Transmigrasi: Aku Jadi Alpha Wanita

Transmigrasi: Aku Jadi Alpha Wanita
Mario [Apa yang terjadi?]


__ADS_3

Sudah begitu lama waktu berlalu dan sekarang ketiganya dipertemukan lagi, Kendra sebagai teman kecil Stella, dan Lion sebagai seorang gadis kecil yang ternyata adalah seorang anak laki-laki yang selalu mengganggu Stella saat di taman kanak-kanak dulu..


Bagaimana Kendra bisa mengingat Lion sebagai Singa betina, itu karena ingatannya cukup bagus bahwa sebelum dia masuk ke sekolah yang sama dengan Stella, Dia bertemu dengan seorang gadis kecil di sebuah salon di kota silver.


Kendra saat itu baru pulang liburan dengan keluarganya, Ibunya mendaftarkan dia di TK tersebut terlambat jadi anak-anak mengira Kendra adalah murid baru di kelas mereka.


Pada awalnya, Kendra merasa heran kenapa anak perempuan mau memotong rambut panjangnya, dia juga sempat bertanya dengan berkata; “Hei, siapa namamu? Kau cantik dengan rambut panjang, kenapa harus potong? nanti kau jelek dan anak laki-laki tidak akan mau denganmu.”


“Aku Lion, dan aku adalah anak laki-laki! Aku bukan anak perempuan!” Lion berteriak di depan Kendra, sehingga membuat Kedua anak itu menjadi pusat perhatian di salon.


Kendra yang saat itu masih di masa-masa anak gemesin dengan pipi bulat yang seperti marshmellow, ikut berteriak dengan spontan; “Kau singa betina yang galak! tidak akan ada anak perempuan yang mau berani denganmu!”


“Aku anak laki-laki! aku main dengan anak laki-laki, aku tidak butuh anak perempuan!”


Hari itu adalah Kedua kalinya Lion mendengar anak seusianya memanggilnya anak perempuan. Dia sangat kesal sehingga tidak menyukai Kendra, yang bahkan saat itu dia tidak kenal.


Meskipun terlahir dari pasangan sesama Beta yang harmonis,Ibu Lion memperlakukan Lion sebagai anak perempuan selama lima tahun awal hidupnya, Jadi saat pendaftaran masuk sekolah Ibunya menuliskan nama Liona di lembar data diri murid.


Setelah mogok makan dan tidak mau keluar dari kamar, Ayahnya membawa Lion diam-diam ke salon untuk memotong rambutnya. Pulang-pulang Ibu Lion marah besar pada suaminya karena memotong rambut anaknya diam-diam.


Saat itu Lion tidak memperdulikan kedua orang tuanya yang saling berargumen, ayahnya di pihak benar, lagi pula Lion adalah anak pertama mereka yang akan meneruskan bisnis keluarga.


Tidak pantas apa bila bersembunyi di belakang pakaian perempuan, beberapa hari setelah itu Lion masuk sekolah lagi. Dengan identitas yang benar, Dia mendekati Stella saat jam makan siang untuk makan bersama setelah itu bermain, tapi Stella yang merasa asing dengan wajah Lion selalu mengabaikannya.

__ADS_1


Lion pernah mengatakan bahwa dia suka pada Stella tapi saat itu Stella menolaknya dan berkata Omega harus bersama dengan Alpha, dan tidak bisa bersama Beta. Penolakan gadis itu, membuat Lion merasa tidak adil, mungkin pengunaan bahasa yang dia gunakan kurang tepat sehingga Stella mengartikannya dengan maksud lain..


Lion berpikir kalau dia sudah tidak akan pernah bertemu dengan Kendra, tapi ternyata dia salah, pada hari dimana Lion marah pada Stella karena selalu di tolak untuk bermain bersama, Kendra datang dan di mata Lion orang itu seperti pahlawan super sementara dirinya adalah penjahat yang mengganggu gadis kecil.


“Kau singa betina! kau bilang tidak ingin bermain dengan anak perempuan, kenapa kau disini dan mengganggu anak perempuan?”


“Aku bukan singa betina! aku seharusnya Singa jantan! aku laki-laki...”


“Laki-laki tidak akan menggertak anak perempuan! Kau tidak sopan pada anak perempuan. Kau tidak apa-apa?” Kendra kecil bertanya pada Stella yang mayatnya sudah memerah.


“Lihat, kau membuat anak perempuan menangis, kau bukan laki-laki.”


“Aku laki-laki!” Lion teriak, setelahnya dia langsung berlari meninggalkan keduanya dan kembali ke kelasnya.


Sejak hari itu, Lion tidak pernah menyukai Kendra. Lulus dari Taman kanak-kanak, hidup Lion menjadi jauh lebih baik. Tidak tahu pada hari kapan ibunya di nyatakan hamil lagi dan sembilan bulan setelahnya Lion sudah mendapatkan adik perempuan, yang sialnya ibunya lagi-lagi memberi nama Liona pada sang adik. Katanya kalau pas keduanya di panggil cuma pakai jeda sedikit; Lio...Ona...


Paling sialnya, keduanya akan menjadi saudara ipar. Lion tidak sok tahu tapi memang begitu adanya, dia tidak akan melepaskan Stella semudah masa TKnya. Ingin lepas juga Stella tidak akan pernah bisa, dia memegang surat perjanjian pertunangan yang sudah di tandatangani oleh Tania.


“Ini menyebalkan, kenapa kau selalu datang kemari?” Lion membuka pembicaraan mereka.


“Kenapa aku tidak bisa datang? Ini rumah pacarku. Aku yang seharusnya bertanya seperti itu, singa betina.”


“Kau!”

__ADS_1


“Hentikan kalian berdua! Aku yang seharusnya bertanya kenapa kalian selalu datang kemari?” Vivian akhirnya ikut membuka suara, liburan sebentar lagi dan dia bahkan tidak bisa menikmati hari santainya.


“Aku pacarmu, aku berhak datang kan?”


“Datang apa? kau juga termasuk, sejak awal kau selalu menempel seperti perangko, kau pikir itu hal yang biasa? aku sudah bilang aku akan menemanimu sampai tua jadi jangan menempel terus.”


“..." Kendra diam, ini pertama kalinya Vivian marah lagi setelah mereka resmi pacaran. Apakah dirinya tanpa sadar sudah bertindak berlebihan lagi? Tapi menyerang pacar adalah hal wajar untuk dilakukan oleh pasangan.


“Haha, makan tuh...” Kendra menatap tajam pada Lion, dan ingin kembali membalas tapi Vivian sudah lebih dulu bicara lagi.


“Makan apa! Kau juga sama, kau pikir dengan datang dan duduk seharian lalu menghabiskan makananku, tanpa melakukan apapun akan membuat Stella melihatmu? Dia sekarang adalah Beta yang berjiwa bebas! maka lakukanlah dengan menjadi temannya! Jangan mengungkit pertunangan tidak jelas itu! Orang tua gila mana yang menjodohkan anak Omega dengan Anak Beta!”


Kendra dengan otomatis menjauhkan jaraknya dengan Vivian, bukan karena apa. tapi sekarang Vivian sedang memasuki mode tidak bisa diganggu, berani ikut campur kau cari mati!


Lion seperti dibuat mati kutu, dia terdiam dan tidak berani untuk bicara lagi. Menurutnya meskipun Vivian seorang Alpha wanita yang sudah berpawang Alpha dominan, sepertinya dalam hal bicara Vivian akan tetap menang, lihat saja dia baru bicara tanpa jeda, titik ataupun Koma.


“Kalau begitu, Kucing liar aku akan pulang dulu, sampai bertemu satu Minggu lagi,” Lion dibuat melongo oleh Kendra yang tiba-tiba angkat kaki dari rumah Vivian, kemudian dia merasakan sebuah aura hitam di sekitarnya.


“Kau, tidak ikut pergi!” Pandangan mata Vivian menjadi tajam, menusuk hingga ke tulang-tulangnya. Dengan tubuh yang sedikit gemetar Lion juga langsung angkat kaki dari rumah Vivian.


Bersamaan dengan hal ini, Mario dan Nila baru saja tiba di rumah dan melihat Kendra lari keluar dari dalam rumah diikuti oleh seorang pemuda asing yang belum pernah mereka lihat sebelumnya.


“Apa yang baru saja terjadi?” Mario bertanya, kebetulan Vivian sudah berusia si teras rumah.

__ADS_1


Vivian menjawab; “Aku baru saja mengusir hama.”


Nila, “Hama?”


__ADS_2