Transmigrasi: Aku Jadi Alpha Wanita

Transmigrasi: Aku Jadi Alpha Wanita
Pembicaraan


__ADS_3

Kerumunan orang di depan restoran mulai berangsur-angsur sepi, Keisya mencoba untuk mengintip dari balik cela tirai jendela, astaga halaman restoran mereka sangat kotor sekali.


Ada banyak tumpukan buah dan telur yang berceceran di luar, tomat juga sayuran tidak segar lainnya, “Orang-orang itu membuat kita repot saja, lihat kelakuan mereka, seenaknya saja mengotori halaman orang...”


“Mau bagaimana lagi, tenang saja nanti aku pa ggil tukang bersih-bersih mengurusnya...” Nila berucap dia kemudian mengambil ponselnya dan meminta seseorang untuk mengirim bantuan.


Vivian melirik Teman-temannya sekilas lalu berkata, “Aku tahu, kalian khawatir padaku tapi mengapa menyembunyikan masalah ini dariku?”


“Tidak ada yang ingin disembunyikan hanya saja, kami belum selesai menyelidikinya dan kau masih butuh banyak istirahat juga, Vi.” Liam menjawab, dengan baik dan tidak mengatakan lebih banyak lagi.


“Aku bukan omega, untuk hal seperti ini aku jelas bisa membantu dan juga ini berkaitan dengan Bisnisku sendiri.”


“Kondisimu tidak baik pada saat puncak siklus panasnya, sangat berbeda dengan omega karena kau alpha hasil dibedakan.” Kali ini Mario, dia tahu betul apa yang di katakan oleh dokter saat itu. Bahkan untuk menjenguk Vivian saja, itu tidak bisa ramai-ramai, belum lagi saat masa pemulihannya.


“....” Vivian tahu itu, dia yang lebih tahu kondisi tubuhnya seperti apa. Dia tahu ada banyak hal yang enggan untuk di katakan padanya, Vivian merasa bukan cuma masalah restoran ini. Bahkan keluarganya juga hanya dua kali menjenguknya, karena alasan pekerjaan yang tidak dapat ditinggal.


“Sudah jangan bahas itu lagi, mengetahui di awal atau di akhir juga sama. Kau pasti tidak akan di biarkan untuk keluar dan harus istirahat total.” Kendra mengelus kepala Vivian dan dia pun tersenyum.


Vivian cemberut, bukankah sejak awal kau yang paling mengatur aku? matanya menyipit menatap malas pada Kendra, Itu adalah salahnya karena tidak membiarkan dirinya pergi lebih awal ke restoran dan juga salah Kendra karena membuatnya kelelahan bermain sepanjang malam.


“Ck, sudahlah.... sebaiknya segera cari informasi kontak pria itu dan buat janji temu dengannya, ayo selesaikan masalah ini.”


Setelah berkata demikian, Vivian menghela napasnya memang tidak ada gunanya membahas hal yang sudah lalu, sebaiknya dia fokus menyelesaikan misi ini, ‘Sial, seharusnya aku tidak meninggalkan Chihuahua di apartemen sendirian,’


“Informasi kontak sudah kami temukan, sekarang siapa yang akan menghubungi orang itu?” Tanya Liam, dia menyerahkan sebuah kertas kepada Vivian


“Biar aku saja,” Vivian mengambil kertas tersebut kemudian menghubungi nomor ponsel itu.


Beberapa hari kemudian, Waktu dan tempat sudah di atur, mereka membutuhkan waktu beberapa hari untuk bisa membuat kesepakatan, Vivian di temani oleh Kendra, pria muda itu tidak pernah meninggalkannya sebentar saja.

__ADS_1


Vivian berada dalam pengawasan Kendra sepenuhnya, hanya ketika mereka sedang bersama dengan yang lainnya barulah Kendra tidak terlalu memperhatikan Vivian, karena mereka ada banyak juga karena dia yakin lokasi tersebut aman.


Mereka berangkat ke lokasi yang sudah di sepakati, yang berada di ujung kota mereka. Tempat yang mirip dengan bar malam hanya saja sedikit berbeda dengannya. Lampu kelap-kelip, tapi tidak ada orang yang menari-nari.


“Apa orang itu tidak salah memilih lokasi? Tempat macam apa ini?” Vivian bertanya ketika mereka sudah berjalan memasuki tempat itu.


“Entahlah, yang jelas jangan jauh dariku, paham?” Kendra meliriknya, tangannya berada tepat di pinggang Vivian.


“Hm, aku tahu...”


Mereka memperhatikan ruangan itu, banyak meja yang sudah terisi penuh. Mereka melangkah ke arah meja dimana seorang pria sedang duduk sambil menikmati kopinya.


Keduanya duduk di depan pria itu, Kendra sengaja batuk untuk, “Apa benar, anda Tuan Sam?”


Pria itu mengangkat kepalanya dan sedikit heran, “Siapa anak-anak ini?”


Mata pria itu membulat, anak-anak di depannya masih sangat muda dan mereka sudah memiliki niat untuk membangun bisnis mereka sendiri? Tidak bisa di percaya....


Dia tidak pernah mengenal betul siapa pemilik restoran itu, meskipun beberapa kali dia memang melihat Vivian mendatangi restoran itu. Dia berpikir bahwa mungkin itu adalah milik keluarga gadis itu, tidak disangka perkiraannya salah...


“Jadi apa yang ingin kalian bahas dengan ku?” Sam bertanya meskipun dia sendiri sudah tahu kemana arah pembicaraan mereka itu.


“Kau pasti sudah tahu apa tujuan kami, segera tarik orang-orang mu itu atau kami akan membawa kasus ini ke jalur hukum.”


“Apa yang kalian katakan? Orang-orang apa? aku tidak pernah mengirim orang untuk melakukan sesuatu...”


“Nina, 23 tahun, seorang Beta bukankah dia orangmu?” Kendra meletakkan beberapa bukti gambar kamera pengawas di ata meja itu.


Gadis itu terlihat di depan tokonya bersama dengan orang-orang berpakaian hitam panjang dengan tudung, disana juga terlihat ada gambar dirinya, meskipun sedikit tidak jelas.

__ADS_1


“Pilihan ada di tanganmu, menarik orang-orang yang memfitnah bisnis kekasihku atau bukti ini akan sampai ke tangan Hukum...”


Sial...


Sam mulai mengutuk seseorang dalam hatinya, wanita yang mendatangi dirinya tidak pernah berkata bahwa orang-orang itu adalah anak muda yang seharusnya tidak dia ganggu.


Dia menyetujui permintaan orang itu karena beberapa hal yang sudah di janjikan kepadanya, termasuk kesuksesan dalam berbisnis setelah dia berhasil membuat Restoran di didepan tokonya tutup dan sepi peminat.


Sam adalah seorang Beta yang membesarkan dua anak, istrinya sudah mati dan dia sekarang adalah seorang Duda. Dia harus banyak banging tulang lebih keras untuk membesarkan Kedua anaknya yang kecil.


Sam memikirkan nasib anak-anaknya, yah memang ini adalah salahnya sendiri karena terlalu Larut dalam kesedihan, sehingga mengabaikan bisnis yang sudah hampir 3 tahun dia jalankan.


“Apa jaminan yang akan kau berikan?” Sam akhirnya bertanya, dia yakin dua orang di depannya ini bukanlah anak sembarangan.


“Itu mudah, aku bisa mengajakmu berkerja sama.”


Vivian menjawab dengan santai sambil matanya terus memperhatikan Pria di depannya.


”Bekerja sama?” tanyanya.


“Jual tokomu padaku, setelahnya aku akan mempekerjakan mu disana sebagai manager, bagaimana?” tawar Vivian.


“...”


Setelah diskusi yang panjang mereka akhirnya berpisah, Sam berkata bahwa dia butuh waktu untuk memikirkannya dulu sebelum mengambil tindakan. Dia juga berkata bahwa dia akan menghentikan serangan dan meminta orang-orang itu untuk tidak mengusik Halaman mereka sementara waktu.


Vivian merasa itu sedikit mengecewakan tapi juga sudah sedikit lebih baik dari pada sebelumnya, dimana banyak orang yang datang dan melemparkan sayuran tidak segar di halaman mereka.


“Aku harap semua jadi semakin baik...”

__ADS_1


__ADS_2