
Kendra bangun pagi-pagi sekali hanya untuk menjemput saudara perempuannya Ayahnya terlalu kerasa seperti batu, sehingga tidak datang dengan Carol. maka biarkan saja pak tua itu kesepian di sana, sendirian dan kami berkumpul disini untuk berpesta.
Caroline adiknya adalah seorang Omega, Sehingga sepertinya sudah sangat cocok untuk mengajaknya kerjasama dalam hal ini. Pada Tahun depan, Carolin akan memasuki usia 17 tahun, dia baru akan memasuki sekolah Menengah atas.
Libur sekolah membuatnya memutuskan untuk kembali ke tanah kelahirannya, untuk berlibur sekaligus bertemu dengan calon kakak iparnya. Carol sangat bersemangat ketika ayahnya akhirnya mengizinkannya untuk melakukan penerbangan sendiri.
Ketika Kendra tiba di bandara dia langsung mencari keberadaan Carol, Tidak lama seorang gadis langsung melompat kedalam pelukan Kendra dan mencium kedua pipinya.
“Kakak!!! aku akhirnya kembali!” dia berucap dengan girang.
“Jangan berisik, bodoh.” Kendra melepas pelukan Carol kemudian berjalan mendahului gadis itu ke dalam mobilnya.
“Hei, kak... tunggu aku. Barang ku banyak tahu.”
“Aku memintamu. untuk datang membantu bukan untuk pindahan.”
“Aku.hanya membawa dua koper tahu"
“### Itu banyak untuk ukuran anak seusiamu"
Setelah memasukkan barang-barang milik Carol kedalam mobil, Kendra segera menyetir pulang ke rumah tua. Sepanjang jalan Caroline memperhatikan perkotaan. yang dia lewati, sudah banyak yang berubah sejak terkahir kali dia melihatnya di internet.
Tiba di perumahan leonard, Kendra mms bantu mengeluarkan barang-barang Carol kemudian meminta pelayan untuk membawanya ke kamar Caroline. Para pelayanan sedikit tercengang, sebelum akhirnya mengangguk dan melaksanakan tugas mereka.
Caroline berkeliling dan melihat banyak hal baru di halaman rumah mereka. Dalam ingatan kecilnya, dia paling mengingat kolam ikan sang nenek, dulu dia dan Tuan. Tua. sangat suka memberi makan para ikan bersama. Kursi santai. di dekat. kolam ikan juga. masih tetap ama, Carol melirik kakaknya dan bertanya:
“Dimana kakek? Apakah dia tahu aku akan kembali?”
“Aku tidak mengatakan. itu padanya, jika. kau muncul di depannya dia mungkin akan langsung pingsan.”
“Hum? Ucapanmu terlalu berlebihan tahu.”
__ADS_1
“Itu tidak. berlebihan, lagi pula juga faktor uusinya yang sudah Tua.”
“Aku tidak peduli, ayo pergi menemui kakek aku sudah sangat rindu padanya.”
Carol berjalan memasuki rumah Utama dengan senang, di meja makan Tuan Tua leonard sedang melakukan aktivitas hariannya, Duduk sambil membaca berita. harian. Sesekali dia akan msnyesap kopi susunya. Carol berdiri di belakang tubuh Kendra, agar kakeknya tidak melihatnya.
“Aku dengar aku keluar pagi-pagi sekali, apa yang sedang terjadi?” Tuan Tua bertanya.
“Aku.pergu menjemput seseorsng."
“Seseorang?”
.
“Aku rasa kau akan senang ketika berjumpa dengannya.”
Tuan Tua menatap malas pada Kendra, hal apa lagi yang di lakukan bocah ini? bukankah dia seharusnya sibuk mempersiapkan semuanya? ketimbang melakukan hal yang membuang waktu dan usaha. Dia harus segera membuat pesta lamaran untuk cucu bungsu Tuan Tua Alisher.
Hal ini di lakukan karena mengingat Vivian adalah seorang Alpha Wanita hasil dari pembedahan Omega Wanita, kondisinya agak berbeda dengan omega biasanya. Dia harus melakukan konsultasi dengan dokter jika ingin melakukan itu atau membuat itu.
“Apa kau sudah menyiapkan semuanya? bagaimana kabar Vivian?” Tuan Tua bertanya.
“Semua sudah hampir selesai tinggal melakukan beberapa persiapan lagi. Aku pikir dia akan baik-baik saja, aku sudah lama tidak memberikan kabar padanya.”
“Dia mungkin membutuhkanmu sekarang. Mendekati siklus panasnya, Vivian pasti akan kesusahan mengendalikan dirinya.”
“Aku tahu, Aku akan mengunjungi dia nanti. Tapi sebelum itu, ada seseorang yang ingin bertemu denganmu pak tua.”
“Huh, siapa? aku merasa sedang tidak memiliki janji temu dengan seseorang hari ini.” Ucap Tuan. Tua, Hari ini masih pagi dan Tuan Tua jarang mendapatkan tamu di siang hari. Dia lebih sering mendapatkan tamu kunjungan menjelang malam hari.
Caroline kemudian menampakkan batang hidungnya, dia menatap Tuan Tua dan menunggu respon dari sang kakek, tapi dia tidak akan menyangkah bahwa dia mendengar kakkenya bertanya: “Siapa kau?”
__ADS_1
Apa ingatan kakeknya sudah mulai memburuk karena faktor usia? Tidak menjawab pertanyaan yang di berikan padanya, Caroline memilih mendekat ke arah sang kakek, tersenyum lalu berlari memeluk sang kakek.
“Kakek, Ini aku. Aku sangat merindukanmu... huhuhu...” Carol mulai msm nangis bahagia.
“Kau... apakah itu kau, Lin?” Tuan Tua msngusap kepalanya dengan lembut dan tersenyum.
“Iya, kakek ini LinLin Lin akhirnya bisa bertemu kakek lagi, Lin sangat merindukan kakek... ”
.
“Sudah-sudah, usia mu sudah tidak kecil lagi, kau masih saja cengeng seperti dulu.”
“Huhu... kakek keterlaluan... ”
Kendra ynag merasa bahwa kehadirannya telah di abaikan, memilih untuk segera meninggalkan tempat itu dan kembali ke dalam kamarnya, Dia baru saja duduk di tepi ranjang ketika ponselnya kemudian berdering pertanda bahwa ada sebuah pesan yang masuk.
Kendra mengambil ponselnya dan melihat notifikasi, kemudian selamanya terangkat membentuk sebuah senyuman. Dia melihat ada pesan baru dari sang kekasih, dia membuka pesan tersebut dan kemudian membatu.
[Apa kau sudah mati? Jika sudah maka katakan selamat tinggal aku akhirnya bisa kembali ke duniaku.]
Hei, ingatlah bahwa yang dikira mati sebenarnya masih hidup, dia hanya mengabaikan pesan teks pacarnya agar sesuai dengan rencana yang sudah dia buat Apakah karena siklus panas sehingga kucing liarnya ini mengirim pesan yang absurt yang soalnya mengingatkan Kendra lagi pada kenyataan bahwa Pacarnya berasal dari dunia lain.
Ingin kembali ke dunia mu? Jangan harap garena aku masih hidup. Aku tidak akan mati semudah itu, kucing liar. Kendra mengambil jaketnya kemudian kunci mobilnya, sepertinya tidak masalah jika dirinya bertemu dengan Vivian, paling tidak meringankan perasaan panas Vivian dan juga sedikit memanen Feromon hari ini.
Dia juga sudah tidak tahan tahu.
Kendra menuju mobil, lalu segera melaju ke apartemen Vivian. Dari beberapa informasi mengatakan bahwa Vivian memilih untuk kembali ke apartemen kemarin meskipun surga di larang oleh Tuan Tua dan ayahnya. , Nila dan Mario sibuk mengurus restoran karena kesehatan Vivian uang sedang menurun yang merupakan efek dari siklus puncaknya.
Jadi Vivian memilih untuk beristirahat di apartemen agar tidak ada yang mengggu istirahatnya, termasuk Chihuahua yang Vivian tinggalkan di Rumah tua Alisher. Suhu. tubuhnya sangat panas dan itu membuatnya agak tidak nyaman.
Aroma Feromon miliknya terlepas tanpa dia sadari, wangi lemon dan citrus yang tercampur dengan perlahan merambat di udara. Vivian mengamati Ponselnya dan tersenyum masam, Pacarnya hilang kabar dan dia sedang tersiksa sendiri menghadapi siklus panasnya..
__ADS_1