Transmigrasi: Aku Jadi Alpha Wanita

Transmigrasi: Aku Jadi Alpha Wanita
Sistem [Bug! Bug!]


__ADS_3

Vivian berlalu-lalang di dalam kamarnya sambil memaksa otaknya untuk berpikir, ponselnya terus berdering, nomor yang menelponnya paling banyak adalah milik Kendra, Vivian tidak ingin berbicara dengan Kendra untuk sementara waktu jadi dia mengabaikannya dan memasukkan nomor Kendra kedalam daftar hitam.


Pintu kamarnya di ketuk berulang kali, Oleh Mario. Vivian mendekat dan membukanya, matanya langsung menatap tajam pada Mario, “Apa lagi sekarang?”


“Vivi, Itu... Itu... Stella masuk rumah sakit.”


Hah!


Apa tadi, yang baru saja di dengar oleh telinganya? Stella masuk rumah sakit? apakah Akademi tempatnya sekarang begitu ketat sehingga memberikan dampak yang buruk bagi pelajarnya?


“Kau tidak bercanda kan?”


“Tentu saja tidak, aku baru saja mendapat panggilan telpon dari Tuan tua. Aku di minta untuk membawamu kesan, guna menemani tuan tua ”


Vivian berpikir sebentar lalu matanya melirik pada Chihuahua, “Bagaimana menurutmu?”


[Sebaiknya kita pergi, sudah lama juga kita tidak memperhatikan kondisi]


“Baiklah kalau begitu, Ayo kita pergi.”


Mario menghela napasnya ketika Vivian melangkah keluar dari kamarnya, kondisi Vivian tidak cukup baik karena sepertinya berat badannya agak turun. Didalam mobil sudah ada Nila yang menunggu, mereka langsung melaju ke rumah sakit tempat Stella sedang dirawat.


Pada saat tiba disana, Vivian langsung mendekati kakeknya dan duduk tepat di sampingnya. Tuan tua melihat Vivian, kemudian tersenyum dengan sedih karena masalah yang sedang di hadapi oleh kedua cucu perempuannya.


“Kakek, kakak pasti akan baik-baik saja. Apakah dokter sudah keluar?”


Tuan tua menggeleng, “Masih belum, dia masih ada di dalam ruangan.”


“Mari kita tunggu sebentar lagi.”


Tuan tua tidak berkata apa-apa lagi, pada saat tadi dia menerima panggilan telepon dari Asrama Stella, madam yang bertugas di sana mengatakan kalau Stella tiba-tiba saja tidak sadarkan diri saat pelajaran jasmani.


Madam yang menelponnya tadi juga mengatakan bahwa selama tiga bulan Stella di sana, dia tidak pernah menemukan bahwa Stella memasuki siklus panas bulanannya, teman sekamar Stella juga mengatakan hal yang sama pada tuan tua.


Pintu tempat rawat inap Stella terbuka, dan dokter yang memeriksa keluar, menghampiri tuan tua dan berkata; “Untuk hasil pemeriksaannya akan kita ketahui setelah dua jam berikutnya, saya permisi dulu masih harus memeriksa pasien lain.”


Tuan tua mengangguk, kemudian berdiri dan langsung berjalan ke ruang inap Stella, Vivian mengikuti tuan tua, begitu pula dengan Mario dan Nila. Vivian dengan kepala yang linglung bertanya pada sistem 001; “Bagaimana kondisi sekarang?”


[Cukup buruk, plot semakin jauh dari cerita aslinya.]


“Apakah tidak ada peluang sama sekali?” Vivian bertanya, dia sudah memikirkan banyak hal selama mengurung diri di dalam kamar.

__ADS_1


Kalau memang, plot cerita sepenuhnya benar-benar melenceng jauh, satu-satunya cara bagi Vivian adalah menemukan peluang untuk bisa kembali ke dunianya. Dia tidak mau terjebak dengan karakter cerita di dalam buku kematian.


Dua jam setelahnya seorang perawat memasuki kamar inap Stella dengan sebuah dokumen di tangannya. Tuan tua kebetulan sedang menerima panggilan, jadi Vivian yang.menerima hasil pemeriksaan Stella.


Deg!


Mata bunga persik Vivan membulat sempurna, tangan yang menjadi penahan pada lembaran dokumen itu mulai melemah, sehingga dokumen itu terjatuh ke lantai. Mario dan Nila terkejut melihat reaksi Vivian.


“Apa yang terjadi? apakah Stella memiliki penyakit yang rumit?” Mario bertanya, dia bangkit dan merapikan kembali dokumen yang berjatuhan di lantai.


Vivian masih mematung, tidak memperdulikan Mario dan Nila, atau pun Chihuahua,Dia tidak bisa percaya dengan apa yang dia baca tadi, Plot memang benar-benar melenceng dari skrip aslinya.


“Dia... menjadi Beta!” Suara Mario agak kencang, sangat kebetulan sekali Tuan tua juga baru kembali ke ruangan dan mendengar ucapan Mario.


“Siapa yang menjadi Beta?” Tuan tua bertanya.


Vivian melirik ke Tuan Tua dan berkata dengan pelan, “Kakak... Kakak sudah di bedakan menjadi Beta.”


“Oh... Menjadi Be...Apa Katamu!”


“Kakak sudah menjadi Beta kakek, persentasi untuk pembagian ukuran antara gen Ibu dan Ayah mendapat proporsi yang seimbang 50:50.”


Tuan tua seolah belum bisa percaya, bagaimana bisa kedua cucu perempuannya sama-sama di bedakan, tidak mungkin ada yang salah dari tubuh dan kedua putranya. Tuan tua pergi untuk menemui dokter, dan bertanya sekali lagi tentang hasil pemeriksaan Stella.


Tuan Tua bertanya pada dokter; ,“Apakah ada kemungkinan untuk menghapus tanda kepemilikan?”


“Tidak tuan, tapi aku dengar pusat penelitian feromon baru saja mengembangkan penelitian tentang perubahan aroma feromon, tapi itu masih dalam proses penelitian, belum mendapat hasil akhir.”


Tuan tua kemudian mengangguk lalu berniat untuk kembali ke ruang rawat Stella. Kedua putranya masih berada di luar kota sekarang, dan menantunya mendekam di penjara, putrinya masih sibuk bekerja.


“Kakek, Aku ingin pamit pulang dulu untuk mengambil beberapa barang, Nila akan menemani kakek disini.”


“Baiklah, berhati-hatilah di jalan.”


Vivian menggendong Chihuahua dalam pelukannya, lalu berjalan bersama dengan Mario ke arah parkiran mobil, pada saat mereka tiba di dekat parkiran, Vivian bertemu dengan Liam dan Kesya yang saling bergandengan tangan.


Vivian diam mematung dan memperhatikan keduanya, hal ini di sadari oleh Mario sehingga dia bergumam agar Vivian terbebas dari lamunannya, “Vivi, ada apa sih? kenapa memandangi mereka dengan linglung?”


“Cincin, mereka...”


Mario melirik ke arah Liam dan Kesya, kemudian dia melambai dan memanggil keduanya. Pandangan mata Vivian tidak lepas dari tautan jari mereka, Liam dan Kesya datang menghampiri keduanya.

__ADS_1


“Vi, bagaimana keadaanmu?” suara lembut Kesya yang khawatir terdengar di telinga Vivian.


“Aku...Aku baik,”


“Syukurlah,Aku senang kau sudah membaik,” Kesya tersenyum pada Vivian.


Mata Vivian bergantian melirik keduanya, lalu beralih pada cincin yang di gunakan oleh Liam dan Kesya. Liam tersenyum, bergumam lalu berkata pada Vivian; “Apa kau ingat tentang seorang gadis yang pernah aku cerita padamu?”


“Gadis...Apakah kau...”


Liam mengungkapkan kepalanya dan berkata; “Itu benar, aku sudah menemukannya. Aku sudah lama menemukannya, namun baru memberanikan diri untuk bertanya padanya.”


“Jadi maksudmu, Kesya...” Vivian tidak menyelesaikan kalimatnya karena Liam sudah langsung angkat bicara.


“Tepat, dia gadis di taman kanak-kanak dulu yang aku beri janji, pada saat perpisahan sekolah.”


Vivian dengan berat hati tersenyum menerima kenyataan, di depan matanya. Dia menatap Chihuahua lalu bertanya dengan lemah; “Apa yang sudah terjadi?”


Ting!


Dengan tiba-tiba sistem 001 berucap; [Tuan rumah tugas baru, anda harus melahirkan anak untuk protagonis pria.]


Vivian dengan mata melotot, “...!!! Apa yang terjadi pada plotnya?”


Sistem 001berbicara dengan tubuh gemetar; [BUG!!! BUG!!! Tidak dapat di perbaiki.]


Vivian; “!!!”


...°°°...


...Selamat memasuki hubungan percintaan antara dua Alpha hahaha...


...Terima kasih teman-teman untuk dukungan kalian...


...Pasti author akan selalu semangat kok buat nulis ...


......**Mohon maaf apa bila masih terdapat banyak Typo yang bertebaran......


...Saya ingin merevisi mereka tapi belum ada waktu, maklum pejuang toga...


...Hehe, jangan lupa untuk tetap tersenyum dan selalu bersyukur...

__ADS_1


...Jangan sungkan juga untuk meninggalkan kritik dan saran di kolom komentar**...


__ADS_2