
Sehabis makan malam, semuanya berkumpul untuk membuat pengaturan kamar. Pada awalnya kamar mereka hanya dua, satu yang sangat luas dengan tiga kasur di dalamnya dan satu lagi adalah kamar untuk dua orang.
Karena adanya tambahan, Mario memesan dua kamar lagi yang tepat berad Adi seberang kamar mereka sebelumnya. Kemudian Mario bertanya pada mereka; “Sekarang bagaimana kita mengaturnya?”
“,Mengatur apa? Aku Beta sediri, aku tidak terbiasa dengan kelompok Alpha, jadi satu kamar khusus hanya untukku,” Farel menjawab paling pertama.
“Hei, itu pembagian tidak adil, lagi pula kau juga tidak akan terpengaruh dengan feromon.”
“Lalu kau mau bagaiman? Ada empat gadis disini. Dan satu kamar dengan tiga kasur didalamnya. Jika kalian ngotot, maka seorang dari mereka harus bersama denganku, dan berikan kamar luas itu pada sisanya.”
Liam memikirkannya dan itu benar, Di antara mereka ada dua Omega dan dua Beta, dan empat Alpha. Menyatukan Kesya dengan Stella dalam satu ruangan juga, menurutnya bukan hal yang baik.
“Bagaimana kalau...” Liam bekum selesai berbicara, tetapi Farel sudah memotong kalimatnya.
“Vivian akan bersamaku, dia adikku dan Omega tidak seharusnya bersama dengan Alpha di ruangan yang sama terlalu lama.”
“Tidak, aku tidak menyetujuinya. Kami akan tidur bertiga,” itu suara Kendra, sehingga membuat Farel melihatnya lagi.
“Baiklah, jadi sudah di putuskan. Lalu untuk para gadis...”
“Aku akan bersama dengan Kak Stella, benarkan kak?”
“Tentu saja,” Stella melihat Vivian yang tampak bahagia di wajahnya, lalu diam-diam melirik Kendra.
Pandangan yang sama Stella temukan, untuk sekian kalinya. Mata Kendra menatap ke satu arah pandang saja, hanya pada Vivian. Kecurigaannya menjadi semakin besar, Vivian tampaknya bukan gadis yang peka, jadi dia akan sulit menyadari ini.
Tentu aja, Alpha wanita di katakan bahwa mereka adalah kelompok yang tidak peka, kakeknya saja membutuhkan waktu lama untuk mendapatkan hati neneknya. Akan tetapi bagian ini juga belum tentu terjadi pada semua Alpha wanita.
Stella tidak tahu pasti tetapi berdasarkan apa yang dia dengar dari masyarakat, Alpha Wanita akan selalu nelengket pada pasangannya ketika dia sudah menemukannya, Ini lebih di khususkan untuk pasangan normal Alpha wanita dan Omega pria.
Alpha wanita akan sangat protektif dan posesif pada Omeganya, mereka akan sangat sensitif ketika Omeganya dekat dengan Alpha lain. Paling umumnya lagi, mereka bisa mengamuk dengan feromon yang tidak terkendali.
__ADS_1
“Kak, apa yang kau pikirkan? Ayo ke kamar, aku sudah lelah,” Vivian menggendong Chihuahua dalam pelukannya dan mengelus kepala kecilnya.
“Ya sudah, Ayo. Kau tunjukkan jalannya padaku.”
Vivian tersenyum padanya dan berjalan lebih dulu ke kamar mereka, Stella mengikuti Vivian. Ketika mereka tiba di dalam kamar, mereka melihat bahwa kamar tersebut memiliki dua kasur.
Vivian memilih salah satunya kemudian langsung berbaring setelah dia selesai membersihkan dirinya, Chihuahua diletakkan di atas kasur yang sama dengannya, tepat bersebrangan dengan kasur Stella.
Stella duduk di kasurnya dan mengeringkan rambutnya, Vivian tidak memerhatikan Chihuahua lagi karena asik bermain ponsel. Chihuahua dengan mata sendu karena mengantuk berkedip-kedip.
Chihuahua sesekali melirik pada Stella, sehingga membuat Stella merasa tidak nyaman, Stella lalu menyadari bahwa pandangan itu berasal dari Chihuahua.
Stella merasakan bahwa ada yang salah dengan anjing pendek ini. Jadi dia bertanya pada Vivian; “Mengapa hewan bau ini harus tidur dengan mereka?”
Vivian menyimpan ponselnya lalu melirik pada Chihuahua dan berbalik melirik pada Stella, kemudian Vivian menjawab; “Apakah dia menggunggu mu kak? Tapi Chihuahua tidur di sampingku, sementara kakak di seberang kami.”
“Aku tidak menyukai baunya, mengapa dia harus ikut bersama kita? Ada tempat penitipan peliharaan disini.”
“Sebaiknya kau tidur saja, matamu sudah lelah. Ayo bertukar, kau akan tidur disisi ini.”
Vivian melihat Stella lalu tersenyum dan berkata; “Aku pikir itu harum dan menyegarkan, Chihuahua menggunakan shampo beraroma buah.”
“Apanya yang aroma buah? Aku hanya mencium aroma bulu-bulu khas seekor anjing.”
“Mungkin hidung kakak sedang bermasalah, aku sama sekali tidak mencium aroma seperti itu.”
Vivian mengangkat Chihuahua dan menghirup aromanya. Itu wangi buah, sehingga Vivian merasa bahwa sepertinya hidung Stella sedang benar-benar bermasalah. Sebenernya Stella tidak pernah menyukai hewan berbulu, apa lagi jika itu seekor anjing.
Dulu ketika dia masih kecil, ada pameran hewan di sekolah yang isinya adalah berbagai jenis anjing. Memang mereka terlihat lucu, tapi sifatnya terlalu aktif sehingga mereka juga sangat suka berlarian.
Seekor anak anjing yang sudah kotor karena bermain, melompat ke arah Stella sehingga membuatnya terjatuh. Saat itu dia mencium aroma yang sangat buruk. Dan kejadian kemarin saat di acara ulang tahun Vivian, itu semakin membuatnya tidak menyukai Chihuahua karena sudah menggagalkan rencananya.
__ADS_1
“Hidungku tidak bermasalah, sudahlah. Yang jelas, jangan dekatkan aku dengan hewan berbulu tipis itu.”
“Aku tahu, Chihuahua adalah peliharaan yang patuh. Tenang saja kak.”
Vivian meletakkan Chihuahua kembali, dan mengelus kepalanya. Kemudian ruangan menjadi hening, Chihuahua sebelum tertidur berkata pada Vivian; [Tuan rumah, berhati-hatilah dengan antagonis wanita, aku rasa dia memiliki rencana lagi.]
“Aku tahu, jangan khawatirkan aku terus. Tidak akan ada yang terjadi, aku akan menjadi adik yang baik untuknya.”
Setidaknya sampai misi keluarga selesai aku lakukan, lanjut Vivian. Chihuahua mendengar apa yang di pikirkan oleh Tuan Rumahnya, namun tidak ingin mengatakan apapun lagi.
Suasana kamar menjadi hening untuk sesaat, Chihuahua sudah mendengkur dengan lembut. Kemudian Vivian tiba-tiba mendengarkan Stella bertanya; “Menurutmu orang seperti apa Kendra itu?”
“Mengapa kau tiba-tiba bertanya?”
“Jawab saja,” pandangan Stella mengarah pada langit-langit kamar mereka.
“Aku tidak tahu, tapi aku rasa dia orang yang aneh,” Vivian menjawab dengan asal, berdasarkan apa yang dia pikirkan saja. Lagi pula untuk apa Stella bertanya tentang Kendra? Dia mana tahu, kan yang sudah lama kenal adalah Stella sendiri.
Jadi seharusnya Stella lebih mengenal bagaimana Kendra, dibanding dengan dirinya yang baru mengenal Kendra dua bulan. Akan tetapi jika dia berada di dunia aslinya, Vivian mungkin saja akan mengatakan bahwa Kendra adalah karakter buruk, dan sangat jelek.
“Apakah hanya itu?” Stella bertanya lagi, Vivian jadi merasa bahwa sepertinya Stella mengira bahwa Kendra mengalami kondisi istimewa.
Jadi Vivian menghela napasnya dan melirik pada Stella, lalu dia berkata dengan lembut; “Jika kau berpikir aku menyukai dia, jawaban ku adalah tidak. Kami sama-sama Alpha, aku masih suka Omega Pria yang lembut dan lucu.”
Setelah mendengar perkataan Vivian, Stella tidak berkata apa-apa lagi, dan memilih untuk tidur saja. Karena hidungnya yang sensitif dangan aroma bulu anjing, tidur Stella sedikit tidak nyaman, sehingga sepanjang malam Stella sesekali terbangun hanya untuk mengecek bahwa Chihuahua masih berada di tempatnya.
...•••...
...**Buat momen Stella di geprek masih ada beberapa chapter ke depan memasuki chapter 60-an ke atas ...
...Terima kasih atas dukungan teman-teman** ...
__ADS_1