Transmigrasi: Aku Jadi Alpha Wanita

Transmigrasi: Aku Jadi Alpha Wanita
Mulai memperhatikan


__ADS_3

Kendra duduk bersama dengan dua orang temannya, seorang dari mereka adalah Alpha dan Seorang lagi adalah Beta yang berbeda sekolah dengannya. Pertemuan ini mereka gunakan untuk saling mengingat masa lalu mereka, keduanya adalah anak dari teman bisnis ayahnya.


Tadinya rencana mereka akan menuju ke KTV, tetapi karena dengan tidak sengaja Kendra melihat Mobil Vivian di parkiran,  dan Mario yang mengatakan bahwa gadis itu sedang memiliki urusan di dalam, Kendra tidak akan mungkin berada disini sekarang.


Cukup terkejut dirinya karena melihat Vivian bertemu dengan Stella, meskipun mereka bersaudara, Kendra bisa melihat bahwa sebenarnya keduanya sama sekali tidak akrab.


Dia duduk tidak jauh dari meja Vivian, cukup baik untuk bisa mendengar percakapan keduanya. Tentu saja, Kendra kaget karena subjek dari pembicaraan keduanya tidak lain adalah dirinya sendiri.


Kendra melihat bagaimana Stella, gadis omega ini tampak sedikit berbeda dari biasanya. Dia bahkan sangat cerewet dan nada yang dia gunakan cukup tinggi.


Sementara Vivian, meksipun dia alpha, gadis itu sama sekali tidak memiliki niat untuk berbicara dan hanya menjawab seperlunya saja. Hei apa-apaan itu tadi? Mengapa gadis itu berkata bahwa dia adalah Alpha membosankan?


Sungguh?


Tidak mungkin, bahkan di luar sana ada banyak Omega yang menginginkannya. Kendra kembali berpikir bahwa apa itu urusannya? Mengapa dirinya tampak tidak senang ketika Vivian mengatainya Alpha membosankan?


Vivian adalah seorang Alpha


Dia adalah Alpha wanita


Tidak seharusnya Kendra sampai merasakan perasaan yang berbeda seperti belakangan ini. Aturan umunya Alpha akan selalu bersama dengan Omega, kecuali jika sejarah keluarga kalian seperti keluarga Alisher yang mempertahankan pernikahan antara sesama Alpha.


Di kota Silver itu sudah menjadi hal yang wajar. Tetapi bagi keluarga Leonard, sama sekali tidak di anjurkan untuk melakukan pernikahan sesama gender kedua. Mereka taat dengan aturan hukum kota ini, Alpha seharusnya bersama dengan Omega.


Memikirkan ini membuat kepala Kendra pusing, sial gadis itu mulai masuk kedalam pandangannya, tidak bisa di biarkan. Kendra menyesap minumannya, dan pandangan matanya terus mengarah pada Vivian.


Teman Beta Kendra memperhatikannya sejak tadi sehingga dia bertanya; “Apa yang sedang kau perhatikan?”


Panggil saja namanya Dean, sejak tadi dia sudah menyadari kelakuan Kendra. Mereka sudah tumbuh bersama, meskipun selalu tidak berada di sekolah yang sama. Semua itu karena usia mereka yang terpaut dua tahun, Kendra jauh lebih muda dari mereka.

__ADS_1


Mereka hanya pernah satu sekolah di sekolah dasar, jadi ketika Kendra masuk tahun kedua sekolah menengah atas, mereka sudah berada di universitas. Berkumpul hanya ketika mereka memang ada waktu, seperti sekarang.


Kendra tanpa sadar tersenyum dan hal itu membuat kedua temannya terkejut, Leon teman Alpha-nya bahkan sampai menyemburkan minumannya tepat ke wajah Dean.


“Sial, kau sangat menjijikkan,” Dean membersihkan wajahnya dengan sapu tangan miliknya.


Si pelaku hanya berkata dengan singkat; “Sorry.”


Kemudian keduanya kembali melihat Kendra, masih ada senyum tipis di wajahnya. Bertahun-tahun mereka mengenal bocah satu ini, belum pernah sama sekali dia terlihat seperti ini, tersenyum dengan perasaan yang tulus, tatapan matanya tampak lembut.


Lalu tiba-tiba Kendra membuat keduanya bingung lagi dengan berkata; “Aku sedang memperhatikan seekor kucing liar.”


Keduanya; “!!!”


Dari mana kucing itu berasal? Seekor kucing liar masuk ke dalam kafe mewah ini? Tidak, bocah sekolah menengah ini pasti sedang mempermainkan mereka.


Tidak beberapa lama, Kendra melihat Vivian beranjak dari duduknya dan menggendong Chihuahua, keluar dari kafe setelah membayar. Kendra juga dengan tanpa sadar berdiri dan langsung pamit pada kedua temannya.


“Hai,” kata sapaan itu membuat tubuh Vivian mematung. Hembusan nafas pemuda itu membuatnya merinding, kemudian wajah Kendra muncul tepat di depannya sehingga membuat Vivian berteriak dalam pikirannya bagaimana bisa dia berada disini!


Bukankah seharusnya Kendra berada di rumah sakit? Membangun hubungan dengan protagonis wanita, dia baru saja akan berencana mengunjungi keduanya dan melihat perkembangan plotnya.


Vivian melirik Chihuahua dan bertanya; “Apa yang sudah terjadi?”


Chihuahua menggelengkan kepalanya dan berkata; [Tuan rumah, aku tidak tahu. Sebaiknya segera bawa protagonis pria ikut ke rumah sakit.]


“Apa kau yakin? Aku takut Stella masih ada di sekitar sini. Aku tadi baru saja menjelekkan kesya.”


[Makanya tuan rumah, segera bawa dia pergi dari sini. Antagonis sedang berjalan ke parkiran.]

__ADS_1


“Ah, sudahlah. Sebaiknya kau ikut aku,” Vivian tanpa berpikir menggenggam tangan Kendra dan membawanya pergi ke mobil. Yang digenggam hanya diam, masih terkejut. Dia merasakan telapak tangan Vivian yang lembut dan hangat.


Mario yang menunggu di mobil sontak saja terkejut melihat Kendra ikut bersama dengan Vivian, dia ingat pemuda Alpha tadi sedang bersama dengan kedua temannya.


Mengapa sekarang ada disini?


Kemudian, Mario mendengar Vivian berkata; “Ayo ke rumah sakit, dan ah sebelum itu mari beli makanan untuk Kesya dulu.”


Kendra memperhatikannya, dan Vivian masih belum melepaskan genggaman tangannya. Sehingga Kendra akhirnya bergumam untuk menyadarkan Vivian.


Setelah terlepas, Vivian menoleh ke arah lain dan berkata; “Maaf, tadi aku refleks.”


“Tidak apa.”


Kemudian atmosfer sekitar menjadi hening, setelah membeli makanan untuk Kesya, Mario kemudian menyetir menuju rumah sakit. Sekarang jam sudah pukul 18.00, jalanan sudah agak sepi sehingga mereka tidak butuh waktu lama untuk sampai.


Tiba di rumah sakit, mereka berjalan menuju ruang rawat inap Ibu Kesya. Sebelum tiba di sana, Vivian memberikan makanan tadi pada Kendra dan berkata; “Berikan kotak makan ini pada Kesya.”


Kendra mengernyit dia jadi bingung dan berpikir mengapa harus aku yang berikan? Dia terus memandang Vivian dan kembali mengingat kejadian saat pelajaran olahraga dan kembali berpikir gadis ini tidak mungkin ingin mendekatkan mereka berdua kan?


Lalu Kendra mendengar Mario berkata; “Hei, ayo cepat. Hanya memberikan saja apa susahnya?”


Mario kemudian membuka pintu rawat inap itu, lalu mendorong pelan Kendra agar masuk lebih dulu, lalu Vivian dan dirinya menyusul setelahnya. Kesya dengan setia terus duduk di samping ibunya dan menunggu sang ibu sadar.


Ketika dia melihat Vivian dan kedua Alpha lainnya, Kesya tersenyum pada mereka. Lalu menerima kotak makan dari Kendra, tidak lupa mengucapkan terima kasih. Vivian mengatur agar Kesya dan Kendra bisa mengobrol lebih banyak.


Setelah hari itu, Karena sering bertemu di rumah sakit, Kendra mulai mengubah penilaian terhadap Kesya, sebelumnya Kendra menilai Kesya seperti gadis yang selalu mencoba mencuri perhatiannya, dengan cara menargetkan Stella.


Tetapi sekarang, Kendra tampak semakin meragukan ucapan Stella, sehingga belakangan ini dia sama sekali tidak berniat untuk mengunjungi Stella apa lagi membalas pesan gadis itu.

__ADS_1


Vivian merasa senang dengan kemajuan yang dia buat, akan tetapi dia sama sekali tidak menyadari bahwa Kendra sebenarnya ke sana hanya untuk bisa bertemu dengan dirinya setelah jam sekolah berakhir.


__ADS_2