Transmigrasi: Aku Jadi Alpha Wanita

Transmigrasi: Aku Jadi Alpha Wanita
Vivian [Apa yang terjadi!]


__ADS_3

Vivian menahan sakit di pipinya, dia masih tidak mengerti mengapa Tania tiba-tiba datang dan marah padanya. Vivian merasakan seperti ada sesuatu yang mengalir di pipinya, rasa sakitnya belum.meredah dan dia merasakan sentuhan kuat di dagunya.


Suara berdecak kembali terdengar di telinga Vivian, napas yang menggebu-gebu dirasakan di dekat telinganya, Vivian kembali mendengar bisikan: “Seharusnya aku membunuhmu sejak lama...jika bukan.karenamu, aku akan menjadi nyonya besar dan putriku tidak akan menderita...”


Dengan rasa sakit yang menjalar di wajahnya, Vivian memikirkan situasinya. Putri yang seharusnya di maksud oleh bibinya adalah Stella, apa yang sudah terjadi dengannya?


“A-apa maksud bibi? Putrimu... menderita, apa maksudnya?” Vivian bertanya dengan pelan takut menyinggung tempramen Tania.


Dia tidak mau di sakiti lagi...


“Apa kau tahu, apa yang sudah di lakukan par alpha alisher itu padanya?” Nada suara Tania tidak enak di dengar, itu mengandung kemarahan.


“A-apa?” Memikirkan arah kalimat yang akan di katakan oleh Tania, Vivian tidak bisa membayangkannya.


“Mereka merantai putriku... dan itu semua karena dirimu!” Vivian merasa telinganya akan tuli saat Tania meneriaki dirinya.


Vivian merasa ada yang aneh ketika mendengar apa yang dikatakan oleh Tania. Stella di rantai? ditampar dan di jadikan tawanan seperti dirinya oleh keluarga Alisher? Ayah, Paman, kakek, dan bahkan Kakak sepupu laki-laki?


Tidak mungkin!


Semua keluarga sudah tahu kalau Stella sudah menjadi anak baik dan tidak seperti dulu lagi, dia sudah mendapatkan pengajaran di akademi militer dan juga selama ini hubungan semua orang sudah baik.


Setelah beberapa bulan tinggal di akademi militer, ketika hari libur Stella akan izin untuk mengunjungi keluarga, dia pulang ke rumah dan belum lama ini setelah pengumuman kelulusan Stella bersama dengan pacarnya seiring mampir ke restoran mereka.


Semuanya baik-baik saja sejauh ini, jadi bagaimana bisa tiba-tiba Stella di siksa oleh keluarganya sendiri hanya karena dirinya dibawa pergi oleh orang asing?


Bahkan ketika kejadian itu terjadi, dimana semuanya terbongkar, Excel pamannya tidak menggertak keras dan mengangkat tangannya pada Stella, meskipun Vivian tahu pamannya sedang merasakan kecewa yang mendalam karena tindakan Istrinya..


Mengingat kejadian itu, Vivian mencoba tersenyum mengejek pada Tania, “Bukankah itu semua buah dari perbuatanmu? Biji yang baik akan menghasilkan buah yang manis, Biji yang nusuk.tidak akan menghasilkan apapun.,”


”Diam.kau!” Vivian di gertak lagi.

__ADS_1


“Ingat bibi, semua tindakan buruk mu akan di bayar oleh putrimu sendiri, setelah kau di penjara kakek mengurung Stella di kamar, lalu memaksanya masuk ke akademi militer, sekarang karena mu dia menjadi tawanan rumah...”


“Aku bilang diam!” Tangan Tania mencengkram kuat rahang Vivian sampai membuat Vivian sulit bernapas.


Uhuk! Uhuk! Uhuk!


“Sadarlah Bibi, apa yang sebenarnya kau inginkan? Hentikan semuanya... Uhuk!”


Vivian merasakan tangan Tania terlepas dengan kasar, uh dia pasti sudah gila. Tania melangkah sedikit menjauh dari Vivian, kemudian dia berkata: “ Aku hanya ingin menjadi orang yang terpandang...tapi semua itu gagal karena mu yang tiba-tiba menjadi Alpha! Kenapa kau menjadi Alpha! jika kau tetap menjadi omega lemah, tujuanku pasti akan tercapai...”


Jadi apa hubungannya dengan diriku? Vivian berubah menjadi Alpha atau tetap sebagai Omega hasilnya akan sama saja, Tuan tua sudah membagi rata warisan untuk setiap anak-anaknya, bahkan jauh sebelum kami lahir.


“Kau tidak pernah tahu bagaimana rasanya menjadi orang susah yang menumpang di rumah orang lain...”


Siapa bilang aku tidak pernah merasakannya! Aku bahkan sekarang menumpang di tubuh orang lain dan, Tidak hanya menumpang, aku merebut apa yang seharusnya menjadi milik Vivian, tidak sampai disana aku bahkan merebut protagonis pria dari protagonis wanita.


Semua itu agar dia bisa menghasilkan banyak uang dan merenovasi rumah kecil mereka di dunia nyata dan agar ibunya tidak banyak kerja untuk kebutuhan hidup mereka.


Sejauh ini itulah yang di ketahui oleh Vivian.


“Aku kehilangan orang tua di usia muda, kemudian di asuh oleh paman ku, Aku selalu menjadi babu putrinya, Aku jatuh cinta pada ayahmu...”


“Hah!!!” Apa yang baru saja kau katakan!


“,Tapi anak pamanku melarang aku untuk mengejarnya, kemudian aku bertemu dengan pamanmu,..,”


“Tidak, tunggu...kenapa kau mengatakan itu padaku?” Vivian bertanya, itu langsung membuat Tania tercengang.


Kenapa dia mengatakan banyak hal pada Vivian? dia sendiri tidak mengerti, mungkin ini efek karena dia sedang dalam kondisi marah. Tania kemudian tidak berbicara lagi, dia akhirnya meninggalkan ruangan itu.


“Sial, aku seharusnya menemui paman dan memintanya untuk membawa putriku dari tangan mereka... aku sudah membuang banyak waktu berharga...”

__ADS_1


Di rumah Alisher, orang muda sedang berkumpul dengan Leon yang sedang berada di depan laptopnya, di layar Laptop terlihat sebuah panel Email,


Tuk!


Tombol kirim telah di tekan, dan Leon akhirnya menghela napas, “Tugas selesai... selanjutnya adalah giliran mu untuk berakting, ku rasa malam ini mereka akan datang...”


“Ya, aku tahu itu...terima kasih" Stella memberikan kecupan di pipi Leon.


“Ck, kau melakukan itu di tempat yang salah.”


“Sudah jangan protes,”


Stella meninggalkan Mereka dan menuju keruangan tadi, sekarang hari sudah mulai sore doa harus bersiap dengan baik, untuk biasa mengelabui orang-orang yang nanti akan datang menjemputnya.


Mereka semua menyusun rencana untuk hari ini, mereka menyiapkan beberapa pengawal yang sudah mereka berikan instruksi, untuk melawan orang-orang yang nanti akan datang membawa Stella pergi. Sementara yang lainnya akan tetap berada di ruangan pengawas untuk mengamati kamera pengawas.


“Apa semuanya akan baik-baik saja?” Keisya bersandar di bahu Liam, tangan pria muda itu mengelus kepala Keisya.


“Percayakan semuanya pada Stella, dia pasti bisa melakukanya,” Nila yang duduk disamping Keisya menjawab.


“Kalian berdua sebaiknya istirahat,” Itu Mario.


“Kau juga Ken, kondisimu paling mengkhawatirkan,,” Liam ikut berbicara, dia linglung melihat kondisi Kendra yang tidak baik.


Alpha dominan itu tidak napsu makan, matanya memiliki kantung panda hitam besar, juga Kendra sejak tadi tidak pernah ikut mengobrol dengan mereka sejak dia keluar dari kamar Vivian.


Kendra tidak memiliki semangat...


Selain itu, perasaannya tidak baik sejak pagi tadi, Dia selalu merasa risau. sesekali tanpa di ketahui oleh siapapun, tangan Kendra suka terkepal erat, dan giginya menggertak diam-diam, menahan emosinya.


Kendra merasakannya...

__ADS_1


Kendra tahu Vivian tidak baik-baik saja...


__ADS_2