Transmigrasi: Aku Jadi Alpha Wanita

Transmigrasi: Aku Jadi Alpha Wanita
Kendra [Kau Mempersulit Aku Saja]


__ADS_3

Kendra duduk di kursinya dan melirik ke kursi kosong yang berada tepat di sampingnya. Sudah hampir dua Minggu dia tidak pernah bertemu dengan Vivian, Kendra merasa bahwa Vivian sepertinya sedang bersembunyi darinya.


Perasaannya gundam, dia tidak pernah menyangkah akan menjadi uring-uringan seperti ini, setelah lama tidak bertemu dengan Omeganya, Oh maaf Vivian adalah pasangan Alpha-nya.


Dua hari pertama Kendra masih merasa tenang, dan berpikir bahwa Vivian sepertinya masih sakit dan butuh istirahat, sehingga Vivian tidak ada kabar dan Mario bilang kalau Vivian sedang tidak ingin bertemu dengannya.


Tepat satu Minggu, Kendra merasa mulai ada yang tidak beres, Vivian masih tidak masuk sekolah dan ketika dia mengecek ke apartemen dan rumah utama, Kendra tidak menemukan siapapun disana.


Tetangga apartemen berkata bahwa dia melihat Vivian dan temannya pergi terburu-buru menaiki mobil, tapi dia tidak bertanya akan kemana dan tidak ada pesan juga dari mereka, untuk dititipkan.


Hari ini adalah hari ke sepuluh, kursi Vivian dingin karena tidak ada yang mendudukinya, Mario juga sudah tidak masuk selama lima hari dan teman Beta Vivian, juga tampaknya tidak pernah Kendra lihat lagi.


zTubuh.Kendra jadi kurus, dan wajahnya agak pucat, dirinya juga tidak nafsu makan dan otaknya hanya memikirkan dimana Vivian berada? Bahkan untuk restoran, orang yang mengurusnya sementara waktu adalah Kesya dengan bantuan Liam.


Kendra berpikir bahwa mungkin saja keduanya tahu dimana Vivian sekarang, tapi dia salah. Liam mengatakan bahwa mereka terakhir bertemu Vivian di rumah sakit, tapi setelah itu Vivian pergi lagi dengan Mario tidak tahu kemana.


“Wajahmu jelek sekali,” Liam ikut duduk di kursi depan dan menatap Kendra.


“Uhm...” Kendra hanya bergumam.


“Apa belum kau temukan?” Liam bertanya dengan wajah senang, yang membuat Kendra mendengus malas.


“Baiklah, diam mu sudah menjadi jawaban. Apa kau sudah bertanya pada keluarganya?”


“Tidak ada seorangpun di rumahnya.”


“Mungkin kau datang di waktu yang tidak tepat, Ah ngomong-ngomong kemarin malam aku melihat kakek mu dan kakek Vivian sedang mengobrol di kafe.”


Kendra menatap Liam, kemudian dia mengernyit kedua orang tua itu mengobrol berdua? Kendra merasa itu tidak mungkin deh, kakeknya dan kakek Vivian tidak mungkin mengobrol berdua.


Keduanya tidak pernah akur dan apa yang akan mereka bahas jika tidak mengganggu kenyamanan pelanggan kafe? Hei, itu gila. Lagi pula ada urusan apa kedua kakek tua bertemu? Membandingkan antara cucu laki-laki dan cucu perempuan tuan Alisher yang sialnya menjadi alasan mengapa Kendra bisa mengalami kondisi istimewa.


“Kau benar-benar melihat kedua pak tua itu bertemu?”


“Kau tidak percaya? sayang sekali saat itu aku tidak membawa ponsel, jika ada mungkin aku bisa merekam agar kau percaya.”


“Baik, terserah kau. Saran ku sih, sebagainya.kau bicara dengan kakek Vivian, aku rasa dia hanya tidak suka kelakuan kakek mu yang menyebalkan.”


Kendra melihatnya lalu mengernyit, membayangkan dia berurusan dengan kakek tua yang sifatnya sama seperti pak tua keluarganya, Kendra menjadi sedikit ragu. Pak tua dari dari keluarga sebelah itu pasti sama menyebalkan dengan Kakeknya.


Tapi, Kendra juga harus mencoba. Mungkin dirinya sedang sial sehingga keberuntungan menjauh darinya, dia selalu menemukan tempat itu kosong ketika dia pergi ke sana untuk mengecek Vivian.


“Ah, masih ada lagi...”

__ADS_1


“Apa lagi? kau mau bilang kalau Kedua pak tua itu sedang berencana untuk menjauhkan kami?”


“Hei, jangan salah paham. ini berita baik untukmu, Stella dirawat di rumah sakit.”


“Apa urusannya aku dengan Stella?”


“Dasar bodoh, apa kau tidak pikir kalau mungkin saja Vivi ada di sana?"


“kau, dimana rumah sakitnya?”


“Aku tidak tahu, aku hanya tidak sengaja mengurung kemarin.”


BRAK!


Kendra memukul meja dan langsung mengambil tasnya untuk pulang, Liam menatap punggung Kendra yang keluar dari ruang kelas, kemudian dia tersenyum senang dan terkekeh, “Hehe, aku sebenarnya sudah tahu sejak tiga hari lalu tapi tidak mau menolong mu dengan cepat.”


“Apa yang sedang kau tertawakan? lihat guru sudah datang, pergilah ke tempat duduk mu.”


Liam; “....”


Kendra melajukan mobilnya dengan cepat pulang ke rumah, Jika kakeknya sejak awal tahu keberadaan Vivian, mengapa tidak memberitahu dirinya lebih cepat? membuatnya kesal saja.


Pada saat Kendra tiba di rumahnya, Kendra Langsung turun dari mobil dan membuka pintu rumah dengan tidak sabaran, sehingga menimbulkan bunyi.yang keras.


BRAK!


Tuan tua Leonard menatapnya dengan pandangan bingung, Kendra berdiri tepat di depan meja kerjanya, menatap dirinya dengan marah, Apa yang sudah terjadi pada anak nakal ini? pulang-pulang langsung dobrak pintu.


“Hem, apa?”


“Kakek sering bertemu dengan pak tua Alisher?”


“Tidak juga.”


“Kakek kemarin bertemu dengannya?”


Tuan tua mengangguk, lalu berpikir dari mana bocah nakal ini tahu? rasanya kemarin Kendra mengunci diri di kamarnya lagi, dan tidak mau makan malam.


“Lalu, jika aku bertemu apa urusannya denganmu?”


“Kakek tahu dimana posisi Vivian?"


“Tahu, tapi kakek tidak akan memberitahumu.”

__ADS_1


“Pak tua kau!”


“Apa? bukankah kau sudah mengigit lehernya? seharusnya kau sudah tahu dia ada di mana.”


“Kakek. aku sedang serius. Dimana Vivian?"


“Apa keuntungannya jika aku memberitahumu?”


“Kakek, kau!”


“Tidak ada informasi yang gratis, kau tahu.”


Kendra menatap Tuan tua Leonard dengan marah, kenapa kakeknya ini masih memikirkan tentang keuntungan segala? Membuang waktunya saja, dia sudah sangat tidak sabar untuk menemukan pasangannya. Dia butuh wangi feromon Vivian.


Kendra menghela napasnya, dan berkata; “Apa yang kakek mau?"


“Aku ingin kau tinggalkan gadis itu dan bertunangan dengan cucu teman kakek, bagaimana?”


“Pak tua gila! Aku sudah menandai Vivian, tidak dapat di tarik lagi, aku dan Vivi adalah pasangan yang di takdir kan.”


“Hoh, apakah dengan tanda sepihak itu? Kau sudah yakin kalau dia adalah pasanganmu?”


“Kakek, jangan membuat kesabaran ku habis. aku tanya sekali lagi, dimana Vivian?”


“Baik-baik, gadis itu sedang di rumah sakit pusat penelitian feromon.”


“Aku pergi.”


Kendra berbalik dan berniat untuk segera keluar dari ruangan tuan tua. Akan tetapi langkahnya terhenti ketika telinganya mendengar tuan tua Leonard berdehem beberapa kali.


“Kemarin aku membahas tentang hubunganmu dan Vivian, awalnya kami memutuskan untuk menyerahkan semuanya pada kalian, tapi...”


“Tapi? ada apa kakek, apakah aku harus melalui beberapa tes dari pak tua itu?”


“Aku berkata bahwa bagus juga jika Vivian jadi cucuku, masakannya enak, Si tua itu langsung mengomel dan berkata dia tidak akan membiarkanmu merebut cucunya,” Tuan tua berkata dengan santai.


Kendra dengan wajah merah menahan amarahnya; ”...Sial! Pak tua kenapa kau selalu menyulitkan aku!”


BRAK!


“... Hehe, menyulitkan mu berarti menguji mu. Selamat sudah berurusan dengan pak tua itu.”


......°°°......

__ADS_1


...Mohon maaf apabila masih terdapat banyak Typo bertebaran, Terima kasih atas dukungan kalian ...


__ADS_2