Transmigrasi: Aku Jadi Alpha Wanita

Transmigrasi: Aku Jadi Alpha Wanita
Stella [Terbongkar]


__ADS_3

Keesokan harinya, rumah utama Alisher sedang ricuh. Semuanya duduk di ruang keluarga, para pelayan yang bertugas disana ikut menjadi heran. Momen berkumpulnya keluarga Alisher jika bukan untuk lepas kangen yah pasti untuk menghakimi perilaku salah satu anggota keluarga.


Pelayan tua yang sudah lama mengabdi pada keluarga Alisher pasti sangat mengetahui hal ini. Alisher terkenal dengan sejarah yang panjang, meksipun mereka sama sekali tidak ketat jika berhubungan dengan kepada siapa keturunan mereka akan berakhir.


Kecuali untuk Tuan tua yang tidak ingin memiliki banyak urusan dengan Tuan tua  Leonard, sebenarnya sih pilihan tentang pasangan Tuan tua tidak memaksa bahwa seorang Alpha dari keluarganya harus mencari alpha lain untuk berkembang.


Ya, setidaknya itu sebelum kedua putranya membawa pulang omega wanita. Sebelumnya, tuan tua berpikir bahwa dia akan mendapatkan menantu seorang Alpha, dan melestarikan kebiasaan turun-temurun dari pendahulunya.


Dia tidak pernah berpikir bahwa masalah dalam keluarganya di sebabkan karena Omega, terlebih lagi omega tersebut adalah cucu perempuan yang selama ini selalu dia manjakan.


Tuan tua duduk dan menatap lurus ke depan, di depannya ada Stella. Gadis itu pagi tadi di bawa pulang oleh beberapa pria berpakaian serba hitam, sampai membuat ibunya terkejut menanyakan ada apa ini dan mengapa menyandra putihnya.


Tetapi satupun tidak ada yang berani berbicara tanpa perintah, Ayah Stella sendiri diam bukan tidak peduli pada putrinya, tetapi dia tahu kesalahan yang di lakukan putrinya itu sudah benar-benar keterlaluan.


Excelo adalah orang yang taat aturan, jika salah yah salah, salah tidak dapat di benarkan. Rekaman yang terpasang disana menangkap Stella yang membawa sup seafood ke meja dan memasukkannya kedalam mangkuk, lalu menambahkan serbuk ke dalamnya.


“Apakah ada yang ingin kau katakan lagi, Stella?” suara Tuan tua menghentikan keheningan.


“Kakek, itu bukan aku. bisa saja makanan itu sudah di racun sebelumnya, aku hanya menambahkan sedikit penyedap rasa kedalamnya.”


“Oh,Iya? Lalu mengapa hanya pada mangkuk itu saja? Mengapa tidak di mangkuk besar?”


“Kak, aku sudah mengatakannya sejak kemarin. Bukan aku pelakunya, mengapa kau tidak mempercayai aku?”


“Karena aku tahu, kau sangat membenci Vivian. Meskipun gadis itu tidak pernah mencari masalah denganmu.”


Stella melirik ke Ayah dan kakeknya dan kemudian berkata; “Ayah, kakek, aku tidak mungkin melakukan itu. Kakek kau sangat menyayangi aku, kakek pasti percaya padaku kan? Aku tidak tahu apa-apa tentang sup itu.”


Tuan tua menatap tepat ke mata Stella, menghela napasnya dan berkata; “Karena aku menyayangimu sampai aku tidak bisa mempercayai ini...cucuku ingin melukai cucuku yang lain.”


“Tidak kakek, tidak... Aku... Itu bukan aku, percaya padaku kakek. Aku sudah di fitnah, mereka pasti sengaja melakukannya.”


“Tidak ada yang di sengaja Stella, bahkan hasil lab juga keluar, sampel pada minuman yang tumpah di hari ulang tahun vivian dan yang ada di dalam mangkuk sup Vivian itu sama.”

__ADS_1


Stella; “Aku...”


Tidak tau apa yang bisa dia katakan sekarang, Apakah ini akhir baginya? Tidak, dia tidak mau dirinya adalah Dominan, mereka akan selalu mendominasi. Stella melihat ayahnya dan menangis; “Ayah, Aku putrimu... Ayah aku...”


“Akui perbuatan mu, kau sudah salah, tindakanmu tidak bisa di benarkan.”


“Ayah, kau...Ibu tolong aku...hiks.”


Ibunya menggeleng, dia takut bertindak sekarang. Akan membahayakan posisinya, jadi dia menatap Stella lalu meminta maaf padanya melalui sorot matanya.


“Ibu kau...”


Stella tidak bisa mengatakan kelanjutannya, tenggorokannya kering sehingga dia tidak bisa mengatakan bahwa dia mendapat bubuk itu juga dari Ibunya. Ibunya meminta dirinya untuk menambahkannya kedalam makanan atau minuman Vivian.


Siapa yang bisa dia salahkan sebenarnya?, Vivian yang selama ini tidak tahu apa-apa atau Prinsip Ibunya yang selama ini memanjakan dia, yang selalu mengatakan padanya bahwa omega dominan akan selalu menang.


Kemudian dia melirik pada Vivian, gadis itu pandangannya kosong. Sebenarnya Vivian sejak malam tidak bisa tidur, karena memikirkan nasib warung makan milik mereka yang sepertinya akan gagal di renovasi.


Hiks, warung makan ku!


“Bisa kau bawa aku kembali ke dunia asliku? Aku tidak peduli lagi dengan harta dan kekayaan, aku mau pelukan ibuku.”


[Tuan, jangan gila! Anda sudah setengah jalan.]


Hiks, setengah jalan apa? Dia merasa tidak ada perkembangan apapun. Apa yang dia lakukan di dalam buku terlihat seperti hanya menggantikan jiwa pemilik tubuh asli, yang sudah pergi ke alam bawah tanah.


Stella melihatnya dan merasa bahwa sekarang ini hanya Vivian yang bisa menolongnya, jadi Stella berkata; “Vivian, Vivian kau pasti percaya aku kan? Katakan pada mereka bahwa aku tidak bersalah, aku tidak mungkin menyakitimu.”


Tuan tua meliriknya begitupun dengan yang lain, menunggu Vivian untuk berbicara. Vivian jadi linglung, kenapa dia harus dibawa-bawa sih? Dalam plot ini dia adalah korban, dia mana tahu apa yang terjadi.


Jadi Vivian menghela napasnya dan berkata; “Itu Aku... Stella dia...”


“AKU INGIN MASUK! JANGAN HALANGI JALANKU, SIAL!” Kendra berteriak dari luar pintu rumah yang di jaga oleh beberapa orang berpakaian hitam.

__ADS_1


Kedatangan Kendra tiba-tiba, membuat semuanya terkejut. Stella mendekat padanya dan mencoba menjelaskan semuanya, berharap bahwa Kendra akan mempercayainya. Tetapi Stella tidak menyangkah bahwa Kendra akan menepis tangannya dan melotot marah padanya.


“Ken...”


“Jangan panggil namaku, pembohong!”


PLUK


Sebuah map dokumen mendarat di wajah Stella, dan membuat gadis itu sangat terkejut. Dia dengan gerakan pelan membuka map itu, lalu matanya seperti akan melompat keluar.


Hasil tes gendernya, bagaimana bisa?


Tubuhnya gemetar, dia mundur beberapa langkah. Matanya kembali berair, kemudian dia dengan suara lembut berkata; “Ke..Ken... Dengarkan aku... Aku bisa menjelaskan ini... Aku...”


“Tiga belas tahun, Stella. Kau membohongi pertemanan kita, Kau menghancurkan kepercayaan ku padamu...”


“Ada apa ini? Bisakah kalian menjelaskannya?” Excelo bertanya, jujur saja melihat Kendra tiba-tiba datang dan melempar map ke wajah putrinya, itu sangat mengejutkan.


“Benar ada apa ini? Mengapa kau datang, kami sedang menyelesaikan masalah dalam keluarga.”


“Maaf kakek tua, ini juga masalah yang penting. Stella sudah berbohong padaku dan masyarakat luas, dia memalsukan gendernya selama ini. Dia berkata padaku bahwa dia adalah Omega yang lemah, yang sering di targetkan. Tetapi ternyata dia mendominasi.”


“Apa yang kau katakan? Sejak lahir dia memanglah Omega dominan.”


“Itulah yang aku katakan kakek tua, Dia dominan. Tetapi laporannya kesehatan yang di kumpulkan setiap bulan di sekolah, selalu menunjukkan gen Omega yang lemah.”


Tuan tua terkejut kemudian dia merebut map yang ada di tangan Stella, dan mengeceknya. Alexis yang sejak tadi diam, melirik ke saudara iparnya dan berkata; “Apalah ini alasannya sehingga sebelum Vivian di bedakan, kau selalu mengajak putriku melakukan pemeriksaan bersama?”


Tidak ada yang menjawab, Ibu Stella menundukkan kepalanya dan memeluk lengan Excelo, tidak berani menatap Alpha dominan yang sedang marah. Excelo memikirkan perkataan adiknya dan kemudian bertanya; “Jadi selama ini yang bertugas membawa keduanya melakukan pemeriksaan kesehatan itu, kau? Aku pikir Anna yang datang menjemput mereka.”


Tangan istrinya dia lepaskan dari lengannya dan matanya ikut menatap tajam padanya, selama ini dirinya dan Alexis terlalu sibuk sehingga tidak pernah memperhatikan jadwal pemeriksaan anak-anak mereka. Tidak di sangkah, istrinya sendiri melakukan perbuatan ilegal di luar sana, dan belum ketahuan bahkan setelah bertahun-tahun lamanya.


...•••...

__ADS_1


...Terima kasih atas dukungan kalian teman-teman, sehat selalu yah. jangan ragu buat .memberikan kritik dan saran di kolom komentar, supaya saya bisa semakin belajar dan terus berkembang kedepannya...


__ADS_2