra kemudian kembali berbicara; “Aku hanya meminta kau mengakui perasaanmu di depan keluargamu, bukan mau merobek bunga mu.”


“Kau...kau...kau..."


__ADS_2