Transmigrasi: Aku Jadi Alpha Wanita

Transmigrasi: Aku Jadi Alpha Wanita
Kendra [Istimewa dari hati]


__ADS_3

Hari ini setelah pas dua Minggu Vivian tidak masuk sekolah, Vivian menghabiskan waktunya belajar mandiri setelah pulang sekolah di ruang kelas. Dia tidak sendiri, Vivian bersama keempat temannya.


Nila ikut bergabung dengan kelas mereka agar lebih memudahkan pengajar mengawasi mereka dalam pengerjaan soal tambahan, dan paling sialnya tugas mereka adalah menyalin dengan menggunakan bahasa aneh yang sampai sekarang Vivian masih belum mengerti dengan baik.


Bagaimana tidak, dia bahkan belum pernah bertemu dengan bahasa seperti itu di dunianya, pada tiga bulan belakangan ini juga Vivian merasa bahwa dia tidak punya mata pelajaran bahasa alien ini.


Vivian mulai berbisik pada teman-temannya, “Ada yang bisa jelaskan padaku, apa yang kita lakukan sekarang?”


“Kita menyalin aksara kuno, jika bertanya ini tugas pelajaran apa, tentu ini sejarah. bahasan di kelas sudah sampai pada pembacaan aksara kuno, pengajar akan mengambil nilai semester dengan praktek.”


“Praktek itu gila!” Vivian berteriak tanpa sadar bahwa pengajar sedang memperhatikannya.


“Vivian Alisher, bisa katakan praktek apa yang gila?" Pengajar di meja guru mantapnya dan menunggu jawabannya.


“Itu..."Dasar mulut! Vivian menyesali tindakannya tadi. Bodohnya dia seperti seseorang yang memiliki trauma terhadap ujian praktek, Vivian tidak suka ini dan dia sadar betul bahwa nilainya tidak pernah baik, atau mungkin karena ini adalah pelajaran sejarah.


Vivian bukannya tidak suka dengan pelajaran sejarah, di dunia aslinya Vivian memiliki nilai yang baik di bidang itu, tetapi ketika mendapatkan pelajaran sejarah di dunia ini, Vivian menjadi tidak senang.


mata pelajaran sejarah di dunia ini berbeda, mereka selain membahas tentang kemunculan virus ABO tulisan yang mereka gunakan itu tidak dapat di pahami oleh Vivian, tulisan mengunakan simbol kehidupan, ada orang, ranting pohon, rumput, batu, kepala hewan, dan lainnya, belum lagi cara penulisannya.


“Sudah, lanjutkan pekerjaanmu setelah selesai kalian boleh pulang."


Siapa yang akan mau melakukan hal merepotkan seperti ini, buang-buang tenaga saja. Vivian merasa jengah, dan tangannya sudah sakit, tidak tahu apa yang salah dari pena di dunia ini.


Pada saat hari sudah semakin sore dan matahari perlahan terbenam, keempatnya memutuskan untuk pulang dan melanjutkannya untuk keesokan harinya. Lagi pula pengajar yang mengawasi mereka tadi sudah pergi dan tidak kembali lagi.


“Sekarang kita akan kemana?” Mario bertanya setelah mereka berada di dalam mobil.


“Ke rumah sakit saja, aku baru ingat hari ini Stella sudah bisa pulang.”


“Eh, secepat itu?”


“Ada apa?"


“Tidak ada, durasinya lebih cepat dari pada saat kau dibedakan hampir satu Minggu, kan?"

__ADS_1


"Mungkin karena aku menjadi alpha sementara Stella menjadi beta," Jawab Vivian.


“Ya, itu cukup masuk akal.”


Mobil melaju di sepanjang jalan raya besar kota Silver, dari dalam mobil Vivian menoleh dan melihat banyak masyarakat yang berlalu-lalang, beberapa penjual di pinggir jalan, tidak jauh berbeda dengan kondisi di dunia aslinya.


Pada saat mereka sudah tiba di ruang sakit, Vivian dan ketiga temannya langsung menuju kamar Stella. Dari belang Kendra ternyata mengikuti mereka sejak pulang tadi, dia tidak kembali ke rumahnya.


“Kakak!”


“Jangan teriak, kau bisa merusak tenggorokan mu.”


“Aku datang menjemputmu, kak."


"Aku tahu, tapi tidak udah teriak. Kakek juga masih ada di jalan.”


“Untuk apa kakek kemari?"


“Mengajak kita untuk makan malam,” Stella senyum, sore tadi Tuan tua mengabari bahwa dia akan datang untuk menjemput mereka, dan makan malam bersama, tentu saja Nila dan Mario juga sudah termasuk, keduanya secara tidak langsung sudah di anggap sebagai anggota keluarga Alisher.


Diam, dan tidak peduli pada lingkungan sekitarnya. Meksipun begitu, pandangan mata yang di miliki oleh Kendra kepada Vivian masih tetap sama, terdapat kelembutan disana.


“Apa yang kau lakukan disini?” Stella bertanya dengan sengaja pada Kendra, pandangan mata Vivian beralih pada arah yang sama dengan Kendra.


“Kau disini juga?” Vivian ikut bertanya, Kendra tersenyum tipis sampai tidak ada yang menyadarinya sama sekali.


“Ya, ada apa? Aku hanya tidak sengaja lewat dan singgah disini.”


“Kenapa tidak bilang dari tadi? kita bisa berangkat berama.”


“Aku bawa mobil tadi," Kendra menjawab dengan santai.


Setelah menunggu beberapa menit Tuan tua Alisher akhirnya datang, pada awalnya dia kaget karena mendapati Kendra juga ada di antara cucu-cucunya. Alpha dari rumah Leonard yang mau merebut cucunya.


Tuan tua tidak banyak bicara, dia hanya bicara ketika memang di perlukan, bahkan sampai membuat Mario keheranan. Mario tahu sosok seperti apa itu Tuan tua, melihatnya diam membuat Mario bertanya-tanya siapa yang sudah membuat pak tua itu ngambek?

__ADS_1


Mario melirik pada Kendra yang ada di sampingnya, sekarang posisinya Tuan tua dan kedua cucunya duduk tepat di depan mereka, dan Mario sendiri berada di tengah antara Nila dan Kendra.


Tuan tua menatap Kendra, alis tuanya mengernyit dan sampai sekarang masih berpikir untuk apa anak nakal Leonard ini berada disini?


“Kau, ada urusan apa dengan cucuku?" Tuan tua bertanya, Kendra meliriknya dan mendengus pelan.


“Urusanku dengan cucu anda, bukan dengan anda, tuan tua."


Anak ini pasti menuruni sikap kakeknya, Tuan tua jadi membatin, dan memikirkan pembicaraannya dengan tuan tua Leonard beberapa hari yang lalu, dan mengambil keputusan untuk menguji Kendra dulu.


Tuan tua Leonard memilih untuk menyerahkan urusan Kendra pada dirinya, dan hal ini membuat Tuan tua justru berencana untuk bermain-main dengan anak muda yang satu, ini sekalian balas kekesalan karena Kendra sudah berani menyerang Vivian.


Tuan tua selalu menempatkan beberapa orang di sekitar Vivian untuk menjaga keamanannya, Tuan tua mengetahui semua tindakan itu sehingga dia menjadi marah.


“Mengapa kau selalu mengikuti cucuku?"


“Bukan mengikuti, lebih tepatnya sedang menjaga keamanan Vivian.”


“Kau menyukai cucuku?"


“Tidak... Yang benar adalah aku mencintai cucumu, jadi berikan restu mu padaku.”


“Apakah kau pernah menjalin hubungan dengan orang lain?"


“Tidak... Aku tidak pernah tertarik pada mereka, Vivian jauh lebih istimewa.”


“Apa yang membuat Vivian istimewa di di mata mu?"


Kendra tidak menjawab, pikirannya kembali berkelana. Apa yang membuat Vivian istimewa? Jika di beri pertanyaan ini Kendra seperti tidak bisa berhenti untuk mengatakannya, Kendra merasakan bahwa keistimewaan Vivian dapat kita lihat dari segala perbuatan yang sudah dia lakukan selama ini.


Tidak hanya Vivian baik dan manis, dia juga suka menolong, marah jika memang sudah harus marah, Vivian gadis yang unik di mata Kendra yang sudah berhasil menarik perhatiannya, oleh karena itu Kendra berkata;


“Vivian istimewa dari hatinya.”


...°°°...

__ADS_1


...Mohon maaf apabila menemukan Typo yang bertebaran, terima kasih sudah mendukung sampai detik ini...


__ADS_2