Transmigrasi: Aku Jadi Alpha Wanita

Transmigrasi: Aku Jadi Alpha Wanita
Berpura-pura tidak tahu


__ADS_3

Siang itu, Stella baru saja keluar dari kelasnya setelah jam belajar selesai. Dia duduk bersama dengan temannya di tempat biasa, kafetaria sekolah. Jam istirahat baru saja berbunyi beberapa menit lalu, Stella masih terus menggenggam ponselnya dan rutin mengecek notifikasi disana.


Sudah hampir seminggu Stella tidak mendapat kabar dari Kendra, biasanya dalam sehari mereka pasti akan saling mengabari, sebenarnya itu di mulai oleh Stella. Stella selalu memberitahu Kendra apa yang dia lakukan hari ini, dan Kendra akan membalas dengan kata Oh, atau baguslah, kau harus banyak istirahat.


Jikapun Kendra sedang sibuk, pemuda itu biasanya hanya akan terlambat membalas pesannya, bukan mengabaikan pesannya sampai berhari-hari. Setiap kali Stella bertemu di sekolah, Kendra hanya akan menatapnya dan selalu berkata bahwa dia sedang sibuk jadi tidak ada waktu.


Stella mempercayai itu, namun ini sudah berhari-hari sehingga perasaannya mulai ragu. Teman-temannya memperhatikan Stella, sebagai teman yang sudah lama mengikuti Stella, mereka menjadi penasaran. Sehingga seorang dari mereka berkata; “Apa yang sedang kau pikirkan?”


Pandangan Stella masih berada pada layar ponselnya, dia berpikir hal apa yang membuat Kendra bisa sampai mengabaikannya hingga seminggu ini? Semua pesan dan panggilan Stella tidak pernah di gubris oleh Kendra.


Kemudian seorang temannya lagi berkata; “Apa ini tentang Kendra? Hanya Alpha itu yang bisa membuat suasana hati Stella jadi seperti ini.”


“Apa kau sudah bertanya padanya? atau mungkin saja dia menemukan seorang omega diluar sana.”


Pandangan mata Stella berubah tajam menatap teman Omeganya yang baru saja berbicara. Menemukan Omega diluar sana? Tidak, Stella sama sekali tidak bisa mempercayai ini. Stella sudah sangat mengenal seperti apa Kendra, dia adalah pemuda yang sama sekali tidak peduli dengan sekitar. Jadi tidak mungkin Kendra mencari omega diluar sana, sementara mengabaikan dirinya yang sudah jelas menemaninya bertumbuh.


Setelah pulang sekolah, teman-temannya mengajaknya untuk melakukan pemeriksaan rutin bersama, tetapi Stella menolak dan memilih untuk pulang ke rumah. Rumah besar Alisher tampak sepi, paman dan ayahnya memiliki tugas dinas ke luar kota, Kakek mungkin sibuk di ruang kerjanya.


Dan sepupunya, dia sama sekali tidak pernah berpikir bahwa ada hari dimana dia akan mencari keberadaan Vivian. Stella masuk kedalam kamarnya, baru saja dia menyimpan tas sekolahnya, ponsel miliknya tiba-tiba mendapatkan notifikasi.


Stella melihat notifikasi tersebut dan tidak lama dia menjatuhkan ponselnya ke lantai. Amarahnya bergejolak, dan meja riasnya menjadi kacau. Stella menghancurkan barang-barang di dalam kamarnya ketika dia mengetahui bahwa Kesya dan Kendra sering bertemu di rumah sakit satu Minggu ini dan juga  omega itu mendapatkan bantuan dari keluarga Leonard untuk biaya rumah sakit Ibunya.


Tania yang baru saja lewat menghampiri kamar putrinya dan masuk memeriksa. Matanya membulat karena terkejut, dia melihat Stella meringkuk di bawah lantai, dan kondisi kamarnya sudah seperti kapal pecah.

__ADS_1


Tania mendekati Stella memeluknya lalu berkata; “Apa yang terjadi? Ada apa sampai kau sangat marah?”


Stella memeluk Ibunya, lalu berkata; “Gadis sial itu telah merayu Kendra Ibu, dia membuat Kendra mengabaikan aku.”


“Apakah kau sudah bertanya padanya? Atau coba hubungi sepupumu, bukankah mereka sekelas?”


Vivian, Iya gadis itu. Seharusnya Stella sejak awal bertanya padanya atau meminta bantuannya untuk mengawasi Kendra. Kemudian, Ibu Stella berkata lagi; “Coba saja hubungi dia, meskipun aku tidak menyukainya hanya dia yang bisa kau andalkan sekarang.”


Setelah Stella merasa tenang, dia akhirnya menguibungo Vivian dan meminta untuk bertemu. Vivian yang sedang bersantai dengan Chihuahua di apartemen,  otomatis terkejut mendapat pesan dari Stella, hampir saja dia menjatuhkan ponselnya.


Chihuahua memperhatikannya, kemudian dia mendengar Vivian berkata; “Ayo kita keluar seseorang ingin bertemu dengan kita.”


Chihuahua mengernyit lalu menatapnya; [Siapa?]


Vivian mengajak Mario untuk mengantarnya dan menunggunya di mobil, sementara itu bersama dengan Chihuahua masuk ke dalam sebuah kafe yang sudah di katakan oleh Stella.


Vivian terkejut ketika dia melihat penampilan Stella yang kurang baik, matanya sembam lalu di wajahnya agak bengkak seperti bekas tamparan. Vivian duduk dan langsung mendengar Stella berkata; “kenapa kau tidak bilang kalau Kesya dan Kendra sering bertemu di rumah sakit?”


Vivian mengernyit, berpura-pura bingung. Didalam pikirnya dia sudah berkata bahwa bagian ini sudah memasuki plot dimana Stella akan gencar mengganggu Kesya. Vivian melihat bahwa Stella menunggunya berbicara sehingga diapun berkata; “Apa yang baru saja kau katakan? Mengapa aku harus memberitahumu sesuatu yang bahkan tidak aku ketahui.”


Kemudian Vivian berkata lagi, “Lalu siapa Kesya? Apakah itu pacar Kendra? Aku baru tahu Alpha membosankan itu punya pacar.”


Stella mengernyit, menatap Vivian dan mencari kebohongannya. Bagaimana bisa Vivian tidak mengenal Kesya? dia beberapa kali membantunya di kafetaria. Lalu Stella bertanya; “Apa kau tidak mengenal Kesya? Dia gadis yang sering kau tolong di kafetaria.”

__ADS_1


“Kapan aku menolong gadis itu? Selama ini aku menghentikan keributan di kafetaria karena kau ada disana. Jika kau tidak ada di sana, aku tidak akan melakukannya.”


Chihuahua tiba-tiba berkata; [Selamat tuan rumah, sudah meningkatkan hubungan keluarga. poin di tambah +5, total poin sekarang 80. Kumpulan lebih banyak lagi agar anda bisa mendapatkan renovasi atas warung makan keluarga anda]


Stella mencoba untuk mempercayainya, bagaimanapun juga terakhir kali saat insiden feoromon di kafetaria, Vivian menyebut nama Kesya. Jadi Stella merasa kalau Vivian memang kenal dan mungkin saja dekat dengan Kesya.


Kemudian Stella mendengar Vivian bertanya; “Ada apa dengan wajahmu?”


Stella terkejut namun setelahnya dia kembali menangis, dan mulai mengatakan sesuatu tentang Kesya. Vivian memilih diam dan melihat sejauh mana Stella akan bertingkah, Vivian tahu semua itu adalah kebohongan Stella. Pipinya yang merah karena tamparannya sendiri, matanya sembam karena dia baru saja menangis.


Pada bagian ini seharusnya Stella menghampiri Kendra dan mengatakan semuanya pada Kendra, tetapi Vivian tidak mengerti mengapa plot ini justru menarik dirinya masuk. Sehingga diapun kembali bertanya pada Chihuahua, “Apakah plot masih baik-baik saja? Seharusnya orang yang di sini adalah Kendra.”


Chihuahua duduk manis menatapnya; [Tuan rumah, anda harus membangun hubungan dengan saudara anda. Tidak perlu khawatir, selama hubungan tokoh utama terus berkembang, tidak akan ada masalah.]


“Mengatakannya lebih mudah, ketimbang melaksanakannya. Aku merasakan sesuatu yang buruk, apakah kau juga sama? Belakang punggungku agak dingin.”


[Tuan rumah, ini mungkin karena anda tidak menggunakan jaket. Sore hari memang sangat dingin, Aku juga merasa dingin.]


“Itu karena kau tidak punya bulu.”


Chihuahua, [...]


Vivian memilih untuk diam dan hanya mendengarkan Stella mengeluarkan hal-hal buruk untuk menjelekkan Kesya di depan Vivian. Lalu kemudian, setelah Stella selesai berbicara sekarang adalah giliran Vivian untuk berpura-pura terkejut dan berkata; “Dasar gadis tidak tahu malu.”

__ADS_1


__ADS_2