
Vivian bersama kedua temannya kembali ke rumah utama. Mereka membutuhkan tanda tangan untuk formulir perjalan wisata mereka. Perjalanan wisata kali ini akan ke gunung Silver, Vivian terheran apakah gunung tersebut berwarna silver sehingga namanya seperti it3u?
Pada saat mereka tiba di rumah, Tuan tua berdiri di teras rumah dengan mata sayu, dirinya merasa kesepian Anak-anaknya sibuk bekerja dan cucunya juga sibuk belajar, tidak ada yang memperhatikannya selain anjing putih kecil kaki pendek milik Vivian.
Chihuahua tinggal bersama Tuan tua karena tidak ada yang mengurus dirinya di apartemen, Vivian dan kedua temannya sibuk belajar dan sesekali masih harus pergi untuk mengecek restoran.
Mereka duduk di ruang keluarga, Tuan tua menatap ketiganya. Tidak lama Vivian mengeluarkan tiga lembar kertas formulir, Tuan Tua mengernyit, dan bertanya; “Apa ini?”
“Formulir untuk perjalanan pariwisata kakek, akan di kumpulkan lusa besok.”
“Kalian akan pergi?”
“Iya, perjalanan kami akan di lakukan selama lima hari.”
“...”Tuan tua berpikir sebentar, lalu mengangguk dan menandatangani formulir. Cucunya akan pergi lagi, dan dirinya akan merasa kesepian.
Tuan Tua merasa semakin terabaikan, belakangan ini dirinya hanya ada di rumah dan tidak ada teman mengobrol selain pengurus rumah dan Chihuahua. Sekarang cucunya akan pergi juga melakukan kegiatan tahun sekolah
“Pergilah istirahat, kalian pasti lelah.”
Ketika hari sudah malam, Vivian bersama dengan kedua temannya Kembali ke apartemen. Vivian sudah memasak untuk makan malam keluarga tadi, setelah mereka makan malam bersama barulah Vivian pamit pada keluarganya.
Ayah dan pamannya memang sedang sangat sibuk-sibuknya, beberapa Minggu ini mereka selalu mengadakan rapat dengan klien yang berbeda. Tidak ada waktu untuk kembali ke rumah, sehingga rumah Alisher jauh semakin sepi.
Ini membuat Tuan tau merasa bosan, dan kesepian. Biasanya dia akan mengerjakan mengerjakan sesuatu, seperti membantu para putranya memeriksa beberapa dokumen atau mengunjungi putrinya di tempat penelitian feromon.
Tapi, dirinya merasa bahwa ketiga anaknya sudah tidak membutuhkan bantuannya lagi, ketiganya meminta dirinya untuk beristirahat di rumah saja dan menikmati masa tuanya.
“,Menurut kalian bagaimana gunung Silver itu?" Vivian bertanya ketika dia baru saja duduk di sofa apartemen mereka.
Nila dan Mario melihat Vivian lalu sama-sama mengernyit, Nila bertanya; “Apa kau tidak pernah ke sana?”
Vivian menggeleng, tentu saja aku tidak pernah, aku hanya pernah mendaki gunung Sesean. Gunung ini merupakan gunung tertinggi di Toraja. Letaknya di Desa Sesean, Kecamatan Sesean Suloara, Toraja Utara. Butuh 3-4 jam untuk bisa mencapai puncaknya dan 2 jam perjalanan dari pusat kota Rantepao.
”Uhm, mungkin pernah tapi aku sudah lupa,” Jawab Vivian dengan asal.
__ADS_1
“Ah, aku lupa ingatanmu bermasalah setelah dibedakan tahun lalu.”
“Uhm...”
“Aku rasa kita tidak perlu membahas ini dulu. Biarkan saja ini menjadi kejutan, aku juga belum pernah ke sana. Bagaimana denganmu Rio?”
Mario diam, sebenarnya tidak berniat untuk mengatakannya. Ada banyak memori buruk di sana, dan Mario tidak ingin membuka kembali memorinya, jadi di hanya menggeleng dan berkata; “Aku seperti kalian. Ini pertama kalinya aku akan ke sana.”
Hebat, Bagus sekali, Vivian dan Nila bersamaan bertepuk tangan. Perjalanan wisata mereka pasti akan sangat menyenangkan, melihat keduanya senang Mario diam-diam tersenyum terutama ketika dia melihat bagaimana respon Bila.
Pada hari keberangkatan sesuai dengan instruksi pengajar, para pelajar harus sudah berkumpul di sekolah pada jam 07.00 pagi. Vivian dan kedua temannya masuk kedalam halaman sekolah, sambil membawa ransel gunung mereka tidak lupa menggunakan pakaian yang hangat.
Kelas Alpha terdiri dari tiga ruang kelas dengan isi masing-masing 20 pelajar, sementara Beta ada empat kelas dengan isi masing-masing 25 pelajar, dan kelas Omega ada dua kelas dengan jumlah pelajar di dalam 15 pelajar. Total pelajar yang ikut sebanyak 190 pelajar.
“Perhatian semua, panitia sudah menentukan tempat kalian. Seperti biasa, kelas Alpha tidak akan di gabung dengan kelas Omega,” Pwngajar yang bertanggung jawab mulai berbicara.
“Ini tidak adil! bagaimana jika mereka sudah bertunangan?” Suara Liam tiba-tiba membuat suasana menjadi hening.
“Tetap tidak bisa, ini sudah menjadi aturannya.”
,“Tetap tidak bisa! dengar!”
“,B-baik...”
Liam mendengus, kenapa harus ada aturan seperti itu sih? Liam tidak mau menjadi obat nyamuk di antara teman-temannya, Dirinya sendiri sadar bahwa kelas mereka ada di kelas terakhir, jadi secara otomatis akan bergabung bersama kelas Beta pertama yang merupakan kelas Nila.
“Selanjutnya Kelas Alpha ruang Tiga Bandung dengan kelas Beta ruang pertama...” Lanjut Pengajar.
“...Lima orang dari kelas omega pertama akan bergabung dengan kelas Beta ruang empat, Sisanya berada di bus terakhir.”
Total bus pariwisata yang di gunakan ada empat, dengan isi masing-masing dua kursi. Kelas Vivian berada di bus kedua bersama dengan kelas Nila. Total semua pengajar dalam satu bus kurang lebih 47-50 orang.
“Kursi mana kita akan duduk?” Nila bertanya lebih dulu, mereka sedang mengantri untuk memasuki bus.
“Terdepan bagaimana?”
__ADS_1
Nila bertanya kembali, “Samping pengemudi begitu?”
Vivian menggeleng, dan berkata; “Tidak, maksudku kursi pertama di belakang pengemudi.”
“Aku rasa itu ide yang bagus, aku terkadang tidak kuat melakukan perjalanan jauh.”
“Kau...”
“Tidak sampai separah itu kok, tenang saja.”
Keduanya pergi duduk, tiga baris di belakang mereka adalah Kendra, Mario dan Liam. Ketika mereka tiba di dalam bus, Liam tersenyum senang, dia tidak jadi duduk sendiri dan tidak jadi obat nyamuk teman-temannya.
“Kucing liar, kenapa kau duduk disana? Kemari dan duduk denganku.”
“Tidak, Nila tidak tahan dengan perjalanan jauh, jadi aku akan menjaganya.”
“Biar aku saja yang lakukan,” Mario ikut berbicara.
“Itu benar, biarkan Mario yang melakukannya.”
“Apa kalian tidak lihat, tidak ada anak perempuan yang duduk dengan laki-laki. Aku juga tidak mau, Rebecca dan lainnya sudah duduk bersama.”
Kelas Vivian hanya ada lima Alpha wanita dan sisanya adalah alpha laki-laki. sementara itu di kelas Nila, jumlah Beta perempuan kebetulan juga.ganjil. jadi susunannya sudah pas, karena Nila duduk bersama dengan Vivian.
Mario dan Kendra: "...”
Liam merangkul kedua temannya lalu memaksanya untuk berjalan ke kuris belakang, Tampak anak laki-laki lain melihat mereka dan tertawa pelan. Ketiganya duduk di kursi yang memang kosong, sudah di siapkan untuk ketiganya.
Seorang pelajar Beta berkata; “Tidak usah di pikirkan, bukan hanya kalian saja yang di tolak.”
Alpha dari kelas mereka ikut berkata; “Para wanita menyusunnya seperti itu agar tidak ada yang menebar kemesraan di dalam Bus.”
Alpha lainnya juga ikut berkata; “Untung saja pasanganku tidak satu sekolah denganku jadi aku tak memendam kekesalan.”
Kendra dan Mario; “ಠ‿ಠ”
__ADS_1