Transmigrasi: Aku Jadi Alpha Wanita

Transmigrasi: Aku Jadi Alpha Wanita
Menyelidiki


__ADS_3

Alex bangun dari tidurnya, tubuhnya sudah semakin membaik setelah dengan paksaan harus istirahat seharian. Dia terkena demam, untung saja Anna kebetulan berkunjung dan menemukan adiknya dalam kondisi tidak baik.


Alex mengingat kembali mimpinya malam tadi, dia dengan cepat mencari ponselnya dan mencoba menghubungi Kendra, tampaknya dia harus meminta bantuan anak-anak itu untuk bisa menemukan informasi tentang orang-orang yang muncul di dalam mimpinya.


Dia tidak tahu rupa wanita itu karena wajahnya yang tidak jelas, tapi melihat dari apa yang bermunculan dalam mimpinya, Alex hanya bisa berkata bahwa wanita itu sepertinya orang yang sama.


Wanita yang pernah dia tolak di masa lalunya dan wanita yang membuat keributan di hari pernikahannya, adalah orang yang sama. Alex menilai bahwa tindakan itu seperti, tindakan yang terobsesi pada sesuatu.


Alex mengambil ponselnya dan menghubungi seseorang, “Datang ke rumah sekarang...”


Setelah itu, panggilan dimatikan, Alex menatap langit-langit kamarnya dan kembali memikirkan hal lain, wajah Kania, meskipun tadi hanya mimpi itu berhasil mengobati kerinduannya yang terdalam.


“Kania...Vivi, tunggulah ayah...”


Sekitar pukul tiga sore, Semua orang berkumpul di rumah Alisher. Mereka semua menunggu Alex datang, sebenarnya sudah banyak usaha yang mereka gunakan, sayangnya tidak satupun yang membuahkan hasil.


Plat mobil yang mereka terima di temukan di tumpukan sampah, bahkan ketika mereka menggunakan hacker untuk mencari informasi-informasi pemilik mobil itu, juga tidak membuahkan hasil.


Tangan Kendra terkepal dan matanya merah, bagaimana dia tidak sampai seperti ini sementara pasangannya hilang, Dia bahkan mengamuk pagi tadi dan itu membuat dan Tuan Tua Leonard kerepotan, karena harus berurusan dengan Alpha dominan.


“Apa kau sudah baik-baik saja? Aku pikir seharusnya kau pulang dan istirahat saja, serahkan semuanya pada kami,” Liam duduk di samping Kendra langsung mendapatkan tatapan tajam darinya.


“Kau, diam....”


Tidak lama setelah itu, Alex datang dan duduk diantara mereka. Excel memandangi adiknya itu dan mulai khawatir, suhu tubuhnya tinggi pagi tadi setelah Anna memeriksanya.

__ADS_1


Alex melirik, “Kau sudah membaik?”


Alex hanya mengangguk kemudian dia menatap anak-anak didepannya, “Aku langsung ke intinya, aku membutuhkan bantuan kalian untuk menyelidiki sesuatu...”


“Apa kau sudah ingat sesuatu, Lex?” Excel bertanya dan menunggu Alex kembali menjelaskan pada mereka.


“Iya, aku mengingat sesuatu.... Aku ingin kalian menyelidiki seorang pria...”


Mereka mendengarkan penjelasan Alex dan Excel juga kembali mengingat beberapa momen yang terjadi, dia mengangguk dan setuju. Memang bisa saja wanita yang datang pada hari pernikahan mereka dan pria yang memarahi adiknya di rumah sakit memiliki hubungan.


Wanita itu mengaku sudah menghabiskan malam dengan adiknya satu bulan sebelum menikah dan dia datang dengan perut berisi, mengaku bahwa dia sudah mengandung anak Alex. Excel ingat dihari itu Wanita tersebut langsung di tarik dan dipaksa untuk meninggikan gedung pernikahan tersebut dan Tuan tua kemudian mulai menginterogasi Alex.


Setelah itu, Empat Pemuda pamit untuk pergi, Varel ada bersama dengan mereka untuk kelancaran tugas mereka. Delapan belas tahun yang lalu, Vivian lahir disebuah rumah sakit ternama di kota mereka....


“Rumah Sakit ABO”


“Permisi, saya ingin mengecek informasi tentang seseorang...seorang wanita yang meninggal 18 tahun lalu, kurang lebih pada pukul 10.00 pagi pada tanggal 26 Desember 20xx...” Varel bertanya.


Karyawan tersebut mengernyit dan merasa curiga pada mereka tapi, setelah beberapa saat dia menganggukkan kepalanya lalu mulai memeriksa data mereka, “Ada tiga orang, mana yang anda maksud? Helena Arendal, seorang Alpha wanita, meninggal karena karena bunuh diri dengan minum racun....Alea Shania, Omega yang mati karena melahirkan....Danela Asteria, Seorang Beta yang meninggal bunuh diri di kamar mandinya...siapa yang anda cari?”


Keempatnya saling melirik, tiga orang wanita yang meninggal di waktu yang sama, dari apa yang mereka peroleh dari Alex, pria yang datang pada Alex dan marah padanya karena putrinya meninggal dikarenakan dirinya maka itu seharusnya karena Bunuh diri.


“Bagaimana sekarang?” Mario bertanya


“Bagaimana jika kita mengambil informasi ketiganya saja? Aku rasa tidak akan sulit untuk menemukan orang itu...” Liam memberikan sebuah saran.

__ADS_1


“Aku rasa kita hanya butuh dua saja, paman berkata bahwa di hari pernikahan seorang wanita datang dan mengaku bahwa dia hamil, seharusnya anaknya sudah lama lahir setelah itu, karena bibiku dulu kesulitan punya anak karena tubuhnya yang lemah...” Ucap Varel.


“Kalau.begitu, berikan kami informasi tentang Helena Arendal dan Danela Asteria...” Kendra berkata kepada resepsionis.


Resepsionis itu hampir oleng ketika dia melihat seorang Alpha yang sangat tampan, sebenarnya ketiga pria lainnya juga tampan tapi dari semuanya hanya Kendra yang sudah mendekati kesempurnaan.


“Maaf, informasi pasien tidak dapat di berikan secara bebas kepada orang lain, untuk menjaga privasi mereka.” Resepsionis itu menolak dengan pipi yang sudah bersemu merah.


Kendra menatapnya dengan tajam, dia sedang tidak baik-baik saja dan orang di depannya ini membuat kesabarannya hilang saja, kekasihnya sedang dalam bahaya, “Kau tahu siapa aku? Jika kau menolak tunggu dan lihat rumah sakit ini akan aku ratakan dengan tanah...”


“Tenanglah Ken, tidak ada pekerjaan yang akan selesai kalau kau bekerja dengan kepala yang panas..." Mario menyentuh pundak Kendra dan mencoba menenangkannya.


“Kami benar-benar sedang membutuhkan informasi mereka, tolong anda bekerja sama dengan baik...” Varel mencoba lebih lembut pada resepsionis itu.


“Tapi ini adalah aturan rumah sakit, untuk tidak sembarangan menyerahkan informasi pasien untuk menjaga Privasi mereka...,”


“Aki bilang berikan itu padaku!” Kendra marah sampai feromonnya mulai menyebar, Alpha disana mulai tertekan dan Omega yang lewat merasakan sakit.


“Mario, Liam... tenangkan temanmu itu, dia bisa membunuh para omega...”


“Siapa yang bisa menemukan Alpha dominan? Hak seperti itu hanya ada pada pasangannya, atau resepsionis itu memberikan apa yang kita mau...” Liam berbicara sambil menahan dirinya dan melirik ke Resepsionis itu.


“Tolong kerjasama anda, jika anda tetap tidak akan berikan, anda akan menjadi penyebab kematian para omega itu, dan rumah sakit ini akan menempuh jalur hukum...”


Beta wanita itu kakinya mulai merasa gemetar, ketika dia melihat para omega di sana sudah kesakitan dan para Alpha yang tertekan, dia tidak menyangka jika Pria tertampan itu adalah seorang Alpha Dominan, itu adalah pembagian yang paling langkah untuk zaman sekarang.

__ADS_1


“B-baiklah, aku... aku akan segera memberikannya pada kalian...” Beta wanita menunduk dan sambil bekerja tangannya gemetar ketakutan.


Kenapa dia sangat sial hari ini?


__ADS_2