Transmigrasi: Aku Jadi Alpha Wanita

Transmigrasi: Aku Jadi Alpha Wanita
Ruang Isolasi


__ADS_3

Mata Vivian berkedip beberapa kali, kepalanya masih terasa agak sedikit pusing. Dia baru saja terbangun dari tidurnya, Tangannya bergerak menuju belakang lehernya. Di sana masih terasa ngilu. Ingatan Vivian kembali memutar sebuah kejadian yang belum lama ini terjadi, lalu dia tersenyum miris.


Vivian sadar bahwa komunikasi dirinya dengan Kendra sangat Alpha sedikit tidak lancar, Kendra jarang mengabari dirinya sekarang. Tidak seperti saat dulu ketika mereka belum resmi sebagai pasangan dan di awal-awal hubungan mereka.


Kendra memberikan banyak cinta pada Vivian, juga sangat menjaga Vivian, sampai tidak ingin membiarkan Vivian hilang dari pandangannya. Sekarang Vivian merasa terabaikan, seolah-olah Kendra seperti melupakannya.


Vivian masih merasakan sentuhan Kendra pada beberapa tempat di rubuhnya, dia tahu Kendra tidak akan melakukan lebih, hanya menyentuh atau memanen beberapa buah di kebun buah Vivian.


Kendra belum menyentuh area perkebunan bunga lebat Vivian, dan itu agak membuat Vivian risih karena siklus panasnya yang datang. Vivian jelas merasa mabuk setelah menghirup aroma feromon Kendra, tapi Vivian merasakan sesuatu di area taman bunganya, mungkin Kendra menyentuh bunganya tapi belum menanam bibit nya disana.


“Siap, apa yang sudah aku pikirkan sih?” Vivian menggelengkan kepalanya untuk mwnghapus pikiran kotornya.


Vivian bukan orang mesum jadi ini pasti karena siklus kawin. yang datang padanya. Vivian menganggukan kepalanya setelah dia yakin. kemudian dia bangkit dari kasirnya menuju kamar mandi untuk membersihkan dirinya.


“Sial, stempel ada diman-mana...”


Tubuh Vivian sekarang sudah agak baik dari sebelumnya, mungkin itu karena feromon yang dia Terima kemarin melalui tanda kepemilikan di lehernya. Setelah Vivian selesai, dia keluar kamar dan menemukan Nila dan Mario sedang tidur di sofa sambil berpelukan.


Di atas meja ada banyak laporan, tentu saja itu pasti laporan tentang bisnis restoran mereka. karena Vivian yang sedang tidak baik, Semuanya ditanggung oleh Nila dan Mario. Keduanya. pasti sangat lelah bekerja.


Vivian duduk, pandangannya mengarahkan pada langit-langit ruangan, pikirannya hanya pada Kendra saja. Vivian tidak tahu apa yang akan terjadi padanya dan sampai. kapan dia akan berada di dunia ini.


Sistem eror dengan segala kerusakannya mengatakan dia baru. akan kembali ketika Kendra mati. Tandanya kemungkinan besar Vivian visa saja menua bersama Kendra di dunia ini. Tapi sejujurnya, Vivian merindukan ibunya dan juga teman-tekannya.


Vivian sadar, sekaya apapun keluarga Vivian di dunia ini jelas saja itu bukan miliknya, Itu adalah milik Vivian asli, Dia hanya seorang pengganti dari dunia asli yang dikirim untuk menyelamatkan hidup Kesya dari kematian, tapi alur sudah melenceng terlalu jauh.


“Apa yang harus aku lakukan?” Vivian merasa bimbang karena siklus panas menyebalkan ini, dia lebih suka manusia biasa dari pada menjadi manusia tanpa jenis kelamin kedua.

__ADS_1


Ini membuatnya repot.


Vivian kemudian mengambil ponselnya dan melihat bahwa sosial medianya memiliki banyak notifikasi, Vivian kemudian menjadi heran. Dia sudah lama tidak membukanya, Vivian dibuat terkejut dengan tag dari banyak orang.


Matanya melotot ketika melihat postingan itu, sebuah Foto mesra seorang pemuda yang sangat doa kenal dan seorang gadis yang cantik dan masih muda, yang Vivian nilai adalah seorang Omega dominan.


“Kendra, kau...” suara Vivian terhalang di tenggorokannya. Hatinya terasa panas dan tangannya terkepal tanda bahwa dia sedang marah.


Mungkin karena bawaan siklus panasnya sehingga Vivian tidak dapat mengendalikan dirinya. Feromon miliknya tiba-tiba lepas kendali dan itu langsung membuat Nila bangun dengan sangat terkejut.


Dia mencoba untuk menahan penciumannya, Feromon Vivian tergolong kuat dan dirinya tentu tidak bisa bertahan lama, Nila segera mungkin membangunkan Mario dari tidurnya.


“Sialan! bangun Bodoh! Kalau kau tidak bangun aku bisa mati sekarang! Rio!!! Uhuk! uhuk!”


“Apa yang terjadi? kenapa kau pucat?” Rio bertanya setelah dia bangun.


“Hah? Pergilah dan jangan keluar sampai situasinya aman.” Mario mengecup delima Nila sebelum Nila menjauh dari ruang tengah apartemen mereka.


“Sebenarnya ide siapa ini? astaga, Dalam situasi ini apa yang harus aku lakukan?”Mario berpikir, Rencana yang mereka susun tidak seperti ini.


Tidak ada yang akan menyangka efeknya sampai sebesar ini. Vivian baru setahun lebih dinyatakan sebagai Alpha dan ini adalah pertama kalinya Vivian lepas kendali lagi, setelah hari dimana dia dirawat di rumah sakit dan dinyatakan telah berubah menjadi Alpha dari yang sebelumnya seorang Omega lemah.


"Tidak ada jalan lain, aku harus mengatakannya pada Tuan Tua, dan Tuan Besar tentang kondisi Vivian... ” Mario kemudian menghubungi Tuan. Tua dan menceritakan semuanya.


Mendengar penjelasan Mario dari balik telpon itu langsung membuat Tuan tua marah besar, Tengah malam nanti kurang dari tiga jam lagi itu adalah ulang tahun. Vivian yang ke-18, pesta sudah di siapkan oleh keluarga di rumah besar.


“Excel, Alex bubarkan pesta sekarang tidak akan ada pesta hari ini.”

__ADS_1


“Kakek, apa yang terjadi? kenapa tiba-tiba sekali?” Stella bertanya, dia baru saja kembali dari liburannya dengan sang kekasih.


“Vivian dalam masalah, Mario berkata padaku. bahwa Vivian lepas kendali, dan kondisinya agak buruk karena masih dalam siklus panas.”


“Apa! bagaikan bisa itu terjadi? Putriku... dimana putriku sekarang!” Alex mulai mengeram, dia memang sudah merasakan feeling yang aneh sejak jauh-jauh hari setelah mendengar rencana teman-teman Vivian.


“Tampaknya Rio sudah membawa Vivian ke rumah sakit. sebaiknya kita kesana sekarang,” Thomas menuju mobil juga diikuti oleh yang lainnya.


Stella masih tidak mengerti dengan situasi ini, bagaimana bisa Vivian tidak terkendali, pasti ada sesuatu yang membuat Vivian sampai seperti itu, dia kemudian melihat ponselnya dan tertegun karena sebuah notifikasi.


...[Aku tidak akan membiarkan kalian hidup tenang]...


Tangan Stella gemetar, itu sebuah ancaman yang entah datang dari siapa, sebab nomor ponsel tersebut adalah nomor sekali pakai. Lion yang berada di samping Stella langsung memeluk dan mencoba untuk membenarkan kekasihnya itu.


Itu benar setelah dengan sedikit paksaan akhirnya Stella mau menjadi kekasih Lion. Hubungan mereka. baru berjalan satu bulan, “Tenang saja, serahkan semuanya padaku.”


“Terima kasih.”


Mobil berhenti diparkiran rumah sakit, mereka kemudian bergegas menuju ruang rawat Vivian atau mungkin lebih tepatnya ruang isolasi. Didalam dokter sedang memeriksa kondisi Vivian, sementara Mario menunggu di luar.


“Apa yang sudah. terjadi? Bagaimana kondisi putriku?” Alex sangat panik, itu putrinya dan satu-satunya yang paling berharga titipan dari mendingan istrinya


“Dokter masih memeriksa Vivian, Paman. untung saja Vivian masih memiliki banyak stok penghambat sehingga feromon miliknya bisa menjadi lebih tenang.” Jelas Mario.


“Aku bilang... ” Alex membatalkan kalimatnya setelah pintu ruangan itu terbuka, dia melihat dokter yang menangani Vivian keluar dengan peluh keringat di wajahnya.


Dokter itu menatap mereka semua, lalu bertanya, “Kemana Pasangannya? bukankah aku sudah hilang agar dia tetap bersama pasangannya sampai siklus panasnya berakhir? “

__ADS_1


__ADS_2