
Stella mengikuti Lion kedalam sebuah rumah besar di pinggir kota bagian barat tempat yang dekat dengan taman golf, tapi jaraknya sangat jauh dari rumah Alisher. Stella melirik sekitar, nuansa ruang tidak jauh berbeda dengan rumahnya, lebih di dominasi dengan warna putih.
Rumah besar ini terdiri dari dua lantai, perabotan disekitarnya terkesan klasik belum lagi ditambah dengan tanaman hias, dan ikan hias di akuarium. Jika ini rumahnya Stella pasti akan sangat senang.
Stella ikut berhenti ketika Lion menghentikan langkahnya, dia mengernyit sambil menatap punggung Lion yang membelakanginya, Stella belum tahu untuk apa dia dibawa kemari, baru saja Stella ingin bertanya telinganya sudah lebih dulu mendengar suara Lion.
“Mulai bari ini, rumahan samping kamarku akan menjadi kamarmu sekarang.”
“...”.Kamar apa! kau pikir aku akan tinggal disini? mimpi saja sana. Aku akan pulang ketika aku punya kesempatan, humpt...
“Apa kau dengar yang baru saja aku katakan?”Lion bertanya, dan menatap Stella.
“...Untuk apa aku tinggal disini? kau pikir aku tidak punya rumah apa!”
“Tentu saja, kau adalah tunangan ku, sudah seharusnya kau tinggal bersamaku."
“Omong kosong! Pertama aku tidak mengenalmu,kedua aku baru bertemu denganmu beberapa jam lalu, ketiga orang tua bodoh mana yang menjodohkan anak Omeganya dengan seorang Beta!" Stella berteriak masa bodoh dengan kuping singa gila di depannya.
Stella tidak akan peduli, lalu dia menyadari orang tua bodoh itu adalah Ibunya. Sialan! padahal Rancana awal cuma mau mencari tahu dimana Ibunya, dan memberi ganjaran, kenapa dia bisa sampai di rumah Lion?
“Kau pikir apa arti tinggal bersama? apa kau sudah lulus sekolah?"
“Belum, semester berikutnya adalah tahun terakhirku di Akademi. Kenapa kau bertanya?”
Kenapa kau hanya menjawab pertanyaan terakhirku saja dari tadi! Stella kesal, kemudian dia bertanya lagi; “Tadi kau bilang akademi?”
“Berikutnya kita pasti akan berada di kelas yang sama.”
"...”
Stella duduk di ruang tamu, dan menunggu Lion, Stella ingin memperjelas situasi sekali lagi, mau kabur juga tidak bisa. Pintu di jaga sama orang-orang berotot, dengan muka sangar. Tidak lama Lion muncul membawa sebuah album foto.
Lion meletakan album tersebut pas di depan Stella, “Buka dan lihat, aku harap kau bisa mengingat aku.”
“Hah? Apa yang sebenarnya ingin kau katakan sih? aku mau pulang tahu.”
__ADS_1
“Tidak, kau tidak bisa pulang.”
Stella mengabaikan Lion dan beralih mengambil album foto dan melihatnya. Dia merasa akan buang-buang waktu saja, tapi dia ternyata salah. Isi album itu adalah gambar dia semasa berada di taman kanak-kanak.
“Ini... Sebenarnya apa maksudmu? Kenapa Fotoku bisa ada di kau?”
“Kau masih belum ingat?”
Apa? Stella menatap malas Lion, orang ini sejak tadi terlalu tidak jelas. Kenapa tidak katakan saja kalau kita teman satu sekolah di elementary school, kalau begitu kan tidak buang waktu.
“Jadi, bisa kau perjelas?”
“Aku Lion, orang pertama yang kau temui di Yaman kanak-kanak tapi orang yang selalu kau abaikan setelah mengenal Kendra.”
Apa? Stella tidak ingat bagian ini, Lagi pula seingatnya orang perta yang dia temui di taman kanak-kanak adalah seorang seorang gadis kecil seusianya, bukan seorang anak laki-laki.
“Aku ingat, tapi yang aku temui adalah seorang gadis, bukan seorang anak laki-laki, lalu kami hanya bicara sebentar dan beberapa hari setelahnya guru bilang kalau gadis itu pindah.”
Lion kemudian dibuat tersedak oleh Stella, jadi kau tidak ingat aku karena penampilan kecil ku? Pantas saja saat dirinya sudah potong rambut dan menggunakan pakaian seharusnya, Stella tidak pernah mau main dengannya dan selalu menolak.
Oleh karena itu sepanjang di elementary school, Lion selalu mengganggu Stella, hingga pada hari itu tiba Kendra selalu datang menolong Stella saat itu. Ck menyebalkan memang, ini semua salah Ibunya yang menginginkan Anak perempuan tapi yang lahir laki-laki.
Setelah pulang sekolah, Lion merengek pada ayahnya dan Ibunya untuk memotong rambutnya dan menggunakan pakaian yang seharusnya untuk anak laki-laki, dia mogok makan sampai tidak mau keluar dari kamar.
“Itu aku...”
“Hah? Apa katamu?”
“Anak gadis yang kau temui itu...aku.”
“Kau... Liona?” Stella bungkam, tidak tahu harus bicara apa, kenapa teman perempuannya yang katanya pindah menjadi anak laki-laki?
“Aku Lion, bukan Liona. Aku memotong rambutku dan menemui mu tapi kau justru mengabaikan aku, kau juga menolak pernyataan cintaku. Itu membuat aku selalu mengganggumu, dan akhirnya kau justru berteman dengan Kendra, si murid pindahan itu.”
“Kau... kau...kau anak laki-laki yang selalu menganggu aku? kenapa kau muncul? aku tidak punya urusan denganmu.”
__ADS_1
“Aku tidak peduli, sejak awal kau itu pasanganku.”
“Aku belum lama menjadi Beta, kenapa aku langsung bertemu denganmu? dan apa tadi itu, kau dan aku akan sekelas, kau di akademi juga?”
Lion mengangguk, sebenernya dia baru sadar kalau Stella bersekolah di akademi yang sama dengannya saat pengumuman bahwa seorang Omega sudah di bedakan menjadi Beta, Lion terkejut. Sejak dia mengetahui tentang kesepakatan antara ibu Stella dan ayahnya, Lion selalu mengabaikannya dan tidak berniat melanjutkan karena omega dan Beta tidak mungkin bersama.
Setelah informasi Stella dibedakan menjadi Beta, Lion kembali berpikir lagi. Belum lagi Stella adalah anak perempuan di taman kanak-kanak yang berani menolak dirinya. Memang sih, usia mereka saat itu masih sangat mudah, tapi tetap saja penolakan Stella jadi sesuatu yang membekas.
“Aku awalnya Mau membuang berkas itu, tapi setelah mendengar kau menjadi Beta, aku membatalkannya.”
“Kenapa? apakah kau pikir aku akan menayangkan Iya? Tidak akan, aku baru menjadi Beta dan aku mau menjalani kehidupan bebas ku.”
“Terima saja, anggap hal ini sebagai karma mu, karena sudah menolak aku dulu.”
“Kau... dasar pendendam! tidak jelas! tidak masuk akal! tidak baik! pemalas! penculik!”
Lion; “...”
Pada sisi lain, Vivian baru saja bangun tidur, Vivian melihat jam dan menyadari bahwa dia bangun sangat terlambat hari ini, mungkin karena kemarin dia sudah cukup sibuk dengan pekerjaan sehingga kasur membuatnya terlalu nyaman.
[Tuan rumah! Tugas baru! bip...bip...bip... Tuan rumah! Bip...]
“Apa yang kau lakukan pagi-pagi begini?”
[Tuan jam di dunia ini sudah menunjukkan pukul dua siang. Tuan bangun!]
“Kali ini apa lagi? Aku belum menyelesaikan tugas sebelumnya, bisa kita tunda dulu?”
[Tuan, sistem mendeteksi karakter baru sudah muncul, tugas meminta anda untuk ikut campur atas hubungan Kakak anda]
“Kau mau aku jadi pelakor lalu membuat marah anjing ganas itu? kau gila!”
[Tuan, hadiah kali ini diberikan langsung pada anda, 10.000.000 juta untuk keberhasilan]
Vivian dengan mata.yang terbuka lebar; "ಠಿ_ಠಿ”
__ADS_1
...°°°...
...terima kasih sudah membaca...