
Setelah selesai memarkirkan kendaraannya, Kendra langsung menuju ruang kelasnya. Sepanjang koridor dia menjadi pusat perhatian, bukan karena wajahnya yang tampan, itu tentu sudah biasa. Para pelajar bahkan sampai Alpha juga ikut memperhatikannya, semua ini karena lingkaran hitam yang ada di matanya.
Mereka bertanya-tanya mengapa bisa? Semua pelajar tahu kalau Kendra tipe Alpha yang tidak peduli dengan sekitarnya, bahkan tidak pernah mendekati Omega, mereka juga tahu bahwa Stella dari kelas Omega sudah mengklaim Kendra sebagai Alpha-nya, tidak ada yang berani untuk mengusik gadis itu.
Jadi sekarang bagaimana? Beberapa dari mereka memiliki asumsi bahwa Kendra sudah bertemu dengan Omega, yang berhasil menarik perhatiannya. Tetapi Omega itu tiba-tiba menghilang tanpa kabar, sehingga membuat Kendra tidak bisa tidur dan terus memikirkannya.
Tetapi yang sebenarnya terjadi adalah Kendra tidak bisa tidur karena terus memikirkan aroma feromon seorang Alpha wanita.
Ini sudah tiga hari sejak hari itu, seperti rasa masakan Vivian yang terus tersimpan di benaknya, seperti itu pula aroma Citrus yang menyegarkan dengan perpaduan kayu manis memberikan kesan unik dan tajam masih melekat pada penciumannya.
Kendra berpikir bahwa pantas saja Omega laki-laki beraroma feromon durian itu, menyukai Vivian. Ternyata dia tertarik pada bau feromon Vivian, Aromanya hampir sama dengan milik Kendra, yang memiliki campuran Citrus juga.
Ketika Kendra tiba di kelasnya, dia langsung duduk di kursinya. Dan menutup matanya, pagi hari tampak sedikit membosankan, dan kepalanya sedikit sakit karena tidak istirhaat dengan baik.
Kendra membaringkan kepalanya, tepat ke arah meja Vivian yang berada di sudut samping jendela. Masih kosong, Kendra sendiri duduk di kursi paling belakang, kelompok ke dua.
Kemudian tidak lama, dia mendengar suara teriakan Mario. Matanya langsung memandang ke arah pintu, dia mendengar Mario berkata; “Mengapa kau sangat bersemangat? Kau sudah tertinggal banyak pelajaran selama dua hari kemarin!”
Alpha satu ini sangat jarang bicara sehingga teman sekelas mereka langsung memandangnya. Mario yang di tatap seluruh kelas menolehkan kepalanya ke arah lain, dan menggembungkan pipinya.
Para Alpha wanita tertawa melihatnya, menurut mereka itu cukup lucu untuk tingkah seorang Alpha pria. Kemudian, mereka merapat ke meja Vivian dan Mario.
Alpha wanita: “Hei, hei... Bagaimana keadaanmu? Ini siklus pertamamu setelah di bedakan.”
Vivian tersenyum dan berkata; “Itu cukup menyulitkan, Aku tidak pernah tahu jika Alpha juga akan merasakan seperti terbakar.”
Alpha Wanita: “Karena Itulah kita membutuhkan bantuan feromon Omega yang cocok, untuk menetralisir panas. Apakah kau...”
__ADS_1
Vivian; “Tentu tidak, bau Omega yang terakhir itu membuat aku pusing. Temanku membantu ku selama dalam masa panas.”
Alpha Wanita; “Oh, begitu. Ngomong-ngomong, aku mencatat full dua hari kemarin, kau bisa meminjam catatan ku nanti.”
Vivian; “Ah, tentu saja. Itu pasti akan sangat membantuku, terima kasih.”
Alpha wanita; “Tidak usah berterima kasih, kita adalah teman sekelas jadi sudah seharusnya saling bantu.”
Setelah itu, guru memasuki ruang kelas mereka, dan memulai pelajaran untuk hari ini. Vivian sangat bersemangat setelah dia terbebas dari siklus panasnya, itu adalah masa-masa sensitif.
Jika saja ini di Dunia aslinya, pasti sudah seperti seekor hewan yang memasuki musim kawin. Selama beberapa hari kemarin, Vivian diam di kamarnya dengan bantuan Nila.
Vivian mengetahui bahwa dari pada menggunakan stiker dan Inhibitor m, lebih nyaman menggunakan Feromon omega. Sepanjang hari, Vivian di kelilingi oleh feromon Bila, biasanya jika waktu sekolah Nila akan meninggalkan banyak feromon di kamar Vivian.
Setelah pulang sekolah, Nila barulah menemani Vivian di kamar, terkadang dia di jadikan guling oleh Vivian atau di ajukan batal. Dan yah, selama Vivian sakit Chihuahua diserahkan pada Mario, mengurus semua kebutuhan bulu kecil pendek itu.
Selama guru seni mengajar, Kendra tidak pernah fokus pada papan tulis. Pandangannya hanya terarah pada Vivian, dia melihat gadis itu sesekali tertawa, atau paling tidak tersenyum karena mata pelajaran hari ini adalah favoritnya.
Biasanya Kendra hanya tidur di kelas atau paling tidak menatap malas pada papan tulis, dimana guru mereka sedang belajar. Aroma feromon Vivian kembali terngiang-ngiang, Kendra kemudian menggelengkan kepalanya berpikir untuk sekian kalinya bahwa dirinya mungkin sudah gila, Vivian sudah bukan omega jadi dia tidak seharusnya memikirkan feromon seorang Alpha.
Dia tidak mungkin menderita kelainan istimewa. Dimana seseorang tersebut bisa tertarik dengan kelompoknya sendiri. Melihat perilaku Kendra yang berbeda salah seorang teman Alpha Pria bertanya padanya; “Ada apa? Mengapa belakangan ini kau terlihat tidak fokus? Ini tidak seperti dirimu yang biasa.”
Kendra meliriknya dan berkata dengan santai; “Aku tidak apa-apa, fokus saja pada papan tulis.”
“Kalau kau punya masalah, katakan saja agar perasaanmu jadi lebih ringan.”
Kendra menghela napasnya, berpikir sebentar lalu berkata; “Menurut, Menurutmu bagaimana jika seorang Alpha tertarik pada kelompoknya sendiri?”
__ADS_1
Alpha pria itu mengernyit kemudian dia berpikir untuk apa Kendra menanyakan hal itu? Apakah dia bertemu dengan seorang Alpha yang menyukai Alpha lainya.
Kemudian Alpha pria itu berkata, “Jika sejarah keluargamu seperti Keluarga Alisher, maka itu akan terlihat wajar. Tidak mungkin keturunannya hanya akan tertarik pada Omega, Ambil saja contohnya Vivian. Dia mungkin juga akan tertarik pada Alpha.”
Kendra kemudian memikirkan hal ini, tetapi dia kembali menggeleng. Sejarah keluarganya berbanding terbalik dengan sejarah keluarga Alisher, mereka juga adalah kelompok yang taat akan hukum kota. Para pendahulu mereka semuanya menikahi seorang Omega.
Dia kembali bertanya, “Apakah menurutmu begitu?”
Alpha pria itu kemudian berkata dengan semangat, “Tentu saja, baru ayah dan pendahulunya yang menikahi seorang Omega Wanita.”
Mendengar ini, Kendra mengernyit dan menghentikan pembicaraan mereka. Apakah Alpha satu ini melupakan sesuatu? Dalam buku sejarah sekolah dasar di tuliskan bahwa pendahulu keluarga Alisher, keduanya berjenis sama, hanya gender kedua mereka yang membedakan.
Beberapa jam setelahnya, bel istirahat pun berbunyi. Guru seni menghentikan penjelasannya, lalu memandangi seisi ruangan kelas, menatap anak didiknya, lalu berkata, “Baik, karena ujian semester akan di laksanakan beberapa Minggu lagi. Bapak akan memberikan kalian tugas besar, untuk membuat sebuah prakarya sebagai nilai akhir kalian.”
Para pelajar berseru, beberapa dari mereka menyukai seni tetapi ada pula yang tidak sama sekali. Vivian tampak lebih bersemangat lagi, kemudian dia mendengar Guru seni berkata lagi;
“Untuk memudahkan pekerjaan kalian, Bapak sudah membagi kalian dalam beberapa kelompok belajar. Kelompok ini tidak bisa melakukan perubahan lagi, apa bila terjadi maka akan dikenakan pemotongan nilai.”
Semua penghuni Kelas, “!!!”
...•••...
...Karya ini sedang mengikuti Event Yang Muda Yang Bercinta....
...Terima kasih karena sudah mendukung Author sejauh ini....
... Jangan ragu untuk menekan empat tombol dibawah yah....
__ADS_1