
Pada hari itu setelah lama bersama dengan penduduk desa di balai, Mario pamit untuk kembali ke lokasi kemah mereka. Dia tidak banyak bicara dan hanya mendengarkan saja. Baginya itu sudah tidak penting lagi, hanya sebuah masa lalu yang sudah dia lupakan sejenak.
Kesimpulannya setelah hari ayahnya menipu dirinya dengan berjalan-jalan bersama, dan terbangun di tempat asing, Ayahnya pulang da.n menangis setelah satu hari penuh dengan wajah buruk dan air mata yang menetes sampai matanya sembam, dan berkata bahwa anaknya tenggelam di laut dan mayatnya tidak ditemukan..
Dalam ingatannya Rumah kecil mereka terletak dekat dengan lahan perkebunan, jadi jika ingin kembali ke tenda Mario harus melewati sebuah rumah kecil yang familiar, meskipun bagian depannya sudah tidak hanya berupa papan kayu dimana biasanya ibu rumah tangga melakukan pekerjaannya menepis beras atau mengupas bahan masakan.
Sekarang rumah itu sudah tampak jauh lebih baik, meskipun ukurannya .tidak jauh berbeda, dinding rumah mereka sudah menggunakan beton. Pada saat Mario lewat, pintu rumah itu seketika terbuka, seroang pemuda keluar dengan tampang acak-acakan, menggendong seorang bayi.
Mario tertegun untuk sesaat, usia pemuda itu seharusnya berada dibawahnya. paling tidak satu atau dua tahun lebih muda darinya. Tidak mungkin! Bukankah seharusnya Alpha menandai omega mereka pada usia 19 tahun? pemuda ini bahkan sudah menggendong seorang bayi!
Pemuda itu merasakan pandangan dari Mario sehingga dia menoleh dan menatap balik pada Mario, lalu berkata; “Apa yang kau lakukan berdiri disana, dasar anak kota sombong!“
Uhm! Mario tersadar lalu menggeleng dan meminta maaf karena sudah melakukan hal bodoh. “Hei, kau! siapa yang memintamu untuk pergi? kemari dan bantu aku.”
Uhm? Apa yang sedang kau pikirkan? meminta orang asing untuk membantumu? "Hei, apa kau tuli? bukankah tugas kalian para anak kota membantu kami? kau tidak mau upah?”
Mario diam-diam menghela napas lalu mendekati pemuda tersebut. Berdiri di depannya dan menunggu pemuda itu berbicara lagi, dia memperhatikan bayi kecil yang sudah berbaring di atas papan panjang.
“Anakmu?”
Pemuda itu melotot pada Mario, “Bukan urusanmu.”
”Aku hanya bertanya, tidak mungkin kau sudah menjadi seorang ayah di usia muda, kau seharusnya belum terikat dengan omega.”
.
"Apa peduli mu? sebaiknya kau bantu aku mengurus dia, aku akan tidur sebentar.”
__ADS_1
Huh? Apa kau memang seorang ayah? Kau tidak punya kepedulian sama sekali. Setidaknya jika kau tidak ingin, berikan dia pada ibunya, mengapa harus diberikan padaku? kau tidak tahun aku menculik bayimu? pemuda itu tertidur, dan meninggalkan Mario bersama dengan bayi perempuan tersebut.
Kepala Mario menjadi agak linglung, bagaimana dia bisa berakhir di sini?
Mario seharusnya langsung bergegas pergi tadi, bayi perempuan itu kembali menangis. Karena hal ini, Mario membawa bayi perempuan itu kedalam gendongannya.. ”Berhentilah menangis, atau segera katakan dimana Ibumu?Aku tidak ada waktu menemanimu disini.”
Oik! Oik!
“Apa kamu babi kecil?” mata bulat anak perempuan yang ada di pelukannya bersinar terang memandangi wajah Mario. Tangan kecilnya bergerak berusaha mencapai rambut Mario yang sudah agak memanjang, delima kecilnya yang merah dan segar bergerak seperti moncong ikan.
“Apakah di rumah ini tidak ada orang?” Mario menoleh, dan tidak lama pintu rumah kembali terbuka. Kali ini adalah seorang Pria yang usianya sepertinya sudah mendekati setengah abad., Berdiri di ambang pintu dan memandangi Mario yang menggendong cucu perempuannya..
BRUAK!!!
Sesuatu di banting di dekat pemuda yang sedang tertidur, Mario memeluk bayi kecil itu agar tidak kaget.. Ada apa dengan keluarga ini? hampir lima belas tahun Mario di buang dan ketika dia kembali, mantan keluarganya tampak tidak baik.
Mario sama sekali tidak peduli, meskipun dia masih sangat ingat bagaimana perawakan Ayahnya. Tubuhnya tinggi, wajahnya lumayan tampan, tentu saja jika tidak tampan bagaimana bisa ada omega bodoh yang mau bersama dengan dirinya., dan rela menjadi kedua.
“Siapa kau? apa yang kau lakukan disini?”
“Tanyakan itu pada putramu, aku tidak sengaja lewat dan dia meminta aku menggantikan pekerjaannya.”
“Kau....”
“Aku Rio, salah satu peserta kemah.,” Mario membungkukkan kepalanya sebagai kehormatan untuk orang yang lebih tua, meskipun sebenarnya dalam hatinya Mario tidak tahun untuk tidak berteriak di depan wajahnya.
Kenangan kelam di masa kecilnya itu masih belum hilang sepenuhnya, tentang bagaimana ayahnya menipunya dan membuangnya ke kota besar yang jauh dari desa setelah Ibunya pergi entah kemana dan ayahnya pulang membawa wanita lain dengan seorang anak laki-laki, Bagaimana sulitnya Mario bertahan hidup di pinggir jalan selama beberapa hari sebelum dia diasuh oleh Anna..
__ADS_1
Mario tidak akan melupakan hal ini, pada saat melihat wajah ayahnya yang sudah terlihat jauh lebih tua dan badan yang kurus, Mario ingin tertawa dan mengejek tapi dia urungkan karena orang-orang didepannya sekarang adalah bagian dari masa lalunya.
Pria berusia hampir setengah abad itu diam memandangi Mario, dari atas hingga bawah. Fitur wajah Mario terlihat familiar, sehingga dia berniat untuk bertanya lebih lanjut; “Apakah kau...”
“Maaf paman aku beta.” Paman menjadi diam setelah mendengarnya.
Mario mengernyit dan berbalik untuk menatapnya untuk bertanya: “Paman, dimana orang tua anak ini? Aku minta maaf tapi, aku masih memiliki urusan penting di tenda.”
...
Sampai beberapa menit tidak ada yang membuka suara, Mario meskipun tidak dapat merasakan feromon, instingnya kuat sehingga dia bisa merasakan ketidakseimbangan di sekitarnya. Ada kemerahan juga dari diri ayahnya, dan ketidaksukaan dari pemuda yang dia yakini sebagai anak dari simpanan. Ayahnya.
“Maaf, apa bila aku salah bicara. sejak berada disini aku tidak melihat ada seorang gadis, jadi aku pikir mungkin saja orang tua anak ini sedang di ladang.”
“Ibunya sudah mati,” Pemuda yang lebih muda darinya berbicara. Ini semakin membuat Mario merasa bersemangat jadi dia memutuskan untuk kembali bertanya lagi; “Lalu ayahnya? jika ibu seorang bayi sudah tidak ada, semua tugas menjadi tanggungjawab Ayahnya.”
"Itu aku.”
“Kau? diusia semuda ini, aku yakin kau pasti satu atau dua tahun lebih muda dariku. Alpha paling normal menandai omega di usia 19 tahun, menikah diusia 21 tahun, kau terlalu cepat dewasa.”
"Apa kau bisa diam saja dan gantikan tugasku? aku akan berikan upah nanti.”
“Maaf tapi mengurus anak ada dalam list pekerjaan kami, kau harus melakukannya sendiri..”
Paman atau mantan ayahnya memilih diam, putranya sudah terbiasa di ejek karena tindakannya di usia yang masih sangat muda. Dia juga sudah tidak ingin membahas hal ini lagi, Mario pamit untuk pergi namun sebelum dia benar-benar melangkah pergi, Mario menoleh pada mereka lalu berkata,;
“Sayangi anakmu, jangan membawa pulang omega lain dan menelantarkan anak kandungnya sendiri, jika tidak kau tidak akan tahu apa yang akan kau alami diusia tua.”
__ADS_1
Ayah dan anak di rumah kecil; "!!!”
"