
Ketika mereka tiba di apartemen, pintu baru saja di buka oleh Mario dan Chihuahua sudah berlari kecil sambil menggonggong menyambut kedatangan Vivian. Ketika bulu kecil tipis itu melihat Vivian, dia terkejut karena melihat dua karakter dalam cerita asli datang.
Chihuahua merengek di dekat kaki Vivian, [Tuan rumah, mengapa mereka ada disini?]
Vivian mengambil chihuahua dari lantai dan mulai mengelus kepala kecilnya; “Kerja kelompok, Tugas sekolah.”
Kendra dan Liam masuk dan duduk di sofa, disana juga sudah ada Nila. Pada hari ini kelas Beta lebih cepat pulang dari pada biasanya. Mereka memperhatikan apartemen Vivian, cukup luas untuk di tinggali tiga orang remaja.
Setelah berganti pakaian, Mario dan Vivian ikut bergabung dengan yang lainnya. Mula-mula masing-masing dari mereka memikirkan Ide untuk tugas prakarya mereka, setelah itu mereka melanjutkan dengan diskusi.
Liam yang pertama membuka pembicaraan, setelah sejenak berpikir; “Menurut kalian bagaimana? Lebih bagus patung lilin atau rumah kotak musik?”
“Rumah kotak musik sudah pasaran dan patung lilin, prosesnya lama,” Kendra berkata dengan santai.
“Kalau begitu apa kau punya ide lain? Aku yakin tidak, kau mana mau repot-repot berpikir,” Liam membalasnya, baru saja beberapa saat lalu dia merasa ingin berdamai dengan Kendra tetapi mendengar Alpha ini memiliki pandangan lain, sepertinya Liam harus membatalkannya.
“Bagaimana dengan miniatur bangunan sekolah?” Kendra balik tanya pada Liam, mereka saling bertatapan dengan tali berupa petir dimata mereka.
Chihuahua menyentuh tangan Vivian, dengan kapas lembut miliknya kemudian berkata dengan mata mengantuk; [Tuan rumah, tugas baru buatlah kedua karakter ini memperebutkan protagonis wanita.]
“Apa kau gila? Mengapa tugas ini seperti ingin membuat situasi semakin memburuk? Aku masih belum selesai dengan urusan Stella, serta plot sebelumnya dan kau memberi tugas tidak masuk akal lagi.”
Yang benar saja, demi matahari di ujung pipet. Ini gila, kemudian Vivian mendengar Chihuahua berkata lagi, [Jika menyelesaikan tugas samping ini, poin spesial akan di tambah sehingga anda akan mendapatkan 5 poin tambahan.]
Mengapa tugas sampingan ini memiliki poin yang besar?
Keributan dari para Alpha semakin menjadi-jadi, bahkan sekarang Mario juga sudah ikut-ikutan, dia menyarankan untuk bermain kotor dengan tanah liat saja, untuk membuat guci atau vas bunga.
“Kalian berhenti bertengkar, mengapa tidak mendengarkan ide ku saja?” Suara Vivian membuat ketiganya jadi diam lalu melihat ke arah Vivian untuk menunggu gadis itu berkata lagi.
“Apa ide milikmu?” Mario bertanya.
Kemudian Vivian tersenyum lebar, dan dengan bangga berkata; “Miniatur burung dari DVD bekas, bagaimana?”
__ADS_1
Ketiga Alpha itu saling bertatapan, dengan alis mengernyit. Vivian juga ikut-ikutan dan berpikir ada apa dengan mereka? Apakah ide miliknya buruk? Kemudian Vivian melirik kearah Nila, gadis itu sekarang sedang menatapnya dengan bingung.
“Apa yang terjadi pada kalian?”
Nila bertanya padanya; “DVD, benda apa itu?”
Hah! Mungkinkah penulis cerita tidak menggunakan kata DVD dalam ceritanya sendiri sehingga memberikan efek pada karakter di dalam Buku? Vivian mendengus, berkata; “Maksud ku piringan kompak.”
“Heh, orang bodoh mana yang akan membuat sesuatu dari piringan lusuh itu?” Liam tiba-tiba berkata, lalu di anggukkan oleh kedua Alpha lainnya.
“Itu benar, piringan seperti itu tidak akan memiliki nilai yang berkelas,” Mario berkata demikian, membuat Vivian tertawa kecil karena kalimatnya.
Huh, mereka belum tahu saja kalau barang bekas seperti itu jika berada di tangan yang tepat, pasti akan menjadi karya seni yang terkenal, dengan harga yang lumayan mahal.
[Tuan Rumah, anda sebaiknya tidak membawa pengetahuan dari dunia asli, biarkan seperti ini saja.]
“Apa yang seperti apa maksud mu? Bukankah baik, dengan begitu pemilik tubuh asli ini bisa terkenal?”
[Tuan, saya peringatkan sebaiknya fokus pada misi kita. Semakin cepat plot berjalan, semakin cepat pula anda anda kembali.]
“Sial, siapa yang mengizinkanmu untuk membaca pikiranku sembarangan?”
[Tuan, aku adalah sistem yang terhormat.]
Vivian menurunkan Chihuahua, berdiri lalu menuju ke dapur. Hari sudah mulai sore jadi, dia meminta Nila membantunya di dapur untuk memasak makan malam.
Mario menemani kedua Alpha teman sekelas mereka, kemudian dia melirik ke arah Vivian dan berpikir bahwa mungkin saja dia sudah berkata buruk sehingga Vivian tidak mengatakan apa-apa tentang perkataannya tadi.
Suasana menjadi hening sebentar, kemudian mereka mendengar suara senandung dari dapur. Ternyata itu Nila dan Vivian yang sedang memasak sambil bernyanyi, Mario pamit sebentar untuk mengambil minuman dingin di kulkas.
Setelahnya hanya tinggal Kendra dan Liam, Oh jangan lupakan sistem bulu kecil tipis kita. Dia melompat ke sofa yang tepat berada di depan kedua Alpha ini, menatap mereka sambil memperlihatkan gigi kecilnya.
Kendra tiba-tiba membuka pembicaraan; “Apa kau merasa bahwa tatapan Bulu tipis di sana seperti manusia?”
__ADS_1
“Apa kau sudah gila, karena kurang tidur? Apanya yang mirip seperti manusia, matanya seperti anjing galak yang akan marah.”
“Tidakkah kau merasakan itu? Dia terlihat sangat membenciku.”
“Itu karena kau jelek.”
“Apa maksudmu dengan jelek? Kau pikir kau sendiri terlihat tampan? Heh, yang benar saja.”
Apanya yang benar saja? Liam berpikir mungkinkah Kendra menang sedang dalam masalah serius? Dia melihat bahwa lingkaran hitam di mata Kendra masih belum hilang, kemudian Liam mendengus tidak suka.
Alpha dominan memang berbeda yah, kurang tidurpun mereka masih tetapi memiliki tenaga. Chihuahua menggonggong pada mereka, [Kalian berdua sama-sama tidak tampan, jadi berhentilah bicara dan kembali ke rumah kalian]
“Kau lihat, dia terus menggonggong padamu. Sudah jelas kau sangat jelek, benarkan bulu kecil pendek?”
Chihuahua, [Kalian berdua jelek.]
“Lihat, dia menyetujui perkataan ku.”
“Terserah, sekarang diam dan jangan bicara padaku.”
Hei, Bukankah tadi kau yang mengajak aku mengobrol duluan? Mengapa kau cepat sekali berubah? Dasar dominan. Liam kemudian melihat, Kendra menutup matanya. Sepertinya anak ini memang sangat kelelahan.
Kemudian, Chihuahua yang melihat kedua karakter di depannya mulai sedikit bosan sehingga dia berlari ke arah dapur dan berteriak pada Vivian.
[Tuan rumah, Tuan rumah, gawat protagonis tertidur, apa yang harus di lakukan?]
Vivian,m tersentak dan menatap Chihuahua di bawah lantai, “Apa maksudmu dengan tertidur? Mengapa dia tidur? Pergi dan gigit dia.”
[Tuan rumah kau kejam. Tuan aku ingatkan untuk segera selesaikan misi sampingan. Apa bila tidak ingin melakukan, poin akan secara otomatis di kurangi.]
“Terserah padamu, siapa yang mau mengerjakan misi merepotkan itu?”
[Menolak melakukan misi sampingan poin di kurangi -10, total poin untuk misi pasangan adalah 5]
__ADS_1
“Sial, kau keterlaluan!”